NovelToon NovelToon
Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:987.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

bagaimana jika kalian ada di posisi ku, dimana aku di jodoh kan oleh orang tua yang posesif dengan seorang lelaki yang pernah kalian liat tengah bercumbu dengan wanita lain, dan parahnya lagi dia adalah seorang psikopat

rumit amat hidup ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12,kaya bunglon

selamat membaca 😍😘

Kini Julian dan Diana kembali pulang ke apartemen diana untuk mengambil tas, karena hari ini diana masih ada kelas.

Setelah mengambil tas kini mereka pergi ke kampus nya.

"Yang kamu gak mau pulang? " tanya Julian sambil terus fokus mengendarai mobil.

"Gak ah, aku males berantem, " balas Diana.

"Ya udah, nanti malam nginep di rumah aku aja".

Kini Diana dengan reflek menatap Julian,

"Gak, ".

"Aku gak bisa terus terusan tidur jagain kamu di apartemen, " tegas Julian dengan nada suara yang sangat menyeramkan.

"Aku juga gak nyuruh kamu buat jagain aku kan, " balas diana tak mau kalah.

"Aku gak mau, milik ku di lukai oleh orang lain, " jawab Julian sambil menatap Diana sekilas, namun tatapan itu jauh lebih menyeramkan dari biasanya.

Membuat Diana dengan terpaksa menuruti keinginan Julian.

"Iya aku mau, " kesal Diana sambil melipat tangannya di dada.

"Seharusnya kamu udah tau baby, aku kan tidak suka di bantah, " datar Julian.

Kini mereka sampai di kampus, dan pada saat mereka turun lagi lagi malah menjadi pusat perhatian, kini bukan hanya para lelaki yang menatap takjub, melainkan juga dengan para kaum hawa.

Membuat Diana risih, melihat para wanita menyuraki Julian, dan Julian kini membalas mereka yang menatapnya dengan senyum tipis, membuat para kaum hawa semakin menyukai Julian, murid pindahan dari kampus sebelah.

"Cih, " Diana berjalan mendahului Julian.

"Kau marah beby, melihat semua orang menatap ku seperti itu, " ledek Julian yang mencoba mensejajarkan langkahnya.

"Tidak, bahkan tidak sama sekali, " kesal Diana sambil tersenyum terpaksa.

Namun itu tidak bisa membohongi Julian, ia melihat kalau Diana begitu risih ketika banyak perempuan yang menyoraki Julian, bahkan cemburu diana itu begitu lucu menurut Julian.

"Bilang aja lagi!, kalau cemburu, " santai Julian.

"Aku sudah bilang aku tidak cemburu, " tegas Diana.

"Muka mu tuh merah, " goda Julian sambil memberikan ponsel miliknya pada Diana untuk mengaca.

Dengan cepat Diana mengambil ponsel Julian dan mengaca di ponsel nya, ia melihat wajahnya yang memang sudah memerah.

"Udah di bilangin juga, " ucap Julian sambil tertawa kecil dan langsung merebut ponsel punya nya, di tangan Diana.

Kini diana semakin memonyong kan bibirnya, dan menatap Julian tajam,sementara Julian hanya tersenyum tanpa dosa.

Kini mereka masuk ke kelas mereka yang ternyata Cherly bilang hari ini kelas kosong, karena dosennya tidak ada.

Membuat Diana kesal, kini Diana dan Julian tengah duduk di kantin sambil meminum jus alpukat yang tadi Julian belikan.

"Baby kenapa bengong mulu? " tanya Julian yang melihat Diana melamun terus.

"Aku kayaknya mau pulang deh hari ini, soalnya keluarga ku pasti sedih atas kehilangan kak Max, " jawab Diana sambil menatap sayu mata Julian.

"Baiklah nanti aku antar kan, tapi kalau misalkan ada yang jahati kamu, kamu datang saja ke rumah ku! " balas Julian lembut sambil mengelus rambut Diana.

yang hanya di jawab anggukan kecil oleh Diana.

"Hay kalian,berduaan aja? " sapa Cherly yang baru saja datang, dan langsung mendudukkan badannya di kursi di depan Diana.

"Tumben sendirian? " tanya Diana.

"Biasa si Juan ada kelas katanya, " balas Cherly sambil mengambil minuman milik Diana dan langsung meminum nya sampai tandas.

Namun itu sudah biasa bagi Diana, melihat sahabat nya seenaknya seperti itu, namun tidak dengan Julian ia merasa itu tidak sopan, bahkan kini tatapannya telah berubah, ia kini menatap Cherly tajam.

