[ SEASON 1 ]
Siapa kau??
> Kau yang siapa?!
Mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lain, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mengapa wajah kita sama???
Sebuah kisah masa lalu antara perselisihan keluarga akan terungkap.
[ SEASON 2 ]
Pertikaian antara saudara berujung kerusakan jalinan hubungan antara adik dan kakak. Terlihat dua anak kecil menabrak gadis nan cantik . kedua anak kecil itu pun tertunduk kepala sambil memelas mata meminta tolong. gadis nan cantik itu memeluk dua bocah kecil itu, Ia pun membantu mencari mama mereka. tampak terlihat perempuan yang dimaksud adalah mama kedua bocah itu. tapi kenapa gadis itu merasa familiar dengan mama kedua bocah itu.
Terimakasih yang sudah baca Novel ini, harap pastikan karangan nama tokoh, tempat kejadian adalah fiksi buatan author sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ĹAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter:12
"Apa yang akan kau lakukan," ucap perempuan diseberang ditelpon.
"Aku, akan melakukan dengan cara ku. Aku jamin ini akan menjadi menarik," ucap pria itu yanng mematikan handphonenya sepihak, lalu ia pun berjalan pergi.
Pov Amanda & Melena~
Melena pun sudah selesai memesan dan tak lama pesanannya pun tiba. Ia lalu menolah, "Wow menakjubkan, sudah selesai." ucap melena yang mengambil nampan yang berisi banyak makanan.
"Terimakasih," ucap melena tersenyum .
"Iya, sama sama nak. Tapi, makanan ini bukannya terlalu banyak." tanya bibi itu yang melihat pegangan yang di bawah melena, dan belum lagi pesanan lainnya.
"Gak, ini mah kurang . Tapi tolong yah satu pesanan ku dianterin dimeja noh," ucap melena memegang nampan panggung makanannya dengan satu tangan kiri sedangakan tangan kanannya menunjuk kursi yang ia tempatin dan amanda.
"Okelah," ucap bibi itu membalas senyuman melena dengan canggung. Mana bisa dipikirin makanan banyak ini habis untuk dua orang. " Tidak, pasti untuk teman yang lainnya."
"Hei amanda, apakah kau menunggu lama." ucap melena yang segera meletkan nampan makanan yang ia bawah dan setelah itu baru ia tarik kursi dan duduk.
"Gak, gak sama sekali." ucap amanda yang melihat sahabatnya yang sudah duduk dihadapannya.
Javier, Kristoffer pun masuk ke kantin dan melihat kiri ke kanan dan yah dia menuju tempat kursi kosong yang tak jauh dari melena dan amanda.
"Kenapa mereka ada disini, kalau ada mereka berdua pasti bos mereka atau cewek ngeselin itu juga akan ada disini," gumam melena yang menatap Javier dengan tajam. " baru aja tadi berantem, apa mungkin dia ngajak komplotan kesini ngajak bersilat lidah padaku, karena kalah. Kalau iya sungguh sangat memalukan, minta bantuan pada laki laki. Uh tidak bisa dipercaya."
"Kenapa aku merasa ditatap mulu yah," batin Javier yang menolah melihat melena, mereka saling mentap satu sama lain dengan sengit dan baru setelah itu Javier dan Kristoffer sampai di tempat duduknya. " apa tuh cewek menatap ku, apa salah ku padanya. Sungguh menjijikan, jika berurusan dengan namanya perampuan."
"Kris, pesanan kan makanan." pinta Javier yang tampak seperti bos.
"Njirrr, luh sendiri aja sonoh. Ngapain nyuruh-nyuruh , luh punya tangan punya kaki kan. Ngapain nyuruh gue, emang gue pelayanan loh." ucap Kristoffer menolak telak apa yang dipinta Javier padanya.
"Ohw, berani nolak. Jika kau pergi ngambil pesanan, aku akan teraktir luh," ucap Javier .
"Tawaran yang menarik, tapi tetap...emang gue babu loh." ucap Kristoffer.
"Hmmmm..., kalau gitu. aku gak bakal kasih tahu cara buat tiara kelepek-klepek sam loh." ucap Javier yang menggoda, dan ia pun bangkit berdiri. Berniat pergi memesan makanan.
"Kenapa loh berdiri, loh nyuruh gue kan. Tetap duduk, akan ku ambil kan pesanan loh." ucap Kristoffer yang mencega Javier bangkit dari duduknya.
"Baiklah, baiklah. Jika itu yang kau inginkan," ucap Javier yang kembali duduk. Merasa omongannya benar dan ia senang karena bisa membuat Kristoffer tak berkutik lagi.
