NovelToon NovelToon
CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:122.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Fath

Kehidupan Lambok yang memutuskan menduda setelah kepergian sang istri, Tiana Kartika. Dia akan fokus merawat anak-anaknya buah cinta dengan Tia.
Adik iparnya, Nindi yang belum juga menikah karena belum mendapatkan jodoh seperti keinginannya. Dia juga berat jika harus meninggalkan keponakannya.
Atala dan Twins yang tumbuh besar tanpa seorang Mama tetapi tak pernah kurang kasih sayang Mama karena Auntie Nindi yang menyayangi mereka seperti Mama.
Atala yang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan, membuat banyak wanita yang tergila-gila padanya tak terkecuali dengan Vita yang diam-diam menyukai Kakaknya.
Terkuaknya status Atala, membuat Atala terpukul dan mulai mencari Orangtua kandungnya.
Bagaimana kisah cinta Nindi selanjutnya? Apakah dia akan mendapatkan pendamping seperti Lambok?
Bagaimana usaha Atala yang mencari orangtua kandungnya, akankah berhasil?
Seseorang yang berasal dari masa lalu akan datang lagi, Siapakah dia?
Selamat membaca novel edisi kedua dari 🌷"Derita, Akankah Berakhir?"🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Fath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Sis Maria

Sis Maria belum sadarkan diri. Sis Joan masih menemaninya. Dia terlihat bingung, sebenarnya penyakit apa yang di derita Sis Maria hingga dia harus mengkonsumsi obat segitu banyak.

Sis Joan mengganti handuk pengompres kening Sis Maria.

Rasa kantuk tak dapat ditahan lagi oleh Sis Joan tapi Dia tak bisa meninggalkan Sis Maria.

Sis Joan memberikan minyak kayu putih pada leher Sis Maria dan juga menempelkan kehidung Sis Maria. Sis Joan berharap Sis Maria tersadar.

Tak lama kemudian Sis Maria mengerjabkan mata. Dia memegang kepalanya. "Aaawww....! kenapa sakit sekali." Kata Sis Maria.

"Sis Maria... Kamu kenapa sebenarnya?" Sis Joan merasa senang melihat Sis Maria tersadar.

"Sis Joan...." Panggil Sis Maria lemah.

"Ya Sis..?" Tanya Sis Joan.

"Tolong ambilkan obat di tas ku." Pinta Sis Maria.

Sis Joan mengangguk dan mengambilkan obat-obatan itu. Sis Joan memberikan air minum pada Sis Maria.

Sis Maria segera mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

"Sis... Sebenarnya Kamu sakit apa? Kenapa banyak sekali obat-obatan dalam tas mu? Dan Sis Maria selalu meminumnya." Tanya Sis Joan khawatir.

Sis Maria tersenyum. "Aku gak apa. Obat-obatan itu Papaku yang kasih. Kata Papa Aku akan baik-baik saja mengkonsumsi obat-obatan itu." Kata Sis Maria.

"Tapi... kebanyakan obat tak baik juga untuk ginjalmu." Kata Sis Joan.

Sis Maria tersenyum. "Kalau Aku gak minum obat itu, kepala ku sangat sakit, hari ini Aku tak meminumnya, hatiku jadi resah dan tak bisa tidur. Kepala ku serasa mau pecah." Jelas Sis Maria.

"Tapi apa sebaiknya Kamu tanyakan obat itu di apotik atau pada Dokter? Aku khawatir Sis Maria, Aku sangat menyayangimu. Aku akan membantumu jika Kamu membutuhkan pertolonganku." Kata Sis Joan.

"Terima kasih Sis... Sis Joan memang sangat baik padaku. Tapi Aku gak bisa berbuat apa-apa, Aku hanya ingin membahagiakan Papa ku." Kata Sis Maria.

"Kalau Sis Maria tak bahagia menjadi biarawati, lebih baik mundur dari sekarang, sebelum pelantikan beberapa minggu lagi." Pinta Sis Joan.

Sis Maria tersenyum. "Tak ada kebahagiaan selain mengabdi pada Tuhan." Kata Sis Maria.

"Tapi Atala...???" Tanya Sis Joan.

"Atala dan Twins, mereka memang anak-anak yang baik. Tapi kehidupan Kami berbeda. Aku akan melupakan mereka." Kata Sis Maria tapi terlihat sedih dan Sis Joan melihat itu.

