Victoria yang baru saja lulus dari kuliah S1 nya harus menerima kenyataan pahit ketika tau orang tuanya telah dibunuh oleh seorang Mafia yang bahkan tak pernah ia jumpai sama sekali.
Dan hal lain yang lebih mengejutkan pun terjadi, sang ketua mafia yang membunuh kedua orang tua Victoria ternyata ingin menjadikan dia sebagai istrinya.
Lalu bagaimana dengan kehidupan Victoria selanjutnya? siapa sebenarnya si Mafia yang telah membunuh kedua orang tua Victoria? Akankah Victoria bisa membalaskan dendam atas kematian orangtuanya? atau justru dia akan jatuh ke dalam lubang cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12. Konflik antar mafia
Matahari baru saja muncul, namun suasana di kediaman Lucchese Family sudah sangat sibuk dan berisik, terdengar begitu banyak suara yang berteriak memberikan perintah maupun menjawab perintah.
Karena suara-suara berisik itu pun Victoria terbangun, dan langsung keluar kamar untuk mengecek apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Kebetulan sekali, saat dia membuka pintu sudah ada Kai disana yang sedang berbicara dengan Daniel juga Alvaro, "Kai!" panggil Victoria.
Kai pun langsung menoleh saat mendengar Victoria memanggilnya. "Victoria? Apa kau terbangun karena semua keributan ini?" tanya Kai, dan Victoria pun mengangguk pelan.
"Astaga maaf, kau boleh kembali beristirahat. Aku akan meminta mereka untuk tak ribut saat melewati kamar ini," lanjut Kai.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Pagi-pagi begini mengapa kalian sudah sangat terlihat sibuk?" Victoria yang bingung sedari tadi, akhirnya memutuskan untuk bertanya
"Ada konflik di antara kami para mafia, jadi kami harus segera menyelesaikannya sebelum akhirnya masalah ini menjadi peperangan besar. Tapi kau tak perlu khawatir, jadi lanjutkan lah istirahat mu, aku akan menyelesaikan semua ini dengan cepat," balas Kai menjelaskan.
"Apa maksud mu? Apa kau tak ingat bahwa baru 1 hari 2 malam kau mendapatkan luka parah? Dan sekarang kau malah terlalu banyak bergerak seperti ini, berhentilah bersikap seolah-olah kau baik-baik saja! Ini semua juga agar kau cepat sembuh, dan aku bisa kembali membunuh mu!" Dengan nada bicara yang tinggi, Victoria memarahi Kai karena kesal dengan sikap sok kuatnya Kai itu.
Wajar jika Victoria sangat marah, karena dia tahu betul kalau luka-luka Kai itu belum sembuh sama sekali. Jika Kai kembali sakit, maka dia juga yang akan kesulitan bukan?
Kai hanya tersenyum mendengar ucapan Victoria barusan. Dia pun melangkah perlahan untuk mendekati Victoria, lalu mengelus lembut kepala wanita itu, dan berkata bahwa dia memang sudah baik-baik saja.
"Tetaplah dirumah agar aku bisa mengelus kepalamu lagi saat pulang nanti," ucap Kai sebelum akhirnya dia pergi diikuti oleh Alvaro, dan juga Daniel.
"Apa-apaan dia itu?" gumam Victoria kesal.
Saat Kai sudah pergi menjauh dari kamar tersebut, disaat itu jugalah suara-suara berisik tadi mulai menghilang.
Satu persatu dari mereka pergi meninggalkan rumah itu untuk menuju ke suatu tempat.
Hingga akhirnya hanya ada Victoria, Alan, Aluna, juga beberapa staf lainnya yang masih ada di rumah tersebut, sementara seluruh mafia sudah pergi mengikuti Kai.
......................
"Bos kemana dulu kita harus pergi?" Disaat masih sibuk mengendarai mobil, Alvaro bertanya kepada Kai yang duduk di kursi belakang.
Kai pun diam dan berpikir sejenak sebelum akhirnya membuat keputusan.
"Camorra Family, kita harus pergi terlebih dahulu kesana. Merekalah salah satu dalang dari masalah ini," seru Kai.
Setelah mendengar itu, dengan cepat Alvaro melajukan mobilnya menuju kediaman Camorra Family, yang kemudian diikuti oleh seluruh gerombolan Lucchese Family dibelakang nya.
Masalah yang mereka hadapi saat ini sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan Lucchese Family. Namun jika memang masalah ini menjadi semakin besar, maka pada akhirnya Lucchese Family yang merupakan salah satu keluarga mafia terbesar di dunia juga akan terkena imbasnya.
Konflik ini diawali dengan dilanggarnya perjanjian sebuah transaksi penjualan senjata api antar dua keluarga mafia, yaitu Camorra dan Ndrangheta.
Lalu kemudian kedua keluarga mafia tersebut menarik masuk keluarga mafia lainnya, untuk terjebak ke dalam masalah mereka dengan cara adu domba. Hingga akhirnya terbentuklah dua kubu besar di antara mereka, dan akhirnya disebut kubu timur dan selatan.
Oleh karena itu Lucchese Family akan berperan untuk membantu memecah kubu tersebut agar peperangan besar antar kubu itu tak terjadi.
Dan kali ini Lucchese Family juga akan dibantu oleh salah satu keluarga mafia besar lainnya, yaitu Cosa Nostra.
Jadi Lucchese Family akan mengambil alih satu kubu sementara kubu satunya lagi akan ditangani oleh Cosa Nostra Family.
