Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah mulai peduli
" Iya tuan" jawab Viona singkat . Gadis itu sebenarnya menyimpan banyak ketakutan jikalau papanya marah. Tapi Viona bisa mengendalikan rasa itu Mang Ujang juga tak kalah khawatir pada Viona.
"Apa kamu selalu pulang jam segini setiap harinya?" tanya Sebastian lagi.
" Tidak tuan!" jawab Viona lagi. Sebastian merasa muak mendengar panggilan "Tuan dari Viona. Entah kenapa padahal sebelumnya dia sendiri yang meminta .
" Lalu kenapa malam ini kamu pulang jam segini?" tanya Sebastian lagi.
" Karena ini weekend tuan , banyak pelanggan hari ini!" jawab Viona jujur. Sebastian tidak mau semakin merasa sakit dengan panggilan "Tuan" dari Viona. Maka Sebastian menyuruh Viona untuk pergi.
" Ya sudah! Bersihkan dirimu dulu kemudian secepatnya istirahat!" perintahnya.
"Baik,Terimakasih !" ucap Viona masih menunduk. Gadis itu tak berani memandang wajah papanya. Karena takut akan mendapat umpatan-umpatan lain nanti nya yang bisa membuat nya makin sakit hati
Viona bergegas pergi meninggalkan Sebastian yang masih berdiri di tempatnya tadi.
Begitu masuk ke dalam tempat tinggalnya , Viona sudah di sambut oleh bu Ratih.
Rupanya bu Ratih sengaja menunggu Viona pulang. Bahkan wanita itu terlihat sangat khawatir pada Viona.
Suara pintu terbuka terdengar,dan bu Ratih bisa menebak itu pasti Viona. Wanita itu melangkah menghampiri pintu dan langsung melihat gadis yang di tunggunya berjalan masuk.
" Bu, bu Ratih belum tidur?" tanya Viona.
" Belum nak, saya sengaja menunggu kamu. Kamu baik-baik saja kan nak?" tanya Bu Ratih khawatir.
" Vio baik-baik saja bu!" jawabnya.
" Syukurlah kalau begitu. Tadi mang Ujang memberitahu kalau tuan Sebastian sempat memanggil mu. Maka dari itu saya sangat khawatir kamu kenapa-napa" terang bu Ratih. Viona tahu jika wanita itu mengkhawatirkannya. Kemudian dia mengambil snack yang ada di dalam tas nya untuk bu Ratih.
" Bu ini ada snack ,tadi teman Vio datang ke cafe dan membawakannya untuk Vio!" ucap Viona.
" Kenapa tidak kamu makan aendiri Vio ?" tanya bu Ratih.
" Banyak bu, Vio todak habis kalau dimakan sendirian" jawabnya.
" Baiklah , terimakasih nak! saya lupa bilang ,tadi ibu mu menghubungi saya Katanya nomer telfon kamu tidak bisa di hubungi. Dia sangat khawatir" ujar bu Ratih yang kemudian pergi untuk beristirahat.
Viona baru ingat kalau ponselnya kehabisan baterai sejak dia pulang sekolah tadi.Gadis itu buru-buru masuk kamar langsung mengisi baterai nya kemudian beranjak pergi untuk membersihkan diri. Dia akan mengirim pesan pada ibunya nanti, karena mungkin ibunya sudah tidur dan Viona tak mau menganggu nya.
Di rumah utama ,Sebastian masih berada di ruang kerjanya.Rencana awal dia ingin menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, namun semua harus terganggu dengan pikirannya sendiri. Sebastian memikirkan anak bungsunya. Bahkan anak yang tak pernah dianggapnya. Di kartu keluarganya pun nama Viona tak tertulis.
Dulu yang Sebastian tahu kalau Viona masuk dalam kartu keluarga kedua orang tua nya. Tapi mungkin karena dia tidak peduli pada Viona ,sampai todak pernah terpikirkan bagaimana nasib Viona ketika kedua orang tua yang merawatnya telah tiada. Baru saja dia terpikirkan dengan kejadian ini.
