NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lihat lah kak!

   "Kemana kamu akan membawa ku sekarang ?"

heran bunga berjalan lurus tanpa kelok sedikit pun, jauh tanpa jeda waktu.

"Kak, lihat lah disana ini adalah masa dimana kakak masih kecil sekali, begitu beruntung hidup mu banyak yang mencintai dan menyayangi mu layak nya manusia sempurna".

    Timangan dan buai kasih sayang tidak lepas dari setiap waktu, ayah dan ibu dengan wajah bahagia nya melihat kakak beradik bermain ya, itu bunga dan caca.

"Semoga kelak dewasa nanti kalian terus akur seperti ini, mempedulikan satu sama lain". Doa indah terucap dari Ratna. Bunga yang melihat menitikkan air mata.

    "Kenapa kamu menanggis? Masih banyak yang harus kakak tangisi selalin ini"

dengan cepat bunga melihat perkembangan nya tumbuh sampai menjadi gadis cantik, tidak urung lepas dari perhatian dan kasih sayang orang tua, juga adik adik nya.

    "Sejak kecil aku sering bersama eyang putri itu? Dia selalu di dekat ku".

"kau melihat nya, kau bersama nya terjaga dari lingkungan ghaib yang mengganggu mu, mereka senang ada di dekat mu karena kakak dan ka Caca berbeda"

   "Sekarang lihat lah disana, kakak mengenal pemuda itu?"

"Andra ?

"Ya itu Andra lihat lah dan perhatian, dia yang selalu kakak hakimi begitu tulus budi dan hati nya untuk mu ka"

"dia selalu mempedulikan dan mengkhawatirkan mu sampai sekarang, kau memiliki perasaan buruk hari itu tapi masih membiarkan pergi untuk meladeni ego mu"

Flashback Andra

   Pasangan yang tidak pernah mengeluhkan kondisi baik atau buruk nya kesempatan mereka untuk lalui, Andra yang di kenal nya sejak kecil hingga berani mengungkapkan perasaan nya, meminta bunga kecil nya menjadi kekasih hati nya, segala yang terbaik selalu di berikan nya tanpa syarat.

   Hubungan mereka begitu bahagia tanpa ada yang di tutupi satu sama lain, mereka tumbuh dari keluarga yang penuh kasih sayang, Andra yang di besarkan oleh seorang bunda nya, mendidik nya menjadi lelaki yang mampu bertanggung jawab atas hidup dan keputusan nya.

  "Bunda, lagi apa? Kalo ngak sibuk nanti kita pergi ya sama ibu, aku mau pergi bareng ibu, bunda ikut ya"

lewat telepon mereka berbicara seperti ibu dan anak.

"oke sayang, nanti bunda menyusul nak, kamu kirimkan bunda tempat nya saja lewat pesan teks ya"

  Sampai di cafe tidak jauh dari rumah mereka yang hanya berbeda tiga kompleks perumahan, bunga memberi kabar pada Ningsih dan Andra. memaksa Andra untuk bergabung walau bunga tau itu hal tidak mungkin karena Andra sedang bekerja dan jarang nya pun jauh dari tempat mereka.

   "pokok nya kamu harus menyusul sayang, aku ngak mau tau alasan apapun dari mu" paksa bunga lewat sambungan telepon.

Aku ngak bisa sayang, waktu ku hanya sedikit untuk hari ini untuk keluar karena aku harus menemui atasan ku.

aku butuh waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit untuk bolak balik, lain waktu aku akan berikan hari untuk bersama dengan kalian.

   "tidak mau tau harus sampai sini sekarang, bunga mematikan sambungan telepon nya. membuat Andra gelisah, ingin meminta ijin dari kantor tapi apa daya atasan tidak bisa di negosiasi hari ini.

hingga ponsel nya berdering melihat panggilan telepon dari atasan nya, "kita pending sampai esok, karena yang bersangkutan mangkir dari pemeriksaan hari ini"

Andra yang bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan besar di jakarta, begitu takut jika harus ijin jika ada bertemuan.

"Oh syukur lah aku bisa menyusulnya, ada apa dengan anak itu sampai begitu memaksa harus kesana, pikiran nya menari nari bertanya, tapi perasaan tidak bisa di bohongi satu sama lain memiliki perasaan khawatir pada andra.

   "Hati ku tidak bagus, gelisah saat aku memutuskan untuk menyusul kesana, sayang"

" Aku pun sama tapi tidak apa semua akan baik baik saja jika kita berfikiran baik, aku tunggu kamu disini ya"

Hari dimana Andra berulang tahun bunga ingin memberikan kejutan pada kekasih nya, tapi sayang takdir berkata lain.

      Andra keluar dengan moge kesayangan nya menempuh kecepatan tinggi, hingga naas kejadian yang tidak bisa di hindari, andra bertabrakan dengan pengendara motor lain yang perboden di depan nya, tubuh nya terpental jauh, darah terus mengalir dari hidung, mulut dan juga telinga.

