NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Athira Ardillah

Sebuah cerita hidup perjuangan Nadia, Seorang wanita berusia 18 tahun yang rela mengikat dirinya dengan menikahi laki-laki kaya raya demi keluarganya di panti asuhan sejahtera. Dia menikah tanpa dicintai dan diinginkan.

Merasa menjadi orang ketiga, apakah Nadia mampu bertahan di sangkar indah yang dibuat suaminya ataukah berhasil melepaskan diri dan memulai kehidupan yang dia inginkan dari awal lagi ?

Kisah hidup Nadia akan kita mulai sebentar lagi, dibumbui dengan cerita manis, mengharukan dan penuh air mata yang membuat hati sesak. Karena satu persatu rahasia dan orang masa lalu kembali menghantui kehidupan mereka. Mampukah mereka bertahan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athira Ardillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng

Nadia terbangun dari tidurnya ketika cahaya matahari mulai menyeruak masuk kedalam matanya yang masih tertutup. "Uahhmmm.. " ucapnya yang sudah terduduk dengan masih menggerak-gerakkan tangan ke kanan dan ke kiri.

Manik matanya melihat keluar jendela yang sudah terlihat sangat terang, "Hahh jam berapa ini?? kok bisa bangun kesiangan sampai gak sholat subuh, duh pasti keenakan tidur di kasur empuk kayak gitu mana dingin lagi pakai AC," masih dengan gerutu-gerutu pagi nya ia sambil bergegas menuju kamar mandi dengan kaki sedikit pincang untuk mengambil wudhu.

Nadia segera melaksanakan sholat subuh, ia sangat tenang dengan gerakan-gerakan sholatnya, mukenah yang ia pakai tetaplah mukenah yang sama yang ia pakai di panti asuhan Sejahtera.

"Ya Allah terimakasih untuk kejutan tak terduga yang engkau berikan kepadaku, dia memang terlihat kasar dan sering mengatai ku tapi aku merasa bersyukur laki-laki itu yang menikah denganku, lancarkan segala urusannya dan bahagiakan dia karena sudah menolongku,"

Setelah ia selesai dengan kegiatan sholatnya ia melanjutkan membaca Al-Quran yang sempat ia bawa dari panti, baru setelah itu ia melipat dan mengembalikan mukenah ke tempat semula, Nadia sangat rapi dan teliti untuk hal-hal di sekitarnya.

Gadis itu melihat jam yang ada di layar handphone ny, sudah pukul 6.00, batin Nadia.

"Aku harus melihat sekeliling dan bertanya beberapa hal agar tidak kebingungan mencari bahan makanan seperti kemaren malam, tapi kakiku masih terasa sakit dan sedikit ngilu," ucapnya sembari memijit pergelangan kakinya.

"Oke lah, hanya luka seperti ini, sebelumnya juga lebih parah, semangat Nadia ca ca ca," ucap Nadia menyemangati diri sendiri lalu tersenyum.

Nadia keluar dari kamar dengan langkah senormal mungkin, ia melihat sekeliling dan segera turun dari tangga karena banyak pelayan yang sedang memasak dan bersih-bersih.

"Kenapa kalian tidak membersihkan bagian atas juga ?" tanya Nadia.

"Jika tuan muda sedang ada di rumah, kami akan membersihkan area atas jika tuan muda sudah berangkat bekerja nona," jelas salah seorang pelayan.

"Kenapa ?"

"Karena tuan akan terganggu dengan kami nona," ucapnya.

"Apa yang membuatnya terganggu, kalian hanya bersih-bersih," tanya Nadia lagi.

"Karena suara kami nona," ucap salah seorang dari mereka.

"Kedepannya bekerja hanya dengan kekuatan kalian jangan dengan mulut kalian, siapa yang akan mempekerjakan seseorang yang hanya bisa ngerumpi," ucap Nadia kemudian berjalan pergi untuk menemui bibi Audrey yang terlihat di dapur.

"Baik nona," ucap mereka serentak.

"Kau sedang berperan seperti nyonya rumah ini Nadia ?" tanya Ibra yang sudah berdiri dengan gagahnya di pertengahan tangga.

Semua pelayan menunduk ketika melihat Ibra, mereka tidak berani untuk melihat wajah tampan tuan muda mereka.

"Aku tidak berperan, aku hanya memberi tahu mereka, untuk tidak bekerja dengan banyak bicara yang akan membuat om marah," jelas Nadia.

Ibra mengerutkan dahinya, gadis ini kadang terlihat seperti orang bodoh, kadang terlihat serius seperti ini, apa itu hanya topeng? yang mana dia yang sebenarnya? " batin Ibra bertanya-tanya mengenai sikap Nadia.

"Kalian semua pergilah, siapkan makanan!!" perintah Ibra tegas.

"Nadia ikut aku, ada yang harus kita bicarakan." ucapnya pada Nadia.

"Oke" ucap Nadia kemudian mengikuti langkah Ibra.

"Om bisakah berjalan lebih pelan sedikit, Nadia gak bisa ngimbangin langkah kaki om," ucap Nadia ketika rasa ngilu kembali terasa di pergelangan kakinya.

Ibra menoleh namun tetap tidak menghiraukan perkataan Nadia, ia bahkan semakin mempercepat dan memanjangkan langkahnya agar Nadia semakin kesulitan.

