NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ras Peri

Energi kuno milik Ras Iblis itu tidak hanya menyembuhkannya, tetapi telah menggantikan seluruh fondasi tubuhnya. Huang kini bisa merasakan Qi alam di sekitarnya mengalir masuk dengan patuh, terserap ke dalam tubuhnya tanpa penolakan sedikit pun.

"Ini... bukan Qi biasa," gumam Huang. Energi ini terasa lebih pekat, lebih dingin, dan memiliki daya hancur yang samar.

Dia melangkah mendekati salah satu pilar batu penyangga gua yang tebal. Tanpa menggunakan teknik apa pun, Huang melayangkan satu pukulan lurus yang sederhana.

BUM!

Pilar batu setebal pelukan tiga orang dewasa itu langsung retak seribu, lalu hancur menjadi serpihan debu. Huang menatap tinjunya sendiri dengan tidak percaya. Kekuatan fisik ini setara dengan seorang kultivator yang telah mencapai ranah Pembersihan Sumsum, ranah yang bahkan belum bisa dicapai oleh sepupunya, Lin Tian, yang dianggap jenius.

Namun, Huang tidak sempat merayakan kekuatannya. Sebuah getaran halus di udara menangkap indra pendengarannya yang kini menjadi sangat tajam.

"Kakak Senior, apakah kau yakin getaran energi semalam berasal dari arah sini?" sebuah suara merdu, namun terdengar asing dan memiliki aksen yang aneh, terdengar dari bibir gua yang tersembunyi di balik lumut.

"Aura itu sangat pekat, Putri. Segel kuno di tempat ini sepertinya telah runtuh. Kita harus memeriksa apakah pusaka Ras Iblis telah jatuh ke tangan yang salah," balas sebuah suara pria yang berat dan penuh wibawa.

Huang menahan napasnya, segera menyembunyikan diri di balik bayangan batuan gua yang besar. Dari celah batu, dia melihat dua sosok berjalan masuk.

Mata Huang membelalak. Dua orang itu jelas bukan dari Ras Manusia. Mereka memiliki tubuh yang ramping, kulit seputih giok yang seolah memancarkan cahaya tipis, dan yang paling mencolok adalah telinga mereka yang runcing serta sepasang sayap transparan serupa helai daun muda yang terlipat rapi di punggung mereka.

Ras Peri. makhluk misterius yang menurut kitab kuno hanya tinggal di pedalaman Hutan Abadi, ribuan mil dari kota kecil tempat tinggal Huang. Mengapa mereka bisa ada di dasar jurang Keluarga Lin?

Gadis peri yang dipanggil 'Putri ' itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Matanya yang sehijau zamrud menatap langsung ke arah batu tempat Huang bersembunyi.

"Siapa di sana? Keluar!" serunya, sambil menarik sebuah busur perak dari punggungnya. Anak panah yang terbentuk dari asolusi cahaya hijau murni langsung teracung tepat ke arah jantung Huang.

Huang tahu dia tidak bisa bersembunyi lagi. Dengan perlahan, dia melangkah keluar dari kegelapan, memperlihatkan dirinya yang hanya mengenakan pakaian latihan yang compang-camping, namun dengan tatapan mata yang kini sedalam lautan.

Pertemuan di dasar jurang terlarang itu menjadi titik balik yang sesungguhnya. Roda takdir empat ras yang telah bertahan selama ribuan tahun, kini mulai berputar kembali demi seorang anak yang sebelumnya dianggap sampah.

Pria peri di sebelah sang putri langsung melangkah maju, memosisikan dirinya sebagai perisai. Aura pelindung berwarna hijau pudar seketika merekah di sekeliling tubuhnya, menekan atmosfer gua dengan kehangatan yang justru terasa mengancam bagi Huang.

"Seorang manusia?" Pria peri itu mengernyit, tatapannya penuh selidik sekaligus keheranan. "Bagaimana mungkin seorang remaja manusia biasa bisa bertahan di dasar jurang yang dipenuhi sisa-sisa energi kematian ini?"

"Tunggu, Kakak Senior Mu," sela sang putri. Dia menurunkan busur peraknya perlahan, namun matanya yang sehijau zamrud tidak lepas dari sosok Huang. "Lihat sekeliling. Segel kristal hitam itu telah hancur. Dan anak ini... dia tidak memiliki fluktuasi Qi manusia pada umumnya."

