NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12 — KEMBALINYA SANG BAYANGAN KEMATIAN

Sebelum ke lokasi tujuan, Kenzo pergi ke sebuah bar untuk menenangkan diri. Midnight Memories. Nama yang familiar. Tempat yang Liu Xiang sebut.

"Berikan aku segelas wiski."

"Baik, tuan."

Bartender itu pun menyiapkan minuman yang dipesan Kenzo. Gerakannya cepat, terlatih. Mata kanannya melirik ke arah Kenzo, menilai. Ini tempat Liu Xiang. Semua orang di sini bekerja untuknya.

Setelah minum jadi, Kenzo pun meminumnya dengan sekali teguk. Panas, membakar tenggorokan, memadamkan sedikit kegelisahan. Lalu dia pun menyalakan rokoknya.

Dia memperhatikan wanita yang bernyanyi di atas panggung. Suara merdu, lembut, menyentuh sesuatu di dalam dada Kenzo. Sesuatu yang sudah mati.

"(Suara nya merdu sekali.)"

Gumamnya dalam hati.

Dia pun terkejut saat melihat kalung yang dikenakannya. Liontin berbentuk bulan sabit. Sama. Persis sama dengan yang diingatnya.

"Lin Xian Mei?!!!"

"T-tidak-tidak, itu tidak mungkin."

Kenzo mengeluarkan foto dalam dompetnya. Foto yang sudah kusut, sudah pudah, tapi masih disimpan dengan hati-hati. Dibandingkan. Wajah di panggung. Wajah di foto."Tunggu, wajahnya mirip dengan foto."

"Apa yang dilakukannya di tempat seperti ini."gumamnya panik dan terkejut.

Kenzo mengarahkan pandangannya ke arah bartender "Hei... panggil manajermu kemari."Bartender itu terkejut mendengar nada suara Kenzo yang tiba-tiba."Maaf tuan, aku tidak dapat melakukannya."

"Brengsek."umpat nya.

Kenzo pun meraih ponselnya.

("Hallo.")

("Nona Liu, apa kau mengenal manajer di club Midnight Memories?")

("Sepertinya aku tahu siapa pemiliknya.")

("Suruh dia menemuiku.")

("Aku sekarang berada di Midnight Memories.")

("Baiklah, aku akan menghubunginya.")

Setelah beberapa saat, muncul wanita dengan gaun hitam mendekati Kenzo. Bukan seksi. Elegan. Berbahaya. Seperti Liu Xiang, tapi versi yang lebih tua, lebih keras.

"Halo..."

"Apa kau yang bernama Kenzo."

Kenzo menoleh ke arah wanita tersebut. Matanya menyelidik, menilai, mencari kelemahan."Apa kau manajer di sini."

"Benar."ucap wanita tersebut.

"Siapa nama gadis itu."lanjut Kenzo bertanya.

Sambil mengarahkan pandangannya ke gadis yang bernyanyi di panggung. Jari-jarinya menunjuk, tapi suaranya datar. Terkontrol.

"Aku tidak tahu nama aslinya."ucap manajer tersebut dengan tenang "Karena setiap gadis yang naik di atas panggung tidak pernah memakai nama aslinya."

"Nama samarannya adalah Mei Lin Xian."lanjut manajer tersebut.

"Mei Lin Xian?!"Kenzo terkejut lalu berpikir sejenak. Nama itu. Susunan huruf itu. Bukan kebetulan. Ini pesan. Ini sinyal. Ini dia.

"Itu dia!!"

"Tolong jaga dia."

"Apa hubungan anda dengannya?"

"Dia adalah orang yang sangat spesial untukku."

"Dengar!! Jika sampai dia kehilangan sehelai rambut pun, aku pastikan tempat ini dan nyawamu akan menghilang dari Hei Nan."

Setelah meletakkan uang dengan jumlah banyak, di meja bar, Kenzo pergi. Meninggalkan tempat itu, menuju ke jalan Bao Fang 15. Langkahnya lebih berat. Pikirannya terpecah. Antara misi dan penemuan. Antara bayangan dan manusia.

Sesampainya di lokasi, Kenzo memarkirkan mobilnya di bahu jalan. Mematikan mesin. Menyalakan rokoknya. Asap menguar di kegelapan. Dia menunggu. Seperti dulu. Seperti di penjara. Seperti selalu.

Hingga waktunya tiba.

Ting!!

Pesan masuk terdengar dari ponsel Kenzo. Dia membuka pesan tersebut, membaca data-data milik orang yang akan menjadi targetnya. Foto. Nama. Alamat. Kebiasaan. Titik lemah. Semua tercatat rapi. Terlalu rapi. Terlalu mudah. Kenzo mengernyit. Tapi dia tak punya pilihan. Ini kontrak. Ini bisnis.

Setelah membaca dan melihat foto targetnya, Kenzo pun segera menuju ke sebuah hotel. Hotel bintang lima, fasad kaca, lampu-lampu yang berkilau. Tempat targetnya menginap.

Setelah sampai di hotel tersebut, Kenzo langsung menuju lantai atas. Bukan melalui lift. Melalui tangga darurat. Menghindari kamera. Menghindari mata.

Dan mencari kamar targetnya.

Saat hendak menuju lorong hotel, tempat lokasi kamar targetnya berada, Kenzo terkejut, lalu menarik dirinya bersembunyi di antara bayangan ruangan tersebut. Ada orang. Bukan target. Bukan klien. Pengawal.

"(Sial!! Hampir saja.)"umpatnya dalam hati.

"(Ternyata kamar tersebut dijaga oleh bodyguard.)"

"(Brengsek, kenapa tidak ada dalam data.)"

