NovelToon NovelToon
Asmara Setelah Menikah

Asmara Setelah Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Obsesi / Keluarga / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yesstory

Tara dan Devan sudah menikah selama tiga tahun. Hanya Tara yang jatuh cinta di sini. Selama tiga tahun, Tara berusaha membuat Devan jatuh cinta. Apakah Tara berhasil saat ia tahu persis pernikahannya dengan Devan berbeda dengan pernikahan normal lainnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yesstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Tara berdiri di depan jendela kamar sambil menatap cincin pernikahan di jari manisnya. Dia mengusapnya perlahan dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Cincin pernikahan itu tak ubahnya seperti pengikat untuk membuatnya terus berdusta pada hatinya sendiri. Tara tak mengerti, mengapa rasa cintanya cepat pudar pada Devan. Apa selama ini yang dirasakannya hanyalah sebatas kenyamanan saja dan bukanlah rasa cinta?

Sudah seminggu dia tinggal di rumah David. Tubuhnya sudah sehat. Dia bersyukur tak terjadi apa-apa di tubuhnya. Namun luka di hatinya masih belum sembuh. Ingatan tentang apa yang dilihatnya di kamar Devan, masih terekam jelas dan membuat hatinya semakin sakit.

Tara sudah tak sanggup lagi mempertahankan orang yang sudah mengkhianatinya. Tara sudah berusaha merubah Devan menjadi pria yang normal, namun nyatanya semua sia-sia belaka. Tara gagal. Sejauh apapun dia berusaha merubah Devan, namun jika Devan tak ingin berubah, maka Tara tidak bisa berbuat apapun.

“Tara.”

Tara menoleh dan tersenyum lirih melihat David yang masuk ke dalam kamar sambil membawa kantong plastik berisi makanan untuk mereka berdua.

“Makan dulu, yuk. Mau di kamar atau di meja makan?” tanya David.

“Di meja makan aja.”

David mengangguk dan mengajak Tara keluar dari kamar. Mempersiapkan makanan di atas meja dan menyiapkan air minum, Tara dibuat tersenyum melihat David yang begitu perhatian padanya.

Setelah makanan siap, keduanya pun langsung menyantap makanan masing-masing tanpa bicara. David sesekali melirik Tara. Dia selalu melihat Tara melamun di depan jendela kamarnya sambil mengusap atau menatap cincin di jari manisnya. Hingga sampai saat ini, Tara masih belum ingin berbagi cerita tentang masalahnya. David sungguh ingin tahu apa yang terjadi dengan sang mantan yang masih sangat dicintainya itu. Namun dia juga tak bisa memaksa Tara untuk bercerita.

“Polisi sudah menghentikan pencarianmu, Ra,” ucap David setelah menghabiskan makanannya.

Tara menatap David. “Benarkah? Kenapa tiba-tiba menghentikan pencarian?”

David mengedikkan bahu. “Devan yang memintanya.”

“Tahu dari mana?”

“Ada informan yang ngasih tahu.”

Tara menghela napas pelan. “Sepertinya sudah saatnya aku pulang, Vid.”

David tersentak dan menatap Tara. “Kenapa?”

“Devan sengaja menghentikan pencarian karena dia tahu aku pasti pulang. Bagaimanapun juga aku masih istrinya. Dia sangat mengenalku. Aku rasa semua ini sudah cukup. Aku nggak mau lari lagi. Aku akan pulang dan menyelesaikan semuanya.”

David menatap Tara lekat. “Kalian baik-baik aja?”

Tara menggeleng pilu. “Pernikahanku sudah hancur, Vid.”

David terbelalak. “Hancur? Maksudnya?”

Tara tersenyum perih. “Aku ingat kamu pernah tanya sama aku apa aku bahagia dengan Devan, dan aku jawab iya aku bahagia. Tapi kamu nggak percaya kan? Dan yang kamu percayai itu adalah kebenarannya, Vid. Aku nggak benar-benar bahagia bersamanya,” ucap Tara memutuskan untuk bercerita apa yang terjadi dalam pernikahannya karena merasa David berhak tahu setelah menolongnya. Tentu saja bagian Devan selingkuh dengan sesama pria tak dikatakan.

Tara tahu David ingin bertanya banyak hal padanya, tapi dia menghargai Tara sehingga hanya bisa diam dan mendengarkan keluh kesahnya tanpa bertanya.

Tara menatap David sendu. Matanya sudah berkaca-kaca. “Aku pikir aku mencintainya, Vid. Dia selalu ada untukku. Aku setuju menikah dengannya karena aku mencintainya. Namun seiring berjalannya waktu, cinta itu pudar, Vid. Devan memang memberikan segalanya. Tapi dia tak mau menyentuhku.”

David semakin terkejut. Tak pernah menyentuh?

