NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama kali

Bastian sangat pintar membuai Yuna dalam lautan gairah yang ia ciptakan. Yuna yang baru pertama kali merasakan yang namanya gejolak hasrat, dibuat melayang, terbang, dengan rasa nikmat yang tak bisa ia deskripsikan dengan kata-kata.

Apalagi Bastian berulang memainkan tubuhnya. Menyentuh titik sensitifnya... yang membuat Yuna kehilangan akal sehatnya. Dan hanya bisa mengerang, dan mendesah dibawah sentuhan Bastian yang menggila.

"Sekarang... kita ke permainan utama!" ucap Bastian. Matanya berkilat penuh dengan gairah. Sejak tadi ia sudah berusaha menahan diri... Menahan untuk tidak cepat mengeksekusi gadis cantik nan seksi yang ada di bawah Kungkungan nya.

"Aku takut, Om!" kata Yuna pelan. Meski ia penasaran, tapi setitik akal sehatnya masih bekerja. Apalagi ia melihat sendiri... bagaimana besarnya senjata pria itu.

"Aku akan perlahan. kamu bisa gigit apapun untuk menahan rasa sakitnya!"

Bastian sudah tak tahan. Ia menyentuh pelan, lalu perlahan... mulai memasukkan senjata miliknya ke dalam kenikmatan Yuna.

Aaaakkh!

Yuna menjerit tertahan. Rasanya seperti dibelah menjadi dua, dan setitik air mata menetes dari sudutnya.

"Maaf, membuatmu sakit!" kata Bastian. Dibalik gejolak kenikmatan yang mencengkram. Ia tak tega melihat Yuna yang kesakitan.

Yuna hanya bisa mengangguk. Ia tak bisa bersuara, karena masih menyesuaikan benda asing yang Sush tertanam dalam inti tubuhnya.

"Aku gerak ya?" pamit Bastian. Tak bisa terus berlama-lama diam seperti ini.

Yuna kembali mengangguk. Ia menutup mata, menggigit bibirnya sendiri, sambil mengepalkan tangan untuk menahan rasa nyeri... Saat Bastian mulai bergerak lembut dia awal, namun mulai mengencang perlahan.

Uuggh!

Bastian tak mampu berkata-kata. Rasanya sangat nikmat. Ia sudah lama sekali tidak merasakan hal seperti ini. Terakhir kali ia berhubungan intim, saat masih memiliki istri. Sedangkan saat ia menjalin hubungan dengan Calista, Bastian tidak ingin menyentuhnya sebelum menikah. Karena itulah prinsipnya.

Namum entah mengapa, setelah menyaksikan penghianatan yang dilakukan oleh Calista. Bastian membuang jauh-jauh prinsipnya tersebut. Karena dua kali menjalin hubungan, dan kedua-duanya berakhir dengan pengkhianatan. Dan mungkin untuk kedepannya... ia tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun, apalagi sampai menikah.

Tapi entahlah? Bastian juga tidak bisa memastikannya untuk saat ini. Karena untuk kedepannya, ia sendiri juga tidak tahu bagaimana nasibnya.

"Aku akan segera sampai!" ucap Bastian dengan suara serak tertahan, sambil terus mengencangkan temponya.

Yuna hanya bisa mengeluarkan suara kenikmatan. karena ia sendiri sudah tidak terhitung berapa kali mencapai puncaknya.

Aakh!

Desahan nikmat keluar, saat Bastian mencapai puncaknya. Pria itu menggulingkan tubuhnya di sisi Yuna, sambil mengatur deru nafas mereka yang sama-sama memburu kelelahan.

Yuna berpikir, permainan mereka akan selesai sampai di situ saja. Namun ternyata, Bastian kembali menggoda tubuhnya. Hingga mereka melakukannya berulang kali, dan baru menjelang subuh mereka benar-benar berhenti. setelah Yuna tidak mampu lagi untuk menggerakkan satu jarinya saja.

"Gadis yang luar biasa!" Puji Bastian, yang baru pertama kali merasakan kenikmatan sampai dirinya benar-benar puas. Karena saat bersama istrinya dulu, baru dua kali saja... wanita itu sudah tidak mampu lagi untuk bertahan.

Tapi bersama Yuna... Bastian jadi tersenyum sendiri. ia sama sekali tidak menyangka, bagaimana tubuh mungil dan imut itu, ternyata memiliki kekuatan dan daya tahan yang luar biasa.

"Apa yang sudah jadi milikku... tidak akan pernah ku lepaskan!"

Entah dalam keadaan sadar ataupun tidak. Bastian mengucapkan kalimat itu, di detik terakhir sebelum kedua matanya benar-benar tertutup. Kini pria tampan itu sudah tertidur, menyusul Yuna yang sudah terlebih dahulu terbang ke alam mimpi, dalam dekapan hangatnya.

