NovelToon NovelToon
Reverb

Reverb

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Idol / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Lucky Caleb adalah definisi kesempurnaan di Berlin—seorang penyanyi dan aktor papan atas dengan kekayaan melimpah dan popularitas yang menggila.
Namun, di balik kemewahan hidupnya, Lucky adalah pria yang terjebak di masa lalu. Kesuksesan lagu-lagu hitsnya sebenarnya merupakan rahasia yang ia simpan bersama Renata Brox, kekasih masa SMA yang juga merupakan penulis lirik di balik jeniusnya musik Lucky.
Tiga tahun lalu, saat mereka berusia 19 tahun, Renata memilih mundur. Muak dengan tekanan industri dan merasa tidak lagi menjadi prioritas di tengah kesibukan Lucky yang egois, Renata menghilang dan memulai hidup baru sebagai mahasiswi hukum yang cerdas di London.
Di tengah kesepian dan kegagalannya untuk move on, Lucky hanya memiliki Freya, asisten pribadinya yang setia. Freya adalah satu-satunya orang yang mampu menghadapi sisi dingin dan manja Lucky, sosok yang mengatur seluruh hidup sang bintang dan menjadi jangkar di tengah badai ketenaran.

Selamat Bacaaaa 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Lampu-lampu kota Paris mulai berpijar, memantulkan bayangan romantis di sepanjang sungai Seine. Namun bagi Lucky Caleb, Paris malam ini bukan tentang cinta, melainkan tentang sebuah misi penebusan dosa yang telah tertunda selama lima tahun. Ia berdiri di belakang panggung megah sebuah hotel mewah, mengenakan setelan jas hitam yang dipotong sempurna oleh penjahit terbaik Berlin.

Di tangannya, gitar akustik yang sama—satu-satunya saksi bisu malam terakhir mereka di landon terasa berat.

Lucky menarik napas panjang. Nama "Freya Montgomery" adalah alasan tunggal ia berada di sini. Ia membayangkan wanita itu akan duduk di baris terdepan, menatapnya dengan pandangan yang dulu pernah menjadi dunianya. Namun, sebuah bisikan dari Hans, manajernya, menghancurkan harapannya dalam sekejap.

"Direktur Montgomery tidak bisa hadir malam ini, Luc. Dia memiliki urusan mendesak di Los Angeles yang tidak bisa ditinggalkan," ucap Hans datar.

Hati Lucky mencelos. Lima tahun ia menunggu, dan saat ia akhirnya memberanikan diri melangkah ke wilayah kekuasaan wanita itu, Freya justru tidak ada. Namun, di balik ketidakhadiran Freya, ada sebuah rahasia besar yang tersimpan rapat dalam pelukan kabut Los Angeles dan Oxford.

Jauh dari hiruk-pikuk Paris, di sebuah taman pribadi yang asri di pinggiran Oxford, seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun sedang berlari mengejar seekor anak anjing.

Perawakannya sempurna; rambut cokelat gelap yang sedikit ikal dan cara ia tersenyum dengan sebelah sudut bibir yang lebih tinggi—semuanya adalah bayangan cermin dari Lucky Caleb.

"Mom Freya! Lihat, Rufus menang!" teriak anak itu, suaranya cempreng namun penuh energi.

Freya Montgomery, yang kini tampil jauh lebih matang dengan aura kekuasaan yang tenang, duduk di bangku taman. Ia meletakkan buku hukumnya dan tersenyum, sebuah senyuman yang selama lima tahun ini tidak pernah ia perlihatkan pada dunia.

Oxford bukan sekadar tempat ia melanjutkan studi hukumnya. Tempat itu adalah saksi perjuangan gila Freya saat ia harus kuliah dengan kondisi perut yang kian membesar. Rahasia itu terkunci rapat di bawah perlindungan Fank, kakaknya, dan Helen, istri Fank.

Selama sembilan bulan, Freya disembunyikan di sebuah vila terpencil di Inggris. Ketika anak itu lahir, dunia mengenalnya sebagai anak kedua dari Fank dan Helen.

Orang tua mereka, William dan sang istri di Los Angeles, tidak pernah tahu. Mereka hanya tahu putra sulung mereka menambah anggota keluarga. Bagi publik, anak itu adalah pewaris Montgomery dari garis Fank. Namun bagi anak itu sendiri, dan bagi lingkaran kecil mereka, identitas aslinya jelas. Ia memanggil Freya dengan sebutan "Mom Freya", sebuah panggilan yang selalu membuat hati Freya bergetar antara kebahagiaan dan kepedihan yang mendalam.

