NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Kamu sendiri, mana Vivi? Bukannya tadi Vivi yang manggil kamu, Eve?" tanya bunda Evelyn melihat putrinya datang ke ruang makan seorang diri.

"Apa perlu aku gendong anak kesayangan bunda itu ke sini? Sabar aja, bentar lagi juga dia sadar dan ke sini," jawab Evelyn acuh.

"Maksud kamu apa Eve? Sadar? Apa lagi yang kamu lakukan ke Vivi, Eve?!" nada suara bunda Evelyn mulai meninggi.

Evelyn tidak peduli, Evelyn mendengus pelan sembari menarik kursi untuk dirinya duduk.

Bersamaan dengan itu, Vivi pun muncul, melihat hal tersebut, kedua orang tua Evelyn merasa lega, ia khawatir putri kandungnya kembali menyakiti Vivi.

Vivi pun ikut bergabung dan duduk di ruang makan, meski kini suasana hatinya sedang tidak baik, ia tetap tidak boleh menunjukkan hal tersebut di depan kedua orang tua Evelyn.

Meski rasanya ia ingin sekali menjambak rambut Evelyn saa ini juga, karena kekesalannya terhadap Evelyn dan juga kenyataan yang baru saja ia ketahui, Vivi hanya bisa mengepalkan salah satu tangannya di bawah meja makan.

"Karena semuanya sudah di sini, ayo kita mulai makan malamnya," ujar papah Evelyn.

Baru saja akan menyendok nasi ke dalam piringnya, Evelyn mendengus pelan karena ada panggilan di ponselnya yang tiba-tiba.

📞"Halo, ya kenapa?" tanya Evelyn kepada seseorang di seberang sana yang menelponnya.

📞"Eve ... ini aku Nuraa."

📞"Iya aku tau, ada apa?" tanya Evelyn lagi.

📞"Aku ganggu kamu gak? Ada hal penting yang aku mau sampaikan ke kamu, apa kita bisa ketemu sekarang?" balas Nuraa.

📞"Ganggu banget, gara-gara kamu makan malamku tertunda!"

📞"Hal penting apa yang kamu mau sampaikan? Apa gak bisa sekarang aja? Atau kamu mau kasih tau, kalo kamu bersedia menikah dengan kak Aska?" Evelyn sengaja membesarkan suaranya.

Mendengar hal tersebut, wajah Vivi menegang, sementara kedua orang tua Evelyn saling berpandangan satu sama lain.

Evelyn menatap sejenak ke arah Vivi, memberikan senyuman yang mengejek, melihat hal tersebut, di bawah meja, tangan Vivi mengepal semakin kuat.

📞"Bukan, ini penting banget, kamu harus tau Eve, kalo di tunda aku bakalan gak bisa tidur malam ini," keluh Nuraa.

📞"Yang gak bisa tidur kan kamu, bukan aku!" balas Evelyn acuh.

Di seberang sana Nuraa mendengus pelan sembari mengelus dadanya sendiri, berbicara dengan Evelyn memang harus sabar.

📞"Besok aja kita bahas soal itu, aku mau makan," ujar Evelyn.

📞"Aku traktir makan malam, asal kita ketemu malam ini juga."

📞"Ngebet banget sih! Yaudah kita ketemuan asalkan traktir aku makan di restoran hotel bintang 5 kamu, tapi aku gak mau menu yang biasa, aku mau menu untuk tamu VVIP," balas Evelyn.

📞"Ok ok anything, asalkan kita ketemu malam ini juga, lagian kamu kaya orang yang gak mampu aja, makan di restoran terkenal, gak mungkin owner royale kafe kere, kan?" sindir Nuraa.

📞"Aku emang kere, papah sama bunda ku juga kere, yang kaya kan nenek sama kakek."

Mendengar putrinya mengatakan dirinya miskin di depannya langsung, papah Evelyn membulatkan kedua matanya. Ia tidak menyangka sang putri berani mengatakan hal tersebut tepat di depan orang tuanya sendiri.

Sementara bunda Evelyn menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mendengus pelan.

Evelyn tidak peduli, di dalam hatinya ia tersenyum puas, karena tujuannya adalah ingin menyadarkan Vivi yang mungkin saja berpikir bahwa kedua orang tua angkatnya tidak kekurangan apapun untuk bisa selalu berdiri dan membela Vivi.

