Zuy adalah gadis cantik Yang sederhana, dia pernah jadi pengasuh Seorang anak laki-laki yg bernama Rayyan. mereka terpisah karena Rayyan harus pindah ke Amerika.
Beberapa tahun kemudian..
Zuy bekerja menjadi OB di sebuah Perusahaan CV, suatu ketika di Perusahaan di mana tempat ia bekerja mengumumkan bahwa Pak Willy Ceo dari Perusahaan CV mengundurkan diri, dan di gantikan oleh keponakannya yang bernama Rayyan G Michael. Dari situlah mereka di pertemukan kembali.
Rayyan G Michael, sosok Pria tampan blasteran, berkharisma, dan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, akan tetapi sifatnya sangat dingin dan emosional, terutama terhadap Wanita. Namun sifatnya tersebut tidak berlaku untuk Pengasuhnya yaitu Zuy.
Setelah pertemuannya dengan Zuy, perasaan Rayyan terhadap Zuy semakin besar, perasaan Cinta yang tumbuh di hati Ray sejak lama, bahkan saat ia berpisah dari Zuy dan tinggal di Amerika.
Lalu apakah kisah Cinta Tuan Muda akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ananda andin angraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hujan Di Malam hari
<<<<
"Tentu aku punya Rencana bagus," ucap Maria.
Lalu Maria mendekati Liora dan berbisik, Liora pun langsung tersenyum.
"Ya aku setuju! Kita harus mencari waktu yang pas untuk rencana kita ini..."
Maria pun mengangguk. "Iya bener katamu, aku tau kapan waktu yang pas, serahkan padaku."
"Iya atur saja Maria, lalu dimana Kimberly?!!" tanya Liora mengedarkan pandangannya.
"Kimberly lagi ada pemotretan untuk iklan baru." jawab Maria
"Memang calon mantu idaman." puji Liora ke Kimberly.
"Ngomong-ngomong aku punya desain gaun yang baru, apa kau mau melihatnya?!!" tanya Maria.
"Waaah, boleh juga, kamu memang Desainer terbaik. Ayo kita pergi..!!" ajak Liora
Mereka pun lalu pergi....
°°°°°
Resto
Zuy pun akhirnya sampai di Resto, lalu ia bergegas masuk ke dalam Resto.
"Zuy kamu datang?!!" tanya Aries.
"Pasti datang dong Kak, Paman tadi nelpon katanya mereka mau pergi." balas Zuy.
"Iya mereka pergi mau beli barang-barang dan bahan buat kebutuhan Resto juga, terus buat pesta ulang tahun Nara lusa. Oh ya Nara juga ada di sini tuh dia lagi tidur," Aries menunjuk ke arah Nara.
"Ya kalau tau Nara disini, tadi aku beli sesuatu buat Nara." ucap Zuy.
"Tapi kamu di suruh kesini buat bantuin aku, Zuy." cetus Aries.
"Iya maaf Kak! Baiklah serahkan padaku, hehehe.." kata Zuy dengan percaya diri.
"Oke, kita ke bawah mumpung Nara masih tidur, kalau dia bangun pasti dia langsung nempel ke kamu, jadi kamu susah kerja," lontarAries, "Eummm Zuy, semangat ya..!!"
"Siap kak, Zuy taruh tas dulu ya kak!"
Zuy bergegas ke belakang, setelah menaruh tasnya, ia pun mulai membantu Aries di Resto.
"Pelayan, Minta menunya..!!!" seru Pelanggan.
"Iya tunggu sebentar!" balas Zuy sambil berjalan menghampiri.
Ini silahkan di pilih menunya, Nona.." imbuhnya memberikan buku menu.
"Aku mau yang ini, ini dan ini," ucap pelanggan itu menunjuk ke arah gambar makanan.
Zuy mengangguk. "Baik nona."
Lalu pelanggan itu menoleh ke Zuy.
"Hmmm Zuy, kamu Zuy kan?!!" tanyanya.
Zuy tersenyum dan berkata, "Iya saya Zuy, apa kita pernah bertemu?!!"
"Heh pura-pura nggak kenal ya, ini aku Anne." jelasnya. "Heh nggak nyangka ya ternyata kamu bekerja di sini, tapi kamu cocok untuk jadi seorang pelayan Resto." sambung ucapnya yang bermaksud menghina Zuy.