Sebagai peri yang memiliki kepekaan tinggi terhadap alam, sang putri bisa merasakan ada sesuatu yang ganjil. Remaja di hadapannya tampak seperti manusia biasa yang mengenakan pakaian compang-camping, namun di balik kulitnya, ada aliran energi yang sangat pekat, dingin, sekaligus purba—energi yang sangat akrab dalam sejarah kelam kaum mereka.

Huang tetap bergeming. Otaknya berputar cepat. Dia baru saja mendapatkan kekuatan baru, namun dia tahu betul bahwa menghadapi dua petarung dari Ras Peri yang belum diketahui tingkat kultivasinya adalah tindakan bunuh diri.

"Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan," ujar Huang dengan suara tenang, menekan semua gejolak di dadanya. "Aku tidak sengaja terjatuh dari tebing di atas karena tanah yang amblas. Saat aku terbangun, tempat ini sudah hancur seperti ini."

Mendengar itu, pria peri bernama Mu mendengus dingin. "Berbohong! Manusia biasa tidak akan selamat dari jatuh setinggi ini tanpa tulang yang hancur. Katakan yang sebenarnya, atau panah Putri Elysa akan menembus tenggorokanmu!"

Ketegangan di dalam gua meningkat drastis. Tepat ketika Mu hendak merapal mantra pelacak energi, sebuah raungan mengerikan mendadak mengguncang seluruh dinding gua.

ROAAARRR!

Dari balik kegelapan lorong gua yang lain, sepasang mata merah menyala sebesar roda pedati muncul. Seekor makhluk berkaki empat dengan bulu hitam lebat, bertaring panjang, dan memiliki ekor berbentuk kalajengking perlahan melangkah keluar.

"Siluman Serigala Ekor Kalajengking... Ranah Kondensasi Qi tingkat akhir!" wajah Mu sedikit memucat.

Makhluk itu adalah siluman penjaga yang sepertinya terbangun karena hancurnya segel kristal hitam semalam. Begitu melihat tiga makhluk asing di wilayahnya, siluman itu langsung menerjang dengan kecepatan yang luar biasa. Target utamanya adalah Huang, yang memancarkan sisa-sisa aroma energi Ras Iblis yang paling dibencinya.

"Awas!" teriak Elysa.

Huang tidak mundur. Ini adalah ujian pertama bagi tubuh barunya. Alih-alih menghindar, Huang mengambil kuda-kuda rendah. Energi ungu gelap di dalam meridiannya mendidih, mengalir deras menuju tangan kanannya. Udara di sekitar tinjunya mendadak mendesing, terdistorsi oleh tekanan yang berat.

Ketika cakar raksasa siluman itu hampir merobek wajahnya, Huang melayangkan pukulan lurus yang membawa seluruh bobot energi kunonya.

BUMMM!

Benturan dua kekuatan itu menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan debu dan batu-batu kecil di dalam gua. Elysa dan Mu terpaksa mundur beberapa langkah, menatap pemandangan di depan mereka dengan mata terbelalak tidak percaya.

Siluman serigala raksasa itu melolong kesakitan. Cakar depannya yang sekeras besi retak, dan tubuh besarnya terpental hingga menghantam dinding gua hingga runtuh. Sementara Huang, dia hanya mundur tiga langkah, dengan benang-benang energi ungu yang masih menari-nari di sela-sela jarinya.

Huang menatap tangannya sendiri, lalu menoleh ke arah dua peri yang masih terpaku.

"Jika kalian ingin keluar dari sini hidup-hidup," ucap Huang datar, suaranya menggema di antara reruntuhan batu, "sebaiknya kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

Mendengar ucapan Huang, Mu adalah yang pertama kali tersadar dari keterpakuannya. Rasa angkuh sebagai petarung Ras Peri sempat bergejolak di dadanya, namun raungan kemarahan dari balik reruntuhan batu menyapu bersih keraguannya.

Siluman Serigala Ekor Kalajengking itu belum mati. Tubuh raksasanya bangkit kembali, mata merahnya kini menyala penuh amarah yang murni. Ekor kalajengkingnya yang berbisa mencambuk udara, bersiap untuk serangan mematikan berikutnya.

"Kakak Senior, simpan egomu! Remaja ini benar, kita harus bekerja sama!" seru Elysa tegas.

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!