NovelToon NovelToon
Mr. Costra

Mr. Costra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Enrico Costra yang tampan dan kaya merasa hidupnya tidak lengkap. Melihat teman sekaligus rekan bisnisnya berbahagia bersama istri dan anak-anak, membuat ia merasa hidupnya kurang. Rasa sepinya bertambah ketika gadis perwaliannya dibawa pergi oleh suami yang menikahinya. Ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa kata 'pernikahan' adalah hal yang menarik, lalu memutuskan ia juga menginginkan hal itu.


Vivianne Margue datang ke Mansion Costra mencari sepupunya yang bekerja sebagai asisten kepercayaan pemilik perkebunan Costra Land. Ia datang bersama neneknya, membawa masalah yang akan menentukan hidup Vivianne di masa depan.


Pertemuan pertama dengan Vivianne membuat Enrico terkesima ... gadis itu ... sama sekali tidak tertarik kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Bachelor

Frederic terlihat sangat sibuk hari ini. Vivianne jadi segan menanyakan perihal tempat tinggal yang pernah sepupunya itu ceritakan. Sebuah rumah di Desa Costra Land, yang akan ia dan neneknya tempati selama berada di perkebunan itu.

Namun pekerjaan sepupunya itu sepertinya sangat banyak hari ini. Jadi Vivi memilih menunggu dan hanya menyibukkan dirinya dengan membantu Lori seharian.

Frederic telah menerima pengalihan dana yang dijanjikan oleh tuannya. Rencananya ia akan membawa nenek dan sepupunya pindah hari ini, namun pekerjaan mereka sangat banyak. Fred harus mengantarkan tuannya ke ladang anggur, menemui beberapa mandor. Lalu mereka pergi ke gudang penyimpanan, memeriksa dan memberi instruksi pada beberapa pengawas dan penjaga. Hingga menjelang sore, pekerjaan itu baru saja selesai. Namun Tuannya mengurungnya di dalam ruang kerja. Semuanya dilakukan seperti ketika tuannya itu akan cuti atau pergi meninggalkan perkebunan. Frederic menduga, tuannya akan pergi dalam jangka waktu yang agak lama untuk pernikahan tuan Lance nanti. Jadi hari ini, ia gagal memindahkan nenek dan sepupunya ke Adair House.

Setelah bisa keluar dari ruangan kerja, Frederic segera pergi menuju kamarnya sendiri. Ia sungguh lelah dan ingin beristirahat.

Begitu sisa pekerjaannya di ruang kerja selesai, Enrico mencari Alan. Ia ingin menanyakan tentang kebutuhan dan kesiapan bocah itu untuk keberangkatan mereka nanti. Koper Alan sudah dibongkar karena menginap di Mansion Costra. jadi Rico harus memastikan perlengkapan bocah itu tetap lengkap dan siap sedia.

Tiba di ruang santai, ia memandang berkeliling mencari Alan. Bocah itu tidak tampak di manapun. Setelah makan malam tadi, Enrico masuk sebentar ke ruang kerja. Ia pikir Alan menonton TV dan menunggunya, lalu ia segera keluar dan berniat menemani bocah itu. Tapi Alan tidak ada di sana.

Dengan satu kenyitan heran, Enrico melangkah menuju dapur. Suara tawa tertahan dari lorong penghubung memasuki pendengaran Enrico. Seketika ia tahu di mana bocah itu berada. Dengan sangat perlahan, ia berjalan memasuki lorong, setelah tiba di pintu dapur kecil, kernyitan di keningnya makin dalam. Ia lupa memberitahu Pedro, agar melumasi engsel pintu dapur kecil. Kalau ia mendorong dan masuk sekarang, pastilah kedatangannya segera diketahui karena suara ribut dari engsel tersebut. Seseorang sepertinya sengaja membuat pintu dapur kecil selalu berbunyi ketika ada yang akan masuk ke sana.

