NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab II Hari Pernikahan

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden kamar, menerangi gaun pengantin putih yang tergantung rapi di sudut ruangan.

Ayla membuka matanya perlahan.

Semalaman ia hampir tidak tidur.

Bukan karena suara hujan di luar ataupun udara yang terasa dingin, melainkan karena pikirannya terus dipenuhi oleh satu nama.

Arsen Wijaya.

Pria yang beberapa jam lagi akan resmi menjadi suaminya.

Pria yang bahkan belum pernah ia temui secara langsung.

Ia mengembuskan napas pelan sebelum bangkit dari tempat tidur. Matanya langsung tertuju pada gaun pengantin yang sudah disiapkan sejak semalam.

Gaun itu begitu indah.

Warna putihnya tampak bersih dan anggun, dihiasi renda-renda halus yang menjuntai hingga ke bagian bawah rok.

Seharusnya setiap wanita merasa bahagia ketika mengenakan gaun seperti itu.

Namun tidak dengan Ayla.

Baginya, gaun itu terasa seperti pengingat bahwa hari ini ia akan menyerahkan hidupnya kepada seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Tok... tok...

Suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu.

"Ayla, sudah bangun, Nak?" suara ibunya terdengar lembut.

"Iya, Bu."

Pintu terbuka perlahan.

Ibunya masuk sambil membawa sebuah kotak beludru kecil.

"Ayo bersiap."

Ayla hanya mengangguk.

Selama hampir satu jam, ibunya membantu mengenakan gaun pengantin, merapikan rambutnya, hingga memasangkan anting mutiara peninggalan neneknya.

Saat semuanya selesai, Ayla berdiri di depan cermin.

Pantulan di hadapannya memperlihatkan seorang wanita yang begitu cantik.

Riasan tipis membuat wajahnya terlihat lebih dewasa.

Namun sorot matanya tetap tidak mampu menyembunyikan kegelisahan.

"Kamu cantik sekali," ucap ibunya sambil tersenyum.

Ayla membalas dengan senyum tipis.

"Sayangnya aku tidak merasa seperti seorang pengantin."

Ibunya menggenggam kedua tangan Ayla.

"Ibu tahu."

"Tapi percayalah... Tuhan tidak akan membiarkan pengorbananmu sia-sia."

Kalimat itu membuat dada Ayla terasa hangat sekaligus sesak.

Ia memeluk ibunya erat.

"Mohon doakan Ayla, Bu."

"Ibu akan selalu mendoakanmu."

Belum sempat mereka berbicara lagi, suara klakson mobil terdengar dari halaman depan.

Ibunya mengusap air mata yang mulai menggenang.

"Sepertinya mereka sudah datang."

Ayla menarik napas panjang.

"Inilah saatnya."

Dengan langkah perlahan, ia menuruni anak tangga.

Di ruang tamu, ayahnya sudah mengenakan jas hitam sederhana.

Wajah pria paruh baya itu terlihat jauh lebih tua dibanding beberapa hari lalu.

Lingkar hitam di bawah matanya menandakan ia juga tidak tidur semalaman.

Saat melihat Ayla turun mengenakan gaun pengantin, matanya langsung berkaca-kaca.

"Ayah..."

Pria itu mendekat, lalu mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih.

"Maafkan Ayah."

Hanya tiga kata itu.

Namun cukup membuat hati Ayla kembali bergetar.

"Ayah tidak perlu meminta maaf."

"Semua ini salah Ayah."

"Bukan."

Ayla menggenggam tangan ayahnya.

"Kita menghadapi ini bersama."

Ayahnya mengangguk pelan meski air mata akhirnya jatuh juga.

Di sudut ruangan, Gavin berdiri dengan wajah yang sulit dibaca.

Tatapannya tertuju pada pintu rumah, seolah berharap pria yang akan datang berubah pikiran dan membatalkan semuanya.

"Ayla."

Suara Gavin terdengar berat.

Gavin melangkah mendekat hingga berdiri tepat di hadapan adiknya. Untuk beberapa saat, ia hanya menatap Ayla tanpa berkata apa pun. Seolah-olah ia sedang berusaha menghafal wajah adik yang selama ini selalu ia lindungi.

"Kalau keadaan memburuk, telepon aku," ucap Gavin lirih. "Jangan pernah memendam semuanya sendirian."

Ayla mengangguk pelan. "Aku akan baik-baik saja, Kak."

Meski begitu, jauh di dalam hatinya, ia sendiri tidak yakin dengan ucapan tersebut.

Suara mesin mobil kembali terdengar dari luar rumah. Seseorang mengetuk pintu dengan sopan.

"Permisi, Nona Ayla. Saya Rio, asisten pribadi Tuan Arsen. Kami siap mengantar Anda ke tempat pernikahan."

Ayla menatap keluarganya untuk terakhir kali sebelum mengembuskan napas panjang. Dengan senyum tipis yang ia paksakan, ia melangkah menuju pintu, tanpa menyadari bahwa keputusan hari itu akan mengubah seluruh jalan hidupnya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!