Nagita Mahendra harus menerima kenyataan pahit jika ternyata dia telah di hianati oleh tunangan dan sahabatnya. Setelah mengetahui semuanya, Nagita menjadi lebih dingin dan berniat membalaskan sakit hatinya. Di saat yang sama, ada seorang laki-laki yang bernama Damian Wijaya klien dari ayahnya. Di menawarkan diri untuk membantunya dengan berpura-pura menjadi kekasih Nagita. Hingga hubungan pura-pura itu berlangsung lama, dan membuat hati Nagita kembali bisa merasakan indahnya cinta. Bagaimana kisah Nagita yang harus berjuang melupakan kisah cintanya kepada Damian setelah mengetahui jika ternyata laki-laki itu sudah mempunyai seorang tunangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viar05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Perasaan Aneh
Semenjak kejadian hari itu, Nagita hanya berdiam diri di rumahnya. Dia sama sekali tidak ingin pergi kemana-mana, walaupun berita tentang gagal nya pernikahan itu sudah mereda. Tapi kadang masih ada segelintir orang yang menyinggung hal itu. Dion Mahendra memang sudah menyuruh anak buahnya untuk menutup berita itu. Melisa merasa khawatir melihat putrinya yang kadang terlihat murung.
"Sayang, apa kamu tidak ingin pergi berlibur?" tanya Melisa.
"Tidak Bunda! Aku lebih suka berdiam diri di rumah. Aku juga ingin kembali bekerja seperti biasa Bunda." Ucap Nagita.
"Kamu serius Nak?"
"Iya Bunda, aku sudah memikirkan semuanya."
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Bunda berharap kamu bisa menjalani hari-hari seperti biasanya sayang."
"Iya Bunda terima kasih banyak."
Anak dan ibu itu saling berprlukan, kaduaanya memang sangat dekat satu sama lain.
"Maaf permisi, Nona Nagita. Di depan ada mas Willy, katanya ingin bertemu dwngan Nona." Ucap Salah satu pelayan yang ada di rumahnya.
"Mau ngapain dia kesini?" gumam Nagita.
"Kalau kamu belum siap, biar Bunda yang temuin dia sayang." Ucap Melisa.
"Gak apa-apa Bunda, aku akan temuin maa Willy dulu.'' Ujar Nagita lalu keluar rumah. Dia berjalan menghampiri Willy yang terlihat sedang berdiri menatap ke arah nya.
Laki-laki itu terlihat tersenyum melihat mantan tunangannya mendekat.
"Nagita sayang, akhirnya kita bisa ketemu." Ujar Willy.
"Mau ngapapain Mas datang kesini?" tanya Nagita.
"Sayang, aku mau minta maaf sama kamu Nagita. Aku tahu aku salah, dan aku ingin kamu memberikan aku kesempatan lagi. Aku janji akan berubah Nagita." Titur Willy penuh keyakinan.
"Aku sudah memaafkan kamu Mas, tapi untuk balikan lagi—aku minta maaf, tidak bisa. Aku sudah terlanjur kecewa dan sakit hati sama kamu Mas, selama ini aku sudah percaya sama kamu. Tapi kenapa kamu tega banget hianatin aku, dengan sahabat dan iparku sendiri Mas. Kamu memang jahat Mas! Pergilah, aku tidak ingin melihat kamu lagi." Ucap Nagita, lalu masuk kedalam rumahnya.
"Nagita tunggu! Aku tidak akan pernah berhenti ngejar kamu Nagita, sampai kamu mau balikan lagi sama aku." Teriak Willy, lalu maduk ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu.
Nagita yang merasa mood nya hancur gara-gara bertemu dengan Willy, akhirnya masuk ke kamarnya dan merebahkan diri. Dia memutar lagu untuk menemani tidurnya.
Sore ini, Nagita datang ke salon langganan nya untuk melakukan perawatan. Dia ingin merubah warna rambutnya supaya terlihat berbeda. Nagita benar-benar menikmati pijatan yang di terima tubuhnya dari seorang terapis handal. Dia meraskan jika tubuhnya terasa rileks dan segar. Hampir tiga jam dia berada di tempat itu, akhirnya jam tujuh malam dia pulang ke rumahnya dengan tampilan berbeda.
Rambutnya yang awalnya hitam dan panjang itu, kini di ptong menjadi sebahu dan berwarna. Nagita sungguh menyukai gaya rambutnya saat ini, dengan begini dia merasa lebih percaya diri lagi. Melisa yang melihat perubahan putrinya, merasa senang karena Nagita terlihat ceria kembali.
Pagi ini Nagita sudah siap dengan pakaian kerjanya, dia keluar dari kamarnya sambil membawa tas di bahunya.
