Masih dlam perbaikan, baik cerita dan lainnya. Tunggu sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
[Chapter 11.]
[Start.]
'Usianya tinggal 6 bulan kah?.' Ucap Shin dalam hati. Lalu Shin, Ayako dan beberapa perawat dan dokter mulai merawat Mayu.
"Ini penyakit tidak bisa disembuhkan." Ucap Dokter 1.
"Keberhasilan hanya 10%." Ucap Dokter 2.
"Bisa diselamatkan." Ucap Shin tiba-tiba.
"Oi, nak kau nih tidak paham apapun. Serta kenapa kau disini, ini area terlarang." Ucap Dokter 1.
"Dokter Akio, aku yang mengizinkan nya kesini." Ucap Ayako.
"Dokter Ayako, tempat ini bukan untuk mainan." Ucap Dokter 1 yang tak lain Akio.
"Diamlah, kalau tidak ingin membantu. Lebih baik keluar." Ucap Shin sambil memandang tajam ke arah Akio.
Akio sedikit takut lalu mundur. "Kamu..." Ucap Akio, lalu berbalik pergi. Namun saat di pintu "Awas aja kau." Ucap Akio pelan, namun Shin mendengarkan nya.
Shin mengabaikan karena prioritas nyawa Mayu terlebih dahulu.
Shin terus melakukan Operasi untuk menghilangkan penyakit dari Mayu, keterampilan Shin sangat indah dan cepat, dokter dan Suster yang berada di ruangan tersebut terkagum, apalagi Ayako.
beberapa jam kemudian.
'Akhirnya selesai.' Ucap Shin dalam hati, lalu Ayako menyeka keringat Shin.
Lalu mereka memindahkan Mayu ke ruang Perawatan. Shin tidak kesana dulu, namun pergi ke ruang Ayako.
"Hah, sungguh melelahkan." Ucap Shin.
"Ini, air. Selamat telah menyelamatkannya." Ucap Ayako.
"Terimakasih." Ucap Shin tersenyum. Lalu meminum air tersebut.
Glug Glug Glug.
"Fyuhh, akhirnya segar kembali." Ucap Shin.
Ayako lalu duduk di sebelahnya.
"Ne, bagaimana keadaanmu?." Ucap Ayako.
"Sebentar lagi aku akan pindah ke Apartemen, lalu beli rumah." Ucap Shin.
"Lalu, apakah dia adalah Saudari kita." Ucap Ayako.
"Tidak tahu, kita hanya bisa melihat saja nanti." Ucap Shin.
"Serta Kakaknya itu, Kepala sekolah di sekolah ku." Lanjut Shin.
"Ohh." Ucap Ayako terkejut.
"Baiklah, aku akan pergi ke tempat Mayu." Ucap Shin.
"Aku akan disini sebentar, nanti aku akan kesana." Ucap Ayako.
Lalu Shin pergi.
Di sisi lain.
"Sialan, Ayako kenapa kau malah menyukai pria itu, dan kenapa Pria itu bisa menyelamatkan pasien itu. Aku harus bergerak agar lebih cepat mendapatkan Ayako." Ucap Akio.
Lalu sebuah ide melintas di otak Akio.
"Hehehe, kenapa tidak ku klaim saja, agar sepenuhnya milik ku." Ucap Akio lalu menyeringai dengan mesum.
Tanpa dia ketahui, Shin sudah menempatkan sebuah Energi di punggung Akio, Energi tersebut bisa mendengar dan merasakan hati orang tersebut.
Shin yang mendengar ucapan Akio, dia berjalan sambil tersenyum, banyak yang melihat tersebut senyum Shin indah, namun dibalik senyum tersebut, Shin menyeringai seperti Iblis.
'Berani mengusik Wanitaku, siapkan pemakamanmu nanti.' Ucap Shin dalam hati.
Lalu Shin tiba di ruang perawatan Mayu, saat Shin masuk, Shin melihat Kepala Sekolahnya, yaitu Yuka Matsuda.
Yuka yang melihat Shin datang, dia berlari dan langsung memeluk Shin.
"Terimakasih Terimakasih.. Terimakasih telah menyelamatkan Mayu, Hiks Hiks." Ucap Yuka memeluk Shin dan menangis.
"Tidak apa-apa, Matsuda-sensei." Ucap Shin membalas pelukannya lalu menepuk punggung Yuka agar tenang.
Yuka tertidur di dalam tangisannya karena lelah, Shin yang melihat tersebut, menggendong Yuka dengan gaya pengantin.
Lalu, Shin meletakkan Yuka di Ranjang pasien yang berada di sebelah Mayu. Shin selesai meletakkan Yuka di Ranjang tersebut. Saat akan pergi, Yuka memegang 1 tangannya.
"Jangan pergi." Lirih Yuka, yang masih tertidur.
Shin hanya memegang tangannya, lalu duduk di kursi sebelah Yuka. Shin yang masih kelelahan dia memejamkan matanya dan tertidur.
Di sisi lain.
Akio, sudah membawa Ayako yang pingsan di dalam Mobil.
"Hehehehe Waktunya ke Hotel." Ucap Akio menyeringai mesum.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik Tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.