NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Hari Kiamat / Fantasi Timur
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.

Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?

kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misi berdarah

Pukul 02.00 dini hari.

Lin Yan duduk di balkon kamarnya, rokok di tangan, menatap langit malam yang gelap tanpa bintang. Angin dingin bertiup, membuat jaket hitamnya berkibar. Matanya merah delima menyipit, memandangi sesuatu yang hanya ia lihat layar hologram Sistem Xiyue.

【Misi spesial tersedia. Hanya untuk malam ini.】

"Apa misinya?"

【Lokasi: Rumah Sakit Jiwa Qingcheng—cabang timur. Bangunan 10 lantai, terbengkalai 5 tahun. Sekarang jadi sarang zombie level 3. Diperkirakan 200-300 zombie berkeliaran. Target: kumpulkan 50 inti kristal level 3.】

Lin Yan menghembuskan asap. "Level 3? Bukannya baru mulai muncul?"

【Di sana sudah ada sejak sebulan lalu. Lokasi terpencil, tidak ada yang tahu. Tapi sekarang populasinya membesar. Dalam seminggu, mereka bisa menyebar ke pemukiman.】

"Terus kenapa aku harus ambil risiko? Biar pemerintah atau militer yang urus."

【Pemerintah sudah tidak ada. Militer sibuk lindungi pangkalan sendiri. Kalau zombie level 3 menyebar, suatu saat bisa sampai ke sini. Lebih baik cegah sekarang.】

Lin Yan diam, berpikir. Rokoknya terus mengepul.

【Hadiahnya spesial: satu keinginan yang masuk akal. Dalam batas kemampuanku.】

Mata Lin Yan sedikit berbinar. "Satu keinginan? Apa saja?"

【Apa saja. Asal masuk akal. Mau apartemen mewah lagi? Mobil baru? Senjata? Bisa.】

Lin Yan tersenyum kecil. "Menarik."

【Tapi ingat, ini misi berbahaya. Zombie level 3 sudah punya kesadaran dasar. Mereka bisa bekerja sama, bisa menyergap. Dan jumlahnya banyak. Kau bisa mati.】

"Mati?" Lin Yan tertawa kecil, tawa datar yang aneh. "Aku sudah mati berkali-kali di simulasi. 30 tahun latihan, ribuan kali mati. Ini cuma tantangan baru."

Ia berdiri, membuang puntung rokok. Matanya berubah dari malas jadi tajam, penuh antisipasi. Seperti predator yang baru mencium darah.

"Tapi sebelum itu..." Ia masuk ke kamar, membuka lemari. Bukan jaket biasa yang ia ambil, tapi sesuatu yang berbeda.

Lima belas menit kemudian, Lin Yan keluar dengan penampilan yang sama sekali berbeda.

Jaket hitamnya diganti dengan celemek plastik tebal biasa dipakai tukang daging atau dokter bedah. Di tangannya, bukan pedang Jian, tapi sebilah golok daging besar, lebar, berat, mengilap. Di pinggang, terselip berbagai pisau bedah, gunting operasi, dan gergaji kecil. Semua alat bedah yang ia curi dari toko alat medis beberapa bulan lalu.

Rambut pendeknya ditutup topi operasi. Sarung tangan karet tebal melapisi sarung tangan hitamnya. Wajahnya... tersenyum. Senyum yang tidak normal.

【...Kau mau ngapain?】 Suara sistem berubah, sedikit waspada.

"Main." Lin Yan menjilat bibir. "Biar kulihat isi dalam zombie level 3. Penasaran, organ mereka masih utuh atau sudah membusuk. Darahnya warna apa. Jantungnya masih berdetak?"

【Kau... kau bukan mau misi. Kau mau... bermain?.】

"Betul." Lin Yan tertawa kecil. "Aku bosan. Tiga bulan santai, latihan simulasi, kerja bakti, itu semua membosankan. Aku kangen sensasi... memotong."

Sistem Xiyue diam. Mungkin sedang memproses kata-kata itu.

【...Kau benar-benar psikopat gila.】

"Iya, aku tahu." Lin Yan memejamkan mata. "Sekarang, antar aku ke sana."

Rumah Sakit Jiwa Qingcheng cabang timur berdiri megap-megap di tengah hutan. Bangunan tua 10 lantai dengan cat kusam, jendela-jendela pecah, tanaman liar menjalar di dinding. Angin malam bertiup, membuat dedaunan bergemerisik dan di dalam, terdengar suara raungan yang berbeda.

