NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Saling memaafkan

Barra segera berlari menuju ke area parkiran rumah sakit, masuk ke dalam mobilnya, dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Ia bertekad untuk kembali mendatangi tempat kotor itu, tempat di mana Bianca hampir mengalami nasib buruk, untuk mencari tahu kebenaran dan alasan mengapa wanita yang dicintainya bisa berakhir di tempat sejahat itu.

Namun, sesampainya Barra di lokasi itu, betapa terkejutnya ia. Tempat yang tadinya ramai, bising, dan penuh orang, kini berubah menjadi sangat sepi, sunyi senyap, dan gelap. Barra mencoba masuk ke dalam bangunan itu untuk memeriksa setiap sudutnya. Anehnya, seluruh ruangan di dalamnya sudah kosong melompong. Tidak ada barang-barang, tidak ada perabotan, dan bahkan tidak ada tanda-tanda bahwa tempat itu baru saja digunakan beberapa jam yang lalu. Seolah-olah tempat itu tidak pernah dihuni dan dijalankan oleh siapa pun.

Kecurigaan di hati Barra semakin menjadi-jadi. Ia semakin yakin bahwa semua ini memang sudah direncanakan dengan sangat matang dan rapi oleh seseorang yang berniat jahat. Berdiri di depan bangunan kosong itu, Barra mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku jarinya memutih. Ia bersumpah dalam hati sekuat tenaga, bahwa ia tidak akan tinggal diam dan pasti akan mencari siapa pun pelaku di balik semua ini. Ia berjanji akan membuat orang itu menyesal seumur hidupnya karena telah menyakiti Bianca hingga sehancur ini. Setelah hatinya terasa sedikit lega, Barra pun segera meninggalkan tempat itu dan pergi menuju rumah Bianca.

Di tempat lain, Ella dan Dinda akhirnya tiba di rumah Bianca. Sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah, Dinda terus-menerus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Melihat sahabatnya itu terus larut dalam kesedihan dan keputusasaan, kesabaran Ella habis. Ia pun menjadi marah dan menegur Dinda dengan nada tinggi.

"Din, berhenti! Cukup sudah tangis itu! Hapus air mata Lo sekarang juga! Saat ini bukan waktunya Lo menangis terus-terusan. Lo harus bangkit dan tegar! Masa Lo diam aja begitu sih? Lo tidak mau membalas dan mencari siapa orang jahat yang sudah menyakiti Lo dan Bianca, hah?" ucap Ella dengan nada marah namun penuh perhatian, berusaha menasihati Dinda agar sadar.

"Lo tidak boleh terus-terusan lemah seperti ini. Kita harus bangkit dan mencari pelakunya. Jangan biarkan orang jahat itu merasa menang dan puas karena telah berhasil membuat kita hancur dan sedih seperti ini," sambung Ella lagi dengan tegas.

Mendengar ucapan keras namun menyadarkan dari Ella, perlahan Dinda menghentikan tangisnya dan mengusap kasar sisa air matanya di pipi. "Lalu... apa yang harus gue lakukan, El? Orang itu sudah mengancam Gue dan nama baik gue. Gue juga tidak punya petunjuk atau bukti apa pun untuk melawannya," jawab Dinda dengan nada lemas dan penuh keputusasaan.

Ella segera memegang kedua bahu Dinda dan menatapnya tajam namun lembut. Ia berjanji dengan sungguh-sungguh akan membantu Dinda menyelesaikan masalah rumit ini sampai tuntas. Ia juga berjanji akan membalas perbuatan orang itu dan membuatnya merasakan akibatnya karena telah menyakiti Bianca dan membuat Dinda menderita.

"Semua ini salah gue, El... Andai saja gue tidak menyimpan foto-foto itu di dalam ponsel gue, mungkin orang itu tidak akan punya kesempatan untuk mengancam gue. Dan kejadian mengerikan ini pasti tidak akan pernah terjadi pada Bianca," ucap Dinda lagi sambil menunduk dalam, menyalahkan dirinya sendiri sepenuhnya.

Ella segera menarik tubuh Dinda ke dalam pelukannya, memeluknya erat untuk menenangkan gadis itu. "Dengar ya Din, perasaan suka Lo itu tidak salah. Cinta lo itu murni dan tidak berbahaya. Yang salah adalah orang jahat yang memanfaatkan kelemahan dan perasaanmu untuk melakukan hal sekejam ini kepada kita semua. Gue janji pada Lo , gue akan mencari orang itu sampai ketemu, sekeras apa pun caranya. Ini juga sebagai tanda permintaan maaf gue pada Bianca. Dulu gue pernah jahat dan menyakiti hatinya, tapi kali ini gue akan menebusnya dengan melindunginya sekuat tenaga gue," ucap Ella tulus dari dalam hati.

Perlahan Dinda melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ella dengan mata yang masih basah. "Maafkan gue juga ya, El... Dulu gue juga pernah kasar dan jahat pada Lo. Gue menyesal sekali atas sikap gue itu. Tapi mulai saat ini, gue berjanji akan selalu percaya pada Lo dan mendengarkan Lo. Mulai sekarang kita adalah sahabat , ya?" ucap Dinda dengan nada yakin dan penuh ketegasan. Ia kembali memeluk Ella dengan erat, menandakan permulaan persahabatan mereka yang baru dan lebih kuat.

Ella merasa sangat senang dan terharu mendengar ucapan tulus dari Dinda. Bahkan, air matanya menetes perlahan membasahi pipinya. Ia sangat bahagia karena akhirnya ia mendapatkan sosok sahabat yang benar-benar tulus dan menerima dirinya apa adanya. Selama ini, teman-teman yang mendekatinya hanya karena melihat kekayaannya atau karena takut padanya. Baik di sekolah maupun di kampus, tidak ada yang benar-benar tulus berteman dengannya. Namun sekarang, ia menemukan Dinda dan Bianca yang mau bersahabat dengan hatinya yang sebenarnya.

"Apa maksud pembicaraan kalian itu?"

Tiba-tiba, sebuah suara berat dan serius terdengar dari arah pintu depan. Betapa kagetnya Ella dan Dinda saat melihat sosok Barra yang sudah berdiri di sana, masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu atau meminta izin terlebih dahulu.

"Sejak kapan Lo ada di sana dan mendengar pembicaraan kami?" tanya Ella dengan wajah terkejut dan nada bicara yang agak panik.

Barra sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ella. Ia berjalan masuk perlahan mendekati kedua gadis itu dengan wajah yang sangat serius dan dingin. Tatapan matanya tajam menusuk ke arah mereka berdua.

"Gue tidak mau basa-basi lagi. Gue mau tahu semuanya, sekarang juga! Ceritakan dari awal sampai akhir tanpa ada yang disembunyikan sedikitpun," ucap Barra dengan nada suara yang tinggi dan tegas, tidak memberi ruang bagi mereka untuk berbohong lagi.

Akankah mereka berdua akhirnya jujur dan menceritakan semuanya kepada Barra? Atau mereka masih menutupi kebenaran demi melindungi satu sama lain?

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!