"Anne! Oh ternyata kamu ya, apa kabar? Ya ini pekerjaanku dan terimakasih atas pujiannya," ucap Zuy
Anne mantan Rekan kerja Zuy yang dulu di Perusahaan CV.
"Tapi aku tidak memujimu lho," celetuk Anne.
"Iya sama-sama, nanti saya ambilkan pesanan anda, silahkan tunggu!"
Lalu Zuy pun pergi untuk mengambil makanan yang di pesan Anne.
"Heh, liat bagaimana aku akan membuat mu tidak punya muka." Anne tersenyum licik.
Beberapa saat kemudian, Zuy kembali mengantar makanan yang di pesan Anne.
"Ini pesanannya Nona, ada lagi?!!" tanya Zuy.
"Tunggu sepertinya ada yang salah," Anne mengecek makanannya. " Hee, liat bagaimana aku mempermalukan mu, Zuy." gumam Anne di dalam hati
Lalu Anne berdiri dan menyiramkan minumannya ke badan Zuy, semua yang ada di situ pun terkejut termasuk Aries yang melihatnya dan segera menghampiri.
"Apa yang terjadi?!!" tanya Aries.
"Maaf Tuan, pelayan anda salah mengambil minuman saya, kalau begini bisa ngecewain semua pelanggan, mending pecat saja dia!" sergah Anne.
"Apa? tapi dia bukan ...," kata Aries
Akan tetapi Zuy menggelengkan kepalanya dengan maksud menghalangi Aries menjelaskan siapa Zuy sebenarnya m
"Maaf Nona kalau minumannya salah, tapi emang ini yang anda pesan. Kalau saya ada salah sama anda, saya minta maaf! Tapi kenapa hanya karena salah minuman anda langsung menyiram saya, apa nggak bisa ngomong baik-baik," Zuy memberikan bill menu yang di pesan Anne.
"Nona kalau ini kesalahan pelayanan kami, kami minta maaf! Biar kami ganti pesanannya atau minumannya saya gratiskan."ujar Aries.
"Ciih, nggak perlu di ganti dan aku bukan orang miskin," pekik Anne. "awas kau Zuy!"
Tanpa basa-basi, Anne pun melenggang pergi.
"Zuy kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi sebenarnya?!!" tanya Aries.
"Tidak ada yang terjadi Kak, Zuy mau ke belakang dulu ya."
Zuy melangkahkan kakinya menuju Toilet.
"Zuy, memang bener kata Tante, kalau kau pandai menyembunyikan kesedihanmu.." gumam Aries.
Setibanya di toilet, Zuy langsung mengganti pakaiannya yang kotor akibat di siram oleh Anne.
"Anne! Kenapa aku harus berhadapan dengannya lagi dengannya, dulu dia memfitnahku nyuri sampai aku di pecat. Sekarang lama nggak bertemu, dia malah mempermalukanku di depan semua." gumam Zuy menahan Rlrasa sedih.
"Zuy, apa kamu baik-baik aja?!! Zuy, Zuy.."
Aries memanggil Zuy karena khawatir, kemudian Zuy keluar.
"Eeh kak Aries. Zuy nggak apa-apa, kan Zuy ganti baju jadi agak lama karena lengket kena minuman. Ayo kita kerja lagi, semua pelanggan udah nungguin" kata Zuy dengan semangat.
"Hmmm... Syukurlah kalau kamu nggak apa-apa Zuy." ucap Aries.
Mereka pun kembali bekerja, beberapa jam kemudian, Resto pun tutup, semuanya sudah pada pulang tinggal Zuy dan Aries yang masih bebersih,
"Nara bangun yuk...!!" Zuy membangunkan Nara yang tertidur di Resto
"Hmmm, kaya suara kakak Zuy," ucap Nara setengah sadar
"Ini kakak, sayang. Kamu tidur nyenyak banget, ayo pulang sama kak Aries..!!!" ajak Zuy.
"Hengngng.." Nara tertidur lagi
"Zuy apa Nara sudah bangun?!!" tanya Aries
"Udah, tapi malah tidur lagi.." jawab Zuy.
"Yaudah kamu gendong dia taruh di mobil, aku mau mengunci pintu dulu," suruh Aries.
"Iya Baiklah..."
Zuy pun menggendong Nara dan meletakannya di Mobil, tiba-tiba suara gemuruh dari langit terdengar, sepertinya mau hujan.
