Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌
Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pendekatan sean pada Amelia
Sean termenung di kamarnya, gambaran masa lalu tiba tiba muncul memenuhi otaknya. Ingatan-ingatan, tentang perseteruan antara Sofi dan Amelia, yang sebenarnya adalah pihak Shofi yang di untungkan.
Setiap terjadi perselisihan, mereka selalu memihak Sofia. Karena keadaan yang terlihat. Tetapi mereka sendiri tidak pernah melihat langsung, titik dari akar masalah nya.
Kejadian tadi, membuat sean sasar. Akan kesalahan besar dirinya pada sang adik. Pantas saja, Amelia selalu mengatakan. Yang kamu lihat belum tentu adalah kebenaran. Jika kamu tidak melihat nya sendiri dari awal. Sean tidak menyangka, Shofia begitu tega memfitnah Amelia.
Padahal, keluarga nya memperlakukan nya sama, seperti memperlakukan Amelia.
Bahkan, lebih istimewa. Karena di pengaruhi, dengan rasa iba, karena ke adaan keluarga nya yang begitu berantakan. Dan ekonomi mereka yang pas-pasan.
Maka dari itu, kedua orang tua nya, memutuskan untuk menyekolahkan, dan mengajak nya tinggal bersama.
Malam itu, sean memberanikan diri mengetuk kamar Amelia.
Tok....tok...tok."
Kamar Amelia pun terbuka, menampilkan sosok imut, yang tengah mengunakan baju tidur bergambar beruang, warna coklat.
"Ada apa?"
tanya Amelia, dgn raut wajah datar tanpa ekspresi. Dan bersedekap, bersandar pada pintu kamar nya.
"Boleh nggak?" "Abang ngomong berdua sama kamu?"
Tanya Sean, sedikit ragu.
"Lah." "Elo pikir kita lagi ngobrol rame rame?"
"Bukan nya elo baru saja ngomong?"
Kata Amelia Datar.
"Abang, cuma mau minta maaf sama kamu dek."
"Abang sadar, Abang selama ini salah sama kamu."
"kamu mau kan maafin kakak dek?"
Amelia memiringkan kepala nya sambil menatap sang kaka, Lalu mengulurkan tangan nya, untuk mengecek suhu tubuhnya.
"Tidak panas?"
"Ada angin apa bang?" Tumben banget, mau inisiatif untuk minta maaf?"
Ledek Amelia.
"Abang." "Lihat kejadian tadi sore, dari saat Sofia datang, sampai dia pergi!" "Abang nggak nyangka, dia Setega itu sama kamu dek!!"
"Penyakit iru itu sangat berbahaya kakak, seseorang yang terkena penyakit iri!!"
"Dia akan menghalalkan semua cara, asal, dia mendapatkan sesuatu yang di inginkan!!"
"Iya, abang baru menyadari nya sekarang." maafin abang ya dek!!"
Kata Sean, dengan tulus
"andai saja bang." "kamu sadar nya sebelum pemilik raga ini pergi, hidup nya tidak akan se menderita itu."
"memang, kadang manusia, baru sadar akan arti seseorang, setelah dia pergi."
Amelia marta Sudibyo, gua janji, gua akan, balaskan semua luka, yang elo dapat dari Shofia berkali-kali lipat."
dan, mengambil kembali, apa yang seharusnya elo miliki. Yaitu keutuhan kembali keluarga elo."
Dan gue akan buat, orang yang sudah membunuh kamu, berbalik membunuh tuan nya sendiri."
gue harap, dimana pun elo berada, elo akan bahagia."
"gue berharap. Elo gantian, menempati tubuh gue di sana."
Seru Amelia dalam hati.
"Baik lah." "sebenarnya, lia sudah memaafkan kak sean kok." "hanya saja, lia berharap kak sean, bisa lebih bijak dalam bersikap."
"Seburuk buruk nya sikap Lia." "Ada darah yang sama, yg mengalir pada tubuh kita." "Jika lia salah, arahkan dgn baik. Bukan malah, menghardik dan menjauhi nya." Sebaik-baik nya orang luar. Meski dia sepupu, atau sanak keluarga sekalipun. Tetap saudara kandung, dan orang tua, itu yang paling utama."
Deg......"
perkataan Amelia,menyadarkan nya, untuk lebih perduli kepada sang adik.
*
*
Pagi ini, rencananya Amelia ingin pergi membeli gaun, untuk acara ulang tahun jenny yang akan datang. Bersama kedua sahabat nya. Namun, sean ngotot, ingin ikut menemani sang adik, dan teman teman nya.
Setelah mendapat pencerahan, dari Amelia. Sean sudah berjanji, pada diri nya, untuk bisa lebih dekat, dan mengenal adik nya, dan mengawasi pergaulan nya.
Sedangkan Amelia, juga kekeh tidak mengizinkan kakak nya ikut. Jelas dia akan malu, sama teman teman nya, jika Sean ikut.
Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya, Amelia memilih mengalah.
Membiarkan sang kakak ikut.
Dan ternyata, sean juga mengajak serta Ardiansyah.
Sean menyetir, di samping nya ada Ardiansyah yang menemani.
Dan ketiga cewek itu, berada di kursi belakang. "Bro!!!" "Muka elo kok masih bengkak begitu?" "Elo jatuh di mana sih?"
"Kok kayak habis di gebukin masa gitu?"
Tanya sean, pada Ardiansyah. Pasal nya, sean sudah beberapa hari tidak melihat Ardiansyah.
Dan tiba-tiba, hari ini muncul, dgn ruam ke biru biruan di sekujur tubuh nya.
Ardiansyah hanya melihat sebal ke arah belakang.
Dan diam, tidak menjawab pertanyaan sean.
"Di tanya malah diem aja." elo gak habis nyuri, atau, ketahuan mau melecehkan anak gadis orang kan?"
Tanya sean, Dengan ngawur nya.
"Sial**n Lo!" semiskin miskin nya gue, ngak mungkin juga, gue nyolong bego!!!"
Apalagi melecehkan orang, itu bukan gue banget!!!!
Jawab Ardiansyah, dingin.
"Elo Emang gak suka melecehkan orang. tapi, suka menggerakkan tangan lo. untuk membunuh orang."
Dasar psikopat gila."
seru Amelia dalam hati.
Dia tidak menyadari, bahwa dirinya, lebih sadis, dari Ardiansyah. Di kehidupan sebelum nya.
Entah sudah berapa ratus nyawa, yang melayang di tangan nya.
Terimakasih untuk semua nya. untuk like dan comen nya, author mohon maaf. jika jalan cerita nya masih kaku.
mohon saran, dan doa nya. agar kedepannya, author bisa lebih baik lagi."