NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:440k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Apa yang dikatakan oleh Arumi, terus terngiang di telinga Bu Aminah. Entah apa yang membuat Dika bisa setega itu dengan nya.

Padahal dulu, Dika dan Romi adalah anak-anak yang penurut dan sangat menyayangi nya. Semenjak menikah, Dika jadi berubah.

"Arumi, apa benar Dika pengangguran? Dan dari mana kamu tahu, nak?"

"Bang Romi yang mengatakan nya. Hutang Bang Dika pada pemilik sawah pun sudah banyak. Bang Dika malas bekerja dan hanya menyuruh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan nya."

"Ibu tidak menyangka. Jadi, uang yang mereka pakai selama ini, apakah dari Romi?"

"Bukan hanya uang. Rumi sering mengirim makanan, pakaian, bahkan sepeda motor yang mereka pakai, adalah milik Ibu."

"Ibu tidak tahu apapun tentang hal itu."

"Maka dari itu, Bang Romi bersikeras untuk pulang karena curiga akan sesuatu. Selama ini, Bang Romi tidak pernah bisa berbicara dengan Ibu. Bang Romi juga kerap bermimpi Almarhum Bapak."

Bu Aminah menangis sambil memeluk menantu nya dari belakang. Entah mengapa diri nya begitu pilu.

Arumi yang tahu Ibu mertuanya sedang menangis, langsung tidak mengatakan apapun lagi tentang Abang Ipar nya itu.

Ia jadi menyesal. Karena sudah membuat Ibu mertuanya menangis karena perkataan dirinya.

namun Arumi mengatakan hal itu semata-mata supaya Ibu mertuanya itu tahu seperti apa Abang iparnya tersebut.

Arumi tidak mau Abang iparnya terus berbuat kesalahan dan berdosa kepada ibu kandungnya sendiri.

Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, Arumi tiba di sebuah tempat. Ia tahu, tempat itu dari Romi.

Tempat itu merupakan tempat favoritnya Bu Aminah ketika almarhum Bapak mertuanya masih hidup.

"Kamu tahu tempat ini, nak? Padahal kamu belum pernah pergi ke sini." Ucap Bu Aminah yang tidak menyangka, jika ia dibawa ke tempat tersebut.

"Zaman sekarang udah serba canggih, Bu. Semua bisa dicari. Termasuk ketika Bang Romi pulang kampung. Ya walaupun saat itu Rumi sedikit nyasar, sih." Ucap Arumi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Mereka berdua pun turun. Tempat itu adalah tempat yang sangat nyaman. Hamparan luas sawah ada di depan mereka.

Rumah makan itu masih ada sampai saat ini. Bahkan lebih bagus dari beberapa tahun yang lalu. Terakhir kali, mereka pergi ke sana sebelum Suami nya Bu Aminah meninggal dunia.

"Kamu memang menantu yang baik, nak."

"Karena Ibu juga adalah mertua yang sangat baik. Ayo, Bu. Kita masuk. Arumi jadi penasaran, apa yang jadi makanan favorit Bang Romi di sini."

Mereka berdua masuk. Tempat itu masih sama. Namun yang membedakan nya adalah, ada beberapa bangunan baru yang di bangun di sana.

"Arumi, dulu Dika dan Romi pasti akan mandi di kolam itu jika tiba di sini."

"Tapi, itu kan kolam ikan?"

"Kamu benar. Mereka ingin berenang bersama Ikan."

Bu Aminah bercerita sambil sesekali tersenyum mengingat masa lalu. Setiap sudut tempat itu, ia ceritakan pada Arumi. Betapa banyak kenangan yang ada di sana.

"Bu Aminah. Anda Bu Aminah, kan?" Ucap salah satu wanita tua yang menghampiri mereka.

"Iya, benar. Saya Aminah. Anda siapa?"

"Saya Wati. Apa Ibu tidak ingat saya lagi?"

"Wati... Hmmmm,, Wati anak Pak Karso?"

"Iya. Benar, Bu. Saya kira Ibu sudah lupa."

"Ya. Sebenarnya lupa juga. Maklum sudah tua. Oh ya, kenalkan. Ini Arumi menantu saya."

"Bu Arumi?"

Arumi langsung meng kode wanita itu agar tidak mengatakan apapun pada Ibu mertua nya.

"Kau kenal menantu ku?"

"Oh, ini saya."

"Bu, bagaimana kalau kita pesan makanan terlebih dulu? Apa Ibu masih ingat, menu kesukaan Ibu?" Ucap Arumi sambil memotong pembicaraan mereka.

