NovelToon NovelToon
Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Balas Dendam
Popularitas:38.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Lala Jingga

Maggie adalah seorang gadis kecil yang tidak pernah dianggap oleh daddynya karena ia terlahir dari rahim wanita yang tidak diinginkan yaitu rahim seorang gadis desa yang bekerja sebagai pembantu.
Gadis berusia 2 tahun ini mencoba mengambil hati daddynya dengan berbagai cara namun sia-sia. Sampai suatu saat ia lelah dan menerima tawaran mommynya untuk pergi ke tempat yang jauh disanalah mereka memulai hidup baru dan mengubah takdir hidup mereka, saat itulah gadis kecil ini perlahan-lahan mulai melupakan sosok daddy yang begitu ia idamkan.
Apakah mereka akan bertemu kembali? ikuti terus novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Maggie Yang Kocak

“Aku harus secepatnya membawa mereka pergi karena orang- orang dari mantan suaminya sudah menemukan tempat ini dan kemungkinan mereka akan datang esok atau lusa ”

*****

Sementara berbicara tiba-tiba Mey berdiri di belakang mereka, karena menunggu Novi yang sudah lama tidak kembali ke belakang akhirnya memutuskan untuk keluar.

“Nak..” Ucap tuan Devid yang langsung berdiri dan menarik putrinya masuk ke dalam pelukannya

Mey yang tidak tahu apa-apa berusaha melepaskan diri.

“Apa-apaan ini?” ucapnya marah karena orang yang tidak ia kenal tiba-tiba memeluknya tanpa ijin.

“Ini ayah nak, ayah kandungmu” ucap tuan Devid berusaha menjelaskan

“Omong kosong apa ini? Memang sejak lahir aku tidak mengetahui keberadaan ayahku dan seperti apa ayahku, tapi bukan berati kamu seenaknya mengarang cerita kalau aku anakmu” hardik Mey pada pria paruh baya itu.

“Itu semua benar ka Mey, aku yang membantu tuan Devid untuk mengambil rambut kamu sebagai sample untuk tes DNA. Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyembunyikan ini semua tapi aku menunggu sampai waktu yang tepat saat hasil DNA keluar, dan hari ini tuan Devid kembali karena hasilnya sudah ada.” Ucap Novi dengan rasa bersalah takut Mey marah kepadanya.

Dengan tangan gemetar Mey menerima kertas itu dari tangan Novi dan membacanya, air matanya menetes begitu saja ketika melihat hasilnya tapi itu tidak menggoyahkan hatinya, ia ingin tahu apa alasan pria ini pergi meninggalkannya saat ia masih bayi, apalagi menurut cerita kakek dan neneknya bahwa ibunya dinikahi secara kontrak dan sudah pasti ayahnya ini telah berencana meninggalkannya sejak belum lahir.

“Dari mana kamu tahu jika aku anakmu sampai kamu menyuruh Novi mengambil sample dariku?” tanya Mey masih dengan mode galaknya

“Karena wajah kamu, wajahmu sangat mirip dengan mendiang isteriku” ucap tuan Devid menahan sakit di hatinya karena tidak segampang itu mendapatkan hati putrinya.

“Bukannya kamu menikah dengan ibuku secara kontrak, itu artinya kamu sudah berencana meninggalkanku sejak aku belum ada iya kan?” cecar Mey yang belum puas

“Semua itu benar, sebelumnya aku menikahi Merry secara kontrak tapi itu sebelum ada kamu, bahkan ibumu menyembunyikan kehamilannya hingga bulan yang ke tiga karena berpikir aku tidak menginginkan anak dalam pernikahan itu, saat aku tahu bahwa dirinya hamil, perasaan itu berubah dan aku baru menyadari jika pernikahan kami bukan karena nafsu tapi karena cinta. Sejak saat itulah aku menetapkan hatiku dan mempersiapkan kejutan untuk resepsi kami nanti saat kamu lahir, tapi Tuhan berkehendak lain, ibumu harus pergi untuk selamanya. Sebelum ia menutup mata ia masih sempat berpesan agar akulah yang merawatmu walaupun kami tak saling mencintai karena memang saat itu aku belum mengakui perasaanku. Aku berpikir jika waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan itu saat resepsi nanti ternyata salah aku bahkan sangat terlambat, namun aku bahagia ternyata ia juga mencintaiku diakhir hidupnya ia masih sempat mengungkapkan perasaannya, itulah sebabnya aku tidak mau menikah lagi dan menghabiskan waktu untuk mencarimu. Dan soal  kenapa aku meninggalkan kamu itu tidak tepat. Lebih tepatnya kamu yang dibawa pergi meninggalkanku” ucap tuan Devid yang sudah meneteskan air matanya

Penjelasan itu begitu menusuk sampai ke relung hatinya. Ternyata selama ini kebenciannya terhadap ayahnya itu salah. Ayahnya juga menceritakan tentang pencariannya beberapa tahun lalu dikampung ibunya namun tidak menemukannya karena ia telah pergi ke kota, hal itu menambah sakit hatinya. Orang yang ia benci ternyata begitu mencintainya bahkan tidak mau menikah lagi padahal waktu itu usianya masih sangat mudah.

Mey tidak dapat menahan sakit hatinya lagi langsung menghambur ke dalam pelukan sang ayah yang tidak pernah ia rasakan. Di tengah menikmati rasa haru biru mereka, tiba-tiba datanglah si biang rusuh  siapa lagi kalau bukan Maggie, gadis kecil yang selalu membuat orang lupa akan segala sesuatu.

Maggie datang dengan membawa mainanya dan duduk di atasnya dekat meja kasir yang tak jauh dari para orang tua itu dengan tangan kecilnya ia lipat di atas dadanya.

