Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.
Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.
Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku
Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?
Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Loker 211
Pukul 06.30 WIB.
_Buku best seller dan lontong sayur di loker dalam no 211. Tidak terkunci..
_okay. Thank's😍.
"Pagi-pagi udah senyum-senyum sendiri," sindir Nila.
"Inih.." kata Mirna menunjukkan chatingan Surya.
"Masya Allah..Wah...kok jadi aku yang baper," kata Nila.
"Ada apa kalian sepertinya seru sekali ikut gabung. Hmmmm.." sahut Robin dengan muka segarnya.
"Rahasia," kata Nila. Mirna tertawa.
"Awas ya kamu..Nila..!" sahut Robin tersenyum.
"Jadi siapa cewe yang mas Robin suka?" tanya Mirna.
"Kepo ya kamu kepo!! Rahasia juga dong.Ehem," kata Robin.
"Ga asik nih gak asik," kata Nila mengomel.
HAHAHHHAAH. Mirna dan Robin ketawa.
Mirna keluar mengecek lorong loker ada orang atau tidak. Lalu diam-diam mengambil lontong sayur dan bukunya, kemudian memasukkan bakpia dan jenang dodol ke loker 211.
GANBATTE!😊. Tulis Mirna pada posid.
_enak lontong sayurnya. Makasih ya. 06:32 AM (Mirna)
_sama-sama😊 06:33 AM (Mas Surya)
Robin melihatnya dari kejauhan. Ia tersenyum melihat kelakuan Mirna,"Oh, jadi Si Surya toh. Kena kamu ya😁"
"Ayo kita pulang.." ajak Mirna.
"Buru-buru amat ,Neng?" tanya Robin menggoda.
"Ehehhh😁😂. Hayati lelah bang," jawab Mirna penuh curiga.
"Wah, semangat sekali kamu yaa mau pulang. Habisin dulu bakpianya," kata Nila.
"Iya, ayo kita serbu. Wah aku suka ini bakpia keju dan ubi," kata Robin.
"Eehh, yang sudah sarapan lontong gausah!😬🤭," kata Robin menyindir.
UHUKKK!!😳
"Lontong dari mana? Eh, itu buku apaan Mir?" tanya Robin.
"Eh, anu.. tadi anak backline yang bawain. Mumpung ketemu. Sekalian ngelarisin lontongnya.🙃🤪," jawab Mirna berbohong.
"Ooo begonoh.." sahut Robin pura-pura percaya.
"Wah, kamu ya..makan sendiri ga ajak-ajak.. hmmm.." sahut Nila.
"Iya kan Nil.. huu payah!" kata Robin.
"Ehehh..abis enak banget sih. DELICIOUS!!😋." kata Mirna pamer rasanya.
"Liat itu Pak Jay," kata Nila.
"Lelaki itu..aihhh.." kata Robin.
"Kenapa?" tanya Nila dan Mirna.
"Hati-hati wahai kaum wanita," kata Robin.
"Aiiih.." sambung Mirna.
"Kamu tahu?" tanya Robin.
"Iya dong," jawab Mirna.
"Aku tak pernah memberitahumu," Robin heran.
"Aku melihatnya di depan mataku sendiri pas di mall," kata Mirna.
"Kapan kamu melihatnya?" tanya Robin.
"Beberapa hari yang lalu," kata Mirna.
"Aku sendiri yang belum melihatnya," kata Nila.
"Jangan melihat di depan matanya. Kamu bisa kena masalah. Lebih baik menghindarinya," kata Robin.
"Betul!" sambung Mirna.
"Pulang sudah yuk! Hati-hati di jalan," kata Robin.
"Wokey.." jawab Mirna.
"Hati-hati juga ,Mas Rob!" kata Nila.
"Siap!!" kata Robin.
Ngekkk....
Nila menarik smock Mirna.
"Mas Robin ke gudang tuh," kata Nila.
"Biasa apel Mala," sahut Mirna.
"Ehm, gue gapunya kesempatan nih," kata Nila.
"Pasti ada. Santai dulu," kata Mirna.
Terlihat Robin sedang mengobrol dengan Pak Jay dan bergurau dengan Mala. Lalu datang seorang cowok bernama Arga yang tampak dekat dengan Mala.
"Lihatlah ekspresinya. Sedih sekali ya pas Mala dekat sama cowok itu," kata Nila dari balik pintu.
"Iya kan. Kasihan sekali. Apa Mala sudah move on ya?" sahut Mirna.
"Entahlah, sini mas aku sembuhin," kata Nila.
"Yee..ngarep," kata Mirna.
"Kamu gak terima?" kata Nila nyolot.
"Kok lu jadi nyolot sih..apaan sih.." sahut Mirna.
"Husssss...pulang yuk," ajak Nila.