"Om sengaja kan? om selalu nakal !!" ucap Nadia yang tetap tak mendapat jawaban dari Ibra.

"Mungkin om mendadak budeg," ucapnya lagi sengaja memancing Ibra.

"Hey siapa yang kau katai budeg?" bentak Ibra dengan membalikkan tubuhnya menatap Nadia.

"Hehe.. jangan marah," ucap Nadia sembari meringis.

"Kau selalu membuatku kesal gadis kecil," ucap Ibra lagi.

"Om yang selalu mendiamkan aku," balas Nadia.

"Kau menyalahkan ku? " bentak Ibra.

Nadia hanya tersenyum, jika semakin di jawab Ibra akan semakin kesal, tapi om sangat lucu, dia mudah sekali marah untuk hal sepele. batin Nadia.

***

Rumah Besar Keluarga Attar

Rumah besar itu masih sangat tenang seperti biasanya, hiasan-hiasan pernikahan sudah tidak ada sama sekali, seperti tidak ada acara apapun malam itu. Attar segera bergerak cepat menggunakan kekuasaan nya untuk menghilangkan semua bukti yang memungkinkan untuk membuat keluarganya malu.

Aisyah dan Attar keduanya sudah bangun dan sedang duduk di taman belakang rumah tempat acara pernikahan putranya digelar semalam.

"Lusy, pak Mul kemari lah !!!" panggil Attar sedikit keras.

"Kenapa daddy mencari mereka sepagi ini ?" tanya Aisyah sambil menyeruput teh hangat di atas meja.

"Aku harus tau tentang Ibra dan menantuku," ucapnya lembut.

"Kau sangat menyayangi putramu," muncul senyum simpul di bibir Aisyah.

Attar hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, "putra kita, dia putra kita," ucapnya lagi.

"Kemana mereka ini, apa mereka mulai tidak mendengar ku," ucapnya kepada Aisyah.

"Kau sudah semakin tua dad, mungkin suaramu tidak cukup keras hingga mereka tidak mendengarnya, hahahah," goda Aisyah sambil tertawa melihat suaminya.

"Akan ku buktikan sekarang," seringai muncul di bibir Attar.

"Lusy, Mul kalian sudah tidak menginginkan pekerjaan ini?" teriaknya lantang sangat keras.

Tak lama Lusy dan pak Mul mendekat ke arah mereka. "iya tuan" jawab mereka bersamaan.

"Kalian sudah tidak ingin bekerja?" ucapnya lagi.

"Maaf tuan,"

"Bagaimana putraku ?" tanya Attar

"Tuan muda membawa nona Nadia kembali ke rumah utama miliknya tuan," ucap pak Mul.

Muncul senyum di bibir Aisyah setelah mendengar ucapan pak Mul, "Kau yakin putraku membawa Nadia pulang ke rumahnya ?" tanya Nadia lagi dengan semangat.

"Iya nyonya, tapi menurut pelayan kita yang menjadi mata- mata di sana beliau berdua tidur dalam kamar terpisah." tambah pak Mul.

"No, no kabar dia pulang ke rumah utama itu sudah cukup bagus, rumah itu memang khusus untuk wanita yang akan menjadi istri Ibra, berarti dia sudah menerima Nadia," ucap Aisyah semakin senang.

"Mencintai Nadia sangat mudah, gadis itu pintar, dia akan tau siapa lawan dan kawan dalam sekali lihat, ketelitiannya luar biasa dan tau bagaimana harus bersikap, hanya saja gadis itu masih tidak terlalu percaya diri ketika menjadi sorotan dan tampil di depan banyak orang," ucap Attar lagi dengan memegang dagunya.

"Tapi tuan," potong Lusy.

"Ada apa ?" keduanya menoleh melihat ke arah Lusy.

.

.

.

Jika kalian menyukai karya author jangan lupa beri dukungan like dan vote melalui koin atau poin ya.

Jangan lupa juga untuk klik favorit agar kalian bisa tau update cerita selanjutnya.

Terimakasih atas dukungan dan komentar positif teman-teman.

1
Rusmini Mini
dah gak sabar nih /Grin//Grin/
Rusmini Mini
kenapa gak di jadikan satu di sini aja thor
Rusmini Mini
Luna...perasaan kamu sm Rafael gimana...
Rusmini Mini
kpn bahagianya para anak buah Ibra
Rusmini Mini
emang ada ya bayi cowok yg posesif pd mak nya /Grievance//Grievance/
Rusmini Mini
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
Ibra jgn kejam dong ingat skrg kamu fah punya klg
Rusmini Mini
kasihan tp ini bwt pelajaran utk 2 dokter sombong itu rasain lu..../Smug//Smug/
Rusmini Mini
/Grin//Joyful//Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
kok dikit thor episodenya /Grimace//Grimace/
Rusmini Mini
ulo marani gebuk... mau panjang atau pendek karirmu dokter wiliam dan clarisa
Rusmini Mini
pacar Luna punya selingkuhan... dan dia...
Rusmini Mini
malah ikutan mulez ....
Rusmini Mini
ayo buruan ....keburu bayinya mbrojol di jln /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
bang bayik dgn bang El aja udh gak suka alias cemburu /Smug//Smug/
Rusmini Mini
mode tuan dan nyonya lagi sayang sayangan ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
gak ada visualnya thor
Rusmini Mini
ohmegot /Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
salam sayang jg thor ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
baru tenang dikit aja ada gangguan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!