Tak jauh berbeda dengan Sebastian. Kini Winda dan Vivian sedang berdiskusi untuk segera menyingkirkan Viona dari rumah ini. Karena sejak tadi sore Winda merasa kalau Sebastian mulai peduli pada anak sialnya itu.
" Gimana Vi,apa kamu sudah punya ide?" tanya Winda.
" Ada mah,kita pakai jasa edit foto mah. Kita buat foto Viona seolah dia sedang di club malam sama banyak cowok.Gimana mah setuju kan?"Ucap Vivian . Winda langsung tersenyum bahagia mendengar ide dari anak sambungnya itu.
Setelah mendapat ide untuk menyingkirkan Viona ,Winda kembali ke kamarnya. Namun dia tidak menemukan sang suami disana. Dengan berat hati Winda masuk ke kamar dan langsung naik ke tempat tidur. Selama pernikahan mereka Winda dan Sebastian memang tinggal di kamar yang sama. Namun tidak untuk hubungan suami istri. Keduanya baru melakukan hal itu dua kali saja. Itupun ketika Sebastian dalam pengaruh alkohol karena baru saja pulang makan malam bersama klien nya.
Lelah menunggu suami nya ,Winda akhirnya tertidur.Tapi pagi ketika dia bangun ,ternyata Sebastian tidak ada di sampingnya. Dan ini membuat Winda semakin murka. Wanita itu menggerutu sendirian di dalam kamar yang luas itu.
Tak lama suara pintu di buka terdengar jelas.Dan terlihat Sebastian masuk ke dalam kamar itu.
" Kamu sudah bangun?" sapa Sebastian.
Winda yang baru saja menggerutu langsung diam. Tiba-tiba Winda menggoda Sebastian dengan gaya sexy nya. Winda berusaha ,siapa tahu bisa olahraga pagi bersama sang suami. Namun semua Nihil , Sebastian langsung menepis semua gerakan Winda. Dia berlalu begitu saja tanpa sepatah kata pun . Meninggalkan Winda sendirian.
Hari ini kebetulan weekend , Viona mulai bekerja pagi. Tapi sebelumnya dia sudah membantu bu Ratih memasak sarapan untuk keluarga Sebastian.
Sebelum pergi Viona tak lupa menikmati sarapannya sendiri bersama bu Ratih.
"Enak ya! Yang lain masih kerja ,situ sudah sarapan !" sindir Lastri.Bu Ratih dan Viona cuek saja . Jika diladeni pasti akan menjadi-jadi.
"Sudah bu,kita lanjut makan saja!nggak usah peduli !"ucap Viona.
Tak mendapat respon dari bu Ratih dan Viona membuat Lastri dongkol. Lastri hanya bisa mengumpat dalam hati karena takut kalau Sebastian mendengar umpatannya jika di ucapkan.
Tujuan Awal Lastri menyindir bu Ratih sebenarnya supaya dia di bantu pekerjaannya. Karena Lastri bangun kesiangan hari ini. Namun respon bu Ratih bukan ingin membantu malah mengabaikannya.
Setelah sarapan dan mempersiapkan bekalnya , Viona berangkat bekerja. Sebastian yang juga baru berolahraga di halaman rumahnya melihat Viona terburu-buru keluar dari pintu gerbang rumahnya. Viona berjalan menghampiri seseorang di atas motor yang persis berhenti di depan rumahnya.
Sebastian sempat berfikir jika itu kekasih Viona , tapi ketika di lihat lebih jelas ternyata si pengendara motor memakai atribut lengkap ojek online.
Dan itu membuat Sebastian sadar jika selama ini memang anak bungsunya itu tak pernah mengeluh padanya.
*** Orang kamu jadi bapak wae durhaka. Gimana Viona mau ngeluh. Gemes deh saya , pengen tak daur ulang ini oak Sebastian. Tapi cuma otaknya saja.****
Setelah Viona berlalu,lagi-lagi Sebastian sibuk dengan perasaannya sendiri. Dari sudut hati nya yang paling dalam, dia mulai oeduli pada Viona.
**** KASIH BINTANGNYA DONG ***¢