NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kabar mengenai pengambilalihan kendali Istana Dalam oleh Shen Ran menyebar bagai api menyambar jerami kering di area Istana Barat. Selir Chu, yang selama ini merasa menjadi wanita paling berkuasa di belakang Kaisar berkat perlindungan Klan Chu dan kemanjaan Long Tianqi, mengamuk hebat di dalam kediamannya.

Cangkir keramik porselen mahal shattered berkeping-keping di atas lantai batu saat Selir Chu melemparkannya ke dinding. Wajahnya yang biasa dipoles jelita kini merona merah padam oleh amarah dan kehinaan.

"Wanita jalang itu...! Bagaimana bisa dia mengunci seluruh pejabat faksi sayap kanan dan membekukan aset keluargaku?! Permaisuri semakin pintar sekarang. Dia bukan lagi pajangan!" jerit Selir Chu dengan napas memburu, dadanya naik turun liar.

Seorang pelayan senior berlutut gemetar di dekat pintu, tidak berani mengangkat kepala. "Ampun, Yang Mulia Selir... Permaisuri Shen menggunakan stempel utama Kekaisaran atas nama masa darurat selama Yang Mulia Kaisar menyusul Pangeran Sembilan. Pengawal klan Shen dan penjaga istana kini sepenuhnya patuh pada perintah beliau..."

"Masa darurat?" Selir Chu tertawa sumbang penuh kecemburuan dan ketakutan yang menjalar.

Dengan keberangkatan Long Tianqi, pelindung utamanya telah pergi. Ayahnya, Perdana Menteri Chu, kini menjadi tahanan rumah, sementara aset keluarganya disita. Namun, yang paling membakar harga dirinya adalah kehilangan Qiao'er, pelayan kepercayaannya yang memegang banyak rahasia kelam Istana Barat dan telah ditahan oleh Shen Ran sejak investigasi aset dimulai.

"Dia menyita harta keluargaku, mengurung ayahku, dan sekarang berani menahan pelayan pribadiku?! Tanpa Qiao'er, bagaimana aku bisa mengatur pergerakan di dalam istana? Aku harus merebutnya kembali sebelum wanita itu mengutak-atik mulut Qiao'er!" bentak Selir Chu, matanya berkilat penuh dendam.

Tanpa mengindahkan tata krama istana dan mengabaikan peringatan para dayangnya, Selir Chu menyambar jubah sutranya dengan kasar. Dengan langkah lebar dan penuh amarah yang membakar, ia berderap menuju Kediaman Phoenix, pusat kekuasaan Shen Ran.

Kediaman Phoenix

Aroma kayu cendana menguar lembut di udara. Shen Ran sedang duduk santai di meja kayu mahoni, menyedut teh hijau dengan gerakan yang sangat anggun saat gedoran dan suara bentakan terdengar dari halaman luar.

"Singkirkan tangan kotor kalian! Aku adalah Selir Kesayangan Kaisar! Siapa yang berani menghalangiku bertemu Permaisuri?!"

Pintu aula utama terdorong keras. Selir Chu menerobos masuk dengan wajah penuh amarah, memelototi Shen Ran yang bahkan tidak berkedip sedikit pun saat cangkir tehnya diletakkan kembali ke tatakan porselen.

Lian'er dan Mei'er langsung melangkah maju melindungi Shen Ran, namun sang Permaisuri mengangkat tangan pelan, memberi isyarat agar kedua pelayannya mundur.

"Istana Dalam menuntut ketenangan, Selir Chu," ucap Shen Ran, suaranya mengalun tenang, begitu kontras dengan hysteria lawannya.

"Berteriak-teriak seperti wanita pasar di Kediaman Phoenix... apakah ini sopan santun yang diajarkan oleh Klan Chu kepadamu?"

