Nasib Chloe Aubert bagaikan sebuah neraka yang tidak berujung. Segala penderitaan harus dia rasakan semenjak perceraian ke dua orang tuanya.
Dan ketika dia dewasa di di paksa menerima pernikahaan dengan seorang pria bernama Gazel Dwargo seorang bos Mafia sindikat perdagangan wanita, organ Tubuh manusia, Narkoba, senjata uranium dan lain-lain.
Bahkan pria ini memiliki sebuah hobby yang sangat menakutkan yaitu mendengar suara rintihan kesakitan yang terdengar seperti melodi di telinganya.
Semua karena keserahakan ibu tirinya, yang tega menjualnya pada Pria Psychopat ini. Sedangkan ayah kandungnya, hanya diam dan bahkan mendukung apa yang sedang di lakukkan oleh istrinya.
Membuat rasa percaya pada orang lain dalam dirinya menguap begitu saja.
Dan ketika dia sudah lelah menjalani hidupnya, Chloe berpikir untuk nekad melakukkan bunuh diri, tetapi ketika Gazel mengetahui niatnya itu, pria itu malah ingin membantu Chloe untuk melakukan hal gila itu.
“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.” Gazel Dwargo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Karena paksaan dari Shopia dan seorang pria yang tidak dia kenali tadi. Kini Chloe hanya pasrah saja, ketika dirinya di bawah dengan kursi roda menaiki lift untuk turun ke lantai 1.
Di sana dia melihat 2 orang yang sedang di ikat tangan dan kakinya. Serta Gazel yang sudah berdiri tanpa mengenakan bajunya mengekspos roti sobeknya, tetapi dirinya mengenakan sarung tangannya.
Gazel yang melihat ke datangan istrinya, langsung mendekati Chloe dan tersenyum. “Are you okay?” Tanyanya, padahal sudah jelas jika dia melihat Chloe yang sedang tidak baik - baik saja.
Cupppp, Gazel mengecup kening Chloe sejenak, lalu dia mengusap pipi istrinya dengan lembut.
“Apakah duduk di sini tidak nyaman? Apakah kamu mau berbaring di sofa?” Tanyanya dengan lembut, sampai Chloe merasa aneh sendiri memandangnya.
Tetapi karena dia malas untuk menajawab, akhirnya dia menganggukan kepalanya pelan, dan Gazel langsung mengangkatnya dan membaringkannya di atas sofa yang bisa di rubah menjadi tempat tidur mini.
“Bersantailah di sini.” Ucapnya pada Chloe, yang lagi - lagi hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh wanita itu.
Setelah mendapatkan istrinya nyaman berbaring di sofa, Gazel kembali mengertakan giginya dan menatap ke arah dua pria yang tertangkap basah sedang mengkhianatinya.
“Jadi bagaimana kalian menjelaskan semua ini?” Tanya Gazel, membuat Chloe yang sedang berbaring menatap penuh curiga ke arahnya.
Apa lagi dia melihat Erald yang memberikan pisau kecil kepadanya, membuat Chloe merasa yakin apa yang ingin di lakukkan oleh pria ini.
Chloe menggelengkan kepalanya pelan, tetapi tidak ada yang melihat ke arahnya. Dan ketika dia mau membuka suaranya melarang Gazel, Shopia terlihat mendekat ke arahnya. “Jangan bersuara nyonya! Jangan halangi apapun yang sedang di lakukan oleh Tuan, kalau tidak pisau itu akan mengarah pada Anda.” Shopia memberi peringatan pada Chloe, agar tidak ada wanita - wanita yang di bunuh lagi olehnya.
Mendengar peringatan Shopia itu, seketika Chloe menutup mulutnya. Dia menahan semua teriakannya dan rasa jijiknya melihat kejadian ini secara langsung.
Chloe berusaha mengatur nafasnya, menariknya dengan dalam, lalu menghelanya dengan panjang, dia berulang kali melakukkan hal itu. “Tenanglah Chloe, tenang, anggap saja kamu sedang menonton film Thriller, tenang ya.” Chloe berucap di dalam hatinya, dia berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum kejadian aneh akan terlihat di depan matanya.
“Jadi, Isekai, katakan padaku apa kesalahan mereka?” Tanya Gazel, pada Isekai yang memegang semua bukti kejahatan mereka.
Isekai menganggukan kepalanya pelan. “Mereka dengan lancang telah membongkar salah satu lokasi markas Anda Tuan, rumah sakit yang menerima segala bentuk abor si, dan tempat manusia luar bisa menjuak organ tubuh mereka, di bongkar habis oleh pria ini.” Jawab Isekai, sambil menunjuk ke arah pria yang sebenanrnya adalah dokter di dalam klinik itu.
Gazel mengangut - angutkan kepalanya, lalu dia mengembalikan pisau yang tadi dia pegang ke tempatnya semula.
Lalu dia melihat - lihat, dari semua koleksi senjatanya yang sedang di pegang oleh anak buahnya.
“Jadi, apa penjelasaanmu untuk hal ini?” Gazel kenbali bertanya pada sang Dokter yang sudah mengkhianatinya.
