Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Ungkapan Hati
...Saat sampai di mall, Renzo turun dari mobil, melihat Ken juga turun, lalu Renzo segera menghampiri Ken setelah menutup pintu mobil, berbisik pada nya....
..."Bisa antar Nias buat beli kebutuhan hamil dia? aku mau sama Zelia aja", Ken sedikit terkejut dengan tugas yang Renzo berikan, tetapi Ken mengangguk patuh, menghampiri Nias yang baru saja keluar dari mobil bersamaan dengan Zelia, Nias menoleh ke Ken, memberikan ekspresi bertanya, Ken berbicara....
..."Aku bakal mendampingi kamu Nyonya", Nias mengerutkan kening nya, menjawab dengan tidak terima....
..."Gak, aku mau sama Renzo", Ken menggelengkan kepala nya, menjawab dengan agak keras kepala....
..."Gak bisa, ini tugas dari Boss ku", Nias menghela nafas, mengangguk perlahan, menatap ke arah Renzo dengan tatapan kesal dan kecewa, tetapi Renzo hanya menatap dengan dingin ke arah Nias sebelum memalingkan pandangan nya ke Zelia yang terlihat sedang merapihkan dress yang di pakai nya, Renzo segera menghampiri Zelia, membantu Zelia untuk merapihkan gaun nya dengan lembut, Zelia menatap ke arah Renzo, tersenyum lembut dengan perhatian nya Renzo, tetapi Zelia menyadari ada yang salah pada Renzo, karena tatapan Renzo seperti merasakan sesuatu, Zelia berbicara dalam hati dengan kebingungan dan khawatir....
...* Daddy kenapa? kayak... ada sesuatu yang gak benar *...
...Nias yang memperhatikan itu segera berpaling dan menarik tangan Ken, berjalan cepat sembari menggenggam pergelangan tangan Ken, membuat Ken terkejut tetapi segera berjalan dengan irama yang sama bersama Nias, Renzo mengangkat kepala nya untuk melihat Nias yang pergi, sebelum menatap balik ke arah Zelia, tersadar kalau Zelia menatap dalam ke mata nya, seolah-olah mencoba mengungkap sesuatu, Renzo tersenyum geli, bertanya dengan nada lembut yang gemas....
..."Apa Baby? kenapa menatap Daddy kayak gitu?", Zelia tersadar, lalu tersenyum, bertanya balik dengan nada khawatir....
..."Daddy kenapa? mata Daddy gak bisa bohong loh, Baby tau Daddy kenapa-napa", Renzo terdiam, senyuman nya pudar, terkejut dengan pertanyaan langsung Zelia, Renzo menjawab dengan bingung....
..."Baby tau dari mana? Daddy gak papa kok", Zelia menghela nafas, memegang tangan Renzo dengan lembut sebelum bertanya lagi lebih serius kali ini....
..."Daddy, katakan, Baby bisa jadi pendengar yang baik buat Daddy, kalah Daddy pendam terus nanti Daddy semakin stress", Renzo merasakan hati nya mulai melembut dan berdegup agak kencang, Renzo berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Apa ini? aku kenapa? kenapa aku jadi lemah di hadapan nya Zelia? biasa nya aku gak lemah di hadapan wanita, aku... aku kayak mau menangis, jangan nangis Renzo, kamu bisa *...
...Zelia menunggu dengan sabar, tidak mau mendesak Renzo yang belum siap, Renzo menggeram, berbicara dalam hati lagi dengan kesal....
...* Aku gak bisa lagi, aku gak bisa tahan semua ini lagi *...
...Renzo melangkah mendekati Zelia dengan langkah perlahan, Renzo berbisik dengan suara yang gemetar....
..."Baby...", Mata Zelia melebar, lalu menangkap tubuh besar Renzo yang membuka kedua tangan nya untuk meminta pelukan, Zelia bertanya dengan nada yang lebih lembut....
..."Ada apa Daddy?", Renzo membenamkan wajah nya ke leher Zelia, menghela nafas perlahan lalu menarik nafas, menghirup aroma Zelia yang menenangkan, Renzo berbisik dengan suara bergetar menahan tangisan nya....
..."Baby, maaf kan Daddy, sebenar nya Daddy itu sangat cinta Mommy mu, tapi... tapi Daddy bingung harus apa, Mommy mu terlalu genit pada pria lain, Daddy udah berusaha menjauhkan diri Daddy dari Mommy mu, tapi sikap Mommy mu yang semakin mencoba dekat dengan Daddy, membuat Daddy mustahil menjauh dari dia", Zelia terdiam mendengar kata-kata Renzo itu, Zelia berbicara dalam hati dengan kebingungan....
...* A-Apa yang harus aku lakuin? aku gak ngerti solusi dari masalah itu, tapi buat sekarang aku cuman bisa beri pelukan aja *...
...Zelia memberikan pelukan erat tetapi lembut pada Renzo lalu Zelia mengelus-elus punggung Renzo dengan lembut, Renzo menghela nafas setelah merasa lebih baik, berbisik lagi dengan suara yang terkendali....
..."Makasih Baby, kamu buat aku ngerasa lebih baik", Zelia tersenyum, menjawab dengan lembut....
..."Maaf Daddy, Baby bingung harus bantu kayak gimana, tapi buat sekarang Baby bisa meluk Daddy aja", Renzo melepaskan pelukan nya lalu mundur untuk menatap wajah Zelia membuat Zelia harus melepaskan pelukan nya juga, Renzo tersenyum lembut, menjawab dengan lega....
