NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Misteri / Horor
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ratih di kamarnya bersama pangeran Naga Seta----Sang pangeran yang tak mengenakan mahkotanya seperti di singgasana, hanya mengenakan bawahan celana ala pemimpin Nusantara jaman dulu.

Naga Seta tengah duduk di ranjang berdua bersama Ratih.

Kamar Ratih yang disiapkan sebagai permaisuri lebih luas dengan teras yang menghubungkan langsung ke taman, Ratih setuju jika menikahi pangeran Naga Seta demi keamanan desanya.

"Pangeran...bagaimana dengan rakyat tak berdosa itu? Apa kita kembalikan?" tanya Ratih.

Ratih menginginkan Rakyat Desa Cempaka dan Desa di sekitarnya----agar di kembalikan. Pangeran Naga Seta bangkit berdiri lalu menghela napas.

Naga Seta berdiri mengarah taman dengan kedua tangan di belakang, rupanya dirinya memikirkan sesuatu---karena Ratih bukan siluman melainkan manusia, jadi Ratih tak bisa membaca isi pikiran Naga Seta.

"Apa kau tak bisa, mengembalikan mereka sesuai keinginanku?" tanya Ratih kepada sang Pangeran.

Posisinya Ratih masih duduk di atas ranjang empat tiang dan Pangeran berdiri menatap taman, Ratih ikut berdiri tubuhnya masih belum mengenakan perhiasan apapun.

"Aku tak bisa membicarakannya sekarang," kata pangeran dengan lirih.

Tangan Ratih yang kecil menepuk bahu kekar sang Pangeran, Ratih menatap wajah Pangeran yang tampan dengan rahang yang tegas, hidung yang mancung, di tambah kulitnya yang putih halus seperti mutiara.

Ratih berdiri tepat di samping Naga Seta membuat sang Pangeran menoleh ke samping menatap Ratih, manusia yang fana-----dengan tubuh yang akan hancur.

"Ratih...," ujar Pangeran lirih.

Tangan Naga Seta yang kekar menyentuh kedua bahu Ratih yang kecil, wajah Naga Seta seolah seperti belenggu dan ada yang di simpannya.

"Kamu membuatku dalam dilema Ratih," ujar Naga Seta.

"Apa yang kau sembunyikan Pangeran?" tanya Ratih tangannya menyentuh pipi Naga Seta, pipi dengan rahang yang tegas.

Keduanya berdiri di depan pintu kamar yang mengarah langsung ke kamar, keduanya saling menatap.

Ratih melihat jelas mata Naga Seta meski berwujud manusia---matanya kadang berubah menjadi seperti reptile hewan melata.

Kali ini Ratih berusaha untuk tak takut karena dirinya harus terbiasa dengan Naga Seta, meskipun kadang dirinya merasa jijik dan geli.

"Pangeran aku setuju untuk jadi istrimu, suami istri tidak akan ada kebohongan." Ratih bicara membuat Naga Seta mengeluarkan air mata.

Ratih segera menghapus air mata Naga Seta dengan jari-jarinya yang lentik dan indah, "kamu pernah menghapus air mataku, sekarang aku akan lakukan hal yang sama."

"Apa yang terjadi jika aku katakan...Tak bisa lagi mengembalikan mereka?" tanya Pangeran Naga Seta, hal ini membuat senyum di bibir Ratih yang manis hilang.

Alisnya langsung terangkat heran melihat Naga Seta mengatakan itu, dalam hatinya Ratih bertanya. Mengapa.

"Aku tahu pertanyaanmu Ratih," sahut Naga Seta.

Ratih hanya menarik napasnya naik dan turun, matanya yang bulat seolah mempertanyakan semuanya.

Naga Seta juga mengerti akan hatinya Ratih, dan tak akan bisa menjawabnya sekarang.

"Ratih aku---" ucapan Naga Seta berhenti saat tangannya mau menyentuh Ratih.

Gadis manusia ini menghindar dengan halus, seolah dirinya jengkel dengan keputusan Naga Seta----Tak seperti perjanjian mereka di ruang Balairung.

Memang benar bangsa Siluman, jin dan Setan tak bisa di percaya. Mereka termasuk Mahkluk yang ingkar, dan Ratih meruntuki kebodohannya telah setuju untuk menikah dengan Pangeran Naga Seta.

"Pergilah Pangeran, Malam ini adalah pernikahan kita."

Ratih bicara dengan mendengus kecewa, lantaran tak sesuai kesepakatan.

Isi Kesepakatannya adalah Pangeran Naga Seta berhenti mengirimkan air bah dan bencana pada dusun Cempaka dan desa di sekitarnya.

Sekaligus mengembalikan tawanan yakni penduduk desa, tapi nyatanya---hanya bencananya saja di hentikan---tapi penduduk desa tetap di tawan.

Ratih terdiam tak percaya ini, menatap sosok kekar bertelanjang dada, berambut panjang penuh wibawa di hadapannya.

Gadis ini langsung membuang wajah, lalu menyuruh Pangeran pergi.

"Pergilah Pangeran aku mau bersiap untuk pernikahan kita---kau juga harus bersiap kan?" ujar Ratih yang berjalan kembali ke ranjang empat tiang.

