Bagaimana jika jiwamu bertukar dengan orang yang sangat kamu benci, pria yang selalu mengolok-olok mu karena penampilanmu yang culun?!
Denada seorang siswi berkacamata tebal dengan kawat gigi dan buku ditangannya, Si Empat Mata adalah julukan yang sudah melekat dengannya. Habis habisan merasakan Bullying di Sekolah baik dari teman wanita ataupun pria. Seorang pria yang sangat ia benci bernama Rendra juga sering ikut mengerjainya.
Tiba-tiba mendapatkan accident dan bertukar jiwa dengan Rendra, semua kehidupan menjadi berputar sekarang?!
Bagaimana Denada menjalani kehidupan barunya dengan memakai tubuh pria, dan Rendra yang harus merasakan menstruasi untuk pertama kalinya?!
Read More...
Si Empat Mata Reborn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 | Denada Reborn.
Kelanjutan cerita kemarin...
"Salon kecantikan?!"
Matanya melotot mulutnya ternganga, untuk apa Rendra membawanya ke sini pikir Denada, dan untuk pertama kalinya pula dalam hidup Nada mendatangi tempat seperti ini. Ditambah lagi sekarang Ia memakai badan Rendra, apa guna laki-laki ke salon pikirnya dalam-dalam.
Rendra di sana terus tersenyum licik menatap Denada, dengan semua ide gila di kepalanya. Saat ini Rendra yang masih menggunakan atribut Denada lengkap dengan kacamata, kawat gigi, rambut kucir dua ditambah baju Sekolah lusuhnya mulai mengajak Denada masuk ke dalam salon kecantikan itu.
"Wooe, mau ngapain lo narik tangan gue?!"
"Lo liat aja nanti... "
Mereka melangkah ke dalam sana, Denada celingak celinguk tak jelas dan melihat sekeliling setibanya di dalam. Tak lama datang seorang wanita cantik yang langsung menyambutnya.
"Eh dek Rendra, tumben ke sini sendirian, mana Mamanya?!"
Ucap pemilik salon itu kepada Denada yang tegap berdiri dengan tubuh Rendra. Ternyata salon ini adalah salon langganan Mamanya Rendra, Rendra sering mengantarkan Mamanya ke sini sebelumnya tentu saja pemilik salon langsung menyapanya.
Denada yang dituding pertanyaan untuk Rendra tentu saja kebingungan, orang dia saja belum tau kenapa Rendra membawanya ke sini. Lantas dengan cepat Ia memelototi Rendra seraya memberikan kode keras.
"Ah, hai mbak saya Nada temannya Rendra, dia bilang mbak bisa make over saya jadi lebih baik, ini ATM Rendra pakai ini aja katanya, lakukan yang terbaik ya!"
Rendra kemudian langsung memotong dan berbicara dengan perawakan cupu Denada kepada pemilik salon itu, Ia to the point dengan niatannya ke sini sambil mengeluarkan ATM dari sakunya.
Sesaat pemilik salon itu terkejut dengan ucapan gadis cupu yang dilihatnya, Ia menatap baik-baik dari ujung kaki sampai kepala bentuk gadis cupu yang akan Ia perbaiki ini.
"Oh oke ini mah tantangan buat saya!" ucapnya.
Rendra mengerlingkan mata kepada Denada setelahnya, dan akhirnya Nada mengetahui juga maksud Rendra membawanya ke sini, Ia hanya bisa pasrah dan tak bergeming lagi saat Rendra melangkah masuk ke dalam dengan tubuhnya sambil mengikuti pemilik salon tersebut.
Denada kini duduk di sofa pengunjung menunggu Rendra selesai, waktu terus berjalan dan matanya mulai terkantuk-kantuk dengan tiupan AC dalam ruangan yang cantik itu.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Saat ini di ruang dalam Salon.
"Oh My God, this is bad, kayaknya di rombak total deh!"
Pemilik salon itu mulai mengerjakan pekerjaannya, Ia dengan cepat melepaskan kacamata gadis cupu yang duduk di kursi menghadap kaca besar salon itu. Tangannya juga sigap membuka ikatan rambut gadis itu.
Satt... Seett... Saatt... Seett...
Rambut Denada yang lebih dulu dirombak di sana, Rendra pun mulai terkantuk-kantuk menunggu pekerjaan itu selesai, Ia memejamkan mata sesaat dan tertidur sebentar.
Selang beberapa waktu,
"Oke rambutnya selesai, sekarang coba lihat giginya bentar dek?!"
Pemilik salon melihat gigi gadis cupu itu sesaat,
"Kayaknya udah rapi kok giginya, mending dilepas aja behelnya ya, nanti matanya dipakai softlens yang pakai minus!"
"Lakuin aja mbak yang penting hasilnya oke!"
Rendra berpasrah diri tak mau ambil pusing, Ia hanya menunggu hasilnya, pemilik salon terus dengan lincah menyiapkan semuanya dengan sempurna sampai akhirnya step terakhir dipasangkan softlens minus agar pengelihatan tetap jelas tanpa perlu menggunakan kacamata lagi.