Kristoffer pun lalu berjalan memesan makanan yang akan mereka santap nantinya.
"Semakin bertambah tua umur, badan tidak bisa terlalu banyak gerak." ucap nenek Syakina mengutip barang belanjanya yang jatuh.
Kelvin melihat nenek itu ditengah jalan, lampu merah akan merubah warna ke warna hijau . Ia pun bergegas datang kearah nenek itu dan segera membantu ia melewati jalan. Tepat sekali ia membantu nenek syakina, warna lampu berubah setelah itu.
"Terima kasih anak mudah, telah membantu nenek yang tua ini." ucap nenek syakina yang menepuk nepuk pipi kelvin, kelvin hanya diam terpaku mendapat perlakuan itu. Barulah ia mengucapkan Tiga kata...
"Sama sama nek," ucap kelvin tersenyum.
"Kalau gitu saya pamit duluan."
"Tunggu dulu," ucap nenek syakina, mendengar itu kelvin pun langsung memutar balik badannya menghadap nenek syakina .
"Iya ada apa, apakah anda perlu bantuan lagi." ucap kelvin.
"Tidak, tidak ada sama sekali. Nenek hanya ingin kamu mampir kek tokoh roti nenek." ucap nenek syakina, tapi melihat keraguan dimata sangat anak laki laki itu pasti ia ingin menolak. " jangan begitu, mampirlah sebentar nak. Ini adalah ucapan terimakasih nenek padamu."
"Gak usah sungkan begitu nek, aku senang menolong nenek." ucap kelvin.
"Kalau begitu, sudah dipastikan kamu mampir ke tokoh nenek. Yuk!!" ucap nenek syakina yang sudah berjalan di depan lebih duluan yah jalannya lambat.
"Baiklah, jika itu yang nenek inginkan." ucap kelvin yang mengikuti nenek itu dari belakang. Bagaimana lagi kelvin sama sekali tak bisa nolak ia hanya menurut saja.
Disisi lain~
"Dimana kelvin sayang." ucap mama leon yang melihat anaknya sudah siap ingin pergi.
"Aku tidak tahu mah, katanya hanya jalan jalan disekitar sini." ucap leon yang mengambil kunci mobilnya didekat meja.
"Kamu tahu bukan, leon baru di kota ini. Cepat cari dia, mama takut dia tersesat." ucap mama leon cemes.
"Dia dah gede mah, masa gak tahu jalan pulang." ucap leon yang entang.
"Hmmm..." ucap mama leon menatap tajam kearah anaknya, melihat mamanya begitu leon mau tidak mau hanya mengangguk kepala saja.
"Baiklah mah, akan ku cari keponakan mama." ucap leon pergi dengan lesu." cih, luh yah kelvin udah buat gue susah selama 4 hari berturut-turut, aku jadi ragu kalau aku ini anak mama dan papa ku."
"Baiklah bu!!! saya akan sampaikan pada yang lain, kalau gitu saya pamit dulu." ucap gadis berambut ikat satu di belakang.
Tap, tap, tap....ia terus berjalan disetiap lorong kelas yang ada . "Itu bukannya Barnett yah." ucap gadis berambut ikat satu dibelakang. Ia pun mendatangi Barnett dan tiara berdua yang sedang mengobrol.
15 manit yang lalu*
"Hei tunggu," ucap Alvin melambaikan satu tangannya.
"Yah ada apa, apakah kamu perlu bantuan." ucap gadis ikat rambut satu.
"Tentu, jika kamu melihat Barnett kamu suruh dia ke kantin yah. Bilang kepadanya teman temannya sudah menunggu dia." ucap Alvin.
"Baiklah, kalau gitu saya permisi dulu." pamit gadis ikat rambut satu .
"Baiklah," ucap Alvin. " hehehe Barnett bagaimana jika ada yang mengacu pembicaraan mu. Ups, mari kita lihat dan tunggu hal yang menarik nantinya."
Saat ini, saat dimana sangat gadis ikat rambut satu belakang menghampiri Barnett dan tiara yang sedang asik mengobrol.
"Permisi, Barnett!! Kamu ditunggu teman teman mu di kantin." ucap sang gadis berambut ikat satu.
"Ah, karena mendengar itu Barnett pun lalu pergi dan mengatakan beberapa kata. " baiklah terimakasih sudah memberi tahu diriku, dan... Dan tiara aku pamit dulu pergi." ucap Barnett.
"Baiklah," ucap tiara yang melihat Barnett sudah pergi dari pandangannya.