NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 - Wei Zhang Zihan [2]

PERINGATAN!

EPISODE MASIH MENGANDUNG BEBERAPA ADEGAN KEKERASAN DAN MORALITAS YANG DIPERTANYAKAN. PENULIS BERUSAHA UNTUK TIDAK MENDESKRIPSIKANNYA TERLALU DETAIL. HARAP BIJAKLAH DALAM MEMBACA, SANKYUU.^^

*

*

Para kultivator yang masih selamat dan ada di tempat kejadian itu menyaksikan semuanya. Mereka terkejut dengan wajah pucat pasi.

Naluri para kultivator itu menjerit ingin lari, namun kaki mereka seolah terpaku di tanah, sama sekali tidak bisa digerakkan.

"A-Apa yang terjadi?!"

Shen Ouyang tidak tahu bagaimana tubuhnya bisa sulit digerakkan. Padahal tidak ada energi spiritual lawan atau racun apa pun di dalam tubuhnya, namun seluruh darahnya seakan ditekan—seperti dikendalikan oleh sesuatu yang tidak terlihat.

"Darah...?!" pupil mata Sheng Ouyang menyusut tiba-tiba. Dia menatap Chu Kai dan pemuda itu hanya menyipitkan mata sambil tersenyum tipis ke arahnya.

"Apa ini... Teknik Penciptaan Wujud mi-miliknya?!"

"Apa yang kau pikirkan?" Chu Kai bersuara tenang. Pedang di tangannya perlahan larut menjadi aura gelap, sebelum menghilang begitu saja.

"Yang Mulia ini sebenarnya ingin bermain lebih lama." senyum Chu Kai melebar. Matanya berkilat merah. "Tapi.. masih banyak orang yang harus dihabisi. Jadi meski ini sangat singkat... tetap cukup menyenangkan."

!!

AAAAAKH—!!

Jeritan memekakkan telinga mengguncang udara. Tubuh Shen Ouyang bergetar hebat. Otot-ototnya membengkak, menonjol secara tidak wajar—seakan ada sesuatu di dalamnya yang mendesak keluar.

Para kultivator yang menyaksikan kejadian itu terkejut bukan main.

"Teknik iblis apa itu?!"

"Dia bahkan tidak menyentuh tubuh Penguasa Kota... tapi—?!"

Chu Kai perlahan mengangkat tangannya. Matanya semakin merah dan senyumannya merekah. Lalu tiba-tiba ia mengepalkan tangan dengan kuat dan bersamaan dengan itu tubuh Shen Ouyang meledak.

Darah dan potongan daging menyembur ke segala arah. Sebagian memercik ke tubuh Chu Kai, menodai pipi dan dan bibirnya.

Untuk sesaat—dunia terasa berhenti. Para kultivator di tempat itu melebarkan mata mereka, terkejut saat menyaksikan tubuh Shen Ouyang meledak. Detakan pada jantung mereka seolah berhenti, sebelum akhirnya berpacu dengan kencang.

Di sisi lain, Chu Kai menjilat darah di bibirnya.

Matanya perlahan terpejam. Kepalanya terangkat, menghadap ke langit sebelum senyumnya berangsur-angsur memudar.

Kedua tangan Chu Kai mulai bergetar. Saat dia kembali membuka matanya, ada cairan tipis yang menggenang di pelupuknya. Ekspresi wajahnya berubah, hanya saja bukan menunjukkan tanda penyesalan atau kesedihan—itu adalah ekspresi wajah yang dipenuhi hasrat.

"Luar biasa..." Chu Kai bersuara lirih. Tangan kanannya terangkat, mengusap darah di pipinya lalu membawanya ke bibir. Matanya berbinar. "Sensasi ini... Inilah yang sudah lama kurindukan~"

Chu Kai menyeringai. Tatapannya perlahan beralih, menyapu kota yang telah ia hancurkan dan melihat api yang masih berkobar. Aura gelap kembali berdenyut di sekelilingnya.

"Tidak ada siapa pun yang akan menghalangiku di tempat ini. Sekarang... waktunya memporak-porandakan dunia."

*

*

Angin berdesir tajam di antara pegunungan.

Wei Zhang Zihan berdiri di atas pedang terbangnya, melesat menembus langit menuju wilayah Hu Nang bagian dalam. Jubah biru-putihnya berkibar keras, rambut panjangnya yang diikat pita terurai mengikuti arus angin. Tatapannya lurus ke depan. Fokus dan tanpa ragu.

Semakin jauh ia melaju—pemandangan di bawahnya mulai berubah.

Hutan perlahan menghilang, digantikan oleh tebing-tebing curam yang menjulang tinggi seperti taring raksasa yang menusuk langit. Bukit-bukit batu berdiri sunyi, tandus dan tanpa kehidupan.

Udara di tempat itu pun terasa berat. Pengap. Dengan aroma samar seperti bangkai yang semakin lama kian menusuk penciumannya.

Wei Zhang Zihan sedikit mengernyit, tatapan matanya menajam. Tempat ini jelas bukan wilayah biasa.

Saat ia semakin mendekat—kepulan asap tebal mulai terlihat dari kejauhan, membumbung ke langit seperti pertanda kehancuran. Lalu detik itu juga suara dentuman keras terdengar mengguncang udara.

BAAAAM—!

Gelombang energi terasa hingga ke tempat Wei Zhang Zihan berada. Pupil matanya menyusut dan tanpa berpikir panjang—ia menghentakkan kaki.

Pedang di bawah Wei Zhang Zihan bergetar, lalu ia pun melompat turun dengan ringan ke salah satu dataran batu yang menjorok dari tebing. Pedang terbangnya kembali di sarungkan.

Ketika Wei Zhang Zihan menapakkan kakinya dengan mantap—udara di sekitarnya langsung mengencang.

Tidak lama kemudian, riak energi samar berputar, memadat, sebelum akhirnya memperlihatkan sosok Wei Shezi. Roh kuno itu muncul dengan rambut dan pakaian merah yang berkibar ringan, matanya langsung menatap ke arah sumber ledakan.

"Ada pertarungan di depan," ucap Wei Shezi tanpa basa-basi. Nada suaranya lebih serius dari biasanya.

Wei Zhang Zihan tidak menjawab, namun pandangannya sudah terkunci ke arah yang sama.

Wei Shezi menyipitkan mata. Aura yang ia rasakan terasa tidak asing. Bahkan sebagai Roh Kuno—ia bisa merasakan jenis aura ini dengan jelas.

"Sepertinya... Long Yang Wang sudah datang."

Angin kembali berhembus saat Wei Shezi bicara. Aura yang mereka rasakan dan tekanan udara ini jelas menunjukkan bahwa pertarungan tersebut bukan sekadar pertarungan biasa.

******

1
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!