   Disana bunga menunggu sang kekasih yang tidak urung tiba sampai waktu sudah dua jam menunggu, dengan gelisah. "ibu, bunda hati ini tidak tenang sejak tadi"

Ningsih langsung menyambut kepala bunga dan menyandarkan di dada mengusap dengan lembut penuh sayang, "tunggulah sebentar mungkin dalam perjalanan nak".

 Andra tidak kunjung datang, di lokasi tempat Andra terpelanting kerumunan warga mengelilingi nya, batin bunga tidak lepas dari pandangan siluet yang memberi gambaran kondisi disana, bunga langsung membuka ponsel melihat GPS yang terpasang, andra disana lama sekali ada apa ya. berusaha menelepon tapi tidak ada respon sama sekali, sementara petugas kepolisian lalu Lintas dan awak medis sedang memberi pertolongan pada Andra.

   "Ponsel nya mati, lapor ndan kita tidak bisa menghubungi rekan atau saudara nya" jelas petugas disana.

Insting bunga begitu peka, dia berlari menuju parkiran dan mengemudi, meninggalkan dua wanita paruh baya di sebuah cafe, menuju lokasi sesuai gps yang tertinggal.

Tiba di lokasi tubuh nya luruh duduk di samping tumbuh andra yang di beri tindakan.

"Sayang, bangun....."

tangis bunga pecah disana beberapa warga menghampiri nya memberikan sandaran untuk gadis itu, "sabar mba..

"selamat siang, saya dari pihak kepolisian lalu lintas, apa sdri mengenali korban ?"

bunga hanya mengangguk kepala sambil menangis tidak henti, bunga menelepon sang ibu untuk datang ke lokasi

"Andra... Bangun yank, maaf aku memaksakan kehendak ku."

hati gadis itu mendadak gelap, setengah sadar nya bunga melihat Andra duduk di samping tubuh nya.

"waktu ku tidak lama, maafkan aku sayang. Aku akan meminta pada tuhan untuk menjaga mu dari sana"

teriakan bunga pecah," andra tolong bangun."

awak medis memberi tahu ambulans akan tiba sebentar lagi, "maaf lama karena harus memberi pertolongan pertama, sambil stabil karena pendarahan hebat dan pembuluh darah yang pecah"

bunga tidak menyimak dengan jelas tapi memahami apa yang di katakan awak medis.

"sayang, jangan pergi.." Bangun bunga memangku nya

"jaga lah dirimu dengan baik, aku akan selalu memperhatikan mu dari sana, ini takdir yang harus ku jalani, membawa cinta pada bunda dan dirimu dalam kematian."

  semakin meraung tangisan bunga, tidak lama Ratna dan Ningsih tiba, tangis mereka sama pecah disana.

"Nak, jika takdir membawa mu hari ke dalam keabadian bunda iklhas", tubuh Andra mengejang hebat di pangkuan bunga..

   Tatapan mata yang tidak urung lepas, melihat Andra sayang ku titip bunda, aku menunggu mu apapun nanti hubungan kita di takdirkan di waktu mendatang, Andra pergi berjalan jauh hingga lebur bersama siluet cahaya.

Jeritan bunga dan dua wanita paruh baya pun tidak bisa di tahan lagi.

"Jantung nya sudah berhenti Bu",

tepat dengan datang nya mobil ambulans, jenazah Andra di bawa langsung ke rumah.

Di dalam ambulans bunga meratapi memandang wajah kekasih nya, maafkan aku sayang, andai aku tidak memaksa mu tadi.

memory memory indah bermunculan di kepala bunga.

   ia selalu menjadi utama nomor dua setelah bunda, apapun di berikan tanpa harus berdebat panjang, asal bunga memberi penjelasan yang di mengerti dengan baik.

Andra yang selalu menemani bunga kemana pun, menjaga nya di saat sakit, tidak harus menunggu hari spesial selalu di berikan yang spesial dalam hidup bunga dari andra,bagai Ratu di setiap waktu dia di perlakukan wanita kedua di hati lelaki itu selain ibunda nya Ningsih.

"Sayang, kamu mau makan apa aku nanti bawakan untuk mu, aku pulang lebih cepat hari ini" menanyai dengan penuh lemah lembut tulus.

"ah.. aku males makan boleh kah hanya memakan buah yank ? atau aku omelette buatan mu itu loh".

"Oke, aku akan buatkan kedua nya yang penting kamu sehat dan beristirahat dengan baik ya.

nanti jam enam aku sampai dirumah mu".

Hari itu, mereka pergi ke sebuah mall yang dimana toko baju yang begitu banyak di minati kaum muda mudi, selalu ramai di waktu weekend, "ayank, bagus ngak ?" loh ngapain itu kaos laki".

"seperti nya bagus jika kamu pakai"

Apapun yang mereka beli, selalu berebut untuk membayar di kasir, tidak seperti Chandra yang selalu meminta pada bunga.