"Zuy kamu buru-buru pulang sepertinya akan turun hujan." kata Aries sambil masuk ke mobil..
"Iya kak, Kakak hati-hati! Awas jangan sampai Nara terbangun.." ucap Zuy..
"Aku duluan ya, bye.."
Lalu Aries mengemudikan mobilnya dan pergi, Zuy menghela nafasnya.
"Sepertinya bakalan gede hujannya, aku harus buru-buru pulang." lirihnya dan bergegas pergi.
Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasahi semuanya, Zuy yang masih di jalan pun kehujanan, Zuy lalu menepi sebentar untuk mengambil jas hujan, akan tetapi...
"Mana jas hujannya, sepertinya aku lupa bawa, alamat kebasahan ini..." gerutunya.
Byuuuur..
Lalu tiba-tiba mobil lewat dengan kencangnya sehingga Zuy terkena cipratan air kotor karena mobil itu, alhasil pakaian Zuy bukan hanya basah juga kotor semua.
"Hari ini aku kenapa sih? Tadi kena siram minuman oleh si Anne, lalu di guyur hujan dan sekarang kena cipratan air banjir, sepertinya hujan masih lama dan malam akan panjang," Zuy mendongak ke atas dan tak terasa ia meneteskan air matanya.
Sesaat ia pun melanjutkan perjalanannya.
°°°°°°°°°°°°°
Rumah Zuy
Beberapa saat kemudian, Zuy sampai di rumah, lalu ia segera masuk ke rumah untuk bebersih. Setelah selesai semuanya ia mendudukkan dirinya di sofa.
"Sungguh hari yang melelahkan, sepertinya hujannya bakal lama, lalu apa malam ini akan lampu juga karena kilatnya makin kencang?!" lirih Zuy
"Meong.. Meong.." Anak kucing itu menghampiri Zuy.
"Ooh Manis, kenapa belum tidur, kamu pasti laper lagi ya? Maaf ya aku baru pulang, sekarang kita makan ya, Zuy juga laper.."
Lalu Zuy memberi makan buat si Anak kucing itu.
****
Rumah Ray
Sementara itu....
Ray yang tertidur pun akhirnya terbangun karena suara Gemuruh di tengah hujan, lalu ia keluar kamar dan menuju Dapur, tiba-tiba...
"Tuan, sedang apa kau di sini, hihihi..." suara seseorang, Ray pun menoleh ke belakang, lalu...
Bletaaak..
Dengan refleksnya Ray memukulnya sehingga ia menjerit kesakitan.
"Aww... Tuan Ray sakit tau, aduh!"
"Kak Davin?!" lirih Ray. "Ck, suruh siapa malam-malam mengagetkan orang, jadi refleks kena pukul kan. Terus kak Davin dari mana hujan-hujan gini?!!"
"Tentu saja aku cari makanan di luar, kebetulan ada nasi goreng jadi aku beli dua nih."
Davin menunjukkan nasi goreng di tangannya.
"Kamu makan aja sendiri! Aku udah kenyang.." kata Ray.
Akan tetapi....
Krunyuuuuuk...
(Suara perut Ray)
"Heh lapar kan? Ayo makan bareng sini!!" ajak Davin.
"Iya.." lirih Ray menunduk malu.
Mereka menuju meja makan, dan menyantap nasi gorengnya, lalu...
"Tuan, sepertinya tadi saya melihat Zuy di jalanan," papar Davin
Uhuuuk.. uhuuuk..
Ray pun tersedak karena kaget..
"Tuan pelan-pelan, ini minum dulu!"
Davin memberikan minuman untuk Ray, kemudian Ray meneguknya, lalu...
"Kakak liat dia dimana?!!" tanya Ray penasaran..
"Di jalanan pas beli nasi goreng ini! Awalnya ku pikir itu bukan Zuy, soalnya dia jauh di seberang jalan. Bajunya basah juga kotor, pas saya mau nyamperin dia, eeh dia malah pergi ngebut lagi bawa motornya." jelas Davin.
Ray mengerutkan keningnya dan nampak kekhawatiran dalam dirinya.
"Sedang apa dia malam-malam begini keluar, kalau ada apa-apa bagaimana?!"
"Tuan, mungkin dia sedang nyari makanan, terus kehujanan. Jangan berfikir yang bukan-bukan lah tuan," tutur Davin. "Ayo makan lalu tidur besok jadwal Tuan banyak."