Cukup lama dia terdiam, sampai Gazel memilih untuk menghela nafasnya. “Tidak ada?” Tanyanya lagi, ketika tidak ada respon dari sang dokter itu untuk membela diri.
“Berarti kamu tahu, jika mengkhianti saya, maka semua keturuananmu dan bahkan keluargamu termasuk orang tuamu akan menanggung semua akibatnya.” Ucap Gazel, membuat dokter itu langsung menatapnya tidak percaya.
Pria itu menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak! Di dalam kontrak perjanjian tidak ada hal seperti itu! Di sana tertulis hanya aku yang akan di bunuh tetapi tidak dengan -“
Jlebbbbbb, sebuah kampak besar Gazel layangkan menebas kepala sang dokter hingga terbelh menjadi dua.
Kepalanya terpisah, bagaikan sebuah gunung yang terbelah dua. Bahkan darah pria itu sampi muncrat kemana - mana dan mengenai wajah Gazel sendiri.
Tidak puas di situ, Gazel kembali menarik kampaknya. Jlebbbbb, jlebbbb, jlebbbb, Gazel berulang kali menebas kepala dan wajah sang dokter hingga kepala, tengkorak dan bahkan otak pria itu tercincang kasar dan sudah tidak berbentuk kepala lagi.
Setelah dia puas, Gazel memotong - motong memuti lasi tubuh sang dokter hingga menjadi bagian - bagian kecil.
“Masak ini! Dan berikan makan pada singa - singaku di belakang!” Perintah Gazel, yang sudah biasa memerintahkan semua pelayan dan kokinya khusus memasak potongan tubuh manusia itu dan memberikannya makan pada singa - singa peliharannya.
Sedangkan Chloe, rasanya ingin muntah melihat suaminya melakukkan hal segila itu di depan matanya. “Nyonya, tahan! Anda jangan muntah di depan Tuan Gazel, jika tidak mau menjadi korban selanjutnya.” Lagi - lagi Shopia memberikan peringatan kepada Chloe, untuk tidak melakukan hal yang paling di benci oleh Gazel.
“Apakah dia setiap hari seperti ini?” Tanya Chloe, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Shopia.
“Siall!!! Apa yang harus aku lakukkan sekarang? Yang ada aku bisa mati karena ketakutanku sendiri.” Batinnya, berusaha untuk berpikir bagaimana caranya dia bisa lepas dari jeratan pria ini.
Chloe merasa dia tidak bisa bertahan dengan pria ini. Dia ingin menyelesaikan semuanya meskipun pada akhirnya dia harus mati. Karena menurutnya, Bersama mati, tidak bersamanya juga dia akan mati.
Lebih baik dia lebih cepag mengakhirnya dari pada dia harus bertahan lama - lama dengan pria yang bahkan menghargai nyawa orang lain saja dia tidak bisa.
Kembali, Chloe melihat kejadian yang seharusnya dia tidak lihat. Ketika Gazel memegang sebuah alat pembuka botol Wine.
Gazel langsung menusukan alat itu dari leher korban ke dua, hingga tembus masuk ke dalam mulutnya.
Dan tak lupa, Gazel mengcongkel ke dua mata pria korban ke dua dan memasukannya ke dalam botol khusus. Sepertinya ke dua bola mata itu akan di jual.
Pria itu masih belum mati, padahal ke dua matanya sudah di ambil oleh Gazel, membuat Chloe merasa kesal. “Kenapa
Kamu tidak mati? Itu membuatnya semakin mengyiksamu.” Batin Chloe, seakan dirinya bisa bertelepati dengan sang korban.
Karena terbukti, ketika Gazel masih mengdengar suara detak jantung pria ini, membuat Gaze menatap ke arah isekai. “Penangkaran buaya belum di kasih makan, mereka juga sepertinya sudah sangat lapar! Lemparkan tubuh pria ini.” Perintah Gazel, yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Isekai.
“Cepat bawa pria ini ke bawah!” Perinth Isekai, pada pengawal pria yang berdiri menunggu perintah darinya.
“Baik Tuan.” Sahut mereka, dan langsung menarik tubuh korban itu dari kakinya, tetapi karena takut mengotori lantai rumah sang Bos. Masing - masing mereka membawa satu kaki dan satu tangan, seperti sedang membawa kambing kurban yang sudah siap di kuliti.
“Bersihkan semua darah dan kotoran yang ada di sini!” Giliran perintah Erald Yang tedengar menyuruh semua pembantu untuk memberisihkan lokasi tempat pembunuhan yang sebenarnya adalah ruang tamu rumah itu.
Sedangkan Gazel melihat ke arah istrinya yang sedang menatapnya, menandakan bahwa istrinya melihat semua apa yang dia lakukkan barusan. Gazel tersenyum karena istrinya tidak berteriak, tidak muntah atau tidak melarangnya seperti mantan - mantannya yang lain, yang akhrinya berakhir menjadi korban selanjutnya.
“Tunggu aku ya.” Ucap Gazel, lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tentu saja karena tubuhnya kotor karena terkena darah dan daging - daging menjijikan dari pria - pria tadi. Dia harus membersihkan tubuhnya sebelum di menyentuh istrinya, agar istrinya tidak terkontas minasi dengan kotoran.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*