Bukan raungan biasa. Lebih dalam, lebih terstruktur. Seperti komunikasi.

Lin Yan muncul di atap gedung. Ia mengamati sekeliling dengan mata merah yang bersinar dalam gelap.

【Deteksi: 287 zombie level 3 di dalam. Sebaran merata dari lantai 1 sampai 10. Ada yang berkeliaran, ada yang diam—mungkin tidur.】

"Bagus." Lin Yan mengeluarkan golok, merasakan beratnya. "Aku mulai dari lantai 1. Naik perlahan."

Ia melompat turun, masuk melalui jendela lantai 3 bukan lantai 1. Ia ingin kejutan.

Lantai 3. Lorong panjang gelap, hanya diterangi cahaya bulan dari jendela-jendela pecah. Bau busuk menyengat, campuran darah kering, mayat busuk, dan sesuatu yang manis mungkin obat-obatan lama.

Dua zombie berdiri di ujung lorong. Mereka berbeda dari zombie biasanya. Postur lebih tegap, mata merah lebih terang, dan mereka saling menatap seperti berkomunikasi.

Lin Yan melangkah pelan, tidak bersembunyi. Langkah kakinya bergema di lorong sunyi.

Kedua zombie itu menoleh. Mereka tidak langsung menyerang, tapi mengamati seperti menilai sesuatu. Lalu satu menggeram, yang lain membalas. Mereka bergerak, bukan menyerang tapi mengapit satu dari kiri, satu dari kanan. Taktik.

"Pintar juga," gumam Lin Yan, matanya berbinar senang.

Zombie kiri menyerang lebih dulu , gerakannya cepat, seperti atlet. Lin Yan menghindar dengan geseran kecil, lalu golok di tangan kanannya berayun. Bukan tebasan mematikan, tapi sayatan di perut.

Zombie itu menjerit bukan kesakitan? Mungkin kaget. Isi perutnya mulai keluar, usus menggantung. Lin Yan mengamati dengan penuh minat.

"Warna ususnya masih pink. Berarti belum busuk total." Ia menyentuh usus itu, merasakan teksturnya. "Masih licin, masih basah. Menarik."

Zombie kedua menyerang dari belakang. Lin Yan berputar, goloknya menebas lengan zombie hingga putus. Lengan itu jatuh, jari-jarinya masih bergerak-gerak. Lin Yan mengambilnya, mengamati.

"Refleks masih ada. Sarafnya aktif." Ia membalik lengan itu, mengamati telapak tangan. "Bekas luka, kapalan dia pekerja kasar waktu masih hidup."

Zombie pertama masih merangkak, ususnya menyeret di lantai. Lin Yan mendekat, golok diangkat, lalu—

Bukk.

Bukan membunuh, tapi membelah dada. Tulang rusuk patah dengan suara mengerikan. Lin Yan memasukkan tangan, meraba-raba di dalam rongga dada.

"Jantung... masih ada. Ukuran normal. Ayo kita lihat..." Ia menarik jantung itu keluar, masih terhubung dengan pembuluh darah. Jantung itu masih berdetak pelan, tapi berdetak.

"Wah..." matanya berbinar seperti anak kecil dapat mainan baru. "Masih hidup! Jantung zombie masih berdetak! Berarti mereka bukan mayat biasa!"

Ia memasukkan jantung ke kantong plastik yang sudah disiapkan. Lalu beralih ke zombie kedua yang kini merangkak tanpa lengan. Ia membelah perutnya, mengeluarkan hati, ginjal, limpa. Semua dimasukkan ke kantong terpisah.

Di lorong itu, untuk pertama kalinya, Lin Yan benar-benar menikmati "pekerjaannya".

Dua jam kemudian.

Lantai 5. Lin Yan duduk di kursi roda rusak di tengah lorong, dikelilingi mayat-mayat zombie dalam berbagai kondisi. Beberapa utuh, beberapa sudah terbuka, dada terbelah, perut robek, organ bertebaran. Darah hitam memenuhi lantai.

Di pangkuannya, ia sedang "membedah" kepala zombie dengan pisau bedah. Dengan hati-hati, ia mengiris kulit kepala, membuka tengkorak, mengeluarkan otak.

"Otaknya lebih besar dari manusia normal," gumamnya, mengamati. "Ada pertumbuhan di sini mungkin ini yang bikin mereka pintar." Ia mengambil kristal dari dalam otak—biru terang, berkilau. "Kristal level 3. Warnanya lebih terang."