Mereka pun melanjutkan makannya...
*********
Perusahaan Cv.
Zuy Dan Airin seperti biasa selalu datang pagi-pagi untuk melakukan tugasnya sebagai OB, lalu...
Haatchuuuu...
"Zuy kamu tidak apa-apa?!!" tanya Airin.
"Aku nggak apa-apa Rin, cuma sedikit flu aja." jawab Zuy
"Kalau kamu ngerasa nggak enak badan bilang ya Zuy!" pinta Airin yang khawatir.
Zuy mengibaskan tangannya. "Aku nggak apa-apa Rin ini cuma flu kok, ayo masuk!!"
Lalu mereka pun masuk dan mulai bekerja dan tak lama kemudian Rere pun datang dan menghampiri Zuy.
"Zuy, kamu ke atas ya ke ruangan Ceo dan bersihkan semua ya!!" perintah Rere.
"Baik bu Rere." Zuy mengangguk patuh.
"Zuy apa kau baik-baik aja?!!" tanya Rere
"Saya baik-baik aja bu, kalau gitu saya ke atas dulu ya!"
Zuy pun pergi ke Ruangan Ceo.
Setelah sampai di ruangan CEO, ia pun mulai membereskan dan membersihkan semuanya, namun tiba-tiba..
"Aduh kepala ku kok makin sakit gini, aku duduk bentar deh, siapa tau mendingan." gumam Zuy.
Zuy mendudukkan dirinya di kursi dan tanpa sengaja ia tertidur. Sesaat kemudian Ray dan Davin masuk ke ruangan itu. Lalu Davin melihat Zuy dan menghampirinya.
Akan tetapi mereka belum sadar bahwa itu Zuy.
"Hei, ini waktunya kerja bukan untuk tiduran!" pekik Davin membangunkan Zuy
Sontak Zuy terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Ray, ia pun segera bangkit dari posisinya.
"Ah maaf Tuan Muda aku nggak sengaja ketiduran disini."
"Lho kakak Zuy! Kenapa bisa ketiduran disini? Terus kenapa wajahmu pucat gitu, apa Kakak sakit?" tanya Ray khawatir melihat kondisi Zuy.
"Aku nggak kenapa-napa Tuan, aku hanya flu saja." jawab Zuy.
"Apa karena kamu kehujanan semalam ya Zuy.." sambung Davin
"Ba-bagaimana Pak Davin tau?!!" tanya Zuy keheranan
"I-itu...!!"
Ray lalu mendekat, dan memegang dahi Zuy.
"Apanya yang nggak kenapa-napa, tuh badanmu panas gitu. Kakak berobat ya Ray yang antar!" titah Ray.
"Maaf tuan Ray, pagi ini anda ada rapat dan siang juga kita harus pergi." kata Davin.
Ray berdecak. "Kan bisa di tunda dulu, liat wajahnya Zuy itu udah pucat pasi gitu."
"Tapi ...." lirih Davin.
Lalu...
"Tuan muda, anda nggak usah khawatir! Aku baik-baik aja kok."
"Tapi kamu harus berobat kak! Sekarang pulanglah dan istirahat yang cukup. Biar tugasmu di handle sama yang lainnya." suruh Ray.
"Ta-tapi Tuan muda.." lirih Zuy.
Ray lalu menghubungi Friska.
"Bu Friska Bisa kemari sebentar!"
Tak lama Friska datang lalu bertanya "Ada apa tuan?!!"
"Tolong buatkan surat berobat untuk karyawan dan kasih ke Zuy! Supaya dia mau berobat dan istirahat di rumah." perintah Ray.
Friska mengangguk. "Baik Tuan, akan saya buatkan.",
Kemudian Friska kembali ke ruangannya dan tak lama Zuy akhirnya pergi ke Rumah sakit untuk berobat setelah selesai, ia langsung pulang ke Rumahnya.
***
Rumah Zuy
Sesampainya di Rumah, Zuy buru-buru masuk dan segera istirahat di kamarnya.
Trrrrrrt.. Trrrrrrt.. Trrrrrrt..
Ponselnya berbunyi dan ternyata Bi Nana yang menelponnya.
"Iya halo Bi." lirih Zuy di susul suara bersinnya.
"Zuy kamu sakit?!!" tanya Bi Nana.
"Nggak kok Bi, Zuy cuma Flu aja tapi udah berobat bi," jawab Zuy.