 

Keesokan harinya...

Yuna membuka mata dengan keadaan tubuh yang sakit luar biasa, seperti habis digilas oleh mesin penggilas aspal yang biasa mondar-mandir di tengah jalan.

Heessat!

Yuna mendesis, saat ia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Terutama di area inti, yang tadi malam digempur tiada henti.

"Sakit banget badanku!" Yuna merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Tiba-tiba kedua pipinya memerah dan terasa memanas. Saat otaknya tanpa diperintah, kembali memutar ingatan malam panasnya bersama Bastian.

"Apa sih yang aku pikirkan!" Yuna dengan cepat menggeleng, mengenyahkan pikiran tersebut.

Setelah tubuhnya terasa sedikit membaik, Yuna menurunkan kakinya secara perlahan. hawa dingin yang menusuk telapak kaki, membuat sekujur tubuhnya merinding. Apalagi Ia baru sadar, jika saat ini tubuhnya masih belum memakai sehelai benang pun.

"Di mana Om Bastian?" Yuna melihat ke sekeliling kamar. namun ia tidak lagi menemukan ataupun melihat batang hidung pria itu.

"Ciih!" Yuna berdecih. "dasar Om-om gak punya perasaan. Abis di unboxing malah ditinggal gitu aja!" kesalnya sambil mengerucutkan bibir.

Yuna bangkit perlahan. Tapi rasa sakit yang menusuk di area inti, membuatnya kembali terduduk di tepi ranjang.

"Sakit banget rasanya!" bisiknya sambil menahan nyeri.

Yuna membalut tubuhnya dengan selimut. Ia melihat jam di dinding dan kedua matanya membulat saat melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul 11.00 siang.

"Gila jam 11!" panik Yuna.

Ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Banyak panggilan dan pesan dari ketiga sahabatnya. Inti pertanyaan mereka sama... bertanya mengapa ia tidak masuk sekolah.

Tak lagi membuang waktu, Yuna beranjak ke kamar mandi sambil menahan nyeri yang menusuk tulang. Ia melangkah perlahan dan hati-hati. Karena setiap bergerak, rasanya seperti ada luka yang saling bergesekan.

"Bener-bener gak ada disini lagi!" gumam Yuna, setelah perjuangannya untuk mandi dan berganti pakaian, dengan pakaian baru yang Bastian siapkan.

"Baik juga Om galak itu!" Yuna berkaca di depan cermin. Melihat pantulan dirinya yang memakai dress pendek, dengan hiasan bunga-bunga kecil dibagian roknya.

Yuna kembali melihat ke sekeliling kamar. Haruskah ia pindah ke apartemen ini secepatnya? Namun, tiba-tiba tatapannya tertuju ke kertas kecil yang tak sengaja jatuh dilantai.

"Kertas apa itu?" Yuna mengambil kertas tersebut dan membaca isinya yang ternyata pesan yang ditinggalkan oleh Bastian.

"Aku harus ke luar kota pagi ini dan besok baru kembali. Kamu sebaiknya pindah ke apartemen ini secepatnya. Karena besok, aku ingin bertemu lagi denganmu. Oh iya, kunci mobilmu ada di laci nakas. Dan sarapan sudah aku sediakan di meja!"

Yuna tersenyum saat membaca pesan itu. Yuna tak menyangka, dibalik sosoknya yang galak dan ketus saat bicara... tenyata Bastian cukup perhatian. Apalagi untuk dirinya yang hanya sekedar wanita pemuasnya saja.

Karena perutnya yang terus berbunyi. Yuna segera keluar menuju ke meja makan, di mana sudah ada sarapan yang terhidang.

"Wiidih! enak banget nih nasi goreng!" Yuna langsung menyantap nasi goreng dengan toping telur mata sapi dan sosis!"

"Kira-kira, nasi goreng ini benih atau buat ya?" Yuna jadi penasaran. "ah tapi bodo amat lah! yang penting kenyang!"

Yuna segera menghabiskan sarapannya. Setelah itu ia kembali ke kos-kosan, dengan menggunakan mobil pemberian Bastian.

Sebenarnya ada sedikit rasa penyesalan yang muncul di relung hatinya yang terdalam. Menjadi sugar baby, tidak pernah terpikirkan akan ia jalani seperti ketiga sahabatnya. Tapi yang namanya nasib, tidak ada yang bisa memprediksi. Sekarang, Ia hanya bisa menjalani apa yang sudah menjadi pilihannya. Serta tidak pernah boleh ada kata penyesalan, karena ini sudah menjadi keputusannya sendiri untuk menjalani profesi ini.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!