NovelToon NovelToon
Mommy, My Angel

Mommy, My Angel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Hamil di luar nikah / Single Mom / Cinta Terlarang / Chicklit / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: uma_bhie

Kisah ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu tunggal yang, memberikan kehidupan layak kepada putrinya. Menjadi tembok kokoh atau karang di lautan yang bersedia menghalau ombak juga badai yang akan menghantam putrinya.

Sosok ibu yang rela terluka dan menahan rasa sakit — demi sang putri. Rela berdiri tegak di ring pertarungan demi — mewujudkan impian putrinya.

Rela kehilangan salah satu anggota tubuh dalamnya, agar mendapatkan materi demi — memenangkan hak asuh putrinya.

Hingga akhirnya ia pun pergi selamanya, meninggalkan sepasang bola mata indah untuk putrinya.
Juga kenangan berharga penuh luka dan perjuangan.

"Ingatlah' pesan mommy. Jadilah, wanita kuat, mandiri dan jaga lah' selalu kehormatan yang berharga dalam diri kamu, hingga kelak seorang pria meminta dengan sebuah perjanjian dengan menyebut nama Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Tatapan Sandra kini terlihat kosong, namun air mata terus mengalir membasahi wajahnya. Kini pandangan teduh itu — hanya tertuju kepada bayi mungil di depannya.

Bayi berwajah cantik itu begitu terlihat damai, suci tak berdosa. Bayi yang terlihat sempurna, namun memiliki kekurangan yang begitu memilukan.

Sandra tidak dapat memikirkan masa depan bayinya kelak, jika tumbuh dewasa. Bagaimana kehidupan bayinya, apakah ia akan menderita sama seperti hidupnya.

Belum lagi masyarakat yang akan menggunjing keadaan putrinya, bagaimana dan dengan siapa sang putri akan berteman.

Sudah dipastikan sang bayi akan hidup terkucilkan. Membayangkan itu saja, membuat perasaan Sandra teramat sakit.

Ia kini menyembunyikan wajah sembabnya, di atas kedua lutut yang ia peluk dengan suara tangisan lirih.

Sandra begitu tidak mengerti, kenapa kehidupan menyedihkan harus menerpa putrinya. Tidak cukupkah' hanya dirinya saja yang hidup serba menderita? Kenapa harus terjadi kepada — putrinya.

Sandra masih bersyukur menjalani penderita dengan kondisi fisik sempurna, bagaimana dengan putrinya yang memiliki kekurangan yang begitu amat — menyedihkan.

"Buta, putriku buta," gumam Sandra dengan lirih.

"Belum, usai kah penderita yang engkau memberikan, kepadaku? Sehingga engkau, juga membuat putriku hidup dengan keadaan seperti, ini." Sandra masih terus terisak-isak dengan gumam lirih yang begitu menyedihkan.

Nenek Grace yang mendengarnya, tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang ikut terluka.

"Aku mohon, berikan putriku kebahagiaan, jauhkan putri dari kehidupan berat juga kesulitan. Dia pantas bahagia, pantas mendapatkan kehidupan yang layak," emosional Sandra pun keluar, bersamaan tangisan pilu yang semakin terdengar menyayat hati.

"Maaf, maaf… atas kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu, sehingga, engkau memberikan hukuman kepada putriku," ucapnya lirih yang kini, dengan kepala menengadah ke atas.

"Aku mohon berikan kehidupan bahagia kepada, putriku. Doa tulus seorang ibu penuh luka ini, memohon, semoga engkau membiarkan hidup putri ku bahagia."

"Aku mohon, kabulkan lah' doa seorang, ibu rapuh ini," ungkapnya lagi yang diiringi oleh perasaan begitu hancur.

Lebih hancur saat menyaksikan sendiri kekasih tercinta, bersanding dengan wanita lain.

"Aku, mohon, berikanlah kehidupan indah kepada, putriku," ucapnya lagi dengan tangisan perih yang membuat seseorang ikut sesak saat mendengar tangisan wanita itu.

Nenek Grace tidak dapat menahan, rasa sedihnya, hingga ia pun ikut sesegukan menangis, mendengar ungkapan perasaan Sandra yang begitu tulus.

Bayi berusia satu bulan itu, melenguh halus, memalingkan wajah Sandra yang sejak tadi menunduk dengan tubuh berguncang. Sandra tersenyum lirih, melihat tatapan suci putrinya. Sandra terkekeh pilu, saat melihat senyum putrinya itu.