"Sekarang kamu dimana?!! di Rumah apa di kerjaan?!!" cecar bi Nana yang khawatir.
"Sekarang lagi di rumah Bi, atasan suruh Zuy pulang dan istirahat." jawab Zuy.
"Oke, Nanti Bi Nana ke Rumah ya sekalian bawain bubur buat kamu. Yaudah kamu istirahat dulu ya..!!" titah bi Nana.
"Iya Bi, tapi Bi Nana nggak usah repot-repot, Zuy baik-baik aja."
"Udah jangan baw kamu istirahat dulu! Nanti Bi Nana kesana secepatnya, kebetulan Bi Nana juga bikin Bubur.!" ujar Bi Nana.
"Iya bi."
Telpon pun di tutup.
Zuy menghela nafasnya. "Bi Nana maaf ya! Aku harus ngerepotin Bi Nana lagi."
Beberapa saat kemudian, Bi Nana akhirnya datang ke rumah Zuy.
Tok..Tok.. Tok...
Bi Nana mengetuk pintunya namun ternyata pintunya nggak di kunci.
"Lho gak di kunci, anak ini ceroboh banget," gerutu Bi Nana.
Bi Nana membuka pintu kemudian masuk ke dalam.
"Kakak Zuy, Nara datang nih." Nara memanggil Zuy.
"Ssst.. Nara jangan berisik! Kakak mungkin tidur di kamarnya, ayo kita ke sana!"
Bi Nana dan Nara langsung ke kamar Zuy.
"Tuh, dia lagi tidur..." lirih bi Nana.
"Kak Zuy bangun! Nara datang nih," Nara membangunkan Zuy.
Sehingga Zuy membuka matanya yang sayu.
"Hhmmm, Nara udah datang!"
"Kakak Zuy kenapa?!!" tanya Nara.
Zuy bangkit dari tidurnya berganti posisi duduk.
"Kakak nggak apa-apa Nara, Bi Nana makasih ya udah datang, maaf Zuy ngerepotin Bi Nana lagi."
"Nggak repot Zuy, ayo makan dulu! Bibi bawa bubur nih, kamu mau makan di sini atau di ruang tengah?!!"
"Di sana aja Bi." kata Zuy.
Ia pun beranjak dari ke tempat tidur kemudian Zuy dan lainnya melangkah menuju ruang tengah. Bi Nana pun menyiapkan makanan untuk Zuy.
"Nih habisin ya terus minum obatnya..!!" suruh Bi Nana.
"Iya Bi, terimakasih.."
Zuy memakan buburnya itu.
"Zuy, kamu sakit begini apa gara-gara semalam waktu di Resto?!!" tanya Bi Nana.
Zuy menggeleng. "Hmmm, nggak kok Bi. Zuy kehujanan pas pulang dari resto terus lupa bawa jas hujan."
"Lalu apa yang terjadi semalam? Kenapa bisa ada kejadian seperti itu di Resto?!! Bi Nana penasaran akan kejadian semalam.
Zuy mendesah. "Pasti kak Aries yang cerita. Sebenarnya Zuy juga nggak tau Bi, dia pesen makanan terus Zuy antar sesuai dengan pesanannya. terus setelah itu dia bilang kalau minumannya salah lalu dia menyiramkan minuman itu ke badan Zuy."
Zuy menjelaskan ke bi Nana sehingga membuat bi Nana mengerutkan keningnya.
"Siapa dia sebenarnya? Kenapa berbuat ulah di Resto, orang nggak salah juga pakai di siram minuman." pekik bi Nana.
"Tapi Bi, dia mungkin dia masih dendam sama Zuy, karena masalah dulu Bi." lontar Zuy.
"Maksud kamu?!!"
"Bi Nana ingat nggak sama Anne? Dulu yang waktu Zuy di fitnah sampai di pecat oleh pak Willy. Nah itu dia si Anne yang udah bikin masalah di Resto semalam." ungkap Zuy
"Apaaaa! jadi anak itu masih di sini?! Kurang aja, dulu dia bikin fitnah keponakanku sekarang malah bikin ulah lagi, maunya apa sih anak itu, nggak ada kapok-kapoknya." Bi Nana semakin murka.
"Udah Bi jangan marah! Zuy baik-baik aja kok." Zuy menenangkan Bi Nana.
Bi Nana menarik nafasnya dan menghembuskannya.