Tubuhnya duduk di sana dengan kepala yang sakit, tubuhnya lemas.

Naga Seta hanya menatap Ratih, gadis ini tak mau mendengar penjelasan apapun darinya karena terlihat sudah amat kecewa.

Lantaran Naga Seta tak bisa menepati satu janjinya yakni mengembalikan warga desa, padahal Ratih mau menikahinya, menjadi pendamping sekaligus permaisurinya---jika Pangeran Naga Seta mau mengembalikan warga desa.

Ratih meruntuki nasibnya, dirinya menjadi permaisuri gaib-----hidup di bawah air selamanya.

Sungguh ini bukalah keinginannya. Tapi mengingat sang ibu sudah hidup lebih baik membuat Ratih tenang.

Sang Pangeran mau mendekati Ratih, tapi dirinya tahu dan bisa membaca situasi dari kekuatan gaib yang di milikinya.

Bisa melihat jika Ratih saat di dekati saat ini akan mengamuk dan marah, itu sangat manusiawi. Jadi sang Pangeran hanya menyatukan kedua tangannya lalu merubah wujudnya menjadi ular putih.

Ular putih itu menuju keluar kamar, meninggalkan Ratih seorang diri di dalam kamar dengan ukiran bunga dan ranjang empat tiang.

Ratih menangis dengan sendu.

Dua ekor ular sungai berwarna coklat datang dari arah pintu, lalu berubah wujudnya menjadi dayang---yang mengenakan kemben dan jarik batik.

Di tangan keduanya membawa kendi, perhiasan dan pakaian warna merah sebagai simbol pernikahan.

Di Asia atau jaman dulu untuk menikah biasa mengenakan baju warna merah sebagai simbol ke beruntungan dan keceriaan.

"Gusti Putri, mari."

Dayang itu masuk meletakan perhiasan baju dan segala macam perlengkapan, untuk mempersiapkan calon permaisuri mereka menikah.

"Aku menikah demi desaku, Desaku agar aman dari bencana sekaligus kedamaian antara dua alam," batin Ratih yang hanya menurut saat para dayang menyuruhnya mandi kembang dulu, baru bisa di dandani.

*

1
neni nuraeni
💪💪💪💪 thor
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
neni nuraeni
weeh mantaaap
neni nuraeni: ok thor
total 2 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Smoga mereka selamat ya.
Jd takut😱😰😖.
Putri Sabina: bisa bayangin kak, di cegat di hutan alas Roban 🥲 Ama ribuan kobra
total 1 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Astaga naga gede amat wujud kobra nya, iihhh jd ngeri liat nya.

Lagian itu salah ankmu sendiri ko, knp jd nyalahin Naga Raksa dasar.😏😏😏
Putri Sabina: playing Victim kak🥲
total 1 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apakah cerita nya bakal cepat tamat nih thor, atau sampai ank Ratih jd raja dulu.
Putri Sabina: ini rahasia author kak🤭🤣🤣
total 1 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Wahh kyai kalah tinggal ya😄😄dri raja Seta.
visual yg sangat indah. 😃😃
Putri Sabina: kalah tinggal gimana kak??
total 1 replies
neni nuraeni
wiiih mantaaap
neni nuraeni: sama" thor☺️
total 2 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
kasian juga ya Ratih, berarti ke 2 anknya tidak ada yang bersama dia nanti nya ya.
Tp semua x demi kerajaan dan pewaris itu sendiri.
🥀🥀Anggita.🥀🥀: Ratih hebat, rela berkorban demi kedamaian dan kemakmuran rakyat nya. /Heart//Heart//Good/
total 2 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Orang zalim semasa hidupnya, meninggal pun menyulitkan warga. 😇😏😏
Putri Sabina: ada kok videonya kak, cari aja pemakan Sutan botoegana🥲
total 3 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok siap
total 2 replies
Ayu Putri
ya elah Blorong muncul,tumben mengajukan diri si Blorong
Ai Emy Ningrum: 🐍🐍🐍🐍🐍
total 4 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: 👌 thor
total 2 replies
kinoy
ayo perang aj .tanggung seru..wkwk
Putri Sabina: tunggu aja kak🤣
total 1 replies
Ayu Putri
prabu naga Brahma cari masalah sendiri sih,mau musnah apa gak tetap aja ngajak perang kedua belah pihak kerajaan
Putri Sabina: naluri seorang ayah kak🥲
total 1 replies
kinoy
iiiiihhhh..seruuuuuu
neni nuraeni
seruuu
neni nuraeni
alamak semoga aja mereka slmt
neni nuraeni: iya sreemm bnget
total 2 replies
Ayu Putri
eehh prabu naga Brahma itu kan kesalahan putrimu,malah dendam SM naga reksa🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Putri Sabina: Playing victim🤭
total 2 replies
Ayu Putri
aahhh kobra mata merah
Ayu Putri: KLO ngomong soal ghaib percaya tidak percaya kan Thor,KLO gak ngalamin sendiri
total 4 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Udah besar aja nih pangeran, menggemaskan skali ya. 😃🤭
Putri Sabina: iyaa kak, plus santri lagii😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!