NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

.

.

.

Chapter Sebelumnya :

"Nona Winston! Nona Winston!" pekik seseorang memanggilnya, saat Bella masih berada di teras panti asuhan tersebut dengan payung di atasnya.

***

Mendengar seseorang yang memanggilnya, Bella pun mencoba untuk melihat ke sekelilingnya mencari orang yang memanggilnya tadi. Sampai pandangannya jatuh pada seorang anak remaja laki-laki yang sedang berlari kearahnya di tengah-tengah derasnya hujan, seorang remaja laki-laki yang seingat Bella tak pernah terlihat lagi di panti asuhan tersebut beberapa bulan lalu.

"Sammy!" panggil Bella dengan perasaan rindu dan senang, saat melihat remaja laki-laki itu. Dan lalu menyambutnya dengan pelukan penuh sayang dan kerinduan.

Bisa Bella lihat jika remaja laki-laki itu terlihat semakin kurus dan tak terurus. Walaupun begitu, remaja laki-laki itu tetap terus tersenyum kepadanya.

"Kemana saja kau pergi selama ini? Apakah kau tahu aku selalu mencari mu?" tanya Bella pada Sammy, dengan raut penuh kekhawatirannya.

"Aku pergi kemana saja, berkeliling." kata Sammy dengan nada jenaka, yang lalu langsung dijitak oleh Bella.

"Aku serius, Sam. Apakah kau tidak tahu kalau selama ini aku selalu memikirkan dan mengkhawatirkan keadaanmu?" kata Bella sambil meremas bahu remaja itu.

"Oke, maafkan aku Nona Winston, karena telah membuatmu cemas. Tapi, kau lihat aku baik-baik saja kan, jadi kau jangan mengkhawatirkan ku sekarang." kata Sammy meminta maaf dan menenangkan Bella.

"Baiklah, aku tak akan mengkhawatirkan mu. Jadi, apa sekarang kau masih tinggal di panti?" tanya Bella pada Sammy

"Sekarang aku telah meninggalkan panti, Nona Winston." jawab Sammy atas pertanyaan yang diajukan oleh Bella.

"Kenapa?" tanya Bella merasa bingung dengan jawaban yang diberikan Sammy

"Aku hanya merasa ini sudah waktunya bagiku untuk belajar menjalani kehidupan mandiri di dunia ini, lagipula usia ku telah mencapai lima belas tahun." jawab Sammy menjelaskan alasan dia meninggalkan panti asuhan kepada Bella.

"Oke, baiklah aku mengerti. Jadi, dimana sekarang kamu tinggal, Sam?" tanya Bella kepada Sammy lagi.

"Aku tinggal di dekat sini." Jawab Sammy

Lalu Bella pun tersenyum melihat anak kecil yang dulu selalu bersamanya, kini telah tumbuh besar. Bahkan tinggi Sammy kini hampir menyamai tinggi badannya.

"Jadi, apakah ada kemungkinan kalau kau akan mengubah pendirianmu tentang pekerjaan magang itu? Lagipula aku mengetahui beberapa pekerjaan bagus yang membutuhkan seorang karyawan muda yang jujur dan tekun."

Mendengar apa yang dikatakan oleh Bella, membuat Sammy mendengus. Karena ini merupakan kesekian kalinya Nona Winston mengatakan hal itu kepadanya.

"Maaf, Nona. Aku akan memikirkannya lagi, nanti." kata Sammy mencoba untuk menjawab perkataan Bella dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.

Sedangkan Bella hanya bisa memandangnya dengan kecut, setelah mendengar jawaban yang selama ini selalu diberikan oleh Sammy kepadanya saat ia menanyai hal itu.

"Ya... Sebaiknya memang kau pikirkan lagi, Sam." kata Bella sambil menghela nafas lelah.

"Jangan mengecewakan ku, Sam. Aku tak ingin jika penegak hukum menangkap mu. Kau pun tau kalau mereka tak akan pernah memberikan sedikit pun pengampunan pada mu, meski pun kau masih seorang remaja. Jangan sampai kau membuat ku sedih, hanya karena mereka mengasingkan mu ke kota Thornus." kata Bella kepada Sammy, dia benar-benar tak ingin anak remaja itu sampai harus tertangkap oleh polisi, karena dia benar-benar takut jika Sammy harus mengalami pengasingan di kota mati tersebut.

"Jangan khawatir, Nona Winston aku tak akan melakukan tindakan bodoh. Aku akan Berhati-hati dalam melakukan pekerjaan ku." kata Sammy mencoba menenangkan dan merayu Bella.