“Tenapa talian-talian ini nangis? Ganggu olang caja” Ucapnya dengan gaya culas

“Ade sudah bangun sayang” Ucap mey yang menyadari akan kehadiran anaknya

“Talo ade cudah ada di cini, itu tandanya ade cudah banun, talna talian-talian ini libut setali” ucapnya mengeluarkan unek-uneknya

Ya sejak tadi Maggie tidur di ruangan kecil mommynya yang ada di kedai itu. Itu adalah tempat istirahat siang Maggie setiap hari.

“Aduhh anak mommy ngambek ya?, ade mau tidak, mommy punya sesuatu buat ade.” Umpan Mey

“Apa itu mom, apa itu matanan enac?” ucapnya dengan berbinar jika menyangkut makanan enak.

Semua orang tertawa melihat tingkah gadis kecil ini termasuk tuan Devid yang sudah tidak sabar menggendong cucunya yang menggemaskan ini namun ia urungkan takut Maggie ketakutan karena belum mengenalnya

“Nah…. Ini dia, ini adalah opanya Maggie, ayah mommy” ucap Mey memperkenalkan anaknya kepada ayahnya

“Talo mommy punya ayah, tenapa celama ini tida jemput tita di lumah daddy?” ucapan yang mewakili persaan gadis kecil itu kalau selama ini dia sangat menderita tinggal di rumah Daddynya.

Deg

Mey terkejut dan langsung menerteskan air mata sampai ia sendiri tidak sanggup menjawab pertanyaan gadis kecil itu.

Tuan Devid mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil itu lalu mengusap kepalanya

“Maafkan Opa selama ini opa kerja di tempat yang jauh, opa baru pulang untuk menjemput Maggie, maukan maafin opa?” bujuk opa, Maggie langsung tesenyum licik, Mey merinding dengan tingkah putri kecilnya karena ia tahu apa yang ada di dalam otak kecil itu. Pasti saat ini gadis kecil itu sedang memikirkan sesuatu yang menguntungkannya.

“Ohhh opa telja jauh, belalti opa punya uang banyak tan? Opa halus beli ade mainan yan banyac. talna boneka beluang ade tinggal di lumah Daddy” ucapnya pura-pura sedih

(Yahhh itukan? Kumat lagi matrenya, aktingmu sungguh jitu nak. Tuhan kira-kira anakku mirip siapa sih sifatnya? Perasaan Mommy nggak gitu deh) batin Mey sambil menangis dalam hati karena tingkah anaknya yang satu ini.

Semuanya serentak tertawa kecuali Mey yang merasa malu.

“Iya opa akan turuti semua permintaan Maggie” jawaban opa langsung merubah raut wajah Maggie yang tadi pura-pura sedih jadi berbinar

“Yeeee ade punya mainan banak nanti” ucapnya melompat kegirangan.

Kekacauan itu kembali serius saat tuan Devid kembali angkat bicara

“Nak, apakah kamu mau ikut ayah ke Australia? Saat ini orang-orang mantan suami kamu lagi memantau kedai ini, dan kemungkinan esok atau lusa mereka akan datang menjemputmu kembali, tapi jujur ayah tidak akan melepaskanmu kembali menderita apalagi saat ini istri dari mantan suamimu sementara mengandung anak mereka.” Jelas tuan Devid

“Baik ayah, bawalah kami pergi sejauh mungkin agar mereka tidak menemukan kami lagi” ucap Mey dengan menahan sesak dihatinya

“Baikla, kamu tidak perlu membawa barang-barang cukup kamu bawa yang bagi kamu itu penting. ” ucap Tuan Devid

Mey menoleh dan menatap Novi yang sudah menangis karena ia harus berpisah dengan Mey dan Maggie secepatnya.

“Kamu jangan sedih, aku pasti selalu menghubungi kamu” ucap Mey sambil memeluk sahabatnya ini.

“Ade tak mau picah denan ta Novi” ucap anak kecil ini sambil menangis memeluk Novi. Mey menatap ayahnya seolah bertanya, Bagaimana ini ayah?

“Dimana rumah orangtuamu?”tanya tuan Devid ke arah Novi

“Di sebelah jalan tuan, tidak jauh dari sini” jawab Novi

“Apa kamu juga siap ikut ke Australia?” lanjut tuan Devid membuat Novi kaget, impiannya dan doanya untuk pergi ke luar negeri seoalah  di dengar Tuhan.

****

-Bersambung-

1
Martiana Sitepu
Lumayan
Indira Ira
Luar biasa
Khanza Safira
🤣🤣😂😭 ketahuan kau Reno
Khanza Safira
nyari nyari dari semalam hampir nyerah eh akhirnya ketemu lagi ni novel
Mice Zaimarni
Luar biasa
Cinta Al
pembalasan meggi sayg.
Truely Jm Manoppo
wowww keren Othor ceritanya. semangat dan sukses selalu.
Truely Jm Manoppo
semoga dilancarkan semua Rozky dan Maria
Truely Jm Manoppo
wahhh Daffi ... kerjain perusahaan Daddynya.
Truely Jm Manoppo
siapakah orang nya ya thor
Truely Jm Manoppo
wahhh keluarga yang murah hati.
Truely Jm Manoppo
Daffa usil juga sama kembarannya
Truely Jm Manoppo
Alfa 🤣🤣🤣🤣🤣
Truely Jm Manoppo
Ngidam bumil 😃😃😃😃
Truely Jm Manoppo
semoga Maria dan Rozky berjodoh ya thor
Truely Jm Manoppo
mantap Rozky
Truely Jm Manoppo
wah kayaknya Maggie hamil deh
Truely Jm Manoppo
Twins .... 👍👍👍👍
Truely Jm Manoppo
Astoge .... twins
Truely Jm Manoppo
Jakson ... keren deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!