NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:76.5k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Namun sedetik setelah kalimat itu keluar dari bibirnya, Meli menggeleng kuat. "Tidak. Itu gila." Ia bahkan bisa merasakan hawa yang dingin. Cuaca malam ini terlalu menusuk, dan ia tahu benar betapa tak aman gang itu. Jika hujan turun, bayi-bayi ini bisa menggigil bahkan membeku, atau mungkin.....

"Sudahlah... ikut aku saja ke kosan. Memang sempit, memang seadanya... tapi setidaknya kalian nggak kedinginan." katanya lagi, mencoba meyakinkan diri sendiri.

Ia terus berjalan, menelusuri jalan kecil yang biasa ia lewati sepulang kuliah. Sambil berjalan, pikirannya tak berhenti berputar.

"Besok gimana? Terus, kalau nggak ada yang ngakuin, kalian harus tinggal sama siapa? Aku? Aku bahkan belum bisa mengurus diri sendiri..."

Namun, di balik semua kegelisahan itu, ada sesuatu yang membuatnya tetap melangkah. Mungkin itu naluri. Mungkin itu kasih sayang. Atau mungkin... sebuah rasa tanggung jawab yang tiba-tiba tumbuh tanpa ia sadari.

Tanpa sadar, ia sudah tiba di depan pintu pagar kosannya. Jam menunjukkan hampir tengah malam. Ia menahan napas, mengintip sekeliling. Sunyi. Lampu-lampu kamar sudah mati, suasana sudah sangat sepi.

Dengan langkah pelan dan hati-hati, ia mengendap-endap masuk. Berusaha agar tak ada yang mendengar suara derit pintu pagar atau dengusan nafas gugupnya. Ia tahu betul kalau penghuni kos lainnya tahu ia membawa dua bayi malam-malam begini, pasti akan ada masalah besar.

Beruntung, semuanya berjalan lancar. Tak ada satu pun penghuni yang keluar kamar. Meli bisa bernapas lega saat akhirnya berhasil membuka pintu kamarnya dan mengunci kembali dari dalam.

Ia meletakkan kardus itu perlahan di lantai, lalu terduduk di sisi tempat tidurnya yang sempit. Kamar mungilnya kini terasa jauh lebih kecil, namun juga lebih hangat.

Dua bayi itu mulai menggeliat, salah satunya mengeluarkan bunyi lirih tanda akan menangis. Meli buru-buru mendekat, menepuk pelan dada si bayi sambil berbisik

"Tenang ya, sekarang kalian aman. Aku... aku nggak tahu bisa jadi ibu atau bukan, tapi untuk malam ini... biar aku yang jaga kalian."

Ia menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. Ia tak tahu akan seperti apa hari esok. Tapi yang pasti, malam ini dua bayi itu punya tempat berlindung—sementara.

Setelah memindahkan kedua bayi itu ke atas kasur tipisnya dengan hati-hati, Meli kembali memeriksa kardus yang tadi mereka tinggali. Ia menyingkapkan kain yang membungkus bagian dalamnya, berharap menemukan secarik kertas, nama, atau apapun yang bisa menjadi petunjuk tentang siapa orang tua dua malaikat kecil ini. Namun, satu-satunya yang ia temukan hanyalah sebuah kotak susu bayi dan dua buah dot yang dibungkus plastik bening seadanya.

"Cuma ini...?" gumam Meli pelan, napasnya mengembus panjang. Tak ada nama, tak ada alamat, tak ada tanda apa pun. Hanya dua benda yang seolah berkata bahwa bayi-bayi ini memang sengaja ditinggalkan untuk hidup, tapi bukan untuk kembali dijemput.

Hari itu sudah terlalu melelahkan untuk dilanjutkan dengan kesedihan baru. Dengan mata yang nyaris tak mampu terbuka, ia berbaring di sisi kasur, menatap langit-langit kamarnya yang sempit.

"Besok saja... besok aku pikirin semuanya," bisiknya, lalu memejamkan mata dengan dua bayi mungil yang kini tertidur di sisi nya, membawa pikiran baru dalam hidupnya yang bahkan belum stabil.

Pagi pun datang, tapi tidak seperti biasanya.

Jika biasanya Meli akan bangun pagi, bersiap ke kampus, dan mengejar jadwal kuliah, kali ini rutinitasnya berubah total. Tangisan bayi membangunkannya sebelum matahari sepenuhnya naik. Ia terlonjak kaget, langsung duduk di kasur, dan mendapati dua bayi itu menangis bersahut-sahutan.

"Eh, eh, jangan nangis... pelan-pelan... kenapa sih?" katanya panik.

1
kiu kiu
terlalu singkat thor...banyakin updatenya dong thor...
kiu kiu
wahh..semangat betul adriàn mengejar wanitanya.😍😍
kiu kiu
update yg banyak thor..biar yg nunggu nggk galau...🤭🤭sebenernya kpn sih..ingatan melisa kembali.gimna reaksinya jika mengingat kejahatan adrian padanya.
kiu kiu
semangat adrian..turunkan gengsimu demi melisa.semoga berhasil...💪💪💪🤭🤭
kiu kiu
jgn jgn melisa langsung jatuh hati sama adrian. kan harus proses dulu thor...si adrian juga harus terima saat ingatan melisa kembali.apa melisa masih mau bersamanya.
Nunung Elasari
ahhh melisa jadi mau 😍🤭
kiu kiu
thor klu sampai ingatan meli kembali...apakah meli bisa menerima adrian thor.padahal adrian dulu pernah menyuruhnya menjauh dari keluarganya.dan melisa di paksa utk menandatangani surat perjanjian dg adrian.
Nunung Elasari
luaaaaarrr byiasaaaaahhh....
Nunung Elasari
Dan bagi aku ini cerita yg ditunggu 🤭
kiu kiu
lanjut thor
Nunung Elasari
jadi pengen jadi melisa, diapit 2 cowok ganteng 🤭🤭🤭🤭
Evi Lusiana
akhirny mnsia es mulai cair,tar lg auto bucin
kiu kiu
behhh..si adrian tukang maksa...emang dunia ini bisa kamu beli.maksa ank org segitunya.hmmm... jgn sampai kau menyakitinya ya...ada evan dan ethan yg akan memarahimu.tp klupun mereka menikah.apa dong panggilan ethan pada melisa.kan udah terbiasa thor...jgn sampai merubah panggilan kesayangan mereka thor ...ank ank kesayangan melisa.
Nunung Elasari
wahhh adrian ini memang sesuatu 🤣🤣🤣🤣🤣
Evi Lusiana
dr awal aku udh gk suka dgn sikap adrian,melisa udh bertahun2 merawat adikny mlh srh pergi dr kehidupan ethan dn evan
kiu kiu
mommy ethan tidak pernah menjenguk melisa.tidak pernah mengjhawatirkan melisa.yg di kawatirkan anaknya sendiri thor.ak pengen marah dg keluarga mereka.hmmm...yg bikin cerita juga udah maksimal mikirnya ya...🤭🤭🤭
wasiah miska nartim
adrian ternyata ada udang di balik adonan🤭🤭🤭
kiu kiu
updatenya jgn terlalu lama thor... kita lagi kangen kebersamaan melisa dan anak anaknya thor.pertemuan yg mengharukan...kerinduan anak yg begitu dalam seolah tk mampu terlepas dari ibu yg telah merawatnya hingga 13 thn lamanya. ethan pasti menyimpan amarah yg besar pada kakaknya.leonard dn rangga tk bertanggung jawab.
Criminal007
lagi thor😭😭😭
Evi Lusiana
kapok lo adrian,d skak mati sm adekmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!