📞"Yaudah matiin telponnya, aku otw," ujar Evelyn lagi.

Evelyn pun langsung mematikan sambungan telponnya dengan Nuraa setelah mengatakan hal tersebut.

"Pah, Bund, maaf aku gak bisa ikut makan malam dengan kalian, ada hal penting yang mau di sampaikan Nuraa dan gak bisa di tunda lagi." Evelyn berdiri dari duduknya dan mendorong sedikit kursi agar dirinya bisa keluar.

"Yasudah. Jangan terlalu malam pulang, panggil pak Kardi untuk nemenin kamu, Eve," jawab papah Evelyn.

"Gak perlu pah, biar aku bawa mobil sendiri aja, aku gak nyaman, nanti pak Kardi lama nunggu urusanku selesai."

Sebelum pergi Evelyn mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.

Evelyn melambaikan tangannya ke arah Vivi di sertai senyuman lebarnya, Evelyn sadar sedari tadi Vivi terus saja menatapnya.

Ia yakin Vivi pasti sangat penasaran tentang pembicaraannya bersama dengan Nuraa tadi di telpon.

"Ayo makan, Nak... kenapa makanannya cuma di aduk-aduk aja, kamu gak lagi sakit, kan?" tanya bunda Evelyn penuh perhatian pada Vivi.

Sebenarnya Vivi menjadi semakin tidak napsu makan setelah kepergian Evelyn, ingin sekali rasanya ia membuntuti Evelyn yang akan bertemu Nuraa.

Tapi hal tersebut tidak mungkin ia lakukan, selama ini ia berusaha menjaga tatakrama nya di depan kedua orang tua angkatnya tersebut.

"Gak papa bund... aku baik-baik aja kok, cuma lagi sedikit gak napsu makan aja," jawab Vivi lesu.

"Si Aska ke mana, Bund? Tumben banget belum pulang jam begini, gak mungkin showroom mobil masih buka jam begini," sela papah Evelyn.

"Bunda juga gak tau, Pah... mungkin Aska lagi ada urusan lain," jawab bunda Evelyn.

"Apa kak Aska sekarang lagi sama Nuraa ya...," batin Vivi.

Sementara itu, Nuraa tiba lebih dulu di hotelnya, sebagai putri tunggal dari pemilik hotel tentu saja semua yang bekerja di hotel tersebut mengenal Nuraa dengan baik, mereka semua tersenyum dan sedikit membungkuk menyambut kedatangan Nuraa.

Nuraa memilih menunggu Evelyn di lobi hotel miliknya tersebut.

Setelah menunggu 30 menit dengan gelisah, Evelyn akhirnya datang juga, Nuraa langsung berdiri dan melambaikan tangannya dengan ceria ke arah Evelyn yang berjalan semakin mendekat.

"Harusnya kamu nunggu aku di restauran dan udah pesenin aku makanan, Raa," Evelyn langsung memprotes Nuraa

"Maaf Eve." Nuraa tersenyum kikuk, menggaruk bagian belakang lehernya sendiri.

"Yaudah ayo, aku udah laper banget nih!" desak Evelyn.

"Ya ya ya, ayo," balas Nuraa.

Keduanya pun berjalan bersama menaiki lift untuk menuju ke restauran yang berada di lantai 4 dari hotel tersebut.

"Oyah, apa sekarang Vivi ada di rumah kalian?" Nuraa menoleh sejenak ke arah Evelyn yang berdiri di sampingnya dengan raut wajah andalan Evelyn, acuh.

"Hmmm," jawab Evelyn singkat.

"Pantesan tadi aku ke apartemennya mencet bel berkali-kali tapi gak di bukain, untungnya aku hapal sandi apartemen Vivi dan untungnya lagi si Vivi belum ganti sandi nya, jadi aku bisa masuk ke dalam," celoteh Nuraa.

Evelyn melirik sekilas ke Nuraa yang ada di samping kirinya tersebut, hanya sepersekian detik Evelyn kembali menatap lurus ke pintu lift.

"Dan kamu tau Eve-...."

"Berhenti! aku mau makan dulu, setelah itu baru dengerin cerita kamu." Evelyn memberikan isyarat dengan tangannya agar Nuraa tidak melanjutkan ceritanya.

Nuraa pun dengan sangat terpaksa menahan dirinya untuk tidak lagi mengajak Evelyn berbicara.

Kini keduanya sama-sama diam, dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!