Bayi mungil itu, sudah mulai menangkap suara di sekitarnya, pandangnya hanya terlihat baik-baik saja, namun siapa yang akan menduga kalau bayi perempuan — cantik itu mengalami kebutaan.

Sandra pun semakin terluka dan hancur, melihat tatapan putrinya yang begitu bersih dan suci hanya tertuju padanya, dengan senyum indah.

"Mommy, tidak apa-apa nak. Mommy, baik-baik saja,"

"Kamu, harus hidup bahagia nak. Kamu harus bisa melihat," ucapnya sambil mengusap pipi kemerahan putrinya itu.

"Kamu, harus mendapatkan perawatan, yang bisa membuat penglihatan mu kembali."

Sandra kembali termenung, dengan tatapan menerawang ke depan. Ia mengingat, perkataan dokter yang merawatnya dengan sang bayi.

Yang mengatakan, sang putri harus mendapatkan perawatan khusus agar memulihkan penglihatannya, agar tidak terjadi kebutaan permanen. Agar tidak menjadi penyakit yang akan menyerang organ tubuh putrinya yang lain.

Mendengar penjelasan sang dokter, Sandra terus berusaha mendapatkan pekerjaan, agar bisa mengumpulkan uang untuk perawatan khusus sang putri.

Tapi tidak satupun yang menerima dirinya. Para warga di pulau itu, beranggapan, Sandra, melahirkan seorang bayi yang terkena kutukan dan pembawa sial.

Sebagai seorang ibu, Sandra tidak terima, ia pun mengamuk dan memperlihatkan, sikap ngerinya saat — sang putri mendapatkan hinaan.

Para warga semakin yakin, kalau putri Sandra adalah bayi pembawa sial dan di kutuk, ketika, kakek Benjamin mengalami kecelakaan perahu ketika melakukan perjalanan ke pulau seberang, membuat kakek Benjamin meninggal dan jasadnya ditemukan di lautan dalam.

Sedangkan, nenek Grace mulai sakit-sakitan. Menambah, daftar penderitaan Sandra di kehidupannya.

Sandra pun, mulai menyerah dengan kehidupannya, namun masih tersirat sebuah bisikan kata hatinya, untuk bertahan demi sang putri. Ia selalu berkata dalam hati, bahwa akan terbit cahaya kebahagiaan dalam dirinya, saat gelapnya penderitaan akan hilang, berganti kebahagiaan.

… …

"Kamu, harus hidup normal, nak," Bisik Sandra, masih terdapat sisa tangisan.

Sandra kini membawa sang buah hati ke dekat dadanya, sang bayi pun menikmati sumber makanannya sambil tangan mungil itu, menggenggam jari telunjuk sang — mommy.

Sandra tersenyum, hanya wajah cantik putrinya lah' kini menjadi penyemangat terbesar dalam hidupnya saat ini.

Kini pikiran Sandra tertuju kepada ayah biologis putrinya. Pikirannya kini, sedang berperang.

"Aku, harus melakukannya. Demi putriku. Dia, akan hidup bahagia dengan kehidupan terjamin. Putriku juga, akan mendapatkan perawatan dengan membawa nama besar, daddynya." Sandra berkata dengan lirih dan tekad yang sudah sangat yakin.

Meskipun berat, Shandra harus melakukannya, demi sang putri. Ia harus rela berpisah dengan buah hatinya. Shandra tidak ingin mengikuti keegoisannya, ia harus berdamai dengan perasaan yang masih terdapat luka hati.

Demi putrinya, Shandra rela menjatuhkan harga dirinya. Ia akan melakukan apapun untuk, memberikan kehidupan bahagia dan terjamin kepada sang putri, yang akan didapatkan kepada — daddynya.

"Mommy, rela nak, melepaskanmu dengan mereka," bisik wanita itu dengan wajah yang begitu menyedihkan.

"Demi, kebahagiaanmu, mommy harus melakukannya. Meskipun begitu menyiksa, mommy rela hidup menderita asal kamu, bahagia," ucapnya lagi yang tangisannya semakin terdengar pilu.

Tiada hentinya wanita itu, terus menangis memikirkan nasib putrinya. Hingga membuat kondisi fisiknya sendiri tidak terawat lagi. Wajah cantik dahulu, kini berubah kusam dengan hiasan kesedihan. Tubuh indah kini berubah kurus dengan lapisan kulit berwarna kecoklatan.