..."Baby, pelukan udah lebih dari cukup buat Daddy, Mommy mu gak gitu ke Daddy", Zelia tertawa kecil, menjawab dengan gemas....
..."Ya karena Daddy kan gak nangis di depan Mommy", Renzo tersenyum geli, mengangguk setuju, lalu menarik tangan Zelia dengan lembut sebelum berbicara....
..."Ayo, kita cari pakaian buat kamu Baby", Zelia mengangguk semangat, lalu mereka berdua berjalan-jalan di mall, mencari pakaian yang cocok untuk Zelia, saat di dalam salah satu toko khusus gaun eksklusif, Renzo tertarik pada satu gaun hitam panjang dengan tali di kedua bahu, terlihat elegan, Zelia menghampiri Renzo, menatap gaun yang membuat Renzo terpaku, salah satu wanita yang seperti nya adalah staff toko eksklusif menghampiri lalu menjelaskan tentang gaun nya....
..."Ini gaun modern yang elegan ORI dari korea, bahan nya bahan sutra yang bersih dan mulus, ramping di bagian pinggang dan selain itu ada belahan gaun yaitu slit gaun dari paha sampai bawah di bagian kiri nya, bagian punggung gaun terbuka dengan tali-tali gaun hitam yang indah, tertarik Tuan dan Nona?", Renzo tersenyum mendengar penjelasan nya staff, lalu mengangguk, staff tersenyum puas mendengar persetujuan nya Renzo, segera mengambil gaun nya dan menyerahkan nya ke Zelia dengan sopan, Zelia tersenyum lalu mengambil gaun nya, berbicara dengan sopan....
..."Makasih...", Staff tersenyum, Zelia berjalan ke ruang ganti, tidak sendirian, tetapi di temani oleh staff lain nya, Renzo berjalan ke sofa lalu duduk dengan santai, menunggu Zelia sembari mengeluarkan ponsel dari saku jas lalu melihat-lihat ponsel nya, ternyata Renzo menerima pesan teks dari Ken, lalu segera membaca nya....
..."Tuan, Nyonya Nias kayak nya lagi berpelukan sama pria lain", Renzo menggeram muak, memberikan jawaban dengan ibu jari yang mengetik layar dengan keras dan kasar....
..."Biarkan aja, aku udah gak terlalu peduli lagi", Renzo mengirimkan pesan teks itu lalu mematikan ponsel nya dengan cepat, dan menaruh kembali ponsel ke dalam saku jas, tiba-tiba ada suara Zelia....
..."Daddy...", Renzo segera menoleh ke sumber suara, mata nya melebar memperhatikan tubuh Zelia yang langsing dan ramping itu terbentuk oleh gaun yang sempurna ukuran nya di tubuh Zelia, belahan dress dari paha ke bawah menunjukkan kaki ramping Zelia yang putih mulus itu, Renzo segera menoleh ke staff, berbicara dengan tergesa-gesa....
..."Tagihan, sekarang, aku bayar pakai kartu", Staff mengangguk, lalu memanggil kasir....
..."Tagihan", Kasir segera menghampiri, dan menyodorkan mesin pembayar, Renzo segera berdiri, mengambil dompet tipis nya, staff kasir berbicara dalam hati dengan sinis....
...* Dih.. tipis banget dompet nya, gak ada cash apa? yakin nih kartu nya bisa bayar gaun mahal ini? *...
...Lalu Renzo mengeluarkan kartu hitam untuk membayar, para staff kagum melihat kartu hitam itu, terutama staff kasir yang lebih terkejut dalam diam setelah melihat kartu hitam itu, Renzo menempelkan kartu ke mesin pembayaran, lalu transaksi berhasil, kasir berbicara....
..."Transaksi sebesar delapan ratus sembilan puluh lima juta berhasil, terima kasih sudah berbelanja di sini", Renzo mengangguk, menoleh pada Zelia yang terlihat tercengang dengan harga nya, terkekeh geli melihat Zelia yang lucu itu, lalu Renzo menghampiri Zelia, berbicara dengan lembut....
..."Baby, ganti lagi pakai gaun yang sebelum nya, Daddy tunggu di sini, ya?", Zelia kembali ke eskpresi semula, mengangguk patuh, lalu berbalik untuk berganti pakaian, Renzo menaruh kartu hitam nya ke dalam dompet, mengembalikan dompet tipis ke saku jas, ponsel Renzo berdering karena ada yang menelpon, lalu Renzo mengeluarkan ponsel dari saku jas, melihat layar yang menunjukkan nama Ken , Renzo segera mengangkat telpon nya....
..."Halo Ken? ada apa?", Ken menjawab dengan khawatir tapi juga kesal....
..."Tuan, ini Nyonya Nias ngambek karena mau sama kamu", Renzo menghela nafas kesal, bertanya dengan dingin....
..."Kalian di mana? nanti aku ke sana", Ken menjawab dengan nada yang lega....
..."Huh... kita di market lantai bawah", Renzo mengangguk walau Ken tidak bisa melihat nya, lalu Renzo mematikan telpon, berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Nias... kamu kenapa sih? kalau kamu tau aku sengeja menjauh dari kamu, kamu harus nya berubah jadi lebih dewasa, kamu kalah dari Zelia, Zelia lebih dewasa dari kamu *...
...-Bersambung-...