Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlebihan.
"Halo, Ma!" sapa Syakira setelah menjawab panggilan dari wanita yang dia sayangi.
"Iya, Sya, apa kamu sudah sampai, Nak? Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Vera antusias.
"Iya, Ma, Sya baik-baik saja kok!" jawab nya. Sya memang panggilan kesayangan orang yang dekat dengan dirinya.
"Nak, apa suamimu masih bersikap baik padamu?" Davvien langsung merebut ponsel dari telinga sang istri dan bertanya pada putri kesayangannya itu.
"Papa ini tanya apa? Tentu saja dia baik, dia sangat mencintai ku!" jawab Syakira dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Syakira tidak mempermasalahkan sikap Alif yang tadi sedikit kasar, karna dia pikir Alif benar-benar kelelahan.
"Syukur kalau begitu, baik-baik di sana, Nak! Papa dan Mama selalu merindukan kamu!"
"Aku juga sangat merindukan kalian, aku sayang Mama dan Papa!" setelah memutuskan sambungan, Syakira ingin meletakkan ponsel nya kembali, akan tetapi belum lepas benda itu dari tangan nya, ponsel nya kembali berbunyi.
"Halo, Oma!"
"Iya, Nak! Bagaimana keadaan kamu, apa kamu sudah sampai? Apa kamu nyaman tinggal di sana?" Syakira sambil menganga mendengar pertanyaan Ny. Andin.
"Kita baru berpisah beberapa jam, Oma, tapi Oma sudah bersikap berlebihan. Aku ini sudah besar, jadi jangan cemaskan aku ya!"
"Meski kamu sudah besar dan sudah menikah, akan tetapi kamu tetap jadi cucu manja Oma!"
"Udah ya Oma ya, aku tutup dulu, nanti suami aku nunggu!" bohong Syakira, dia langsung mematikan sambungan nya.
Namun, belum sempat dia menjauhkan ponsel dari telinga nya, benda itu kembali berdering, yang tertera nama yang dia tulis, Uncle.
Syakira memutar mata malas sebelum menjawab panggilan dari Kakak Mama nya itu.
"Iya, Uncle!"
"Kamu di mana sekarang?"
"Aku gak mau bicara sama Uncle, karna Uncle gak datang ke pernikahan ku!"
"Maafkan, Uncle sayang! Aunty tiba-tiba sakit, uncle tidak bisa meninggalkan dirinya sendiri!"
"Benarkah? Sekarang bagaimana, apa aunty sudah sehat?"
"Sudah sedikit membaik,"
"Syukur lah, Maaf aku tidak tau!"
"Tidak apa-apa, Uncle cuma mau mengucapkan selamat, kamu terlihat sangat cantik kemaren!"
"Uncle lihat di mana?"
"Melalui Video call di ponsel Fadlan!"
"Uh ... Terimakasih Uncle,"
"Sekarang kamu dimana?"
"Di kota B, Uncle. Di rumah suami ku!" jawab Sykira spontan membuat Frans terkekeh dari seberang sana.
"Sepertinya kamu sangat bahagia, Sya!"
"Jelas lah, aku menikah dengan lelaki tampan dan juga sangat mencintai ku," timpal Syakira membenarkan.
"Uncle senang mendengar nya. Semoga kamu selalu di limpahkan kebahagiaan!"
"Aaaminnn..."
"Sudah dulu ya, Uncle! Nanti Mas Alif nyariin aku!"
"Iya, tutup saja!"
"Assalamualaikum, Uncle!"
Syakira langsung menutup panggilan mya setelah mendengar Frans menjawab salam dari nya.
Benar saja, baru menutup telpon dengan saudara Mama nya itu, Alif juga keluar dari dalam kamar mandi.
Dengan buru-buru Syakira memilih baju untuk di pakai oleh sang suami.
"Ini bajunya, Mas!" ucap Syakira sambil menyodorkan pakaian untuk lelakinya itu.
"Letakan saja di sana!" seru Alif sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.
Syakira seketika malu sendiri melihat tubuh Alif yang bertelanjang dada. Handuk yang dililitkan hanya sepinggang langsung menampilkan otot perut berkotak-kotak.
Tidak ingin salting sendiri, Syakira memilih untuk bercerita pada Alif.
"Tadi, Mama, Papa, Oma dan Uncle Frans menelpon ku, mereka selalu saja berlebihan, sangat mengkhawatirkan ku, padahal aku bahagia di sini, ada kamu yang akan melindungi ku!" celoteh Syakira, seketika menghentikan aktivitas nya.
Bukan nya merespon ucapan istri nya, dia malah mengalihkan pembicaraan "Cepat lah mandi, aku sudah ingin istirahat!" seru Alif, membuat wajah Syakira cemberut.
"Melindungi? Cih, bahkan keluarga mu mulai sekarang tidak akan bisa melindungi mu lagi. Dan akan ku pastikan, ini yang terakhir kalinya kamu berbicara dengan keluarga mu!"
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Gak di open saat bicara itu gak enak, Lif! Nyesek rasanya tau! Ekspresi kesel....
...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....