Suatu hari hidup seorang pangeran bernama Afnan Azkiya yang mendapatkan julukan pangeran tertampan di dunia dan dia bertunangan dengan putri kerajaan paling cantik di benua manusia.
namun konflik antara kerajaan mereka terjadi karena ada Kerajaan yang telah menipu kerajaan tunangannya dengan surat palsu agar mereka berperang yang membuat kerajaan sang pangeran hancur lebur dan dia dijadikan selir pertama laki-laki di dunia dengan penuh hinaan dan ejekan namun suatu hari ternyata kebenaran terungkap yang membuat sang pangeran mencari kerajaan mana yang bersengkongkol untuk membuat kedua kerajaan berperang.
Inilah kisah seorang pangeran yang mencari kerajaan yang membuat kedua kerajaan berperang namun siapa sangka ternyata sang pangeran memiliki takdir yang lebih sulit daripada itu yang membuat dia harus melawan seluruh dunia,takdir apakah itu? ikuti kisah sang pangeran yang menantang seluruh dunia demi membalas dendam keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEZA KUSUMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KERAJAAN GLIMMER WOOD
Perbatasan kerjaan Glimmer Wood
Terlihat seorang pria dan wanita menuju ke daerah kerajaan tingkat bawah bernama kerajaan Glimmer Wood yang tidak terkenal sama sekali namun selalu menyimpan rahasia dengan baik.
Wanita berpakaian hijau berkata dengan lembut "kita sudah sampai Bahir Azkiya sekarang tujuan kita untuk apa?."
Afnan Azkiya menjawab dengan lembut dengan lembut " kita akan menjadi orang sederhana yang mencari beberapa koin emas untuk makan namun bila kamu tidak kuat untuk menahan lapar aku sudah menyiapkan makanan banyak di sihir penyimpanan ku."
Afnan Azkiya berkata dengan tegas "kamu harus memanggilku Kaka dan bila ada yang bertanya kita seorang yatim piatu yang susah mencari makan."
Anisa Dela mengangguk dan mukanya memerah berkata dengan malu " baik Kaka aku akan mendengarnya."
Afnan Azkiya berkata dengan lembut "kalau kamu tidak terbiasa memanggil Kaka panggil saja Bahir."
Anisa Dela mengangguk dan berjalan bersama menuju ke daerah kerajaan Glimmer Wood dengan nama palsunya berjalan dengan santai bahkan selalu di lihat dengan hina karena mereka melihat Afnan Azkiya dan Anisa Dela seperti anak miskin yang selalu mencuri.
Afnan Azkiya menyewa gubuk yang sudah tua dengan 20 koin emas setiap bulannya untuk menunggu pendaftaran Prajurit tingkat rendah karena tidak ingin terlalu menonjol agar rencana mereka berhasil.
Malam pun tiba.
Afnan Azkiya bersama Anisa Dela sedang menyusun rencana dengan rapih agar tidak ketahuan oleh kerajaan penguasa manusia yang namanya tidak diketahui.
Afnan Azkiya berkata dengan lembut " Anisa kita akan diam di sini selama beberapa bulan karena aku mendengar pendaftaran Prajurit tingkat rendah akan dimulai 1 bulan lagi."
Anisa Dela mengangguk berkata dengan lembut "baik seperti itu tapi kita harus mencari pekerjaan agar kita terlihat seperti orang miskin namun aku takut ada bandit yang menggoda ku."
Afnan Azkiya berkata dengan lembut "tenang saja bila ada bandit yang menggoda mu aku akan langsung membawa ketempat sepi dan langsung menebasnya."
Afnan Azkiya bersama Anisa Dela tidur bersama di gubuk tua dengan nyenyak meskipun Anisa Dela sudah terbiasa tapi Afnan Azkiya belum terbiasa tapi dia terpaksa harus terbiasa.
Pagi pun tiba.
Tiba-tiba gubuk tua yang disewa diserang beberapa bandit yang meminta koin emas dengan alasan keamanan namun Afnan Azkiya langsung tanpa melirik mereka dan langsung memberikan sesuai yang di inginkan 10 koin emas.
