NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Malam itu mereka tidur di satu tempat tidur. Tidak banyak bicara. Laras masih agak canggung, jadi membelakangi Raka. Sedangkan Raka mulai berjanji dalam hati untuk mencoba menerima istrinya. Perlahan keduanya pun tertidur.

Keesokan paginya suasana tenang saat sarapan. Raka berbicara lebih dulu.

“Hari ini mau kemana?”

“Seperti biasa Kak. Ke kampus dulu, lalu belajar masak di rumah Mama Sari, baru pulang ke sini.”

“Kalau begitu ayo berangkat sekarang. Aku antar ke kampus, nanti sore aku jemput di rumah Mama,” kata Raka.

Laras kaget tapi senang juga. Sikap ini berbeda dari biasanya.

Sesampainya di gerbang kampus, Laras mencium tangan suaminya.

“Aku turun dulu ya. Hati‑hati di jalan.”

“Baik, belajar yang rajin,” jawab Raka.

Ia tidak langsung pergi, melainkan menunggu sampai Laras benar‑benar masuk ke dalam halaman.

Sore harinya Raka langsung ke rumah Sari sesuai janji.

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam,” jawab Sari menyambut.

Raka melihat ke sekeliling tapi tidak melihat Laras. Sari yang melihatnya bingung lalu bertanya.

“Ada apa Nak?”

“Laras dimana Ma? Bukankah hari ini dia belajar masak sama Mama?”

“Laras sedang istirahat. Tadi setelah selesai memasak, dia terlihat sangat lelah dan wajahnya agak pucat. Mama tahu kalian baru menikah, tetapi jangan terlalu sering melakukannya, ya. Kasihan kalau sampai jatuh sakit,” ujar Mama tenang.

“Apa sih Ma… tidak berlebihan begitu kok. Memang badannya saja yang lemah. Di mana ia tidur?” tanya Raka. Wajahnya terlihat dingin, namun hatinya mulai merasa khawatir.

“Di kamar. Biarkan tidur dulu, jangan diganggu. Kamu juga sebaiknya mandi dan bersih‑bersih, lalu istirahatlah juga. Nanti kalau makan malam sudah siap, Mama panggil,” jawabnya.

Raka langsung masuk ke kamar. Ia pun merasa lelah seharian ini. Setelah bersih‑bersih badan, ia berbaring perlahan agar tidak membangunkan Laras. Benar kata Mama, wajah gadis itu tampak pucat dan tidurnya nyenyak sekali. Raka perlahan menggeser rambut yang menutupi wajahnya.

“Kenapa kamu sangat mudah merasa lelah? Apakah ada hal yang belum aku ketahui? Semoga kamu tetap sehat dan kuat. Kita harus saling menguatkan. Aku akan perlahan melupakan Rara, dan kita bisa membangun rumah tangga yang baik,” pikirnya sebelum ikut memejamkan mata.

Padahal Laras sebenarnya sudah bangun sejak tadi, hanya berpura‑pura tidur sambil tersenyum mendengar ucapan suaminya.

“Akhirnya Kakak mulai mau membuka hati kepadaku. Aku berjanji akan membantunya melupakan masa lalu. Aku juga akan berusaha menjaga diri agar tetap sehat demi dia,” pikirnya dalam hati.

Belakangan ini dia memang sering cepat lelah dan kadang terasa sesak napas. Nanti jika ada waktu luang, dia berniat memeriksakan diri supaya penyakit lama tidak kambuh lagi. Sambil berbaring, dia menatap wajah Raka yang sedang tidur di sebelahnya, hatinya merasa tenang dan bahagia.

“Dia tampan sekali. Aku bersyukur bisa mendampinginya. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menyesal,” bisik hatinya.

Singkat waktu ....

Setelah makan malam selesai, mereka berpamitan untuk pulang ke apartemen. Mama Sari tampak agak sedih karena rumah akan kembali sepi. Meski baru saling mengenal, Mama Sari sudah sangat menyayangi Laras. Lebih mudah berbagi cerita atau belajar hal‑hal bersama menantu perempuan daripada dengan anak laki‑laki yang agak tertutup. Lama‑kelamaan hubungan mereka menjadi sangat dekat, persis seperti ibu dan anak kandung.

“Jangan cemberut, Ma. Nanti mereka pasti akan lebih sering berada di sini. Biarkan saja mereka menikmati waktu berdua.”

“Laras hampir setiap hari datang kesini, masih saja dirasa kurang?” tanya Raka yang mendengar percakapan itu.

“Mama ingin lebih banyak waktu bersamanya, bukan hanya saat memasak saja. Ingin mengajak belanja atau jalan‑jalan agar dia lebih mengenal lingkungan dan teman‑teman Mama,” jawab Sari terus terang.

“Baiklah Ma, kalau nanti tidak ada kuliah atau kesibukan lain, aku pasti ikut,” janji Laras dengan lembut.

“Baik, Mama tunggu ya. Sekarang kalian pulanglah. Hati‑hati di jalan, jangan sampai Laras terkena angin malam dan jatuh sakit lagi,” pesan Mama terakhir kali.

 

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!