NovelToon NovelToon
Manuskrip Vyonich

Manuskrip Vyonich

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Cinta Terlarang / Epik Petualangan / Persahabatan / Romansa
Popularitas:657
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Rifa'i

Arka Fadhlan, seorang pakar kriptografi, menemukan potongan manuskrip kuno yang disebut Vyonich, teks misterius yang diyakini berasal dari peradaban yang telah lama menghilang. Berbagai pihak mulai memburunya—dari akademisi yang ingin mengungkap sejarah hingga organisasi rahasia yang percaya bahwa manuskrip itu menyimpan rahasia luar biasa.

Saat Arka mulai memecahkan kode dalam manuskrip, ia menemukan pola yang mengarah ke lokasi tersembunyi di berbagai penjuru dunia. Dibantu oleh Kiara, seorang arkeolog eksentrik, mereka memulai perjalanan berbahaya melintasi reruntuhan kuno dan menghadapi bahaya tak terduga.

Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin banyak rahasia yang terungkap—termasuk kebenaran mengejutkan tentang asal-usul manusia dan kemungkinan adanya kekuatan yang telah lama terlupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rifa'i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERLOMBAAN DI PADANG PASIR

Malam di Gurun Sahara terasa lebih gelap dari biasanya. Cahaya bulan samar-samar menerangi hamparan pasir, sementara jip tua yang dikemudikan Arka melaju kencang, menghindari rentetan peluru yang dilepaskan oleh Ordo Lux Veritatis.

Di belakang mereka, tiga kendaraan lapis baja milik musuh mengejar tanpa henti. Lampu-lampu sorot mereka menembus kegelapan, menerangi jalur pelarian Arka dan timnya.

"Mereka semakin dekat!" teriak Dr. Helena dari bagian belakang jip.

Ezra meraih senapan serbu yang mereka bawa dan mulai membidik.

DOR! DOR!

Salah satu tembakan Ezra mengenai kaca depan mobil musuh, tetapi kendaraan itu tetap melaju.

Kiara menggertakkan giginya. "Mereka tidak akan berhenti sebelum kita mati!"

Arka mencoba tetap fokus mengemudi di atas medan yang tidak stabil.

"Pegangan!" teriaknya sebelum membelok tajam ke kiri, mencoba membuat musuh kehilangan kendali di atas pasir yang longgar.

Salah satu kendaraan musuh hampir tergelincir, tetapi berhasil mengendalikan diri.

"Sial, mereka terlalu terlatih!" Ezra mengumpat.

Dr. Helena melihat sesuatu di depan sebuah ngarai sempit yang bisa mereka gunakan.

"Arka! Belok ke arah tebing itu! Kita bisa menjebak mereka!"

Arka mengerti maksudnya dan segera mengarah ke sana.

Namun, saat mereka semakin dekat

Sebuah roket meluncur dari salah satu kendaraan musuh!

"AWAS!" teriak Kiara.

LEDAKAN DI TEPI TEBING

Arka membanting kemudi ke kanan tepat sebelum BOOM!

Roket itu menghantam pasir di dekat mereka, menciptakan ledakan besar yang hampir menggulingkan jip mereka.

Ezra dan Kiara nyaris terlempar keluar, tetapi mereka berhasil bertahan.

Di belakang, musuh masih mengejar dengan kecepatan penuh.

Kiara mengambil granat asap dari tasnya dan melemparkannya ke belakang.

SSSHHH!

Asap tebal menyelimuti jalur mereka, membuat musuh kesulitan melihat.

"Sekarang, masuk ke celah tebing itu!" teriak Dr. Helena.

Arka langsung mengarahkan jip mereka ke dalam ngarai sempit yang penuh dengan batu besar.

Kendaraan mereka hampir menabrak dinding batu, tetapi Arka berhasil mengendalikannya.

Musuh di belakang mereka mencoba mengikuti, tetapi mereka masuk dengan kecepatan terlalu tinggi.

CRASH!