"Pagi semuanya!" sapa Nagita.
"Pagi sayang!" jawab Melisa.
"Pagi princesnya ayah." Jawab Dion tersenyum.
"Kamu cantik banget Gita, abang yakin gak lama lagi kamu bakalan dapat kekaaih baru." Ujar Arjuna.
"Abang tuh yang harusnya buruan nyari pacar, udah tua juga." Cibir Nagita.
"Gue itu masih nyari yang cocok Gita."
"Alesan." Sahut Nagita.
"Sudah, lebih baik ayo kita sarapan. Takut terlambat ini."
"Iya Bunda!" jawab keduanya serempak.
Nagita berangkat ke kantor bersama ayahnya. Hari ini aalah hari pertama Nagita kembali bekerja setelah cuti selama beberapa hari. Saat sampai di ruangan ayahnya, Nagita langsung membacakan jadwal ayahnya untuk hari ini. Dion senang karena putrinya sudah kembali semangat setelah kejadian pahit yang menimpa putrinya.
Siang ini Dion meminta Nagita pergi ke perusahaan milik Damian untuk memberikan berkas yangbsangat penting. Awalnya Nagita ingin menolaknya, tapi dia takut jika ayahnya akan curiga. Nagita pergi bersama sopir ayahnya, perjalanan yang lumayan jauh karena hampit satu jam lebih mereka baru sampai di sana. Nagita turun dari mobil dan menatap gedung bertingkat milik Damian.
Dia segera masuk dan menemui resepsionis dan mengatakan jika dia sudah ada janji dengan bos mereka. Nagita langsung di persilahkan masuk ke dalam, di sana Adnan asistennya Damian sudah menunggu nya.
"Mayi Nona ikut saya!" ucap Adnan.
Nagita mengangguk, lalu mengikuti laki-laki itu dari belakang. Mereka masuk kedalam lift untuk menuju ke ruangan Damian berada. Nagita diajak masuk kedalam ruangan Damian, dia begitu takjub saat melihat keadaan ruangan itu. Terkesan mewah dan elegan, membuat orang yang berada di tempat itu terasa nyaman. Damian begitu terkesiam saat melihat penampilang baru Nagita, yang menurutnya lebih cantik dan fresh.
"Hai Nagita apa kabar?" tanya Damian tersenyum.
"Hallo Pak Damian, apa kabar?" sapa balik Nagita.
Keduanya saling berjabat tangan, dan bersikap propesional.
"Saya datang di tugaskan oleh Pak Dion untuk mengantarkan ini Pak." Ucap Nagita.
Damian menerima berkas itu dan langsung memeriksanya dan membacanya dengan teliti. Setelah selesai dia memberikan berkas itu kepada asistenya.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu Nagita!" ajak Damian.
"Aku tidak bisa Damian, karena supir ayah sedang menunggu ku di bawah, aku tidak ingin beliau menunggu terlalu lama." Tolak Nagita halus.
Damian tersenyum, dia senang karena gadis itu selalu menghormati orang yang lebih tua—walaupun dia hanya seorang sopir.
"Tidak masalah, aku akan menyuruhnya pulang sekarang." Ujar Damian.
"Tapi ...!"
Cup.
Nagita tidak melanjutka ucapannya karena Damian sudah menutup bibir gadis itu dengan ciuman.
"Aku tidak suka di bantah Nagita sayang?" ucap Damian membuat wajah Nagita merona.
Gadis itu mengangguk! Dia sama sekali tidak menolak apa yang di lakukan oleh laki-laki di depannya itu. Damian tersenyum saat melihat gadis itu hanya diam menurut. Damian lalu mengajak Nagita keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam lift. Saat lift tertutup, Damian kembali mencium bibir Nagita. Kali ini dengan lembut dan lebih lama. Damian segera melrpasakan tautan bibirnya setelah melihat Nagita hampir kehabisan nafas nya.
"Manis! Aku sangat merindukanmu Nagita." ucap Damian, sambil mengusap bibir gadis itu yang terlihat membengkak.
Nagita hanya tersenyum tanpa bisa berkata apa-apa, jujur saat ini dia merasakan jika ada ribuan kupu-kupu yang terbang di dalam perutnya. Jantung Nagita berdetak lebih kencang, dan hatinya terasa berbunga. "Tuhan ... perasaan apakah ini." Batin Nagita.
Lalu keduanya keluar dari lift sambil tersenyum dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan. Sopir yang sudah standby membuka pintu mobil dan mempersilahkan majikannya masuk.
ku kasih bunga Thor biar semangat up nya💪🔥
d tnggu jdohnya arkana,biar ga jd playboy trs...😁😁😁