Paket .......

Bunga membuka pintu kurir membawakan paket yang tidak pernah di pesan nya, siapa yang kirim bang? tanya bunga pada kurir paket.

"Pak Andra yang mengirim, Ia berpesan segeralah memakan nya karena sudah terlalu siang jika di tunda.

baik sudah saya sampaikan semua pesanan, permisi ka".

Bunga langsung menelepon andra saat itu juga, kenapa kamu kirim makanan super banyak si, aku dirumah hanya berdua dengan tora kan, sayang nanti ngak habis.

"makanlah supaya kuat menghadapi kenyataan setiap waktu mu sayang, aku kembali bekerja ya jaga mood mu supaya selalu baik"

"Bunda, bunda ...." pintu terus di ketuk hingga wanita paruh bawa itu membuka nya, "ya ampun nak kau begitu banyak membawa ini, apa Andra yang menyuruh mu?"

"Andra..... Cepat turun, kauuuu ini." Teriakan Ningsih membuat andra loncat dari tempat tidur nya. "ada apa bunda teriak teriak ini hari libur Bund"

"Lihat, kau membuat bunga membawakan banyak sekali bawaan ini, kau menyuruh nya kau ini," kuping anak itu di tarik hingga meringis kesakitan.

"Bukan aku bund yang meminta nya, tanyakan dulu sebelum marah marah".

"sayang masaklah untuk kami menu makan siang hehehe"

"Astaga kamu bunga, bisa menelpon ku untuk menjemput kenapa harus cape gini si.."

"Kau memang lelaki peka ndra, segera mandi dan bersiap memasak jangan di kamar terus."

"anak bunda tuh siapa si sebenernya suka heran deh"

Bunga mengenang semua memori itu dengan baik, hingga dimana bunda pun pergi menghadap Sang Khaliq, pencipta langit, bumi beserta isi nya.

Air mata gadis itu berderai menetes mengingat itu, Andai waktu itu bisa kembali de, aku ingin sekali meminta untuk kembali di masa aku memaksa nya untuk datang.

****************

      "Bagaimana ka ? Lihat lah di ujung sana mungkin kau mengenalinya."

air mata bunga mengalir deras berlari menghampiri sosok itu, " kau masih ada ndra?"

"aku hanya menepati janji ku untuk mengawasi dan menjaga mu dari sini, walau kamu tidak menyadari itu sama sekali tapi aku senang, kamu masih sama seperti dulu"

"Aku mau ikut ndra, aku disini bersama mu ya".

pinta bunga singkat yang langsung di tolak oleh Andra, "tidak sayang, hari mu masih panjang, takdir masih berjalan di bumi sebagai manusia baik, pulang lah. Aku masih menjaga mu, dan pergi lah memutuskan hubungan dengan dia, aku sering ada di dekat mu memperingatkan mu, tapi kamu tidak mengenal diri ku ini"

    aku akan menjaga mu sama seperti mereka sayang, pulang lah, ibu menghawatirkan mu disana.

"bolehkah aku mencari tau sesuatu?" tanya bunga yang langsung di anggung setuju oleh Andra dan adik nya.

"Biarlah dia yang menemani mu sesuai yang tertulis, jaga dirimu dan jangan terlalu lama di sini". nasehat andra di iyakan oleh bunga.

     "Apa lagi yang mau kakak ketahui?"

biarkan karma berlaku pada dia yang bersikap tidak sewajar nya dan baik pada mu ka, tidak perlu mencari tau salah dan kebaikan nya.

Hukum tabur tunai selalu berlaku apa yang di tanamkan maka akan beroleh buah yang di tanamkan.

Jika kau menerima perlakuan tidak adil, jangan kau bertanya apa salah ku sampai seperti ini, tapi berdoalah semoga hari esok akan lebih baik.

"Tapi jika memaksa aku akan membawa mu melihat semua dengan jelas tanpa ada yang terlewatkan."

"Jangan terlalu larut ingin mengetahui semua sekarang, karena ada waktu dimana kakak akan melihat dan merasakan sendiri di hari esok".

"Waktu mu tidak banyak ka, sudah lama kakak meninggal Raga di sana, lihat lah Ibu selalu menunggu dan menjaga mu, ayah pun sama kak".

Lama ?

"iya waktu kita berbeda jauh ka" kakak sudah menghabiskan waktu dua bulan di bumi manusia untuk menjelajah karena tidak terima dengan apa yang sudah kakak dapatkan.

Bunga termenung melihat Ratna duduk di samping nya, menimang seperti bayi yang tertidur dan membangun untuk bermain.

"Ibu.... Ayah..." Lirih bunga

Kasih sayang orang tua kita tidak pernah berubah walau terkadang sangat sulit di terima semua yang menjadi larangan nya, tapi hati mereka selalu terpatri kebahagian untuk anak anak nya.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!