Kenzo pun mulai memperhatikan setiap sudut lorong tersebut. Lalu memeriksa ke luar jendela lorong. Ada sebuah tonjolan di dinding hotel. Berada di antara jendela lorong dengan balkon kamar terdekat. Jalan lain masuk. Jalan yang gila.

"Gila, ini lantai 40. Jika terjatuh, aku bakal jadi dendeng."

"Huft..."

"Aku harus melakukannya."Sambil menggeser daun jendela lorong hotel.

Kenzo pun memanjat ke jendela. Angin malam menyapu wajahnya. Dingin, tajam, seperti pengingat akan kematian. Lalu mengaitkan satu kakinya ke tonjolan panjang di dinding. Besi yang berkarat, licin, tak stabil.

Tiba-tiba, lift di dekat jendela terbuka. Kenzo terkejut, tergelincir ke bawah. Jantungnya berhenti sejenak. Dengan cepat, dia meraih pegangan ke tonjolan berbentuk balok tersebut. Jari-jarinya putih menahan beban seluruh tubuh. Lutarnya terbuka, menggantung di udara kosong.

"Kenapa jendela lorong terbuka?"Ucap cleaning service yang keluar dari lift. Wanita tua, troli di tangan, tak melihat ke atas. Tak melihat kematian yang bergelantungan di depannya. Lalu dia menutup jendela tersebut. Kunci. Terkunci.

Dengan sekuat tenaga, Kenzo mendorong tubuhnya naik ke atas tonjolan dinding. Otot-otot lengan menonjol, urat-urat leher berdenyut. Karena area sempit, hanya seluas 30 cm, tubuh Kenzo kehilangan keseimbangan. Dia bergoyang, mencari titik tumpu.

Kenzo menendang sisi dinding, menggunakan momentum, lalu melompat ke arah balkon kamar terdekat. Jarak dua meter. Jarak antara hidup dan mati. Dan bergelantungan di atas pembatas balkon. Tangan kanannya mencengkram besi, tangan kiri menggantung kosong.

Kenzo pun berusaha untuk naik ke atas balkon. Tarik. Angkat. Dorong. Setiap otot berteriak. Setiap tulang menjerit.

Huft... huft... huft...

Kenzo terdiam sejenak untuk mengatur ritme pernapasannya. Jantungnya berdebar kencang, tapi stabil. Setelah ritmenya kembali stabil, Kenzo melanjutkan aksinya.

Dia melompat ke balkon kamar berikutnya. Lagi. Dan lagi. Hingga akhirnya sampai di balkon kamar ke lima. Tangan-tangan lecet, kaki-kaki lelah, tapi dia sampai.

Dengan hati-hati, Kenzo membuka kunci pintu kaca balkon. Alat kecil dari Liu Xiang. Gemetar sedikit, tapi berhasil.

Klek!!

Setelah terbuka, Kenzo masuk ke dalam kamar. Gelap. Hanya suara napas target yang tertidur pulas. Pria gemuk, wajahnya damai, tak tahu bahwa maut sudah berdiri di sampingnya.

Lalu dengan teknik titik syaraf yang dipelajarinya, Kenzo menotok titik-titik syarafnya. Membuat tubuhnya tak dapat bergerak. Membuka matanya. Kaget. Takut. Tapi tak bisa berteriak.

KRAK!!!

Lalu Kenzo memutar leher pria tersebut. Satu gerakan cepat, presisi, tanpa ampun. Hingga tewas. Mata terbelalak, tapi tak melihat apa-apa lagi.

Setelah menyelesaikan misinya, Kenzo pun pergi. Meninggalkan tempat tersebut melalui balkon. Melompat lagi. Dari kamar ke kamar. Hingga menemukan sebuah kamar yang kosong. Tamu belum datang, atau sudah pergi.

Kenzo pun membuka kunci pintu kamar tersebut dengan menggunakan kartu nama hotel yang berada di meja hias. Teknik lama. Teknik yang selalu berhasil. Hingga kunci pintu tersebut terbuka.

Kenzo berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Keluar dari kamar, ke lorong, ke lift, ke lobi. Senyum tipis ke resepsionis. Nod ke security. Seorang tamu yang pulang dari pesta. Bukan pembunuh. Bukan monster.

Dan meninggalkan hotel tersebut, lalu menuju ke apartemennya.

"Sialan kau Liu Xiang!!!"

"Kau hampir membunuhku!!"

Umpatnya setelah berada di apartemen. Suara itu pecah di ruangan kosong. Dia berteriak ke dinding. Ke kota. Ke wanita yang sekarang mengendalikan hidupnya.

Keesokan paginya, berita kematian pun mulai muncul di media-media. Foto target di berita. Nama. Jabatan. Pejabat korup. Pengusaha licik. Orang yang pantas mati. Dan nama Shadow of Death pun kembali mencuat. Dari kuburan. Dari masa lalu. Dari bayangan.

Misi demi misi pun berhasil dilakukan oleh Kenzo. Kali ini, Kenzo meninggalkan jejaknya. Sebagai Shadow of Death. Bukan lagi bayangan tanpa nama. Bukan lagi monster tanpa wajah.

Tulisan S.O.D pun selalu ada di dekat setiap korbannya. Di dinding. Di cermin. Di dada. Membuat polisi gencar mencarinya. Membuat media gempar. Membuat Liu Xiang tersenyum puas.

Dan Kenzo? Dia berdiri di balkon apartemennya. Menatap kota yang terbangun. Menatap tempat bernyanyi di kejauhan. Tempat Mei Lin Xian. Atau Lin Xian Mei. Atau siapa pun dia.

Dia punya uang. Punya kekuasaan. Punya nama.

Tapi dia juga punya janji. Punya hutang. Punya bayangan yang terus mengikutinya.

Shadow of Death telah kembali. Dan kali ini, dia tak akan pergi lagi.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!