Namun Diana yang sadar akan ada yang tidak beres dengan tatapan Julian pun, langsung menenangkan nya.

"Sudahlah itu sudah biasa untuk ku, " bisik Diana tepat di telinga Julian.

Kini Julian menatap ke arah Diana tajam, sambil mengerutkan keningnya.

"Sudah, jangan apa apakan dia, kalau kamu gak mau buat aku sedih, " pelan diana sambil menatap Julian tak kalah tajam.

Ia akan sangat merasa bersalah jika Cherly sahabat nya harus mati karena ulah Julian, bahkan ia berjanji kalau ia menyakiti Cherly maka ia akan pergi dari Julian selamanya.

"Kalian tuh kenapa sih, bisik-bisik mulu, " tanya Cherly heran yang melihat Diana dan Julian saling menatap tajam, bahkan kini ia bisa merasakan aura dingin dari tubuh Julian membuat bulu kuduk nya meremang.

"Ini kenapa lagi, kok gue merinding" sambung Cherly sambil memegang pundaknya.

"Tau ah, " malas Diana sambil memutar matanya malas.

Sedangkan Julian masih menatap Diana tajam, sebelum akhirnya ia memalingkan pandangannya ke arah ponsel nya yang berbunyi.

Kini Julian membuka notifikasi yang masuk ke dalam ponsel nya, namun saat Diana memperhatikan ekspresi Julian saat membuka notifikasi, ia merasa ada hal aneh.

Ia melihat mata Julian begitu menakutkan, bahkan aura menyeramkan di samping Diana semakin menyeramkan, begitu pula dengan aura dingin yang kini semakin menusuk.

Namun Diana juga melihat seringai yan dari bibir Julian, membuatnya sempurna ketakutan, ia penasaran dengan apa yang Julian Terima sampai membuat nya aneh seperti itu.

Bahkan Diana kini sisi Psikopat Julian kembali bangun, kini Julian berbalik menatap Diana tajam, Diana juga bisa melihat kalau Julian sedang berusaha mengontrol emosi nya.

"Kamu pulang sendiri!, ini kunci mobil ku," dingin Julian sambil berjalan meninggalkan diana dan Cherly yang masih kebingungan.

"Kamu kemana? " teriak Diana karena jarak Julian semakin menjauh darinya.

"Kau tidak perlu tau, aku kemana?, dan ingat jangan mengikuti ku!, atau kau akan tau akibatnya nya, " saut Julian menyeramkan, tanpa berbalik menatap diana, ia tetap saja berjalan keluar dari sana.

Kini diana sangat cemas, ia tau kalau saat ini Julian sedang mengincar mangsa, ia tau kalau dia seorang Psikopat namun kan bisa saja Julian di jebak, ah kini ia duduk dengan tidak tenang.

Membuat Cherly kini dibuat semakin kebingungan, melihat tingkah sahabat nya yang hanya di tinggalkan oleh pacarnya sampai segitunya.

Sebenarnya Diana tidak perlu khawatir, karena seorang Psikopat itu sangat licik bahkan otaknya jauh dari orang normal, Julian kini tau apa yang akan ia lakukan bahkan ia juga di jalan sambil memikirkan rencana yang akan ia lakukan.

1
Erna
jadi pusing 7 keliling1
Nelli Susilawati
next
Aisa
wkwkwkk sakit perut ketawa Thor🤣🤣🤣
UTIEE
sereeeeeeemmm
keysha Azzahra
ane mo konci pintu ame jendela dulua ah,,takut2 s julian nongol😂😂😂😂
Lhiena
jadi ngeriiiii
Dwi Agustin
masa genre romantis tapi ko ceritanya berbau pembunuhan y...
Ny.Lee
aduuhh sadiis amat yak
Ida Ismail
hiiiii sikopat sinting
pita
kayaknya sih Juan ni
pita
sweet banget 😊
jahrona harahap
part 2 nya mana thorrr
Mariatu Zuhroh
Part duanya belum ada thorrrr
Miss Typo
banyak yg ngira kalau Andi pelakunya,,,eh ternyata si Jack
Miss Typo
jangan² Andi pelakunya
Miss Typo
bener² serem
Miss Typo
Julian tau gak sih kalau Diana di perkosa Juan
Mushandayani
binggung...isinya ngeriiii
Miss Typo
kakak Julian
Miss Typo
gila gila bener² gila Julian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!