“Kami menikah, tapi kami tak saling menyentuh. Dia menolakku. Katakanlah aku ini wanita murahan yang haus akan sentuhan seorang pria. Tapi apa aku salah jika aku memintanya pada suamiku sendiri? Tiga tahun ini, kami tak pernah berhubungan. Mungkin terdengar sepele jika aku ingin cerai karena masalah itu. Tapi aku wanita dewasa, Vid. Aku ingin bahagia. Aku…” Tara tak sanggup mengatakan lebih jauh lagi. Dia sudah terisak dengan bahu bergetar. Dia mengingat semua yang telah dia lalui bersama sang suami. Tapi dia begitu sakit hati saat sang suami memilih menyalurkan hasratnya dengan pria lain dan bukan dengan dia.

David mendekat dan memeluk Tara. Tara tak menolak dan karena dorongan nyaman, Tara menangis di pelukan David. David terdiam sambil terus mengelus punggung Tara yang bergetar. Dia biarkan Tara mengeluarkan semua air matanya agar wanita itu bisa lega.

“Aku pikir.. aku bisa bertahan. Tapi nyatanya aku capek, Vid. Devan menolak sentuhan dariku. Dia tak ingin menyentuhku. Dia tak punya hasrat ke aku. Apa yang kurang dariku, Vid? Apa?” Tara terus menangis pilu.

David mengeratkan pelukannya. Hatinya ikut sakit mendengar apa yang dikatakan Tara. Mungkin untuk sebagian orang, berhubungan seks dengan pasangan dianggap tabu untuk dibicarakan. Tapi bagi pasangan suami istri, hubungan seks itu penting. Bahkan seorang istri bisa menggugat cerai suami jika suami tak memberikannya nafkah batin selama tiga bulan. Sementara Tara.. Tara tak mendapatkan nafkah batin selama tiga tahun. Waktu yang cukup lama untuk membuat Tara menderita dan tersiksa karena terus menahan hasratnya.

“Nggak ada yang kurang dari kamu, Ra. Pria itu aja yang brengsek. Bodohnya dia yang nggak mau nyentuh kamu. Bukan kamu yang salah disini. Aku paham gimana rasanya menahan hasrat. Tapi kasusmu beda, Ra. Kamu harus menahan hasrat karena dia nggak mau nyentuh kamu, padahal kalian suami istri. Brengsek !” Umpat David menahan amarahnya. Bagaimana bisa Devan berbuat seperti itu.

“Pernikahan kami tak ada tujuan. Aku mulai capek, Vid. Aku capek ngertiin dia tapi dia nggak ngertiin aku balik. Aku tersiksa. Aku nggak bahagia, Vid. Aku ingin bebas. Tapi Devan juga menolaknya. Dia nggak mau menceraikan aku walau berulang kali aku sudah memintanya.”

David melepas pelukan dan menatap Tara. “Kamu sudah berulang kali minta cerai dari dia?”

Tara mengangguk pelan. David mengembuskan napas berat. Dia mengerti kenapa Tara menangis di danau waktu itu. Sebenarnya David tahu kalau pernikahan Tara bermasalah karena Vano yang menceritakannya. Waktu itu, tanpa sengaja Vano melihat Tara dan Devan makan malam di sebuah restoran, namun Tara mengucapkan kalimat bahwa dia ingin bercerai dari Devan. Vano yang tak sengaja mendengar karena berada di tempat yang sama pun terkejut dan langsung menceritakannya pada sang kakak.

“Entah apa tujuannya. Dia nggak bisa ngasih aku nafkah batin, tapi dia juga tak mau melepasku. Haruskah aku yang menggugatnya duluan?”

“Tapi kenapa Devan nggak mau nyentuh kamu, Ra?”

Satu pertanyaan itu membuat Tara terdiam dan menunduk. Untuk yang satu itu, dia tak bisa menjelaskannya pada David. Dia tak ingin ada orang lain yang tahu tentang kelainan orintasi seksual suaminya.

“Aku nggak tahu.” Tara menggeleng pelan.

David menghela napas berat. “Jadi, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?”

“Aku akan pulang menemuinya dan menyelasaikan permasalahan kami.”

“Kamu tetap akan bercerai dengannya?” tanya David berharap jika jawabannya iya. Dia mulai kembali berharap lagi pada Tara setelah Tara tinggal di rumahnya.

Tara mengangguk yakin. “Iya. Aku akan meminta cerai padanya atau aku yang akan menceraikannya.”

David menahan senyumnya dengan jawaban Tara. “Kapan?”

“Besok. Aku akan pulang besok.”

Walau berat, tapi David tak bisa menahan Tara untuk tetap tinggal di rumahnya. Tara harus menyelesaikan masalahnya. Barulah setelah itu, David akan berjuang untuk membuat Tara kembali padanya. Yang terpenting Tara sudah sendiri dan tak terikat dengan siapapun juga. David hanya perlu bersabar.