Namun para bandit masuk dengan sembarang dan melihat Anisa Dela yang berpenampilan yang cantik membuat para bandit mengeluarkan air liur yang banyak dan senyuman cabul yang membuat Anisa Dela ketakutan.
Bandit bermuka monyet berkata dengan menggoda " gadis cantik kenapa kamu sama pria ini lebih baik sama paman saja akan jauh lebih aman."
Anisa Dela mendekati Afnan Azkiya bertanya dengan ketakutan "Kaka ada pria jahat disini apa yang perlu kita lakukan."
Afnan Azkiya berkata dengan dingin "kita bunuh saja karena bajingan seperti ini tidak layak hidup."
Para bandit tertawa terbahak-bahak pemimpin Bandit berkata dengan mengejek "hanya kamu apa ini lelucon yang lucu lebih baik kamu jadi anjing yang melarikan diri."
Afnan Azkiya tertawa mengejek berkata dengan acuh tak acuh "lebih baik kalian pergi kalau tidak ingin menyesali seumur hidup kalian."
Para bandit berkata dengan sombong " lebih baik bunuh saja dia dan si cantik kita akan bermain dengan secara perlahan-lahan hahah."
Afnan Azkiya tanpa mendengar langsung menebas dengan cepat dengan sihir listriknya membuat puluhan para bandit lansung mati tanpa sedikit pun suara hanya saja Afnan Azkiya menyisakan satu yaitu pemimpin para bandit.
Afnan Azkiya berkata dengan mengejek "jadi sekarang siapa yang jadi anjing melarikan diri dengan ekornya."
Pemimpin bandit berkata dengan ketakutan "aku,aku anjing yang lumpuh."
Afnan Azkiya tanpa basa basi langsung menyerap jiwa pemimpin yang membuat terdengar teriakan pemimpin bandit dengan keras
"ahhhhhhh kamu monster kamu bukan manusia."
Afnan Azkiya berkata dengan dingin "iya aku monster jangan mencoba provokasi ku lagi di kehidupan selanjutnya sebelum menyerang orang lain lihat dulu siapa yang Kamu serang."
Anisa Dela "..."
Afnan Azkiya mengeluarkan dua teguk darah yang membuat Anisa Dela khawatir dan langsung memeluk Afnan Azkiya tanpa ketakutan sedikitpun setelah melihat Afnan Azkiya menyerap jiwa manusia tanpa tersisa.
Afnan Azkiya bertanya dengan lembut "apa kamu ketakutan saat aku menyerap jiwa manusia yang sudah lemah?."
Anisa Dela menggelengkan kepalanya menjawab dengan lembut "tidak apa sebenarnya aku juga tahu kamu keturunan sucubus istrimu pernah membicarakan nya saat itu."
Afnan Azkiya terkejut bertanya dengan tenang "kenapa istriku tahu aku keturunan sucubus?."
Anisa Dela menjawab dengan lembut " saat kalian pergi berduaan saja istrimu melihat wujud sucubus mu saat kamu mencoba mengendalikan sihir air dia sebenarnya bangun dan memantau mu selama beberapa menit namun dia pergi dan dia tidak terkejut sama sekali hanya berkata kepadaku 'suamiku menyimpan banyak rahasia dan juga bebannya sendiri jadi bila dia sedih tolong bantu dia,'itu yang dia katakan'."
Afnan Azkiya "..."
Afnan Azkiya bergumam dengan sedih"benar saja istriku sudah tahu tentang diriku."
Afnan Azkiya bersama Anisa Dela pergi ke perkotaan untuk mencari pekerjaan untuk mendapatkan beberapa koin emas namun mereka setelah mencari beberapa jam tidak menemukannya.
Para rombongan kerajaan Glimmer Wood yang sedang mengawal putri kerajaan dan para pangeran Afnan Azkiya menarik Anisa Dela yang sedang di tengah jalan langsung menyingkir ke pinggir dengan cepat karena tidak mau ada masalah sama sekali.