【Kau sudah mengumpulkan 28 kristal. Tapi waktu tinggal sedikit. Fajar jam 5. Sekarang jam 4.】

"Masih 1 jam. Cukup."

【Kau tidak capek?】

"Capek? Aku baru pemanasan." Lin Yan tersenyum—senyum yang sama sekali tidak normal. Matanya merah bersinar, wajahnya belepotan darah hitam, celemeknya penuh cipratan. "Ini baru menyenangkan."

Ia berdiri, meregangkan tubuh. Di lorong, tiga zombie baru muncul dari ujung mendengar suara, datang melihat. Mereka melihat pemandangan mengerikan, lalu mundur. Mereka takut.

"Hei, jangan pergi!" Lin Yan berlari mengejar, golok di tangan. "Aku belum selesai main!"

Lantai 8. Lin Yan masuk ke ruang operasi lama. Meja operasi masih ada, alat-alat bedah berkarat berserakan. Ia membersihkan meja dengan tendangan, lalu meletakkan mayat zombie di atasnya korban terbaru yang masih utuh.

"Waktunya operasi," gumamnya, mengambil pisau bedah terbaiknya.

Dengan gerakan terampil hasil belajar dari dokter militer di RSJ dulu, ia membedah zombie itu. Sayatan rapi di dada, membuka kulit, menarik otot, memotong tulang rusuk dengan gergaji kecil. Organ dalam terlihat jelas.

"Jantung, paru-paru, hati, ginjal, limpa, pankreas..." Ia menyebut satu per satu, mengeluarkan dengan hati-hati, meletakkan di baki operasi berkarat yang ia bersihkan. "Semua masih utuh. Menarik."

Ia mengambil jantung, mengirisnya. "Dindingnya lebih tebal dari jantung normal. Mungkin karena harus memompa darah kental." Lalu hati, diiris "Warnanya lebih gelap. Tanda keracunan?"

Di tengah "operasi", tiga zombie masuk mungkin yang tadi lari, sekarang kembali dengan bantuan. Mereka melihat pemandangan itu, dan untuk pertama kalinya, zombie menunjukkan ekspresi—bukan marah, tapi takut.

Lin Yan menoleh, tersenyum lebar. "Oh, kalian datang? Tunggu ya, aku lagi operasi. Duduk dulu."

Zombie-zombie itu tidak duduk. Mereka lari.

"Hei! Jangan lari!" Lin Yan kesal, meninggalkan mayat setengah terbelah di meja, mengejar mereka.

Lantai 10. Atap.

Lin Yan berdiri di pinggir atap, dikelilingi 10 zombie terakhir. Mereka mundur, terpojok. Tidak ada jalan keluar.

Lin Yan mengamati mereka dengan kepala miring. Darah hitam membasahi seluruh tubuhnya, celemek penuh cipratan, golok di tangan kiri, pisau bedah di tangan kanan. Wajahnya belepotan, tapi matanya—matanya bersinar paling terang.

"Kalian yang terakhir," bisiknya. "Aku ingin lihat, apa kalian bisa bicara? Coba, coba bilang sesuatu."

Zombie paling depan menggeram bukan geraman biasa, tapi ada pola, ada nada. Lin Yan mengerutkan kening.

"Apa itu tadi? 'Tolong'? Atau 'jangan'?" Ia mendekat. Zombie itu mundur, hampir jatuh. "Jangan takut. Aku cuma ingin lihat dalam kalian."

Zombie itu menerjang bukan menyerang, tapi mencoba lari melewatinya. Lin Yan bergerak cepat, golok berayun, memotong kedua kaki zombie. Zombi itu jatuh, merangkak.

Lin Yan mendekat, berlutut di sampingnya. "Kenapa lari? Aku belum lihat isi perutmu." Ia membelah perut zombie itu, mengeluarkan usus. Zombie itu merintih—bukan erangan biasa, ada nada sakit.

"Kalian bisa merasa sakit?" Lin Yan terkejut. "Ini penemuan!"

Ia mengambil ponsel, merekam. "Hey, ges! Penemuan baru: zombie level 3 ternyata bisa merasa sakit! Lihat, dia merintih waktu aku tarik ususnya!" Kamera merekam zombie yang merintih kesakitan. "Ini penting buat penelitian!"

Lima menit kemudian, 10 zombie terakhir sudah tergeletak. Lin Yan berdiri di tengah mayat, menghela napas puas. Dari atap, ia melihat langit mulai terang—fajar sebentar lagi.

