VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.
Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
"Waahhh" Vallen berlari lari mengelilingi taman persis seperti anak kecil yang sedang bermain dengan bebas.
"Umi dia adalah musuh, Vano membawanya ke rumah karena belum menemukan otaknya dan apa yang umi lihat tadi tidak seperti itu, Vallen menangis seperti orang kebingungan lalu Vano melepaskan nya dan dia langsung memeluk Vano disaat umi datang" tutur Vano dari belakang abinya.
Vira menatap keceriaan Vallen sembari mencerna ucapan dari Vano.
"Kenapa dia sangat aneh?" Tanya Vira.
"Vano juga bingung umi, dia ketua mafia tapi sikapnya sangat tidak meyakinkan bahwa dia adalah mafia. Tidak mungkin Vano akan menikah dengan musuh Vano sendiri umi" jawab Vano membujuk Vira.
Vira kembali berpikir dua kali, jika putranya menikahi seorang musuh bagaimana jika Vallen membunuh, bisa saja Vallen hanya bersandiwara saat ini.
"Baiklah tidak akan ada pernikahan tapi Vallen akan tinggal dirumah umi dan abi" ucap Vira.
"Tidak mungkin umi, Vano sengaja tinggal terpisah dengan kalian agar tidak terjadi resiko yang berbahaya. Jika Vallen tinggal disana otaknya sudah dipastikan akan mengincar rumah itu. Tolong mengerti umi hanya untuk beberapa saat" tutur Vano memberikan pengertian pada uminya.
"Ini untuk kebaikan kita semua Vira, jangan pikirkan dirimu tapi pikirkan zoya dan lina. Kau bisa membela diri tapi mereka tidak, Faris dan Andre tidak selalu berada dirumah setiap saat jadi biarkan Vallen tinggal disini lagipula ada Farel dan Ethan juga" saut Vino mendukung argument putranya.
Setelah berpikir lama, Vira memantapkan hatinya untuk membiarkan Vallen tetap dirumah itu untuk beberapa waktu.
"Baiklah tapi Zea akan tinggal di sini untuk menemani Vallen" kata Vira.
"Tidak tidak enak saja kau siapa mengatur ngatur putri ku" saut Andre ketus.
"Ayolah Andre jangan seperti itu lagipula rumah kita ada didepan sana" bujuk Vira.
"Tidak!! Sekali tidak tetap tidak!!" Ucap Andre tegas.
"Di dalam brangkas banyak sekali surat surat berharga, lembaran kertas saham, aset pribadi dan aset sumbangan untuk tukang peras masih tersisa ratusan lembar" saut Vino menatap Andre.
"Cih memang nya aku akan tertarik? Begitu?" Ucap Andre menatap sinis bosnya.
"Pak tau tidak isi harta yang ada didalam brangkas?" Bisik Ethan.
"Berapa?" Tanya Andre ikut berbisik.
"Tiga kali lipat dari harta yang pernah ku kumpulkan dari kecil" jawab Ethan.
Mata Andre menggambarkan dolar mendengar bisikan setan dari putra angkatnya.
"Ehem,,,, mm setelah ku pikir pikir lebih jauh yaa sudahlah Zea bisa tinggal disini untuk sementara waktu" ucap Andre sok cool.
"Cih om kapan kau akan bertaubat memeras keluarga ku" ujar Vano kesal.
"Ini bukan memeras melainkan negosiasi lagipula kalian yang membutuhkan juga kan" kata Andre santai.
Faris dan Farel sampai menggelengkan kepala mendengar pembicaraan yang tak jauh jauh dari uang dan saham padahal Andre sudah mendapat gelar keluarga no 4 terkaya setelah Salvatrucha, Alexander, dan Ferrero Group.
"baiklah kalau begitu" Vira mendekati Vallen dengan hati hati.
"sayang umi pulang dulu ya, rumah umi ada didepan kau bisa berkunjung kapan pun disana" ucap Vira mengelus rambut Vallen.
"Vallen tidak ikut umi?" tanya Vallen menghentikan aktivitas nya melompat lompat.
"tidak sayang Vano tetap disini" jawab Vira.
"mm baiklah, orang ini juga ikut pergi?" tanya Vallen menatap Vino, Faris, dan Ethan.
"tentu saja mereka tinggal bersama dengan umi" jawab Vira lagi.
"orang ini tampan umi dia mirip dengan Vano" ucap Vallen menunjuk Vino.
"mm hehe baiklah kami akan pergi sekarang kau jaga dirimu baik-baik, assalamualaikum" ujar Vira segera menyudahi percakapan karena Vallen adalah orang keseribu yang mengatakan suaminya tampan.