"Habis Bi Nana kesal, dulu kamu hampir masuk penjara gara-gara ulah dia.beruntung kenalan Papinya Nara banyak, terus juga atasan kamu nggak tinggal diam. Tapi sayangnya kamu terlalu baik Zuy, kamu malah ngelepasin Anne begitu saja, akhirnya gini lagi kan." gerutu Bi Nana.
"Iya Bi, tapi itu karena Zuy nggak mau punya dendam.." Ucap Zuy.
Nggak terasa hari sudah sore menjelang malam, lalu seseorang datang ke rumah Zuy.
Tok.. tok.. tok...
Bi Nana lalu membukakan pintu, ternyata yang datang adalah Davin.
"Anda siapa ya?!!" tanya Bi Nana.
"Saya Davin, oh iya ini dari Tuan untuk Zuy. Katanya, Zuy harus Istirahat yang cukup! Tuan minta maaf nggak bisa datang karena masih sibuk." Davin menyerahkan bingkisan.
Bi Nana menerima bingkisan yang dibawa oleh Davin.
"Oh, terimakasih banyak tuan. Apa anda mau masuk dulu temui Zuy?" tawar Bi Nana
Davin menggeleng. "Tidak terimakasih bu, saya hanya mengantar ini saja, Kalau begitu saya permisi dulu."
"Baiklah, sekali lagi terimakasih."
Lalu Davin pergi kemudian bi Nana menutup pintunya.
"Siapa yang datang Bi?!!" tanya Zuy.
"Ooh katanya suruhan bosnya, namanya Davin dan ini buatmu!" Bi Nana menyerahkan bingkisannya.
"Oh Pak Davin dan Ini pasti dari Tuan muda.." Zuy melihat bingkisan tersebut.
Bi Nana mengernyit. "Tuan Muda? Sejak kapan kamu panggil Bos mu itu Tuan Muda? Dia kan udah tua."
"Maaf Zuy belum cerita ke Bi Nana ya? Eum, sebenarnya atasan Zuy sudah diganti, bukan pak Willy lagi bi." ungkap Zuy
"Oh, Bi Nana pikir atasanmu masih pak Willy." celetuk Bi Nana
"Atasan Zuy sekarang masih Muda Bi, dia bilang kangen sama Bi Nana dan juga pengin ketemu Bi Nana, kalau Bi Nana tau pasti kaget.." lontar Zuy.
"Oh iya, siapa atasanmu sekarang? Kenapa dia kenal dengan Bibi? Kan jadi penasaran, memang siapa Zuy?" cecar bi Nana.
"Nanti Zuy kenalin ke Bi Nana ya!" balas Zuy.
"Hmmmm, yaudah Bibi tunggu ya! Oh iya, Bibi nginep di sini ya buat jagain kamu."
"Jangan Bi! Kasihan Paman, sekarang Zuy udah baikan kok, besok juga udah bisa kerja lagi." ujar Zuy.
Lalu....
"Kamu nggak boleh kerja dulu, kamu harus istrahat! Kalau atasanmu menyuruh kamu berangkat kerja, Bibi yang akan lawan." oceh Bi Nana.
Zuy tertawa kecil mendengar ocehan bi Nana.
"Iya Zuy akan dengerin kata-kata Bi Nana.." ia memeluk Bi Nana..
"Kakak, Mami... Nara juga ikutan dong..!!" Nara menghampiri Zuy dan Bi Nana.
"Sini Nara..!!!"
Mereka bertiga pun berpelukan...
*****
Sementara itu...
Ray datang menghadiri undangan makan malam, setelah sampai ia di sambut hangat oleh Pak Wildan dan keluarga.
"Maaf pak Wildan! Saya datang terlambat," kata Ray berjalan dengan gagahnya.
"Nggak kok, Kami juga baru datang. Oh iya perkenalkan ini istri saya Linda dan anak saya Erlin," Pak Wildan memperkenalkan keluarganya.
"Tuan salam kenal nama saya Erlin.." Erlin mengulurkan tangan.
"Salam kenal, Saya pikir ini undangan makan malam mengenai pekerjaan tapi ternyata acara keluarga," celetuk Ray sambil menjabat tangan Erlin
"Iya, sekalian perkenalan juga," ujar pak Wildan, "Silahkan duduk..!!"
"Terimakasih banyak Pak.."