Selama lima tahun ini, Freya menolak setiap perjodohan yang disusun ayahnya. Ia betah sendiri, mengabdikan hidupnya pada karier dan membesarkan putra rahasianya di balik bayang-bayang kakaknya. Ia adalah wanita yang memegang kendali atas ribuan karyawan, namun di malam hari, ia adalah seorang ibu yang menyanyikan lagu nina-bobok dengan melodi yang mirip dengan lagu-lagu Lucky Caleb.

Sementara itu di Berlin, tekanan lain sedang menghimpit Lucky. Keluarga Caleb bukan lagi sekadar keluarga menengah yang ambisius. Ayahnya kini adalah diplomat sukses yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan, dan ibunya memimpin yayasan sosial yang disegani. Mereka adalah jajaran elit Berlin.

Namun, seberapa pun kayanya keluarga Caleb, mereka tahu posisi mereka.

Dibandingkan dengan kekaisaran bisnis keluarga Montgomery, kekuasaan keluarga Caleb hanyalah setitik debu di padang pasir. Kesadaran akan "ketidaksetaraan" inilah yang membuat orang tua Lucky bersikeras untuk mengikat Lucky dalam sebuah pertunangan strategis.

"Allen adalah pilihan terbaik untukmu, Lucky. Dia cantik, cerdas, dan ayahnya adalah rekan kerjaku di kementerian," ucap sang ibu dalam sambungan telepon internasional sore itu.

Allen adalah gadis dari keluarga terpandang di Berlin. Dia sempurna dalam segala aspek sosial. Namun bagi Lucky, Allen hanyalah sebuah kontrak yang harus ia tanda tangani. Ia tidak mencintai Allen, sebagaimana ia tidak pernah bisa mencintai siapa pun setelah Freya pergi.

"Setelah kau kembali dari Paris, acara pertunangan akan segera dilaksanakan. Tidak ada lagi penundaan, Lucky. Kau sudah 28 tahun, kariermu sudah di puncak, sekarang saatnya kau membangun stabilitas keluarga," tegas ayahnya.

Lucky hanya terdiam di dalam ruang ganti di Paris. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Ia tahu ia sedang menuju ke sebuah pernikahan tanpa jiwa.

Pikirannya kembali ke Freya. Ia tidak tahu bahwa wanita yang ia cari itu kini sedang mengamati foto penampilannya di Paris melalui tablet di Oxford, dengan seorang anak kecil yang memiliki matanya sedang tertidur di pangkuannya.

"Kenapa kau tidak datang, Frey?" bisik Lucky pada udara kosong.

Ia tidak tahu bahwa Freya sengaja tidak hadir karena ia tidak sanggup melihat wajah Lucky. Ia takut jika ia bertemu Lucky, ia akan menyerah dan membongkar rahasia tentang putra mereka. Ia lebih memilih untuk tetap menjadi Direktur Montgomery yang dingin daripada harus menghancurkan kehidupan tertata yang telah ia bangun untuk anaknya.

Acara malam itu di Paris berakhir dengan tepuk tangan meriah saat Lucky membawakan lagu penutupnya. Namun bagi Lucky, tepuk tangan itu terdengar hambar. Ia harus segera kembali ke Berlin untuk mengenakan cincin di jari Allen, sebuah cincin yang akan mengunci masa depannya dalam kepura-puraan.

Tanpa sepengetahuan Lucky, di Los Angeles, Fank sedang menatap laporan media tentang rencana pertunangan Lucky Caleb. Fank melirik adiknya melalui sambungan video call.

"Dia akan bertunangan bulan depan, Freya," ucap Fank tanpa basa-basi.

Freya terdiam, jemarinya mengusap rambut putranya yang sedang tidur. Matanya berkaca-kaca, namun suaranya tetap tenang. "Itu bagus. Dia pantas mendapatkan seseorang yang bisa menemaninya secara terbuka. Seseorang yang bukan seorang buronan identitas sepertiku."

Namun di balik ketenangan itu, Freya tahu bahwa rahasia ini tidak akan bisa terkubur selamanya. Apalagi saat sang anak mulai bertanya mengapa ayahnya tidak pernah ada di foto keluarga mereka.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Ridwani
👍👍
winpar
hujn2 bca cerita sedih ini 😥😥😥😥
smngt Thor ceritanya bgus bgt
ros 🍂: Aaaa ma'aciww udah semangatin 🤭
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
winpar
pinter bgt kk thornya1 hari bnyk bnget up nya 🥰😍
ros 🍂: Makasih jejak nya kak, kan jadi tambah semangat nulisnya 🥰
total 1 replies
winpar
up lgi kk seru bgt ceritanya🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww jejak nya kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
sedih banget 😥😥😥😥
ros 🍂: Kita harus bahagia Kak 😭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!