David menggenggam tangan Tara lembut. “Kamu berhak bahagia, Ra. Maafkan aku. Jika saja waktu itu aku nggak ninggalin kamu, mungkin kamu nggak akan kenal Devan apalagi sampai menikah dengannya dan membuat hidupmu menderita seperti ini. Aku yang salah. Tapi sekarang aku akan menebus kesalahanku. Kapanpun kamu butuh aku, kamu bisa hubungi aku. Ingat itu ya.”

Tara menatap tangannya yang digenggam David dan mengangguk. “Terima kasih.”

David mengangguk dan mencium punggung tangan Tara. “Aku akan selalu mencintaimu, Ra.”

Tara terdiam dan menatap David. Jujur, hatinya menghangat ketika David memperlakukannya dengan lembut dan penuh cinta. Tara merasakan perasaan itu lagi semenjak dia tinggal di rumah David.

Sudah tak ada kebencian ataupun kemarahan terhadap David. Justru Tara merasakan jantungnya berdebar saat berdekatan dengan mantannya itu.

Keduanya saling menatap dan entah keberanian dari mana atau memang suasana yang mendukung, David mendekatkan wajah dan mengikis jarak.

David mencium bibir Tara. Awalnya Tara terkejut dan hanya diam. Namun lama kelamaan, Tara membalas ciuman David. David tersenyum tipis dan melumat bibir wanita yang sangat dicintainya. Tara melingkarkan tangannya di leher David dan mulai menikmati ciuman lembut penuh perasaan dari bibir David.

Namun ciuman lembut itu mulai terasa menuntut saat David memperdalam ciumannya dan tangannya mulai menyentuh ringan pinggang hingga punggung Tara.

Tara terlena. Sebisa mungkin mengimbangi ciuman itu. David menahan punggung Tara agar tak terjatuh. Setelah merasa pasokan oksigen mulai menipis, David melepas bibir Tara dan mulai mencumbu leher sang mantan dengan cumbuan mesra yang membuat Tara melenguh.

Melihat Tara yang mulai menikmati cumbuannya, David semakin dipenuhi gairah. Junior mulai menegak ingin sekali ikut andil menikmati sentuhan memabukkan yang sudah lama tak dia rasakan.

Akal sehat Tara menguap begitu saja. Tara tak bisa berpikir apa-apa lagi saat David terus mencumbu leher dan dada bagian atasnya. Dia begitu menikmati sentuhan David hingga tak ingin mengakhiri semuanya. Tara tak peduli statusnya. Toh Devan juga sudah mengkhianatinya. Yang dia inginkan adalah hasratnya tersalurkan.

David mulai memegang kedua buah dada Tara dan meremasnya dengan lembut dari luar bajunya. Tara melenguh. Tak ingin diam, Tara memegang junior David dari dalam celana pendeknya.

David melenguh nikmat. Sentuhan Tara di juniornya membuatnya hilang akal. Dia semakin semangat memberi Tara cumbuan maut di seluruh tubuhnya yang masih memakai bajunya yang kebesaran.

“Ahhh…” Tara mendongakkan kepala saat jari David menembus kewanitaannya.

David menggerakkan jarinya di dalam sana sambil terus menciumi leher dan dada Tara. Keduanya sudah terbakar api gairah. Keduanya kembali melakukan hal yang pernah mereka lakukan saat berpacaran dulu.

Tak butuh waktu lama, Tara pun memekik tertahan saat cairan di dalam kewanitaannya keluar membasahi jari David. David tersenyum puas melihat wajah seksi Tara saat melenguh dan menikmati sentuhannya.

Tara terengah dan menatap David. “Kamu juga butuh dipuaskan kan, Vid?”

David tersenyum menggoda dan mengangguk. Memegang tangan Tara dan membawanya untuk menggenggam junior. Tara melakukan tugasnya untuk memuaskan David. David memejam nikmat. Sungguh dia rindu sentuhan Tara seperti ini.

Setelah bermenit-menit, akhirnya cairan itu keluar juga. Tangan Tara ikut basah, namun Tara tersenyum. David juga terengah sambil menatap Tara dengan tatapan penuh cinta.

“Sumpah. Nikmat banget, Sayang. Aku kangen banget kita seperti ini,” ucap David lalu memeluk Tara. Tara mengangguk dan membalas pelukannya. Keduanya masih memakai baju lengkap.

“Sebenarnya aku ingin lebih, tapi nanti. Setelah kita menikah,” bisik David di telinga Tara membuat pipi Tara merona. Dalam hati berpikir apakah dia akan kembali pada David setelah bercerai dengan Devan nanti.

David mengeratkan pelukannya. Keduanya tersenyum puas. Tak ada rasa bersalah karena keduanya melakukan atas dasar suka sama suka. Walau hanya dengan sentuhan jari, tapi itu menyenangkan dan membuat tubuh terasa ringan karena bertahun-tahun tak mengeluarkan hasrat.

Bersambung …

1
Atik R@hma
ok ka yes,salam kenal🤣🤣
yesstory: Terima kasih banyak kak Atik yang setia baca karyaku. Semoga suka ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!