Saat putri kerajaan Glimmer Wood melirik sekilas Afnan Azkiya jantungnya lansung berdetak kencang karena melihat ketampanan nya meskipun sudah memakai ramuan kejelekan tetap saja Afnan Azkiya tetap tampan bisa di sebut 2 langkah di belakang dirinya sendiri dan putri kerajaan Glimmer Wood berpikir mirip seperti Afnan Azkiya yang terkenal karena penampilannya meskipun begitu Afnan Azkiya tidak tertarik dengan putri kerajaan Glimmer Wood dan langsung pergi bersama Anisa Dela.
Para pangeran yang melihat adiknya terpukau dengan Afnan Azkiya yang sedang menyamar menegurnya dengan keras "kamu tidak boleh berhubungan dengan dia ingat itu adikku."agar tidak berhubungan dengan rakyat miskin seperti Afnan Azkiya yang sedang menyamar namun sebenarnya kekayaan Afnan Azkiya bisa membeli seluruh pembunuh bayaran untuk menghancurkan kerajaan Glimmer Wood tanpa sisa sedikitpun.
Afnan Azkiya bersama Anisa Dela mencari pekerjaan terus menerus dan akhirnya menemukan sebagai pencari kayu dan penebang kayu untuk membuat kerajinan dengan upah yang sedikit 3 koin emas setiap harinya.
Yang membuat Afnan Azkiya merasa perihatin kepada rakyat miskin yang perlu makan hanya mengandalkan uang 3 koin emas untuk bertahan hidup setiap harinya.
Namun Anisa Dela tidak terkejut sama sekali karena dia pernah mengalami nya saat masih ada ibunya yang mati karena penyakit dan kelaparan tanpa di bantu orang lain hanya terus memohon bahkan dia bersedia bekerja seperti kuda namun semua orang mengusirnya dengan kasar dan selalu di lemparkan sampah yang membuat dia hidup dalam penghinaan dan ejekan orang lain itulah masa paling kelam setelah ibunya meninggal ayahnya mulai menjadi bandit dan selalu merusak barang-barang orang lain dan juga merampok.
Afnan Azkiya berkata kepada penjaga toko kayu "baiklah kalau begitu kami menerima pekerjaan ini."
Penjaga toko kayu berkata dengan tegas "kalau begitu kalian cari kayu dan membawanya kesini."
Afnan Azkiya mengaguk dan Anisa Dela di simpan di toko untuk membuat kerajinan kayu dan juga patung yang terbuat dari kayu.
Afnan Azkiya pergi dengan santai setelah keluar dari kota Afnan Azkiya langsung menggunakan teknik listriknya dan memotong puluhan kayu dengan cepat.
Afnan Azkiya yang terbiasa mengangkat kayu berat merasa ringan sama sekali karena dulunya dia di latih oleh ayah dan ibunya setiap hari harus mengangkat 2 pohon besar dengan kekuatannya meskipun begitu Afnan Azkiya tidak mengeluh sama sekali.
Afnan Azkiya kembali ke toko kayu dan langsung membawa satu batang pohon yang besar membuat semua orang terkejut karena pohon yang di bawa Afnan Azkiya sangat lah berat dan hanya membawa dengan kedua tangannya tanpa bantuan orang lain.
Afnan Azkiya mengelap keringatnya berkata dengan lembut "ini dia tuan kayu yang anda minta."
Penjaga toko kayu berkata dengan terkejut "kamu membawa kayu sebesar ini sendiri dan hanya 10 menit."
Afnan Azkiya berkata dengan santai "tentu saja dulu ibuku menyuruh membawa 2 batang pohon kayu untuk melatih kemampuan ku agar kuat dan tidak bisa ditindas orang lain meskipun miskin."
Penjaga toko kayu berkata dengan lembut "baik kalau begitu ini kayu bisa sampai 1 Minggu jadi tugas kamu sekarang membantu adik mu untuk membuat kerajinan."