"Tentu saja, nak. Wati, aku serahkan semua nya pada mu."

"Baik, Bu Aminah."

Wanita yang bernama Wati pun langsung pergi dan berlalu. Walaupun ia bingung dengan apa yang terjadi, namun ia tidak ingin banyak bicara.

Adapun menu makanan yang ada di rumah makan itu, masihlah sama. Rumah makan itu merupakan peninggalan dari kakek nya Arumi.

Arumi sebagai keturunan satu-satunya, mendapatkan warisan dari kakek nya langsung, untuk mengelola rumah makan tersebut.

Semua nya sungguh kebetulan. Arumi yang selalu mencari tahu tentang Romi dan keluarga nya, jadi mengetahui jika Rumah makan itu favorit keluarga mereka.

"Arumi, seandainya Bapak masih ada. Pasti Bapak akan senang kita bawa ke sini. Kapan ya, Romi dan Dika bisa akur lagi."

"Sabar ya, Bu. Semua ada proses nya. Kita berdoa saja. Supaya Bang Dika dan Ayu, segera sadar dari tidur panjang nya."

"Kamu ini. Bisa saja bercanda nya, nak."

"Oh ya, Arumi mau menghubungi Bang Romi. Apa Ibu mau bicara?"

"Apakah boleh?"

"Tentu saja."

Arumi pun langsung mencoba untuk menghubungi suaminya itu. tidak lama kemudian Romi pun mengangkat ponselnya.

"Assalamualaikum, sayang."

"Waalaikumsalam. Coba tebak kami lagi ada di mana?" Tanya Arumi.

"Bukannya itu adalah tempat kesukaan Ibu? Kamu langsung pergi ke sana begitu tahu?"

"Tentu dong Sayang. Oh ya, ini Ibu mau bicara."

Arumi pun memberikan ponselnya pada Ibu Aminah supaya beliau bisa berbicara dengan anaknya yang ada di perantauan.

"Arumi, mengapa ada wajah Romi di sini?" Tanya Bu Aminah yang begitu kaget ketika melihat ada wajah anaknya di dalam ponsel tersebut.

"Bu, ini namanya panggilan video. Jika kita menggunakan panggilan ini, kita bisa melihat wajah orang yang sedang kita hubungi."

"Apakah dunia sudah secanggih ini, nak? Ibu bahkan tidak pernah tahu tentang semua ini. Romi, apa kabar kau di sana? Kau tampak tampan memakai pakaian tersebut."

"Romi baik-baik saja, Bu. Bagaimana dengan keadaan Ibu? Apa Bang Dika dan juga Istrinya masih mencoba untuk membuat masalah?"

"Tidak kok sayang. Mereka tidak berani lagi berbuat masalah dengan Ibu. Abang tenang saja. Ada Arumi di sini yang menjaga Ibu dengan baik. Oh ya, mulai hari ini dan seterusnya, Abang harus sering-sering menghubungi Ibu, ya."

"Iya sayang. Maafkan Abang. Di kantor sering lembur karena banyak pekerjaan."

"Romi, kamu kerja di kantor? Sejak kapan? Bukan kah kamu mengatakan kamu seorang supir?"

Kali ini, Arumi dan Romi tidak bisa lagi menyimpan rahasia. Mereka tidak sengaja mengatakan hal itu.

"Bu, maafkan kami. Kami tidak bermaksud membohongi Ibu. Hanya saja."

"Ada apa? Cerita kan saja pada Ibu."

"Bu, Romi menikah dengan anak dari majikan Romi. Arumi adalah anak orang kaya yang Romi nikahi."

"Apa? Mengapa kamu tidak jujur, nak. Harus nya Ibu bisa menyiapkan hal yang baik untuk nya. Kasihan Arumi. Tinggal di rumah gubuk Ibu."

Arumi langsung mengambil alih ponsel itu dan memeluk Ibu mertua nya.

"Bu, lebih baik Rumi tinggal di gubuk. Yang penting, Rumi mendapatkan kasih sayang yang besar dari Ibu. Rumi, sayang Ibu."

1
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
fitriani
nah bnr itu kata bapaknya darma sekalian aja tuh cariin juga bwt dy biar adil🤭🤭🤭🤭🤭
fitriani
dan ini adalah awal neraka bwt sinta
fitriani
ngeri bgt sama pelet2 dan hal2 mistis gitu percaya gak percaya tapi nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!