"Ayolah, Alan! Katakan padaku kenapa kau tertawa." Suara Vivianne terdengar merdu di telinga Enrico. Ia memutuskan akan bersikap sedikit kurang ajar dan menguping.

Terdengar juga tawa Lori dan Pedro.

"Oh, ayolah! Kau juga Pedro, Lori. Kalian menertawakan aku. Bagian mana ucapanku yang begitu lucu?"

Hanya tawa yang terdengar sebagai jawaban pertanyaan Vivianne.

"Aku bertanya apakah kau mirip ibumu, Alan? Ayahmu sama sekali tidak ada mirip-miripnya denganmu. Lalu kau mulai tertawa ... bukannya segera menjawabku."

"Karena pertanyaanmu lucu, Vivi," ucap Alan.

"Bagian mana?"

"Bagian tentang ayahku."

"Tuan Enrico memang tidak mirip denganmu, Matamu biru, dia abu keperakan malah kadang terlihat hijau pupus. Kadang warna matanya menurutku berubah-ubah,"

Dari balik pintu, Enrico menyentuh kelopak matanya sendiri begitu mendengar ucapan Vivi.

Alan terkikik geli. "Karena kau melihatnya hanya dari kejauhan. Coba dari dekat. Berdiri di depannya dan lihat matanya."

Pedro dan Lori terdengar mengerang.

"Itu saran yang tidak bagus, Sayang. Jangan lakukan itu," ucap Lori.

Vivianne hanya mengangkat bahunya. "Satu lagi, rambutmu pirang kecoklatan dan halus. Rambut ayahmu gelap, hitam, tebal, terlihat berkilau. Bukan begitu?" tanya Vivianne dengan mata masih menatap Alan.

Tangan Enrico langsung berpindah mengusap rambut di kepalanya sendiri.

Deskripsi yang bagus. Kau memperhatikan aku juga rupanya, Vivianne ....

"Jadi dari siapa lagi kau mewarisi ketampanan mu itu. Pasti dari ibumu bukan?"

Alan tersenyum lebar menatap Vivi dengan mata berbinar-binar. Ia memasukkan beberapa keripik kentang lagi ke dalam mulut sebelum kembali bicara.

"Kau lucu sekali, Vivi," ucap Alan.

"Jadi, Ayah Alan ... Enrico Costra sama sekali tidak tampan menurutmu, Vivi?" tanya Pedro.

"Oh, dia tampan tentu saja. Tapi mata setiap orang menilai berbeda-beda, Pedro. Aku pribadi lebih suka yang pirang dan bermata biru. Seperti bocah di hadapanku ini."

Alan kembali tertawa. "Aku suka jadi temanmu, Vivi," ujarnya dengan nada gembira.

"Aku juga. Kau mengemaskan."

Lori meletakkan sepiring muffin lagi ke atas meja. "Makan ini, Sayang!" perintahnya.

"Oh, demi Tuhan. Apa kalian tidak ada yang mau menjelaskan kepadaku? Alan mirip ibunya kah?"

Suara derit pintu yang terbuka membuat kepala semua orang menoleh. Pedro dan Lori terdiam kaku dan terkejut. Alan tersenyum lebar, dengan remah kue menempel di bawah bibir bocah itu. Sedang Vivi hanya menatap dengan mata melebar.

"Di sini kau rupanya, Alan," ucap Enrico.

"Iya, Paman,"

Jawaban Alan membuat mata Vivi makin melebar.

Paman? Alan memanggilnya Paman? Paman? Paman?

Kata itu memantul berulang kali di otak Vivi.

"Paman?" tanya Vivi dengan nada terkejut yang amat jelas.

Enrico memasang senyum terbaiknya, dengan mata tak lepas dari wajah Vivi, ia melangkah ke belakang kursi Alan. Memegang sandaran kursi dan sedikit membungkukkan tubuh. Tetap saja pria itu terlihat menjulang dari tempat duduk Vivi.