"Bos apa tak terlalu beresiko jika kita langsung menyerang intinya? Mengapa tidak dimulai dari memengaruhi keluarga mafia lain agar keluar, dan tak ikut campur dalam masalah dua keluarga mafia merepotkan itu," tanya Daniel di tengah-tengah keheningan di dalam mobil tersebut.
"Aku ingin segera pulang dan mengelus kepala istri ku lagi, jadi aku akan langsung mengurus induknya. Lagi pula Camorra Family itu tak ada apa-apanya, mereka hanyalah keluarga mafia yang terlalu banyak berbicara," balas Kai tanpa menoleh.
Jawaban dari Kai itu pun membuat Alvaro tersenyum kecil, "Ternyata bos bucin," gumamnya benar-benar dengan suara yang sangat pelan hingga Kai tak dapat mendengarnya.
Beberapa saat kemudian mereka pun telah tiba di kediaman Camorra Family, terlihat begitu banyak mafia yang memenuhi tempat tersebut, seperti nya disana juga ada beberapa keluarga mafia lain yang tergabung dalam kubu timur.
Saat melihat segerombolan mobil memasuki areanya, beberapa orang mafia yang menjaga gerbang disana langsung mencegat mobil yang di tumpangi Kai.
"Siapa kalian, buka kacanya!" teriak salah satu dari mafia itu sambil memukul keras kaca mobil Kai.
Secara perlahan kaca mobil itu pun diturunkan, hingga terlihatlah Alvaro dan Daniel yang duduk di kursi depan, juga Kai yang duduk sendiri di bagian belakang.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin mu," ucap Kai dingin, ketika tau bahwa Kai lah yang ada di dalam mobil tersebut, para mafia-mafia itu langsung menjauh dan terlihat ketakutan.
Hingga akhirnya salah satu mafia memberanikan diri, dan membuka gerbang agar Kai dan gerombolannya bisa masuk, "Bos sudah ada di dalam menunggu mu," ucap mafia itu.
......................
"Apa mau mu sehingga datang ke kediaman ku Kai?" Suara berat milik pemimpin Camorra Family yaitu Auguste, memulai percakapan di antara mereka.
"Selesaikan masalah yang kau buat itu sendiri! Jangan bawa keluarga mafia lain untuk ikut ke dalam masalah kalian," ucap Kai dengan mempertegas setiap kata-kata nya.
"Apa maksud mu? Ndrangheta duluan lah yang membawa mafia lain ikut ke dalam masalah ini, jika aku tak melakukan hal yang sama, maka aku akan mati konyol karena kalah jumlah." Dengan cepat Auguste langsung menentang ucapan Kai.
Kai yang mendengar hal itu langsung mengepalkan tangannya, dia benar-benar sangat geram melihat tingkah laku dari pemimpin Camorra Family itu.
"Tapi kaulah yang pertama kali melanggar perjanjian di antara kalian, seharusnya kau siap menerima apa resikonya jika telah berbuat!" ucap Kai lagi sembari mencoba menahan emosinya.
"Jadi kau kesini hanya ingin mengatakan bahwa akulah yang salah, dan menyuruhku untuk menerima resiko dari masalah yang ku buat itu sendiri? Apa kau bodoh?!"
"Kita adalah seorang mafia, mafia mana yang tak akan berperilaku licik? Aku melanggar karena ingin keuntungan bukan ingin kehancuran."
"Jadi aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang namun juga tetap aman, biarkan kedua kubu itu bertengkar, dan aku akan menikmati hasilnya saat jumlah saingan ku berkurang."
Dengan sangat santainya Auguste kembali menentang, dan mengatakan hal yang berlawanan dari yang Kai inginkan.
Mendengar balasan itu, akhirnya kesabaran Kai tak dapat di bendung lagi. Sejak dulu dia memang sudah sangat tidak suka dengan keluarga mafia satu ini.
Tapi Kai selalu mencoba tak mencari gara-gara, namun sekarang? Mereka sendiri lah yang telah menantang kemarahan Kai.
"Selesaikan masalah mu sendiri atau aku akan membunuhmu disini!" seru Kai dengan lantang sambil mengarahkan pistol ke kepala Auguste.
Bukannya takut, Auguste malah tersenyum. "Kau mencari gara-gara dengan singa di dalam kandangnya?" gumam Auguste lalu dengan cepat menangkap tangan Kai, dan menjatuhkan pistol yang Kai pegang.
Seketika posisi berubah, kini Auguste lah yang menyodorkan pistol ke kening Kai.
"Dan kau berani melawan dinosaurus hanya karena ada di kandang mu?" gumam Kai dengan suara yang begitu mengerikan seperti iblis, seketika Auguste merasa atmosfer berbahaya mulai mengelilinginya.
"Perasaan apa ini?" ucap Auguste mulai ketakutan. Karena merasa sudah cukup terancam, tanpa berpikir panjang lagi dia ingin menekan pelatuk nya untuk menembak Kai, namun sebelum itu—
DDOOORRRR...
Satu peluru mendarat tepat di bawah jantungnya, membuatnya kesakitan bukan main.
"S-siapa?" ucap Auguste sembari menahan rasa sakitnya.
"Aku sudah menguasai tempat ini beberapa menit yang lalu tanpa kau sadari, seluruh anggota mu sudah dilumpuhkan oleh anggota ku, dan sekarang ... KAU KALAH!" seru Kai dengan suara yang benar-benar mengerikan.
Dia pun mengambil pistolnya yang sempat terjatuh lalu menembak Auguste, dan membuat Auguste tak dapat bertahan lagi dengan tembakan kedua itu.