SPIN OFF "SUGAR AUNTY"
Layu sebelum berkembang, mungkin itu istilah yang pas untuk menggambarkan keadaan Amanda.
Belum sempat perasaannya tumbuh berbunga-bunga, ia malah melihat surat undangan pernikahan, di mana ada nama Saga, lelaki yang dicintainya, di sana.
Habis sudah perasaannya harus ia cabut paksa sampai ke akar saat dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan pesta pernikahan pria pujaannya.
Dan tepat pada hari itu juga, dia merasakan sebuah kesialan karena harus bertemu dengan pria menyebalkan. Seorang pria yang ternyata akan menjadi Boss di tempat magangnya.
Bagaimana kisah mereka akan berlanjut, apakah Amanda mampu bertahan dengan Bossnya yang super galak dan melupakan cintanya terhadap Saga si asisten tampan? Cus kepoin ceritanya di FIERCE BOSS OR HANDSOME ASSISTEN 🤗
Follow Ig @nitamelia05
Salam Anu👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Terlambat
Amanda mengendarai sepeda motornya untuk membelah jalan raya. Namun, tak disangka kemacetan terjadi karena ada kecelakaan lalu lintas, membuat gadis itu terus memperhatikan arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Astaga, aku bisa terlambat kalau seperti ini," gumam Amanda dengan raut cemas. Dia terus memperhatikan sekitar, tetapi di sisi kanan dan kirinya benar-benar tak ada celah.
"Ck!"
Dia hanya bisa berdecak keras dan menunggu dengan sabar. Sementara suara klakson mulai tak terkendali akibat orang-orang yang tak mengerti keadaan.
"Huh, tapi setidaknya aku tidak bertemu Domba Tua itu pagi ini," gumam Amanda, dia segera menaikkan kecepatan setelah berhasil melewati kemacetan.
Dia hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang, karena jam kerjanya sudah lewat beberapa menit. Namun, meskipun begitu ketika dia sampai di hotel, dia langsung berlari agar waktunya tidak terbuang semakin banyak.
Baru saja dia meletakkan tas di loker, tiba-tiba Nayla datang dengan wajah yang tak terlihat seperti biasanya
"Amanda!" tegur Nayla, membuat Amanda langsung mengalihkan pandangannya.
"Ya, Bu."
"Kenapa kamu bisa sampai telat? Tuan Dominic sudah menunggumu dari tadi. Sekarang kamu diminta untuk ke atas," jelas wanita itu sesuai keinginan tuannya. Dominic tidak ingin turun sebelum Amanda datang dan melayaninya. Ah entahlah, kenapa pria itu tiba-tiba jadi berubah.
Mendengar itu mata Amanda langsung membulat sempurna, dia langsung menunjuk dirinya sendiri. "Aku? Dia masih menungguku?" Dia pikir Dominic akan meminta houskeeper yang lain, tetapi ternyata tebakannya salah.
"Ya, jadi sebaiknya kamu segera naik. Atau Tuan Dominic akan bertambah marah."
Amanda mendesaahkan nafas kasar, mau tak mau dia pun kembali naik dan menyambangi kamar pria itu. Ya, meskipun di setiap langkahnya, Amanda selalu menggerutu.
Ting Tong!
Amanda memencet bel dengan tidak sabaran, dan Dominic langsung memberikan gadis itu akses untuk masuk. Terlihat pria itu masih berbaring di atas ranjang, tak berniat sedikit pun untuk turun.
"Tuan Dominic yang terhormat, ada yang bisa saya bantu?" tanya Amanda sambil menahan geram-geram di dadanya.
Mendengar suara Amanda, bibir Dominic sedikit berkedut, tetapi sayang Amanda tidak melihatnya.
"Ke mana saja kamu?" tanya Dominic seraya bangkit dari tidurnya. Seperti biasa dia bertelanjang dada dan memasang wajah tanpa dosa. "Kamu tahu? Kamu sudah membuang waktuku selama hampir satu jam! Gara-gara kamu aku jadi terlambat bekerja!" sambung Dominic dengan cepat.
Amanda langsung menganga, kenapa jadi dia yang disalahkan? Bukankah masih banyak orang di hotel ini?
"Hei, Tuan, bagaimana bisa kamu menyalahkan aku atas kelalaianmu sendiri? Aku juga terlambat karena punya alasan. Bukan seperti kamu, benar-benar tidak masuk akal!" jawab Amanda dengan ketus, tak ingin harga dirinya diinjak-injak terus oleh Dominic.
"Hah, apa kamu lupa apa tugasmu? Kamu itu wajib membangunkan aku setiap pagi dan membereskan kamar ini. Kalau kamu saja terlambat bagaimana denganku?" Dominic tak mau kalah, dia bangkit dan hendak pergi ke kamar mandi.
Sementara di belakangnya Amanda langsung melebarkan mulutnya. Dia membuat gerakan meremass kepala Dominic. Karena benar-benar geram dengan tingkah laku pria itu.
Domba Tua ini harus segera disingkirkan!
"Lihat! Kamu tidak bisa mengelak 'kan?" cetus Dominic dengan seringai tipis.
"Cih, aku bukannya tak bisa membela diri, tetapi aku menghormati apa kata orang tua."
Dominic yang sudah hampir tiba di ambang pintu kamar mandi langsung berubah arah. Dia menoleh ke belakang dengan mata yang mendelik. "Apa katamu?!"
Tak ingin keadaan bertambah runyam, Amanda mencoba untuk tersenyum dan mendekati Dominic. "Tidak apa-apa, lebih baik Tuan segera masuk ke dalam kamar mandi, atau Tuan akan semakin terlambat."
Sebelum Dominic menimpali ucapannya, Amanda lebih dulu mendorong punggung pria itu. Hingga mau tak mau, akhirnya Dominic beranjak dari tempatnya.
"Hah, sekarang waktunya aku membersihkan kandang Domba," ucap Amanda setelah pintu itu tertutup, tetapi ternyata Dominic masih mendengar perkataannya hingga dia berteriak dari balik pintu kamar mandi.
"MAMANNNNN!!!"
***
Maman kamu jangan kurang ajar🤣🤣🤣