Afnan Azkiya mengaguk dan langsung masuk untuk membuat kerajinan dan di sana Afnan Azkiya melihat Anisa Dela yang sangat terampil membuat kerajinan kayu dan patung hanya saja dia terlihat sedih karena mengingat ibunya bahkan dia membuat patung yang mirip dengan ibunya yang dia ingat.
Afnan Azkiya bertanya dengan lembut "Adikku kenapa kamu begitu sedih?."
Anisa Dela menjawab dengan sedih "aku merindukan ibu tapi dia sudah mati bila saja ada yang mau menolong hari itu juga pasti dia tidak akan mati."
Afnan Azkiya memeluk Anisa Dela berkata dengan lembut "adikku kita harus sabar dalam hidup meskipun kita miskin ataupun kaya apa bedanya hanya saja perbedaannya bila kaya mendapatkan banyak makanan namun mereka tidak bebas namun bila miskin kita bisa hidup bebas tapi tidak dengan makanannya."
Anisa Dela mengangguk dan membantu Afnan Azkiya cara membuat kerajinan kayu baru beberapa menit belajar Afnan Azkiya sudah mahir dalam membuat patung kayu dan juga kerajinan kayu dan Afnan Azkiya membuat patung kayu Bella Caily yang sangat benar-benar mirip.
Setelah beberapa jam akhirnya pekerjaan Afnan Azkiya dan Anisa Dela selesai dan di beri upah 10 koin emas karena membantu dengan cepat yang membuat mereka dapat bonus.
Afnan Azkiya ingin membeli roti dan harganya 5 koin emas Afnan Azkiya membeli dua roti untuk dirinya dan Anisa Dela agar Anisa Dela tidak kelaparan meskipun begitu Afnan Azkiya menghela nafas berat karena untuk bertahan hidup menjadi orang miskin tidak mudah mungkin juga sangat sulit untuk makan saja tidak cukup.
Meskipun begitu Afnan Azkiya tidak mengeluh dan langsung pergi ke gubuk mereka yang sangat tua.
Gubuk Afnan Azkiya dan Anisa Dela
Afnan Azkiya yang menghitung uang untuk membayar sewa gubuk sudah cukup meskipun mereka berdua harus menahan kelaparan.
Meskipun begitu Afnan Azkiya selalu menyediakan banyak makanan di penyimpanan sihirnya bila Anisa Dela masih kelaparan dan juga dia ingin terus merasakan menjadi miskin agar merasakan betapa sulitnya hidup menjadi orang miskin.
____________________
Di gunung yang sangat tinggi terlihat wanita cantik berpakaian ungu sedang meminum teh untuk menunggu informasi Tentang Afnan Azkiya.
Pelayanan wanita berpakaian biru berkata dengan lembut "tuan kami mendengar rumors ada pria tampan yang berada di kerajaan Glimmer Wood dan semua orang membandingkan nya dengan Afnan Azkiya namun perbedaannya dia 2 langkah lebih jauh dari Afnan Azkiya."
Wanita berpakaian ungu berkata dengan tenang "oh ternyata ada juga pria tampan di kerajaan tingkat rendah seperti itu."
Pelayanan wanita berpakaian ungu "benar tuan dan namanya Bahir Azkiya dia seorang pria yatim piatu dan miskin dia juga memiliki adik bernama Anisa Dela dan mereka selalu bekerja di tempat kerajinan kayu."
Wanita berpakaian ungu berkata dengan acuh tak acuh "baiklah kalau dia dua langkah di belakang Afnan Azkiya kamu cari informasi tentang dia semuanya."
Pelayanan wanita berpakaian ungu berkata dengan lembut "baik tuan kami akan mencari informasi tentang dia." kemudian pelayanan wanita berpakaian ungu pergi.
Wanita berpakaian ungu bergumam dengan centil" ada lagi pria tampan di kerajaan tingkat rendah bila aku mendapatkan nya aku ubah dia jadi selir dan untuk Afnan Azkiya aku harus mendapatkan nya apapun yang terjadi untuk dinikahinya hihi."