Salah satu mobil musuh menabrak batu besar, membuatnya terguling dan terbakar.

Dua kendaraan lainnya berhasil masuk, tetapi mereka kehilangan jarak dengan Arka.

"Kita berhasil sedikit menjauh!" ujar Ezra dengan napas terengah-engah.

Tetapi Arka tahu, mereka belum sepenuhnya aman.

RAHASIA DI BALIK TEPI JURANG

Saat mereka semakin dalam memasuki ngarai, Arka menyadari sesuatu.

Dinding batu di sekitar mereka memiliki ukiran aneh, simbol dan tulisan kuno yang samar karena terkikis waktu.

Dr. Helena melihatnya juga. Matanya membelalak.

"Ini… ini adalah ukiran Orbis!"

Kiara menoleh. "Kau yakin?"

Dr. Helena mengangguk. "Aku pernah melihat pola seperti ini di manuskrip Vyonich. Ini bukan sekadar ngarai… ini mungkin bagian dari jalur menuju kota Orbis!"

Arka mengertakkan giginya.

"Itu berarti kita menuju ke arah yang benar… tapi juga berarti Ordo Lux Veritatis tahu jalannya juga."

Ezra menoleh ke belakang dan melihat kendaraan musuh mulai mendekat lagi.

"Kita tidak punya waktu untuk mempelajari ukiran ini. Kita harus keluar dari sini dulu!"

Arka mengangguk dan menekan pedal gas lebih dalam.

Namun, di depan mereka…

Jalur ngarai terputus oleh jurang yang sangat dalam!

"Arka! Berhenti! Ada jurang!" Kiara berteriak.

Arka langsung menginjak rem sekuat tenaga.

SCREEECH!

Jip mereka berhenti hanya beberapa inci dari tepi jurang.

Debu beterbangan di sekitar mereka, sementara di belakang, kendaraan musuh juga mulai melambat.

Mereka terjebak.

LONCAT ATAU MATI

Ordo Lux Veritatis berhenti di kejauhan, lampu kendaraan mereka menyoroti Arka dan timnya.

Pria berwajah keras yang menghadang mereka di lorong bawah tanah sebelumnya keluar dari salah satu kendaraan, berdiri dengan percaya diri.

"Permainan sudah berakhir." katanya dengan nada puas.

Kiara dan Ezra menodongkan senjata, tetapi mereka tahu, mereka kalah jumlah.

Arka menatap jurang di depan mereka, lalu menoleh ke tebing di sisi lain.

Jaraknya cukup jauh, tetapi ada beberapa batu besar yang menonjol di antara jurang itu.

Ia berpikir cepat.

"Aku punya ide… tapi ini gila."

Kiara mendesah. "Setiap ide darimu selalu gila."

Ezra menatapnya curiga. "Apa rencananya?"

Arka menatapnya serius.

"Kita lompat."

Ezra melotot. "Kau serius? Itu bisa membunuh kita!"

Dr. Helena menatap batu-batu di bawah jurang.

"Tidak… Arka benar. Jika kita melompat ke sana, kita mungkin bisa menemukan jalan turun dan menghindari mereka."

Di belakang, pria dari Ordo Lux Veritatis mengangkat tangannya, memberi isyarat kepada anak buahnya.

"Serahkan manuskripnya, dan kami akan membiarkan kalian hidup."

Arka menatap Kiara dan Ezra.

"Aku lebih memilih mempertaruhkan nyawa dengan lompat daripada menyerahkan sesuatu yang bisa menghancurkan dunia."

Kiara tersenyum kecil. "Baiklah, mari kita lakukan."

Ezra mendesah dalam. "Sial. Aku pasti akan menyesalinya."

Tanpa menunggu lebih lama, Arka melangkah mundur, menarik napas dalam-dalam, lalu melompat ke dalam kegelapan.

1
Diana Dwiari
berasa nonton film lara croft
Ahmad Rifa'i: terima kasih kak sudah mampir ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!