"Oke pelan-pelan ya di kedip matanya!"
Rendra yang masih merasa gatal di mata sesaat setelah softlens itu terpasang pelan-pelan menyesuaikan, lalu kemudian Ia mulai menatap kaca besar salon di hadapnya.
"Seriously?!"
Rendra tercengang melihat pantulan diri Denada di cermin itu, penampilannya berubah 180 derajat, tak ada lagi kawat gigi dan kacamata besar, rambutnya juga tergerai dengan indah. Sesaat Rendra terdiam,
[Haha, berhasil gue, awas lo Lisa gue bales lo besok ya tunggu aja... Gila tapi cakep juga si Nada kalau dilihat-lihat, hiisss apaan sih otak gue!]
Rendra terus berfikir dan bergumam dalam benaknya sambil terus memperhatikan pantulan kaca itu. Tak lama Ia bergerak keluar menemui Denada yang dilihatnya kini sedang tertidur di kursi depan.
"Weey bangun... "
"Eemmh, maaf mbak saya nungguin orang di dalam masih belum selesai!"
Denada masih tak sadar dengan siapa Ia berbicara kini,
"Heeh, ini lo bego!" sentak Rendra seketika.
Denada yang mengenali gaya bicara Rendra tentu tercengang dengan penampakan yang dilihatnya kini, Ia mengucek mata dengan cepat dan menganga, tangannya pun seketika ikut menutup mulut yang ternganga itu.
"Astagaa... "
Seakan tak percaya bahwa itu dirinya yang baru saja selesai di make over Rendra, Denada sampai meloncat kegirangan.
"Waaaa... "
"Weey, jangan kayak gitu, laki gue laki... "
"Oh iya lupaa maaf hihi... "
Denada seketika berdiri tegap berakting seperti Rendra, Ia masih tak percaya bisa melihat dirinya seperti sekarang ini, Nada memegangi rambutnya dan mencubit pipinya sendiri saking gemasnya.
"Weey apaan sih lo!"
"Mmm, makasih ya Rendra... "
Denada sangat nampak bahagia, dengan spontan Ia memeluk Rendra yang kini telah merubah penampilannya menjadi cantik itu.
"Eekhhm... "
Tiba-tiba pemilik salon mendatangi mereka,
"Duh serasinya, pantesan aja dibawa ke sini, pacarnya toh Rendra?!"
"Ahh, bukan-bukan... "
Denada seketika melepaskan pelukannya dan mereka berdua canggung seketika sambil menggaruk-garuk kepala. Pemilik salon itu hanya terkekeh melihat dua anak muda di hadapnya.
"Gimana hasilnya suka gak?!"
"Sukaa... Suka banget!"
Denada langsung menjawab dengan cepat dan lupa lagi kalau saat ini identitasnya adalah Rendra, lantas dengan tegap berdiri Nada mulai berbicara kini.
"Ekhhm, suka kok mbak, makasih ya, yaudah kalau gitu kami pamit pulang!"
"Iya sama-sama, kapan-kapan mampir lagi ya!"
Sesaat kemudian mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Selesai dari Salon.
Denada yang sangat senang terus memandangi penampilan barunya di dalam mobil Rendra, jika orang lain yang melihat tentu saja mengira Rendra yang terus memperhatikan Nada, sampai-sampai supirnya terkekeh dari depan melihat dari kaca spion dalam.
Selang beberapa waktu berjalan mobil itu berhenti di depan rumah Denada, nampak Ayah Denada sedang menyapu di halaman luar.
Rendra mengajak Denada turun untuk menemui Ayahnya,
"Ayaaahh... "
Ucap Denada seketika, tentu saja Ayahnya bingung kenapa ada lelaki pulang bersama anaknya tiba-tiba memanggilnya Ayah. Rendra juga seketika memelototi Denada,
"Ah, Ayahnya Nada maksud saya, saya Rendra temannya Nada, ini nganterin Nada pulang,"
Denada mulai berakting lagi sebagai Rendra sambil berbicara kepada Ayahnya.
"Hah, Nada... Ini kamu nak? Kok jadi cantik gini?!" ucap Ayahnya terkejut seketika menatap Rendra dengan tubuh baru Denada.
"Ah Ayah bisa aja... " saut Rendra ikut berakting sambil mengangkat kedua alisnya seraya menatap Denada.
"Yaudah temennya dibawa masuk!"
Akhirnya Denada kembali juga ke rumah aslinya setelah beberapa hari menjadi seorang Rendra. Ia melangkah mengelilingi rumah yang sangat dirindukannya itu.
Selang beberapa waktu,
"Apaaa?!"
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Lanjut di Next Bab.
siapa yg datang...nada kah..??
author memang suka bikin penasaran
trus ciuman lagi tukar lagi
ternyata masih dipertimbangkan ya🤭🤭