Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Guncangan di Warsawa: Menaklukkan Raksasa Polandia
Bulan Juli 2019 menjadi saksi salah satu perjalanan paling heroik bagi klub kecil dari semenanjung batu, Europa FC. Setelah berhasil melewati hadangan Sant Julià, rintangan berikutnya adalah tembok raksasa dari Polandia: Legia Warsaw. Tim ini adalah penguasa Ekstraklasa dengan pengalaman segudang di Liga Champions dan Liga Europa. Namun, bagi Riski, nama besar Legia hanyalah barisan pemain yang harus ia lewati.
Sesaat setelah mendarat di Polandia untuk persiapan leg pertama, antarmuka sistem yang kini telah mencapai tingkat kejernihan tinggi muncul di hadapannya saat ia sedang melakukan stretching di hotel.
[Ding! Misi Elite Europe: Penghancur Raksasa!]
[Tujuan: Cetak minimal 3 Gol ke gawang Legia Warsaw (Akumulasi Leg 1 & 2)!]
[Hadiah Misi:]
Bonus Tunai: €50.000 (Sekitar Rp 800.000.000).
Luxury Upgrade: Jet Pribadi di-upgrade ke Tingkat Menengah (Kabin lebih luas, jangkauan terbang lintas benua, dan interior ultra-mewah).
Riski menatap layar itu dengan tenang. Mencetak tiga gol melawan tim yang pertahanannya sangat disiplin seperti Legia adalah tugas berat, namun dengan statistik 105, ia tahu segalanya mungkin.
Leg 1: Tembok Tak Terbobol di Gibraltar
11 Juli 2019, Victoria Stadium dipadati penonton yang ingin melihat keajaiban. Legia Warsaw datang dengan kepercayaan diri tinggi, menganggap laga ini hanya formalitas. Namun, mereka tidak memperhitungkan keberadaan Riski dan Aura Jenderal Garuda-nya.
Pertandingan berjalan sangat alot. Legia menguasai 70% penguasaan bola, namun setiap kali mereka menyerang, lini belakang Europa FC yang mendapat buff +12 stats bermain sangat disiplin. Riski sendiri dijaga oleh tiga pemain sekaligus. Setiap kali ia menyentuh bola, benturan fisik keras terjadi.
Riski sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas di menit ke-80, namun bola membentur tiang gawang. Sesuai catatan sejarah aslinya, leg pertama berakhir dengan skor 0-0. Publik Eropa terkejut. Sebuah klub dari Gibraltar mampu menahan imbang raksasa Polandia tanpa gol. Namun bagi Riski, ini berarti ia harus mencetak "tabungan" 3 golnya di leg kedua nanti.
Leg 2: Drama di Stadion Wojska Polskiego
18 Juli 2019, neraka sesungguhnya dimulai di Warsawa. Puluhan ribu suporter fanatik Legia menciptakan atmosfer yang sangat intimidatif. Di awal laga, Europa FC tampak goyah. Tanpa ampun, Legia menghujani gawang klub tamu.
Menit ke-7, 1-0. Menit ke-20, 2-0. Dan puncaknya pada menit ke-48, Legia mencetak gol ketiga. Skor 3-0. Seluruh stadion bersorak, mengira pertandingan sudah berakhir. Para pemain Europa FC tertunduk lesu. Namun, Riski berdiri di tengah lapangan, matanya menyala. Kemampuan Mental Fortress membuatnya tetap dingin meski dalam tekanan hebat.
"Dengarkan aku!" teriak Riski menggunakan kemampuan Universal Polyglot, ia berbicara dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan sedikit Polandia untuk memprovokasi lawan sekaligus membakar semangat timnya. "Pertandingan belum berakhir sampai aku katakan berakhir!"
Menit ke-60: Riski melakukan aksi individu dari tengah lapangan. Ia melewati dua gelandang bertahan Legia, melakukan step-over cepat, dan melepaskan tendangan geledek dari luar kotak penalti. Gol 1! (Skor 3-1).
Menit ke-75: Melalui skema serangan balik, Riski menerima umpan lambung. Ia melakukan kontrol dada yang sempurna dan melepaskan tendangan salto yang menghujam pojok gawang. Gol 2! (Skor 3-2). Target misi tinggal satu gol lagi.
Menit ke-89: Stadion Wojska Polskiego mendadak sunyi saat Riski dijatuhkan di kotak penalti. Dengan tenang, ia mengeksekusi penalti tersebut ke arah yang berlawanan dengan gerak kiper. Gol 3! (Hattrick! Skor 3-3).
Misi sistem: TUNTAS. Skor akhir 3-3. Berdasarkan aturan Gol Tandang (Away Goal) yang masih berlaku di UEFA pada tahun 2019, skor 3-3 di markas lawan berarti Europa FC lolos ke babak selanjutnya!
Hadiah dan Notifikasi Sistem
Begitu peluit panjang berbunyi, Riski langsung dikerumuni rekan setimnya yang menangis haru. Mereka baru saja menyingkirkan tim yang secara finansial bernilai 50 kali lipat dari mereka.
[Ding! Misi 'Penghancur Raksasa' BERHASIL!]
[Sinkronisasi Hadiah...]
Keuangan: €50.000 (Rp 800.000.000) ditambahkan ke saldo utama.
Aset: Jet Pribadi lama Anda telah ditukar dengan Bombardier Challenger 350 (Tingkat Menengah).
Update Keuangan & Aset (Juli 2019):
Gaji Europa FC: €5.000 / minggu (Rp 80.000.000).
Total Saldo: Sekitar Rp 11.300.000.000.
Aset Baru: Jet Bombardier Challenger 350 (Siap terbang antar-benua dengan kenyamanan maksimal).
Erika dan Cuplikan di Bandung
Keesokan harinya di Bandung, suasana di kantor polisi tempat Erika bertugas tampak riuh. Erika sedang duduk di depan komputernya saat rekan sejawatnya menghampiri dengan ponsel di tangan.
"Erika! Lihat ini! Pacarmu benar-benar gila!" seru rekannya.
Erika melihat layar tersebut. Itu adalah cuplikan video (highlight) pertandingan Legia Warsaw vs Europa FC. Video itu menunjukkan momen saat Riski mencetak gol ketiga dan merayakannya dengan menunjuk ke arah kamera, seolah memberikan pesan untuk seseorang yang jauh.
"Tiga gol di Polandia... kamu benar-benar melakukan apa yang kamu katakan, Ki," bisik Erika dengan senyum bangga yang tak bisa disembunyikan. Ia segera mengirimkan pesan singkat: "Jet barunya harus mampir ke Bandung suatu saat nanti! Selamat, Jenderal."
Menatap Babak Selanjutnya: Atromitos FC
Karena Europa FC berhasil lolos berkat aturan gol tandang—menggantikan posisi yang seharusnya ditempati Legia Warsaw di dunia nyata—lawan mereka di Babak Kualifikasi Kedua adalah klub dari Yunani, Atromitos FC.
Euforia kemenangan atas Legia Warsaw menyebar hingga ke Gibraltar. Publik kini mulai percaya bahwa "The Rock" bisa mengirimkan wakilnya ke fase grup Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, sebelum terbang ke Yunani, ada agenda domestik yang menanti. Riski harus memimpin tim di Liga Nasional Gibraltar untuk menjaga keunggulan klasemen. Kelelahan mulai membayangi tim, namun bagi Riski yang memiliki statistik 105, ini barulah pemanasan. Perjalanan menaklukkan Eropa baru saja dimulai, dan kali ini, seluruh benua mulai berbisik tentang nama pemuda asal Indonesia tersebut.