Ray mendudukkan dirinya di kursi begitu juga dengan pak Wildan serta keluarga.
"Saya sangat senang dengan kehadiran anda, Tuan Ray dan saya masih benar-benar nggak nyangka Willy bisa punya keponakan yang pandai berbisnis sepertimu Tuan," Pak Wildan memuji Ray.
Ray tersenyum dan berkata, "Terimakasih Tuan atas pujiannya, iya karena saya dari kecil sudah di ajari berbisnis sama orangtua saya, katanya supaya saya bisa mandiri."
"Waaah orangtua kamu pasti orang yang hebat ya, apa mereka apa ada disini juga?!!" ujar Pak Wildan sekaligus bertanya.
"Oh Mereka ada di luar Negri," jawab Ray.
Tak berapa lama makanan pun datang..
"Ayo kita makan dulu!!" ajak pak Wildan.
Mereka menyantap makanannya bersama, setelah selesai Makan, obrolan pun berlanjut, lalu pak Wildan menoleh ke arah Erlin yang tengah menunduk.
"Erlin kenapa kamu diam saja? Ajak ngobrol dong Tuan Ray-nya! Kasihan dia udah jauh-jauh datang kesini masa kamu diemin gitu." cicit Pak Wildan.
"Eemm Er-Erlin malu Pi." lirih Erlin dengan wajah memerah karena melihat Ray.
"Hahaha, anak saya ini memang pemalu Tuan, jadi maaf ya kalau dia Diam seperti ini. Tapi walau begitu dia anak yang pandai, Erlin selalu jadi juara di kelasnya." Pak Wildan memuji anaknya di depan Ray.
Ray tersenyum tipis mendengarnya.
"Kok kaya Dejavu ya.." gumam Ray di dalam hati.
"Nak Ray kenapa diam saja? Apa anda merasa kurang nyaman karena Erlin tidak mengajak anda berbicara?" cecar bu Linda.
Ray menggeleng. "Saya tidak apa-apa."
Lalu ponsel Ray berbunyi.
"Sebentar, saya angkat telpon dulu." Ray mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tersebut.
"Iya ada apa?!!" tanya Ray.
"Tuan Ray tadi saya udah sampaikan pesan Tuan ke Zuy," jawab Davin.
"Hah apa? Iya sebentar lagi saya kesana! ujar Ray berpura-pura.
"Apa yang kamu bicarakan sih Tuan?!!" tanya Davin kebingungan.
"Iya ini mau berangkat, tunggu ya! terimakasih.." kata Ray
Telpon pun di tutup..
"Ada apa tuan Ray??!" tanya pak Wildan
"Maaf semuanya saya sepertinya harus pergi, ada urusan mendadak. Terimakasih atas undangan makan malamnya dan lain waktu kita akan bertemu lagi, permisi.." pamit Ray.
Lalu ia bergegas pergi.
"Dia orang yang sibuk dan juga sangat tampan ya pi," Erlin mengagumi Ray..
"Itu alasannya kenapa papi ngenalin kamu ke dia, bagaimana apa kamu tertarik?!!" tanya pak Wildan.
Erlin mengangguk. "Tentu saja aku tertarik dengannya pi."
"Baguslah, pokoknya kamu harus memenangkan hatinya supaya kamu bisa dapetin dia," pinta Pak Wildan.
"Iya mami setuju, sepertinya dia juga pekerja keras.." sambung Linda.
Erlin menyunggingkan senyumnya.
"Tuan Ray, aku pasti bisa mendapatkanmu.."kata Erlin dengan penuh semangat.
*Bersambung...
Kisah Zuy & Ray benar2 luar biasa, selalu bikin meleleh.. 🥰
Konfliknya bikin greget, tapi endingnya benar2 memuaskan & membahagiakan 🤍
Semangat terus Kakak Author.. 😘
Ending yang sangat memuaskan, semua kisah tokoh2nya berakhir bahagia 🥰
Selain Ray & Zuy, Davin & Airin juga yang lain bahagia sama pasangannya masing2, aku juga seneng Maria & Kimberly berubah jd baik.. Akhirnya Zuy bisa ngerasain kasih sayang Ibu kandungnya..
Semoga selalu bahagia, sampai menua bersama & sampai maut memisahkan 🤍
Ray & Zuy juga Davin & Airin, bahagia terus ya, sampai maut memisahkan 🤍
Semoga semua baik2 aja ya..