Hardi, seorang ayah tunggal yang tidak lagi percaya akan cinta. Dia bertekad untuk merawat putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga putri nya tersebut dia yakin dia tidak akan membutuhkan pendamping untuk dirinya bahkan dia sangat khawatir akan kasih sayangnya yang nanti bisa terbagi. Akankah Hardi tetap dengan prinsipnya? Ataukah dia akan goyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit
Didalam kelas semua anak-anak sedang ramai bernyanyi di iringi alunan musik dari piano yang Sarah mainkan. Anak-anak begitu senang ketika mereka bernyanyi, ada yang tepuk tangan, ada yang loncat-loncat, ada yang menggoyangkan badannya dan ada pula yang hanya diam malu-malu. Memang tingkah anak kecil itu sangat menggemaskan.
Tiba-tiba Cilla menjatukan dirinya lalu menangis sambil memegang perutnya. Sarah dan Sita langsung panik, Sarah menghampiri Cilla sedangkan Sita menenangkan anak-anak yang ada di sana.
"Cilla... Cilla... kamu kenapa?" tanya Sarah panik.
"Perut Cilla sakit... aawww" Cilla meringis kesakitan.
Rekan pengajar yang lain pun pada panik lalu salah satunya menyiapkan mobil sekolah. Sarah menggendong Cilla ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit. Sarah terpihat sangat khawatir, dia memangku Cilla selama di mobil dan mencoba untuk menenangkannya.
Setelah sampai di rumah sakit, Cilla langsung di bawa ke IGD. Dokter segera menangani Cilla di sana, sementara Sarah menunggu di depan ruangan IGD.
Sarah mengingat bahwa dia belum menghubungi keluarganya, lalu Sarah menghubungi nomor Hardi.
"Halo pak Hardi, saya Sarah. Cilla di bawa ke Rumah sakit, cepat bapak datang kemari" ucap Sarah dengan nada khawatir.
"Apa! jangan bilang kamu lalai lagi menjaga anak saya" ketus Hardi dengan panik.
"Bukan gitu pak, tiba-tiba saja perut Cilla sakit tanpa sebab, pak Hardi datang aja segera dan tanyakan langsung pada dokter" ucap Sarah sedikit tersinggung dengan perkataan Hardi.
"Yaudah saya akan segera kesana" Hardi langsung menutup telponnya.
"Lagi-lagi menyalahkan orang lain, ini orang punya otak tidak sih, ngomong asal jeplak aja" gerutu Sarah tidak habis pikir dengan Hardi.
Tak berapa lama dokter pun keluar dari ruangan IGD.
"Gimana keadaan Cilla dok?" tanya Sarah menghampiri dokter tersebut dengan wajah khawatir.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan kok bu, anak ibu cuma salah makan saja jadi pencernaannya terganggu" jelas dokter kepada Sarah yang di kira Ibunya karena memang Sarah terlihat sangat panik.
Cilla pun di bawa ke ruang rawat inap karena harus menginap satu hari untuk memulihkan pencernaannya. Sarah setia menunggu di samping Cilla yang sedang tertidur.
Hardi tiba dengan tampang khawatir, "Gimana keadaan putri saya?" memasuki ruangan tempat Cilla di rawat.
"Eh pak Hardi, Alhamdulillah Cilla baik-baik saja, kata dokter pencernaan Cilla terganggu jadi perutnya sakit" jelas Sarah.
"Alhamdulillah kalau begitu" lega Hardi mendengar jika putrinya tidak apa-apa.
"Terimakasih sudah menjaga putri saya, sekarang biar saya yang jaga. Bu Sarah bisa pulang" ucap Hardi menghampiri putrinya.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi" Sarah keluar dari ruangan tersebut.
"Coba kalau sikap pak Hardi baik kayak gitu, pasti banyak yang suka. Udah ganteng, kaya dan baik pasti sempurna. Tapi sayang kenyataan nya dia tidak punya etika, selalu seenaknya sendiri. Memang benar tuhan tak menciptakan manusia yang sempurna" batin Sarah.
Karena hari sudah menjelang sore, Sarah langsung pulang ke rumah. Hari ini dia merasa sangat lelah, ingin sekali dia beristirahat dengan nyaman.
***
Hardi menjaga putrinya dengan memegang tangan putrinya, tak lama Cilla pun bangun dari tidurnya.
"Ayah... Ayah ada di sini?" tanya Cilla
"Iya sayang, gimana perut kamu masih sakit?" Hardi menanyakan keadaan putrinya.
"Udah gak kok... Bu Sarah mana?" tanya Cilla melihat sekeliling tidak ada siapa-siapa.
"Bu Sarah sudah ayah suruh pulang, sayang" balas Hardi.
"Ih ayah, Cilla kan mau sama Bu Sarah. Dia orang baik, Cilla suka" Cilla cemberut kepada ayahnya.
"Kalau Cilla suka bu Sarah, biarkan dia istirahat. Daritadi kan bu Sarah udah temenin Cilla waktu pas tidur, Cilla gak mau kan lihat bu Ssrah capek". Ucap Hardi menenangkan Cilla dan akhirnya Cilla mengangguk tanda ia telah mengerti.
Tak berapa lama orangtua Hardi tiba dan langsung masuk ke ruangan Cilla. Mereka sangat panik setelah mendapat telpon dari Hardi, namun setelah mendengar bahwa Cilla baik-baik saja, mereka merasa lega dan bersyukur karena tidak ada yang perlu di khawatirkan.
****
**Author tak janji untuk up tiap hari, tapi akan author usahakan jika ada waktu dan ide biar ceritanya menarik
Terimakasih 😊**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
black care perhatian lgi, sabar sarah sabar bntar lgi bucin akut kynya