"Oke, aku mempercayai mu." Kata Bella dengan senyuman manis yang ia berikan kepada Sammy. Lalu membiarkan remaja itu pergi menjauh menuju salah satu tempat hiburan disana sambil berlari menerobos hujan.

Lalu di kejauhan ia melihat seorang pria yang terlihat seperti seorang berandalan sedang mengintai dirinya di seberang jalan. Dengan rokok di mulutnya dan tubuhnya yang disandarkan pada pintu depan salah satu klub yang berada di sebrang sana. Pria yang berpenampilan kumal dan berantakan itu terlihat memperhatikan Bella secara lekat.

Dan ketika Bella membalas tatapannya, pria itu langsung mengangkat topinya sedikit dengan seringai lebar dan mesum yang lebih terlihat seperti sebuah ancaman daripada keramahtamahan bagi Bella. Merasa tak nyaman dengan tatapan pria itu, Bella pun langsung membalas pria itu dengan sebuah anggukan kepala penuh kesopanan dan kemudian memilih untuk masuk kedalam bangunan tua di depannya.

Umumnya mereka tidak pernah mempedulikan kehadiran ataupun kedatangan Bella di tempat ini, karena mereka tahu bahwa Bella hanya akan membantu para anak-anak terlantar yang tinggal di satu-satunya panti asuhan di tempat itu.

Bangunan tua yang terlihat akan roboh itu merupakan sebuah tempat penampungan anak yatim piatu, yang telah ditelantarkan atau ditinggalkan oleh orang tua mereka. Melihat kondisi bangunan itu, membuat Bella mulai sadar untuk segera memindahkan para anak-anak tersebut ke tempat baru yang terlihat lebih layak dihuni.

Sebenarnya, akhir-akhir ini Bella telah berusaha untuk mencari sebuah tempat tinggal baru untuk mereka pindah sebelum musim dingin nanti. Bahkan dia telah berusaha untuk mengajak para sahabatnya untuk berpartisipasi dan menyumbangkan sedikit donasi untuk membeli sebuah bangunan baru untuk anak-anak tersebut.

Ia juga telah menemukan sebuah tempat layak yang cukup dekat dari keramaian ibu kota. Sebuah bangunan sekolah asrama yang tak terpakai mungkin bisa menjadi tempat terbaik untuk menampung anak-anak itu. Walaupun bangunan tersebut cukup mahal, dan dana yang terkumpul juga belum cukup. Ia akan tetap berusaha sebisa mungkin untuk membantu anak-anak tersebut.

'Mungkin, sebaiknya aku harus cepat untuk membeli sekolah asrama itu.' pikir Bella sambil ikut membantu meletakkan beberapa karung dan kotak yang ia bawa ke dalam ruang tengah bangunan tersebut.

"Nona Winston, selamat datang kembali di tempat kami." sambut seorang wanita tua yang merupakan ibu pengasuh panti asuhan tersebut, saat melihat Bella datang dan lalu memeluknya sebagai sambutan kedatangannya.

"Terima kasih atas penyambutan mu, Nyonya Veranda." kata Bella dengan penuh sopan santun sambil membalas pelukan dari ibu pengasuh panti asuhan tersebut yang bernama Delena Veranda.

"Nona Winston, kau memang seorang yang baik dan rendah hati. Saya merasa senang dan berterima kasih atas segala kepedulian mu kepada kami semua di panti asuhan ini." kata Delena penuh pujian dan rasa terima kasih setelah melepaskan pelukannya pada Bella.

"Ini telah menjadi kewajiban ku, Nyonya." balas Bella dengan senyuman atas perkataan penuh rasa terima kasih yang diucapkan Delena.

"Oh, Nona Winston, Aku harap Tuhan akan selalu memberkati semua yang kau lakukan." kata Delena mendoakan semua kebaikan yang telah dilakukan oleh Bella.

Mendengar do'a yang di panjatkan oleh Delena padanya, Bella langsung membalasnya dengan kata-kata penuh terima kasih.

"Terima kasih, Nyonya Veranda atas do'a mu." kata Bella dengan senyuman sopan.

Lalu setelah percakapan singkat mereka Nyonya Veranda pamit undur diri untuk menyiapkan beberapa makanan beserta minuman untuk Bella, dan membiarkan anak-anak bermain dengan Putri Earl yang selalu dianggap sebagai seorang malaikat baik hati yang selalu membantu mereka.

***

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!