"Ayukk!!" sahut Mirna.
...Tentu semua orang menginginkan akhir yang bahagia sesuai dengan apa yang selalu mereka langitkan di dalam doa. Begitu juga dengan Mirna, Nila, dan Robin....
..."Aku ingin mengejar citaku. Biarlah kami berjalan pada tujuan masing-masing," gumam Mirna....
"Aku ingin bisa kembali lagi dengan Mala," Robin.
"Aku berharap bisa berjodoh dengan Mas Robin," Nila.
"Surya," Mirna.
Surya tersenyum ketika membuka loker berisi penuh dodol dan sekotak bakpia,"Ganbatte!😊"
"Nice," senyum Surya.
Energinya seperti terisi kembali. Ya, kata-kata bisa memberi energi positif kepada orang lain.
Bahkan bisa juga menjadi granat yang menghancurkan kehidupan orang lain. Berpikir sebelum berkata-kata. Jika tidak bisa berkata baik, maka lebih baik diam.
"Pagi-PAGI DODOL sama BAKPIA dari mana?" tiba-tiba Rifat datang mengagetkan.
"Eh,anu ada temen yang kasih. Orang dari PT sebelah. Buat camilan kita bro," kata Rifat.
"Enak ya bakpianya,"kata Rifat.
"Oiya dong kalau ga enak mana dikasihkan ke saya," kata Surya mulai menyombong.
"Pede.." kata Rifat.
"Pede itu harus Rif," sahut Surya menepuk-nepuk pundaknya.
"DODOL DAN BAKPIA CINTA," kata Rifat. Surya tersenyum.
"Ini makanan khas Jogja lho. Bakpia. Cewe apa cowo ini yang ka--," tiba-tiba Surya menjejali mulut Rifat dengan bakpia.
"Habiskan dulu baru ngomong bro. Untuk mencapai gerak peristaltik yang sempurna harus dikunyah dengan baik. Okay?!" kata Surya.
"Astaghfirulloh," kata Rifat geleng-geleng.
"Nanti cari istri orang Jogja biar bisa makan bakpia sepuasnya. HAHHAAAAHAA," kata Rifat.
"Terserah kamu," kata Surya.
"Siapa mau cari istri orang Jogja?" tanya Pak Barata yang tiba-tiba muncul sambil tersenyum.
"Saya dong pak. Asli Meduro," kata Rifat.
"TEEEEE...SAAATEEEEEEEEEEEE.....!!" teriak pak Barata, sontak seluruh lorong menjadi riuh orang ketawa melihat ke arah mereka bertiga.
"Tak sate sampeyan mengko," kata Rifat berlalu.
"Parah,Sur bapakmu kae," kata Rifat kepada Surya. Surya hanya mesem melihatnya.
"Merusak citra. Damagenya kena banget ya," kata Surya.
"Waton jeplak. Hahah," kata Rifat.
"Sekali mangap Sur...langsung geger donyane. Isin aku. Cewe-cewe lho pada ngeliatin awakdhewe. Byuuuh.." kata Rifat.
"Ngerti isin kamu Rif? yang penting saya masih tetap cool di mata mereka," tanya
Surya.
"Mentang-mentang ganteng, ideal..menyombong niyee.." kata Rifat. Surya tersenyum.
"Nyesel saya menjawab pertanyaan Pak Barata. Isin, Sur..Isin..byuhh.." Rifat terus mengomel.
"Hahahhaaa...podo Rif," kata Surya mengakui.
"Sueeeroooo biaangettt suarane mau sampe menggema ngebaki lorong... wah...wah..kaget aku mau Sur," kata Rifat.
"Di luar prediksi kita ya Rif. Baru kali ini aku melihat pak Barata kek gitu. Gada wibawanya Rif..,"kata Surya.
"Bueneeer!! hahahahhah!🤣🤣," kata Rifat.
_Makasih dodol & bakpianya. Enak. 08:00 am (Surya)
_sama-sama. 😊 08:01 am
Mirna tidak menceritakannya secara detail jika oleh-oleh itu dari ortunya.
Sementara itu Surya sibuk persiapan dan latihan bersama tim projectnya. Ia berharap bisa memenangkan ESP (Engineering Small Project). Tentu itu akan membawa perubahan positif kepada siapapun yang memenangkannya. Banyak benefit yang akan didapatkan oleh tim itu. Uang 30 juta dan hak paten, serta akan mendapatkan pelatihan ke negeri Merlion selama 7 hari. Yang pasti dapat promosi gaji dari perusahaan. Tentu menjadi nilai plus juga untuk bisa permanen. Di tahun lalu Surya dan timnya berhasil menyabet penghargaan juara 1. 1 tim berisi 3 orang.
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
Semangat ya thor....
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