【Waktu habis. Fajar. Misi selesai.】

【Koleksi: 52 kristal level 3. Mayat: 289 zombie.】

【Kau... kau benar-benar menikmati ini.】

Lin Yan meregangkan tubuh, tersenyum lebar. "Iya. Ini paling seru sejak kiamat."

【Kau sadar kau menjadi psikopat, kan?】

"Sadar. Tapi aku bangga."

【...Aku tak bertanya.】

Lin Yan tertawa kecil. Ia membersihkan golok dan pisau bedah dengan kain yang ia ambil dari saku kain itu langsung merah hitam. Ia membuka celemek, melipatnya, lalu semua alat dimasukkan ke ruang dimensi.

【Mau pulang?】

"Sebentar." Lin Yan berjalan ke pinggir atap, menatap kota di kejauhan yang mulai terang. "Aku nikmati dulu pemandangannya."

Ia mengeluarkan rokok, menyalakannya. Di belakangnya, mayat-mayat bergelimpangan, darah hitam menggenang, organ-organ berserakan. Di depannya, matahari terbit perlahan, mewarnai langit jingga.

"Indah," gumamnya. "Hidup ini indah."

【...Kau memang gila.】

"Iya." Lin Yan menghembuskan asap. "Tapi gila yang bahagia."

Pukul 06.30 pagi.

Lin Yan muncul di kamarnya. Ia sudah membersihkan diri, berganti pakaian—kini hanya pakai kaos longgar dan celana pendek, rambut masih basah. Ia menjatuhkan diri di ranjang, menghela napas lega.

【Misi selesai. Hadiah satu keinginan. Mau apa?】

Lin Yan berpikir. "Aku mau... tempat sampah besar di setiap sudut Masyarakat Surga Gila. Biar bersih."

【...LU HABIS MEMBANTAI 289 ZOMBIE, MENGUMPULKAN 52 KRISTAL, MELAKUKAN AUTOPSI LIAR, DAN HADIAH YANG LU MINTA ADALAH TEMPAT SAMPAH?!】

"Iya. Biar adikku gak buang sampah sembarangan."

【...AKU MENYERAH, SIALAN!!】

Lin Yan tertawa kecil, puas. Di luar, matahari semakin tinggi. Di area Masyarakat Surga Gila, para ilmuwan mulai beraktivitas. Di kastil, Lin Feng sibuk memasak sarapan. Dan Lin Yan? Ia tidur, memimpikan organ-organ yang ia bedah semalam.

Di loteng laboratorium, 52 kristal level 3 dan 20 toples berisi organ zombie menunggu untuk diteliti.

Hidup di Surga Gila terus berjalan dengan seorang gadis gila yang bahagia di pusatnya.

1
azka Heebat
double up thorr masih kurang /Sob/
nana
rekomendasi banget untuk peminat cerita kiamat, seru banget pokonya. soalnya si Lin yan ini kayak gila tapi sadar gimana ya dan ceritanya juga gak mudah di tebak, bagus pokoknya 🫶😍
nana
ceritanya bagus banget kak😍😍, maaf ya aku masih akun baru jadi gak bisa kasih gift 😭😭
Ellasama
up lagi dong, yg banyak y kak💪/Determined/
Weeks
thor jangan lupa update yaa 🤭
Weeks
Aku bakal rajin nunggu eps baru nya thor 🤭 semangat thor 💪
Weeks
seru banget cerita ny, wajib baca novel ini masa enggk baca padahal bagus loh 🤭
Ellasama
alurnya still good n selalu semangat buat karya dengan tema seperti ini👍🏻/Determined/
Ellasama
bagus👍🏻
Ellasama
makasih Thor udah up tetap semangat 💪/Determined/
Ellasama
kak kapan update lagi? dah gak sabar ni
Ellasama
semangat up ny jgn patah semangat pembaca setiamu ini akan selalu menanti dan terus mendukung dengan like Koment dan Gift 💪/Determined/
Ellasama
padahal novel ny sebagus ini tp kok gak ada yg baca y?/NosePick/
azka Heebat: iya bagus
total 1 replies
Ellasama
makin penasaran siapa yg jadi pasangan nya si Lin yan/NosePick/
Ellasama
yang s mangat💪
Ellasama
logika lurus yg patut dipertahankan di banyak novel bertema kan akhir dunia/Determined/
Ellasama
lanjut 💪 makin dibaca makin seru gila💪😊
Ellasama
seruu banget, yg belum baca diwajibkan baca seru banget alurnya beda dari kebanyakan novel bertema Apocalypse 💪😘
Ellasama
lanjut thor💪
Ellasama
semangat up ny💪😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!