"Benar, Nona Vivianne. Apa belum ada yang menjelaskan padamu? Aku bukan ayah bocah ini. Dulu aku adalah wali untuknya dan kakaknya. Namun sekarang kakaknya sudah menikah dan aku jadi Paman untuknya."

Vivianne terlihat menelan ludah, sekarang mata cokelat itu menatap Enrico dengan terpana. Enrico sangat menikmati keterkejutan Vivianne. Sudah tiga hari gadis itu ada di Mansionnya. Tapi tidak ada yang menjelaskan kesalahpahaman itu padanya dari awal.

"Aku belum punya istri. Apalagi punya anak ... Aku beritahu padamu, Nona Vivi. Aku bujangan dan belum menikah." Enrico sengaja mengucapkannya dengan memajukan kembali tubuhnya ke depan. Menjulang di atas Alan yang duduk di bawahnya dengan senyum makin lebar mendengar kata-kata pamannya.

Lori dan Pedro terdengar mengerang. Keduanya memejamkan mata sambil membuang muka. Membuat senyum Enrico makin lebar.

Vivianne sendiri tidak sanggup mengalihkan matanya. Ia merasa sangat malu, ia salah mengira dan tidak ada yang menjelaskan kesalahpahaman itu. Yang membuat rona merah makin menjalar ke wajahnya adalah ucapan pria itu. Entah kenapa ucapan itu terdengar seperti iklan di telinga Vivianne.

Masih bujangan dan belum menikah ... Aku kan tidak bertanya ... memangnya apa hubungannya denganku!

NEXT >>>>>

**********

From Author,

Satu Chapter ya My Readers... Maaf lama up karena kesibukan dan urusan sekolah para bocah.

Tolong Like dan love dan komentar dan bintang lima dan votenya ya. Atas dukungannya author ucapkan terima kasih.

Salam hangat, DIANAZ.

1
Andr3a
percaya diri sekali anda tuan casanova🤣🤭
Andr3a
aahaha sang casanova kena pertayaan jebakan betmen juga ya🤭
...sus@nt!
waw keren
ah akhirnya selesai membaca
novel ini akan menjadi salah satu novel favorite ku...
sudah lama diNT kemana saja diriku baru ketemu kita😁
terima kasih ya Thor cerita nya bagus banget 👍
MoonChild7
entah kebarapa kali baca Mr.Costra dan selalu jatuh cinta sm playboy yg satu ini 😍😍😍
Tikus Tikus
engga bosen bacanya...sudah berulang kali bacanya ...
MPit Mpit MPit
aku mau seneng novel kaya ginih sat set sat set gak belibed..tp maniiiiis ih dr awal
MPit Mpit MPit
manissss ih
MPit Mpit MPit
kok maniiiis amat yah bab inih 😄
destiana
Luar biasa
Puspa Ayundari
hhhhhhh gue suka gaya loe ,tuan rico...
Ran Aulia
Luar biasa, te o pe banged kak , berasa nonton film romance ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih ya kak Diana 😍😍😍😍
justFlio
omo omo...😅🤣🤣🤣🤣 ngakak thorr....
Qiao Jingjing
Dari banyaknya novel, menurutku novel ini sangat pantas diberi rating bintang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Tata bahasa baku,rapi,lain dari pada yang lain.
YuWie
agak2 bingung dengan nama2nya
Besse Sulfiani
Kapan ada karya barunya kk. aku udh bolak balik bacanya. udh gk terhitung. jatuh cinta dengan semua ceritanya yang berlatar LN. semoga sehat, semangat dan dimudahkan rejekinya 🤲
posutara ramli ramli
Luar biasa
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
kk dianaz,kenapa karya ngak ada lagi,ada dilapak lainnya,ini udah kesekian kalinya aku baca yg ini kk,kayak nya udah lama aku ninggalin lapak ini,pertama buka maka nama dianaz di klik, berharap ada karya yang baru,tapi Taka ada😚😚😚
Yuli Yuliana
Kecewa
Ummu Shezan
Luar biasa
guest1053764442
udah baca yg k 2 kali 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!