Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.
Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.
Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.
Penasaran? ikutin kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan
Semua tamu undangan sudah pulang, karena acara pernikahan Al dan Caca sangat sederhana. Caca juga sudah tidak terlihat, entah kemana gadis itu Al tidak memperdulikan nya. Setelah akad nikah tadi, Al memilih duduk bersama Jo dan membiarkan sang istri begitu saja.
Mereka kembali bersama pada saat photo pernikahan dan photo bersama keluarga. Selebihnya Al tidak perduli, Zahra beberapa kali mengingatkan nya namun Al tetap.tak bergeming.
Al masih duduk di depan bersama Jonathan. Sedangkan keluarganya sudah sejak tadi pulang, apalagi sang nenek tidak bisa ikut karena masih sakit.
"Sebaiknya aku pulang sekarang, Dan aku masuklah ke dalam, ingat Al dia sudah menjadi istrimu, perlakukan dia dengan baik,"
"Sepertinya kau sudah alih profesi sekarang Jo, aku baru tahu jika sekarang temanku adalah seorang ustad." sindir Al.
"Aku bicara yang sebenarnya, kalian bisa membicarakan nya dari hati ke hati. Lagipula istrimu l cantik, muda lagi kau beruntung man!" godanya.
"Sudah balik sana!" usir Al
"Ok ,kau balik." Jo melangkah keluar dan Al dia masih duduk di sofa.
"Nak, sebaiknya kamu istirahat, kamar Caca ada diatas sebelah kanan." tutur Ratna.
"Eh, iya Tante." jawab Al canggung.
"Jangan Tante, tapi mama."
"Iya Ma." Setelah itu Al berjalan naik menuju lantai dua, dia akan menemui Caca.
Al membuka pintu yang ternyata tidak dikunci, dia berdiri di depan pintu dan menatap sekeliling sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam.
Al mendaratkan pantatnya di sofa, lagi dia menatap sekeliling ruangan yang bernuansa biru. Ada stiker besar bergambar karton Doraemon, beberapa boneka berjajar rapi di dalam lemari, banyak sekali yang sebagian besar juga boneka kucing tersebut.
Al terus memperhatikan kamar gadis kecil itu, disudut ada tak kecil dan banyak buku berjajar rapi disana ,dan...
Ckleek..
Pintu kamar mandi terbuka, Al langsung menoleh ke sumber suara. Caca dan Al sama sama terkejut.
"Apa yang Om lakukan di kamarku?"
Al tak menjawab dia malah menatap penampilan gadis yang batu beberapa jam lalu mengubah statusnya dari lajang menjadi seorang suami. Dan sialnya suami dari gadis kecil dihadapannya ini.
"Om budek ya!" lagi Caca bertanya.
What dia mengatakan aku budek, sial!!!
"Ini kamarmu berarti sekarang ini juga kamarku, karena sekarang aku suamimu!" ucap Al sambil menggeram kesal.
"Oh..." hanya itu yang dikatakan Caca. Selebihnya dia diam dan duduk di meja rias menyisir rambutnya. Tak memperdulikan Al yang terus menatapnya.
"Sebaiknya kau segera bereskan pakaianmu, sore ini kau ikut denganku, kita akan tinggal di apartemen ku sampai acara resepsi, dan setelah itu kau harus ikut denganku dan tinggal bersama ku."
Caca menoleh, "Aku tidak mau, bukankah om tidak menyukaiku, bisa bisa nanti Om menyiksaku disana, sebaiknya aku tinggal disini saja sampai acara resepsi nanti, dan Om terserah mau tinggal dimana." jawab Caca enteng.
Al berjalan mendekat dan memegang pundak gadis itu, Caca pun menoleh, "Dengar gadis nakal, aku tahu ini semua rencanaku untuk menjebak ku, kau dan temanmu berhasil membuatku menikah denganmu tapi jangan harap aku bisa menerima mu menjadi istriku, tidak akan pernah." ucap Al penuh amarah
Caca berdiri dan kini mereka berhadapan, Caca juga menatap sengit kearah Al, "Apa maksud ucapan Om?"
"Jangan berpura pura bodoh, aku sudah tahu semuanya, kau dan teman mu itu bersekongkol untuk menjebak ku, karena kau menyukaiku, benar bukan?" ucap Al tersemyum remeh.
Mata Caca membola dan hampir keluar dari tempatnya, "Om jangan asal nuduh ya!" ucapnya tak kalah keras.
"Aku tidak asal tuduh, "Seharusnya aku sadar sejak awal jika ini hanyalah jebakan, aku yang bodoh bisa di percaya olehmu, aku tahu kau menyukaiku sejak kita pertama kali bertemu, kemudian kau mengikuti ku dan berbuat seolah olah itu hanyalah kebetulan, ternyata kau gadis yang licik."
"Aku tidak melakukan semua itu, tarik ucapan Om atau!"
"Atau apa?" bentak Al. "Kau akan mengatakan kepada Papa jika aku mengamcam mu, iya! dengar, aku bersedia menikahimu hanya karena Mama. Karena mama yang memohon kepadaku, tapi ingat, pernikahan ini tidak akan menjadi pernikahan seperti yang kau impikan, aku akan menciptakan neraka untukmu, aku akan membuatmu menderita dan memilih mati."
"Apa Om pikir aku juga mau menikah dengan pria sombong, angkuh dan terlalu percaya diri seperti om? aku juga terpaksa."
"Omong kosong, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, tapi aku tidak akan pernah bisa menerima mu karena aku mencintai wanita lain, dan aku akan menikahinya. Pernikahan ini hanya akan bertahan selama satu tahun setelah itu aku akan menceraikan mu."
"Aku akan buat Om jatuh cinta padaku, dan menarik semua kata kata Om itu, Om akan menangis dan mengemis cinta padaku"
"Hahaha itu tidak mungkin terjadi." ucap Al tertawa. "Kau tidak sebanding dengannya, bahkan seujung kuku pun kau tidak ada apa-apanya." ejek Al.
"Akan aku buktikan ucapan ku, Om. Aku akan buat Om mencintai ku, dan bila itu terjadi om harus memutuskan hubungan dengannya, tapi jika aku gagal, aku akan melangkah pergi, bagaimana?"
"Ok, aku terima tantanganmu, aku beri kamu waktu satu tahun, tapi ingat janjimu, kau akan mundur jika kau tidak bisa membuatku jatuh cinta, Deal!"
"Deal!" Caca menjabat tangan Al.
"selamat berjuang gadis kecil, tapi aku tidak akan pernah tergoda." ejek Al.
"Tapi aku punya syarat Om," ucap Caca lagi.
Al menoleh dengan tatapan tajam, "Selama di depan kedua orangtua kita, aku mau kita biasa saja, seperti layaknya pasangan lain"lanjut Caca.
"Ok, tidak masalah. Bersiap lah, kita akan berangkat jam lima." Setelah bicara Al berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya. Sedangkan Caca hanya menatapnya dengan tatapan sedih.
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