NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ratih di kamarnya bersama pangeran Naga Seta----Sang pangeran yang tak mengenakan mahkotanya seperti di singgasana, hanya mengenakan bawahan celana ala pemimpin Nusantara jaman dulu.

Naga Seta tengah duduk di ranjang berdua bersama Ratih.

Kamar Ratih yang disiapkan sebagai permaisuri lebih luas dengan teras yang menghubungkan langsung ke taman, Ratih setuju jika menikahi pangeran Naga Seta demi keamanan desanya.

"Pangeran...bagaimana dengan rakyat tak berdosa itu? Apa kita kembalikan?" tanya Ratih.

Ratih menginginkan Rakyat Desa Cempaka dan Desa di sekitarnya----agar di kembalikan. Pangeran Naga Seta bangkit berdiri lalu menghela napas.

Naga Seta berdiri mengarah taman dengan kedua tangan di belakang, rupanya dirinya memikirkan sesuatu---karena Ratih bukan siluman melainkan manusia, jadi Ratih tak bisa membaca isi pikiran Naga Seta.

"Apa kau tak bisa, mengembalikan mereka sesuai keinginanku?" tanya Ratih kepada sang Pangeran.

Posisinya Ratih masih duduk di atas ranjang empat tiang dan Pangeran berdiri menatap taman, Ratih ikut berdiri tubuhnya masih belum mengenakan perhiasan apapun.

"Aku tak bisa membicarakannya sekarang," kata pangeran dengan lirih.

Tangan Ratih yang kecil menepuk bahu kekar sang Pangeran, Ratih menatap wajah Pangeran yang tampan dengan rahang yang tegas, hidung yang mancung, di tambah kulitnya yang putih halus seperti mutiara.

Ratih berdiri tepat di samping Naga Seta membuat sang Pangeran menoleh ke samping menatap Ratih, manusia yang fana-----dengan tubuh yang akan hancur.

"Ratih...," ujar Pangeran lirih.

Tangan Naga Seta yang kekar menyentuh kedua bahu Ratih yang kecil, wajah Naga Seta seolah seperti belenggu dan ada yang di simpannya.

"Kamu membuatku dalam dilema Ratih," ujar Naga Seta.

"Apa yang kau sembunyikan Pangeran?" tanya Ratih tangannya menyentuh pipi Naga Seta, pipi dengan rahang yang tegas.

Keduanya berdiri di depan pintu kamar yang mengarah langsung ke kamar, keduanya saling menatap.

Ratih melihat jelas mata Naga Seta meski berwujud manusia---matanya kadang berubah menjadi seperti reptile hewan melata.

Kali ini Ratih berusaha untuk tak takut karena dirinya harus terbiasa dengan Naga Seta, meskipun kadang dirinya merasa jijik dan geli.

"Pangeran aku setuju untuk jadi istrimu, suami istri tidak akan ada kebohongan." Ratih bicara membuat Naga Seta mengeluarkan air mata.

Ratih segera menghapus air mata Naga Seta dengan jari-jarinya yang lentik dan indah, "kamu pernah menghapus air mataku, sekarang aku akan lakukan hal yang sama."

"Apa yang terjadi jika aku katakan...Tak bisa lagi mengembalikan mereka?" tanya Pangeran Naga Seta, hal ini membuat senyum di bibir Ratih yang manis hilang.

Alisnya langsung terangkat heran melihat Naga Seta mengatakan itu, dalam hatinya Ratih bertanya. Mengapa.

"Aku tahu pertanyaanmu Ratih," sahut Naga Seta.

Ratih hanya menarik napasnya naik dan turun, matanya yang bulat seolah mempertanyakan semuanya.

Naga Seta juga mengerti akan hatinya Ratih, dan tak akan bisa menjawabnya sekarang.

"Ratih aku---" ucapan Naga Seta berhenti saat tangannya mau menyentuh Ratih.

Gadis manusia ini menghindar dengan halus, seolah dirinya jengkel dengan keputusan Naga Seta----Tak seperti perjanjian mereka di ruang Balairung.

Memang benar bangsa Siluman, jin dan Setan tak bisa di percaya. Mereka termasuk Mahkluk yang ingkar, dan Ratih meruntuki kebodohannya telah setuju untuk menikah dengan Pangeran Naga Seta.

"Pergilah Pangeran, Malam ini adalah pernikahan kita."

Ratih bicara dengan mendengus kecewa, lantaran tak sesuai kesepakatan.

Isi Kesepakatannya adalah Pangeran Naga Seta berhenti mengirimkan air bah dan bencana pada dusun Cempaka dan desa di sekitarnya.

Sekaligus mengembalikan tawanan yakni penduduk desa, tapi nyatanya---hanya bencananya saja di hentikan---tapi penduduk desa tetap di tawan.

Ratih terdiam tak percaya ini, menatap sosok kekar bertelanjang dada, berambut panjang penuh wibawa di hadapannya.

Gadis ini langsung membuang wajah, lalu menyuruh Pangeran pergi.

"Pergilah Pangeran aku mau bersiap untuk pernikahan kita---kau juga harus bersiap kan?" ujar Ratih yang berjalan kembali ke ranjang empat tiang.

Tubuhnya duduk di sana dengan kepala yang sakit, tubuhnya lemas.

Naga Seta hanya menatap Ratih, gadis ini tak mau mendengar penjelasan apapun darinya karena terlihat sudah amat kecewa.

Lantaran Naga Seta tak bisa menepati satu janjinya yakni mengembalikan warga desa, padahal Ratih mau menikahinya, menjadi pendamping sekaligus permaisurinya---jika Pangeran Naga Seta mau mengembalikan warga desa.

Ratih meruntuki nasibnya, dirinya menjadi permaisuri gaib-----hidup di bawah air selamanya.

Sungguh ini bukalah keinginannya. Tapi mengingat sang ibu sudah hidup lebih baik membuat Ratih tenang.

Sang Pangeran mau mendekati Ratih, tapi dirinya tahu dan bisa membaca situasi dari kekuatan gaib yang di milikinya.

Bisa melihat jika Ratih saat di dekati saat ini akan mengamuk dan marah, itu sangat manusiawi. Jadi sang Pangeran hanya menyatukan kedua tangannya lalu merubah wujudnya menjadi ular putih.

Ular putih itu menuju keluar kamar, meninggalkan Ratih seorang diri di dalam kamar dengan ukiran bunga dan ranjang empat tiang.

Ratih menangis dengan sendu.

Dua ekor ular sungai berwarna coklat datang dari arah pintu, lalu berubah wujudnya menjadi dayang---yang mengenakan kemben dan jarik batik.

Di tangan keduanya membawa kendi, perhiasan dan pakaian warna merah sebagai simbol pernikahan.

Di Asia atau jaman dulu untuk menikah biasa mengenakan baju warna merah sebagai simbol ke beruntungan dan keceriaan.

"Gusti Putri, mari."

Dayang itu masuk meletakan perhiasan baju dan segala macam perlengkapan, untuk mempersiapkan calon permaisuri mereka menikah.

"Aku menikah demi desaku, Desaku agar aman dari bencana sekaligus kedamaian antara dua alam," batin Ratih yang hanya menurut saat para dayang menyuruhnya mandi kembang dulu, baru bisa di dandani.

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!