NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA DI BALIK CRUSH GREEN

Flaire terbelalak. "Tes DNA? Dengan Jorden? Jay, kau gila? Jorden bukan anakku! Dia..."

"DIAM!" bentak Jaydane. Ia berdiri tepat di depan Flaire, mencondongkan tubuhnya hingga wajah mereka hanya terpaut beberapa sentimeter. "Sekarang, lepas benda bodoh di matamu itu."

"Tidak..." Flaire menggeleng, mencoba memalingkan wajah. "Ini bagian dari riasanku, Jay. Aku tidak bisa..."

"Aku bilang LEPAS, Flaire!" Suara Jaydane menggelegar, membuat Dokter Miller tersentak.

"Atau aku sendiri yang akan mencungkilnya keluar dengan tanganku!"

Dengan tangan yang gemetar hebat dan air mata yang terus mengalir, Flaire akhirnya merogoh tasnya. Ia mengambil botol kecil dan alat pelepas kanta lekap. Di bawah tatapan tajam Jaydane dan pengawasan Dokter Miller, Flaire perlahan menarik keluar lapisan tipis berwarna cokelat hazel itu dari mata kiri, lalu mata kanannya.

Flaire memejamkan mata sejenak, membiarkan matanya beradaptasi dengan cahaya lampu yang silau.

"Buka matamu," perintah Jaydane, suaranya kini melunak namun penuh penekanan.

Saat Flaire perlahan membuka kelopak matanya, Dokter Miller refleks menarik napas panjang karena terkejut.

Pupil mata Flaire bersinar di bawah lampu laboratorium sebuah warna Crush Green yang sangat jernih, tajam, dan langka. Warna hijau zamrud yang seolah memiliki kehidupan di dalamnya.

Jaydane terpaku. Meskipun ia sudah tahu, melihat warna itu kembali secara langsung setelah lima tahun tetap membuatnya sesak napas. Warna itu identik. Persis. Tidak ada keraguan sedikit pun.

"Lihat itu, Dokter," tunjuk Jaydane dengan tangan gemetar. "Warna mata itu... apakah mungkin ada dua orang di dunia ini yang memiliki mutasi warna yang sama persis seperti itu tanpa hubungan darah?"

Dokter Miller mendekat, memeriksa mata Flaire dengan senter medis. "Sangat tidak mungkin, Tuan Shelby. Ini adalah mutasi genetik G-11 yang sangat langka. Probabilitasnya satu banding sepuluh juta. Jika Tuan Muda Jorden memiliki warna yang identik..." Dokter Miller menggantung kalimatnya, menatap Flaire dengan tatapan iba. "...maka secara sains, wanita ini adalah ibu kandungnya."

Flaire membeku. Kepalanya terasa berputar.

"Apa... apa yang kalian bicarakan? Jorden... matanya sama denganku?"

Jaydane mencengkeram bahu Flaire, memaksanya melihat ke arah monitor yang menampilkan foto Jorden saat bayi. "Matanya tidak pernah berubah sejak dia lahir, Flaire! Dia punya matamu! Dia punya darahmu! Ayahmu membohongimu! Dia tidak mati! Dia hidup dan dia adalah anak yang kau peluk di taman tadi!"

Flaire menjerit histeris. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, tubuhnya merosot ke lantai. Kenyataan itu menghantamnya lebih keras daripada berita kematian bayinya dulu. Selama empat tahun ia meratap, sementara anaknya berada di tangan pria yang membencinya.

"Jorden... anakku hidup?" tangis Flaire pecah, suara raungannya memenuhi laboratorium. "Dia hidup, Jay? Dia hidup!"

Jaydane berlutut di depan Flaire, menarik wanita itu ke dalam pelukannya lagi. Kali ini, tidak ada kebencian. Hanya ada amarah yang tertuju pada mereka yang telah memisahkan mereka.

Namun, di balik pintu laboratorium yang sedikit terbuka, sebuah bayangan bergerak menjauh. Aurora telah mendengar semuanya. Wajahnya yang cantik kini berubah menjadi topeng iblis.

"Jadi benar... anak haram itu adalah anaknya," desis Aurora. "Jika aku tidak bisa memilikimu, Jaydane... maka tidak akan ada yang bisa. Termasuk jalang itu dan anaknya."

Di dalam laboratorium yang dingin, Dokter Miller masih menatap layar monitor dengan dahi berkerut. Ia menghitung kembali data medis yang baru saja ia verifikasi dengan tanggal kelahiran Jorden yang tercatat di arsip pribadi Jaydane.

"Tuan Shelby..." Dokter Miller berdehem, wajahnya tampak canggung dan tidak percaya. "Jika bayi ini lahir empat tahun lalu, dan melihat usia Nona Flaire yang sekarang baru menginjak 19 tahun... itu artinya..."

Dokter Miller menghentikan kalimatnya, menatap Jaydane dengan pandangan seolah-olah pria itu adalah predator paling berbahaya. "Itu artinya saat pembuahan terjadi, Nona Flaire masih berusia sangat muda. Empat belas tahun? Menjelang lima belas?"

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!