"Jangan berlagak suci di hadapanku, Permaisuri! Kau memanfaatkan keberangkatan Yang Mulia Kaisar untuk membalas dendam pribadi! Kau mengurung ayahku dan menyita aset keluargaku tanpa izin Kaisar!" selutuk Selir Chu tajam, melangkah mendekat hingga terhalang meja.

Shen Ran menyunggingkan senyum tipis yang dingin. "Tindakan terhadap Klan Chu adalah keputusan darurat demi menyokong pasukan negara di perbatasan, hal yang gagal dilakukan oleh ayahmu karena terlalu sibuk memperkaya diri. Jika kau keberatan, silakan adukan pada Kaisar... setelah beliau kembali dari pertempuran."

Kata-kata itu menusuk tepat di titik lemah Selir Chu. Ia tahu betul Kaisar sedang berada jauh di perbatasan Selatan dan tidak bisa membantunya saat ini.

Gigi Selir Chu berkerotok. Ia berusaha menekan amarahnya demi tujuan utamanya datang ke sana. "Baik! Kau boleh mengaudit kas negara jika itu yang kau sebut tugas. Tapi kembalikan Qiao'er kepadaku sekarang juga!"

"Qiao'er? Tidak bisa, kau gagal mendidik bawahanmu. Dan tenang saja, Selir Chu, bawahanmu akan aku didik dengan baik," Shen Ran menaikkan satu alisnya dengan raut wajah seolah baru ingat.

"Dia adalah pelayanku! Kau tidak berhak menahannya istana Phoenix!" tuntut Selir Chu, suaranya sedikit bergetar oleh kegelisahan. Ia sangat paham jika Qiao'er tidak tahan terhadap interogasi, seluruh kejahatan Istana Barat, mulai dari racun hingga penyuapan, akan terbongkar.

Shen Ran bangkit berdiri dari kursi ukirnya. Jubah Phoenix emas yang mengenakannya menyapu lantai pualam dengan megah. Ia melangkah perlahan mendekati Selir Chu, mengikis jarak di antara mereka hingga aura dominasi sang Permaisuri sepenuhnya menekan Selir Chu.

"Aku adalah permaisuri kerajaan Yan. Setiap urusan istana dalam sekarang menjadi urusanku. Kau hanya seorang selir. Berani sekali kau bersikap tidak sopan begini," bisik Shen Ran tepat di dekat telinga Selir Chu, suaranya begitu rendah namun sarat ancaman mematikan. Shen Ran mundur satu langkah, menatap mata Selir Chu yang kini diliputi ketakutan mendalam.

"Jika kau ingin Qiao'er kembali," lanjut Shen Ran dengan senyum dingin nan anggun, "kau bisa mengambilnya sendiri... setelah dia selesai menandatangani dokumen pengakuan yang menyangkut namamu."

Wajah Selir Chu memucat pasi. "Kau... kau tidak akan berani..."

"Mei'er," perintah Shen Ran tanpa mempedulikan kepanikan Selir Chu. "Antarkan Selir Chu kembali ke kediamannya. Dan pastikan dia tidak meninggalkan Istana Barat sampai audit selesai. Jika dia mencoba melangkah keluar lagi... gunakan hukum istana untuk pelanggaran tata krama."

"Baik, Yang Mulia Permaisuri!" jawab Mei'er tegas.

Selir Chu berdiri terpaku saat para pengawal istana maju mengawalnya secara paksa keluar dari Kediaman Phoenix. Rencana dan kesombongannya hancur berkeping-keping. Ia menyadari sepenuhnya bahwa tanpa Kaisar di sisinya, ia hanyalah seekor burung di dalam sangkar emas yang kini kuncinya dipegang penuh oleh Shen Ran.

1
Siti Hawa
waaaaw kayak nya seru thoor... Bintang 5 untuk mu
Fajar Fathur rizky
cepat bantal long tianqi seret mayatnya ke ibukota bikin fengmuye menjadi kaisar
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Murni Dewita
seharusnya shen ran memiliki ruang dimensi thor
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!