Rambut pirang yang sering terurai indah, kini terlihat berantakan yang tak terawat lagi.

Sandra yang menjadi wanita pujaan para kaum lelaki dahulu, kini berubah menjadi wanita berbeda. Kecantikan itu kini luntur oleh tekad dan perjuang mendapatkan kebahagiaan untuk — putrinya yang mengalami kebutaan.

Sandra membuang jauh perasaan minder nya saat akan bertemu dengan mantan kekasihnya, ia tidak memikirkan tanggapan ayah biologis putrinya itu tentang berubah fisik yang dahulu ia puja setiap saat.

Sandra tidak memikirkan itu semua, sekarang yang menjadi prioritas utamanya adalah — putrinya.

"Kamu, harus berada di lingkungan daddy mu, agar kamu bisa hidup layak juga normal." Sandra berucap sambil menghapus air matanya.

Ia pun meletakkan putrinya kembali di atas ranjang. Bersiap untuk mendatangi kediaman besar, ayah biologis putrinya itu.

Putrinya harus mendapatkan hak dari ayah biologis. Dan Sandra akan berjuang untuk mendapatkan hak putrinya, kepada keluarga sang --- ayah biologis.

Bagaimanapun, pria itu harus bertanggung jawab atas kehidupan darah dagingnya sendiri.

Meskipun berat dan harus menjatuhkan harga dirinya, Sandra rela juga ikhlas melakukannya.

"Apa, kau yakin ingin melakukannya, nak?" Nenek Grace tiba-tiba masuk dengan kondisi lemah. Ia terbatuk-batuk memasuki kamar sederhana yang ditempati Shandra juga anaknya.

Ibu satu anak itu, menghentikan gerakan tangannya yang sedang memakai baju, ia terlihat termenung dengan tatapan nanar kepada — nenek Grace.

"Aku sangat yakin, nek," sahut Shandra lirih.

"Demi, Aurora, anakku. Dia berhak mendapatkan kebahagiaan," lanjutnya yang lagi-lagi menitikkan air mata.

"Bagaimana denganmu, nak?" Tanya nenek Grace yang kini duduk di dekat, Aurora, putri — Sandra.

"Kau akan lebih terluka," sambung nenek Grace yang juga menitikkan air mata.

Pertahanan wanita itu pun kembali runtuh, Shandra kembali menangis, hingga luruh di atas lantai. Sekuat apapun pertahanannya, ia hanya lah' seorang wanita juga ibu yang penuh luka juga rapuh. Apalagi ia harus kehilangan putrinya, yang lebih membuatnya terluka dan menderita.

1
Mawardah Rizki
kapan ini kak belum up kisah pangeran dan Aurora nya penasaran dengan cerita Nya 😭
Ajang Edi
kok nggak ada
Nurul Huda
Lumayan
Sri Muryati
Luar biasa
Sri Muryati
Lumayan
Agustina Kusuma Dewi
Wis..nang kene disik wae lah..

krn nunggu aurora n pangeran e..
blm kunjung up
Agustina Kusuma Dewi
widih..
kog blm ada kabar nih..
mulai upnya..
jadi penasaran gemessss
Agustina Kusuma Dewi
hmmmmm
mantep tenan
Agustina Kusuma Dewi
hiihhssss... melting banget pangeran
Agustina Kusuma Dewi
surat nikah negara
Agustina Kusuma Dewi
makain jangan sok sok an aurora
lo buta ta
tp sok mo nolong
bikin susah org tua saja
suruh diam sok bgt bantu
tuh lihat ulahmu bikin mommy
malah jadi moster

nurut napa sih
jd geram juga gue, sama aurora kie

kak uma maaf ya, lo bikin emosi jg sih..
hehhehe..
membawa semanagt juang para mak rempyong kie..ke sandra go girl
Agustina Kusuma Dewi
waduh gawat hare
Agustina Kusuma Dewi
enak yo to
Agustina Kusuma Dewi
malah mantu luweh edian..
tp asyik
bisa menjaga miliknya seutuhnya
Agustina Kusuma Dewi
yeyyeyeue
Agustina Kusuma Dewi
mommy q, my moster angel
Agustina Kusuma Dewi
hayahhhh
108 / 109 sih
Agustina Kusuma Dewi
rasakno akan menerkam dan diterkam
Agustina Kusuma Dewi
oh my..anaknya wong sugeh kah
Agustina Kusuma Dewi
kapuokmu kapan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!