____________________

Marcel sudah bersiap menjemput Nindi. Rencananya mereka akan pergi ke gereja dimana Sis Maria berada.

Marcel sudah memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Lambok.

"Uncle...." Sapa Atala. Atala langsung mencium punggung telapak tangan Marcel.

Marcel mengusap kepala Atala. "Kamu mau kemana? Sudah rapih?" Tanya Marcel.

"Aku ingin ikut Auntie dan Uncle, Aku ingin ketemu Sis Maria." Kata Atala terlihat senang.

Ternyata bukan Atala saja yang ingin ikut, Lambok dan twins pun ternyata sudah bersiap.

"Mendengar cerita Nindi, Aku merasa khawatir, jadi Aku memutuskan untuk ikut." Kata Lambok.

"Ya Kak, gak apa. Banyak yang ikut, akan lebih baik." Kata Marcel yang sangat senang melihat kekompakan keluarga Lambok.

Nindi segera memasukan bekal untuk mereka di perjalanan, karena menurut Lambok perjalanan Mereka akan menghabiskan waktu 3 Jam. Dan Marcel membenarkan.

"Kamu sigap sekali, Sayang..." Puji Marcel yang membantu Nindi memasukan bekal untuk mereka.

Nindi tersenyum. "Anggap saja kita sedang bertamasya, Sayang." Kata Nindi.

Marcel menarik pinggang Nindi dan mendekatkan tubuh Nindi padanya. Nindi menjadi gugup.

"Aaa.. aappaaa...??? Kamu mau apa? Ada anak-anak." Nindi terlihat gugup.

Tapi Marcel tak menggubrisnya. Marcel makin mendekat dan melingkarkan tangannya ke punggung Nindi. "Resleting bajumu turun..." Bisik Marcel.

Sontak Nindi terkejut. Wajahnya bersemu merah. "Terima kasih..." Kata Nindi yang gugup.

Marcel terkekeh, dia berhasil menggoda Nindi dan itu membuatnya sangat gemas.

"Sudah siap semua?" Tanya Lambok yang sudah berdiri di depan pintu.

"Sudah Kak. Apa masih ada yang mau dibawa?" Tanya Marcel.

"Sudah semua." Kata Nindi. "Ayo Atala, Lita dan Vita, masuk kedalam mobil." Pinta Nindi.

"Ya Auntie...." Jawab mereka senang.

Lambok duduk di samping Marcel. "Maaf ya mengganggu kencan kalian." Bisik Lambok.

Marcel terlihat gugup karena Lambok mengetahui kalau ini adalah kencan pertamanya dengan Nindi. "Aku senang Kak, Kalian ikut." Kata Marcel yang tulus.

Marcel segera menjalankan kendaraannya. Atala dan Twins bernyanyi-nyanyi di kursi penumpang bersama Nindi.

Setengah perjalanan, Marcel menghentikan perjalanan ingin mengisi bensin.

Nindi menyiapkan kopi untuk Marcel. Anak-anak meminum susu kemasan. Lambok meneguk jus nya.

"Terima kasih, Sayaang..." Kata Marcel yang telah menghabiskan kopinya. Nindi tersenyum.

Mereka pun melanjutkan perjalanan. "Nanti sebelum menyebrang, Kita cari musholah dulu ya, karena tepat disana pas Dzuhur." Kata Marcel yang sudah paham dengan kebiasaan keluarga Lambok.

"Apa nanti di seberang akan ada Musholah?" Tanya Lambok.

"Tidak ada Kak, dan pulau itu menganut kepercayaan seperti ku. Mereka tak akan menyediakan tempat untuk kalian....." Marcel menggantung Kalimatnya.

Lambok sudah paham. "Baiklah, Kami akan menjama' shalat Kami." Kata Lambok.

"Aku usahakan Kita keluar dari sana jam 5 sore jadi Kalian tak tertinggal untuk shalat maghrib." Kata Marcel lagi.

Tak lama mereka sampai di dermaga. Lambok, Nindi dan anak-anak segera menunaikan ibadahnya.

30 menit kemudian mereka sudah berada di atas perahu yang agak besar karena Marcel menyewa yang agak besar.

"Papa.... Kapan Kita sampai?" Tanya Twins yang sepertinya tidak sabar untuk bertemu Sis Maria.

Lambok tersenyum. "Papa kurang tahu, Sayang." Kata Lambok yang merengkuh putri-putrinya dan mengecup kepala keduanya.

Atala berada dalam dekapan Nindi. