NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Adalah Obat

Rumah sakit kamp militer sempadan Canberra...

" Haahhhhh..." Agnes bangun dari tempat tidur yang ada di ruangannya lalu menghembus napasnya perlahan...

" Nes!! Apa kamu mendengar kalo akan ada berapa dokter yang dipilih ke rumah sakit baru di kamp militer sempadan Melbourne??" Monica bertanya kepada Agnes...

" Aku enggak mau tau" Agnes menjawab datar...

" Nes!! Apa kamu enggak mau kesana??"

" Enggak..."

" Kita bisa meminta untuk ke sana.. Hanya buat sebuah permintaan.."

" Haaahhh.. Enggak.. Biarkan saja kantor pusat yang mengaturnya..." lalu pergi meninggalkan Monica

Agnes masuk ke ruangannya setelah membereskan kekacauan dan kebisingan rumah sakit...

Agnes berbaring di sofa panjang sambil melihat gelang yang ada di tangannya..

" Haaahhhh.. 5tahun.. Ini penempatanku yang ke 64.. Apa aku sudah lelah dengan membuat hanya satu permohonan?? Ya aku sudah lelah.. Dia pasti akan datang sendiri..." Agnes bergumam lalu tidur lagi..

" Haahhh.. Apa dia benar-benar menyerah??" Monica khawatir melihat sahabatnya dari luar pintu ruangannya karna sering melihat Agnes yang berbaring di sofa sambil melihat gelang di tangannya lalu bergumam lalu tidur.. Monica menekan-nekan lagi ponselnya...

Di kantor pusat ketenteraan Jakarta...

" Siapa yang selama ini lancang menolak permohonan dan acak-acakan menempatkan penempatan Kom. Dr Agnes??!!" Sunny berteriak karna baru mengetahuinya kerana Sunny adalah komandan di bagian general service & medic di kantor pusat ketenteraan.. Semuanya diam.. Lalu Sunny mendekati Jesica...

" Jangan kamu berani-berani nyusahin mereka.. Kamu harus sadar diri.. Kamu itu bisa ada di sini karna kamu cucunya jenderal.. Aku berani bertanggungjawab atas apa yang akan aku lakuin..." lalu pergi ke ruangannya...

" Aku harus cepat.. Jangan sampai mereka ketemu..." sambil menekan-nekan komputernya dan menggigit kukunya..

" Hah?? Apa yang terjadi??" Jesica menekan-nekan komputernya tetapi tidak bisa karna dia sudah tidak bisa akses...

" Agnes!!" Monica nerobos masuk ke ruangan Agnes yang sedang tidur di sofa..

" Permohonan kita diterima pindah penempatan.."

" Mon.. Apa ini akan menjadi yang ke 65 kalinya.. Benarkan.. Apa dia masih hidup?? Atau apa dia sudah mati?? Selimut ini bisa jadi saksi kalo sekali pun aku enggak pernah ketemu sama dia.." lalu menutup matanya...

" Kom. Dr Ag!! Kita kedatangan tentara yang cedera lalu membuat kebisingan.." salah satu suster memanggil Agnes di ruangannya

" Berapa orang?? Separah apa??" sambil mengikat rambutnya..

" 2orang tidak terlalu parah 3 orang itu sepertinya parah karna berteriak..."

" Apa alasan mereka datang ke sini??" sambil meminum susu...

" Mereka terjatuh dari gedung latihan mereka..."

" Haaahhh.. Ayo pergi.." sambil memakai sarung tangannya..

" Aaaarrhhh" teriakan dari tentara yang sedang kesakitan.. Agnes mendekatinya.. Lalu menekan perutnya.. Tentara itu berteriak..

" Cuba berikan dia roti dan susu.. Lalu periksa lagi perutnya.. Bisa dilihat dia butuh makanan.." lalu menuju ke satu tentara lagi

" Tolong.. Tolong.." suara dari tentara yang tangannya bengkok.. Agnes menyentuh sedikit bagian-bagian tangan lalu melihat ada bekas lilitan tali..

" Kreeekkk" bunyi tulang tangan tentara itu yang ditarik tiba-tiba lalu dipusingkan oleh Agnes..

" Tolong lakukan sinar-x ke tangannya lalu bisa digips.." Agnes menuju kepada tentara seterusnya...

" Jangan ganggu aku bodoh!! Kakiku sakit tidak bisa merasakan apa pun.. Bodoh!!" Agnes melihat kakinya yang dia katakan tidak merasakan apa pun lalu melihat wajah tentaranya...

" Kom. Dr Ag.. Dia dari tadi berteriak.. Lalu menjatuhkan segala peralatan medis juga..." berbisik kepada Agnes..

Agnes mendekatinya dan menunduk untuk melihat lebih jelas.. Terlihat ada sedikit serpihan besi berkarat yang terkena pada lukanya...

" Tuan.. Harap bertenang... Dan jangan bergerak.." Agnes mengambil alat ingin mengeluarkan serpihan yang dilihatnya.. Tapi tentara itu bersikap berlebihan...

" Bajingan.. Kakiku sakit karna tidak bisa merasakan apa pun... Sekarang apa yang ingin kamu lakukan!! Sialan dasar dokter gila!!" lalu menendang tangan Agnes dan melempar peralatan medis ke arah Agnes... Hingga melukai tangan kiri Agnes...

" Haaahhh..." Agnes memegang kepalanya lalu mendekati tentara yang berbuat onar itu..

" Pllaaaaaaakkkk!!" suara tamparan keras tepat di wajah tentara itu.. Lalu menusuk pahanya dengan jarum yang berisi obat penenang...

" Tuan.. Apa kamu sudah merasa sakit??" Agnes bertanya dengan wajah datar seperti tidak ada yang terjadi...

" Yaa sakit.." jawab tentara itu sambil mengangguk kepalanya..

Semua yang ada di ruangan terdiam melihat ke arah Agnes.. Tentara yang kesakitan juga terdiam...

" 30menit waktunya untuk dia istirahat.. Dan liat luka di kakinya sepertinya ada serpihan yang membuat dia tidak merasakan kakinya... Setelah sadar dia pasti udah siuman.. Dia hanya panik saja.." lalu pergi ke kasur seterusnya..

" Saya sudah baikan.. Saya sudah dirawat.." jelas tentara itu.. Agnes tersenyum sinis lalu pergi.. Dan membuang sarung tangannya....

" Apa barusan dokter itu menamparku??" tanya tentara itu..

" Itu Kom. Dr Agnes.. Jadi wajar kalo dia sedikit kasar.. Benar dia dokter gila di sini.. Jadi sila berbaring lalu tutup mata..." salah seorang dokter lain

Agnes yang berjalan keluar dari ruang darurat hanya dengan memakai seragam t-shirt, seluar tentara dan sepatu bootsnya menuju ke meja pendaftaran...

" Suruh saja kapten kamp Canberra untuk bertemu Let. Dr Mon..."

" Itu bukan dari kamp Canberra kom.. Mereka dari kamp militer Melbourne.. Lalu Let. Dr Mon sedang menjalankan operasi ringan..."

" Terserah!! itu dari kamp militer manapun.. Berikan kepada Let. Dr Mon..." lalu pergi..

" Permisi.. Saya kolonel yang bertanggungjawab.. Apa kita bisa bicara??"

" Enggak.. Sila bicara sama Let. Dr Mon.."

" Supaya saya bisa membawa mereka pulang.." jelas kapten itu.. Agnes melihat ke arah kolonel yang menutup separuh wajahnya itu lalu tiba-tiba seperti melihat Kelvin.. Agnes mengerut kedua keningnya lalu memegang kepalanya...

Agnes tidak bicara lalu terus berjalan menuju ke ruangannya.. Kolonel itu mengikuti Agnes sampai ke ruangannya..

Agnes mencuci tangannya lalu membersihkan lukanya.. Dan mengoles dengan salep.. Agnes mengambil kain pembalut lalu membalut sendiri luka di tangannya... Kolonel itu ingin membantu..

" Jangan sentuh saya!!!" tegas Agnes lalu membalut lukanya sehingga siap..

" Nes!!" Monica tiba-tiba masuk ke ruangan Agnes..

" Bagus kamu sudah datang.. Uruskan laporan pasien kamu sendiri.. Lalu bawa kolonel ini pergi.." Agnes berdiri lalu berbaring di sofa menarik selimutnya dan tidur...

" Kom. Dr Agnes.. Terima kasih lalu sampai jumpa lagi..." kolonel itu bicara kepada Agnes..

" Enggak akan ketemu lagi.. Silakan keluar..." Agnes bergumam...

Kolonel itu mengikuti Monica..

" kolonel maafkan teman saya.. Ini bukan waktunya masuk kerja.. Pasti suster yang memanggilnya... Dia adalah ketua di rumah sakit ini jadi dia sedikit kasar.." Monica ngomel sambil melihat laporan-laporan tentara yang di bawa ke rumah sakit...

" Kenapa dia bisa menjadi sekurus itu?? Apa dia sakit??" kapten itu bertanya kepada Monica.. Monica melihat ke arah kapten itu..

" Bukan seperti itu.. Dia hanya..." Monica terhenti karna kolonel itu mulai membuka penutup wajahnya...

" Let. Dr Monica.. Ternyata kalian di sini..." Kelvin bicara Monica diam beberapa saat lalu berdiri

" Kamu.. Kamu teman yang tidak berguna!!" lalu mendorong bahu Kelvin

" Apa dia tau soal itu??"

" Enggak.. Karna dia tidak ingin tau.. Dia benar-benar sudah nyerah.."

" Kalo gitu besok kalian akan dijemput.. Saya akan nunggu kalian di kamp..." lalu berdiri

" Pantesan kamu sering di sumpahi olehnya.." Monica duduk di kerusinya sambil melihat Kelvin.. Kelvin hanya diam lalu keluar dari ruangan Monica

Monica masuk ke ruangan Agnes.. Melihat Agnes sedang minum lalu memakan roti...

" Nes.. Besok kita akan di pindahkan di penempatan yang baru lagi.. Apa kamu sudah tau?? Kamu enggak lupa kan??"

" Mon.. Aku udah enggak mau tau di mana pun aku ditempatkan.."

" Apa kamu udah nyerah?? Sebenarnya... Besok..."

" Lalu aku akan merapikan bajuku.." Ucap Agnes lalu berdiri ingin keluar dari ruangannya.. Beberapa saat kemudian balik lagi ke meja lalu membuka lacinya... Agnes mengambil kotak cincin yang dia bawa kemana-mana selama ini tapi tidak pernah memakainya...

" Aku bukannya nyerah.. Aku hanya butuh istirahat saja.. Karna yang lebih penting aku harus tetap hidup untuk menyelamatkan nyawa orang lain.. Jadi kamu gak perlu khawatir.. Makasi udah sering bersamaku.. Kamu emang sahabatku sampai kapan pun..." sambil berdiri di samping Monica dan menepuk-nepuk bahu Monica lalu pergi meninggalkan ruangannya...

Kamp militer sempadan Melbourne....

Agnes, Monica dan beberapa dokter biasa sampai di kamp militer tersebut....

Agnes yang memakai penuh seragam tentaranya sambil memakai kacamata hitam turun dari mobil yang menghantar mereka... Mereka di sambut tentara yang lainnya..

" Hormat Kom. Dr Agnes.. Selamat datang.. Terima kasih kerana sudi datang ke kamp kami.. Saya Kapten Dirga akan memandu untuk ketemu kolonel.." sambil hormat..

Tiba-tiba Kelvin datang dengan seragam tentaranya untuk menyambut kedatangan rombongan medis..

" Hormat Kol. KV!!" semua tentara tunjuk hormat kepada Kelvin

" Hormat Kom. Dr Agnes.. Saya Kol. Kelvin akan membawa kalian ke gedung rumah sakit.." sambil berdiri di hadapan Agnes.. Agnes hanya bediri beberapa saat sambil melihat Kelvin..

" Plaaaaaaaaaaaakkkk" bunyi tamparan keras di pipi kelvin

" Kol. KV!!" semua tentara yang melihat kaget termasuk kelompok medis... Kelvin hanya mengangkat tangannya memberi kode selamat...

" Kapten!! Hantar kami ke gedung medis..." Agnes pergi lalu kapten menepuk-nepuk bahu Kelvin dan mengiringi mereka...

" Kolonel.. Apa kalian pacaran?? Tato kalian terlihat persis.. Tamparan tadi pasti sakit karna itu terus dari tangannya.. Kemaren Kom.Dr Agnes itu juga menampar saya..."

" Itu karna kamu membuat ulah.."

" Lalu apa kol juga membuat ulah??"

" Diam!!!.. Dan mulai sekarang jangan memasak apa pun yang ada jamur.. Kom. Dr Agnes enggak bisa makan jamur..."

" Itu bagus!! Biar dia kesakitan.. Ini waktunya balas dendam..." sambil tertawa kecil

" Ingat!! Tidak ada jamur.. Kalo enggak aku sendiri yang akan membunuhmu.." tegas Kelvin lalu pergi...

" Ternyata kehidupanku emang sulit.. Tamparannya sakit juga.." sambil memegang pipinya...

" Ko. KV... Pipi anda merah.. Apa sebaiknya di obati dulu..." salah satu letnan yang mengikuti Kelvin di sampingnya..

" Enggak usah.. Ini emang obatnya.."

" Tapi kenapa Kom. Dr Agnes menampar anda??"

" Kom. Dr Agnes adalah teman dekatku..." sambil berjalan menuju gedung rumah sakit...

Saat sampai di gedung medis.. Agnes sudah sibuk dengan rapatnya bersama kelompok medis lainnya...

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!