Nayla, gadis yang dibesarkan di panti asuhan harus bekerja keras memenuhi kebutuhan adik-adik pantinya. Suatu hari dia bertemu dengan wanita kaya raya yang menyuruhnya untuk menikahi putranya.
Awalnya Nayla menolak, karena dia sudah berjanji pada teman masa kecilnya. Tapi karena suatu keadaan dia terpaksa menyetujuinya.
Akankah kehidupan rumah tangga Nayla bahagia, ketika rumah tangga yang di bangun berusaha di rusak oleh sang mertua yang awalnya menjodohkannya?
Bagaimana nasib Nayla, saat sahabatnya berubah menjadi musuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Ifan
Nayla mondar-mandir di dalam kamar, saat Alvin tidak kunjung pulang. Padahal hari sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Alvin saat ini. Apalagi tadi dia pergi dengan keadaan marah.
"Al, dimana kamu?" batin Nayla.
Akhirnya Nayla memutuskan untuk keluar dari rumah mencari Alvin.
Nayla berjalan menyusuri jalan untuk mencari keberadaan suaminya.
Dia memang tidak pernah tahu tempat yang biasa Al datangi karena memang dia tidak mengenal Alvin dengan baik.
Dia bersedia menikah dengan pria itu juga demi adik-adik pantinya.
Di tengah dia mencari, Nayla bertemu dengan Ifan kakak dari sahabatnya Vita.
"Nay,kamu di sini?" tanya Ifan bingung.
Apalagi kosan tempat Nayla tinggal cukup jauh jaraknya dari tempat tersebut.
"Kak Ifan. Nay, sedang mencari seseorang Kak" jawab Nayla
"Siapa?" tanya Ifan lagi.
" Nay mencari su...," Nayla terdiam, hampir saja dia keceplosan.
Bukankah mertuanya meminta pernikahannya dirahasiakan dari siapa pun. Dan itu juga sudah menjadi kesepakatan antara dirinya dan Alvin suaminya.
"Mencari su?siapa?" tanya Ifan penasaran.
"E...maksud Nayla, kucing tetangga yang bernama su" jawab Nayla berbohong.
"Sampai ketempat ini?" tanya Ifan menekankan.
"Iya" jawab Nayla.
Ifan memperhatikan sekelilingnya dan hal yang sama dilakukan oleh Nayla.
Nayla baru menyadari hal yang membuat Ifan terheran.
"aduh Nay, inikan kompleks perumahan elite.Kak Ifan pasti heran kenapa Nay bisa berada di tempat ini"
"E...itu Kak, tadi Nay habis mengantar pesanan pelanggan sambil membawa kucing tetangga yang bernama su. Tapi di tengah jalan kucing itu hilang."
Jawaban Nayla malah membuat Ifan semakin bingung, pasalnya ini sudah tengah malam.
"kamu yakin, Nay?"
"E...Sebenarnya tadi Nay ikut membantu di acara resepsi, Kak. Kebetulan acaranya di sekitar sini"
"O...tadi kenapa kamu bilang sedang mencari kucing?"
"Soalnya Nay takut Kak Ifan bilang sama Vita terus Vita ngadu sama Bu Retno. Bu Retnokan nggak ngizinin Nay kerja sampai malam," jawab Nay yang terpaksa kembali membohongi Ifan.
Ternyata sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan lain benar adanya.
Buktinya Nayla kembali berbohong untuk menutupi kebohongannya kepada Ifan.
"Kamu kira aku tukang ngadu? Tapi Bu Retno itu benar Nay, kamu nggak harus bekerja keras seperti ini. Kamu juga harus menjaga kesehatan kamu,"
"Iya,Kak."
"Ayo aku antar kamu pulang, tidak baik seorang gadis jalan sendiri apalagi tengah malam gini!" ajak Ifan.
Nayla terpaksa menerima tawaran Ifan karena tidak mau Ifan curiga.
Nayla masuk ke dalam mobil milik Ifan. Ifan mulai menyalakan mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan sedang.
"Apa kamu sudah bertemu dengan pangeran kecilmu itu Nay?" tanya Ifan
"Belum, Kak. Tapi sepertinya Nay sudah menyerahkan Kak. Nay tidak mau mencari dia lagi," jawab Nayla dan terpancar kesedihan dari wajahnya.
Ifan senang mendengarnya, karena sejujurnya sudah lama Ifan menaruh hati kepada Nayla. Tapi dia menyembunyikannya karena Nayla bilang akan mencari cinta masa kecilnya.
Nayla menatap ke luar kaca jendela, saat ini pikirannya tertuju pada Alvin.
"Dimana kamu Al? Aku tidak bermaksud membuatmu terluka" batin Nayla.
Ifan menatap Nayla yang duduk di sampingnya. Dia tahu kalau gadis itu pasti sedang memikirkan sesuatu.
Tidak lama ponsel Ifan berdering, dia mendengus kesal saat tahu yang menghubunginya adalah bosnya.
"Iya, Al," jawab Ifan
"____"
"iya"
"____"
"Iya 30 menit lagi aku kesana,"Ifan kemudian menutup telponnya.
" Siapa Kak?" tanya Nayla
"Biasa, my bos," jawab Ifan
"Oh..."
Akhirnya mereka sampai di depan kosan Nayla.
"Terimakasih ya Kak," ucap Nayla kemudian turun dari mobil milik Ifan.
"Ingat langsung tidur Nay, angan kamu forsir tenaga kamu," Ifan memperingatkan.
"iya, sekali lagi makasih Kak," ucap Nayla.
Nayla menatap kepergian Ifan, setelah di rasa jauh Nayla segera memesan taksi online untuk kembali ke rumah suaminya.
suka banget, walopun sebel banget sama karakter Vita di novel ini.. 😡
semoga sehat selalu ya kak..
mau baca karya2mu lainnya, bikin nagih soalnya..
semangat terus untuk berkarya ya kak.. 💪🏻😘🥰
APA -APAAN INI ???!!!
semoga bs baca ampe tamat.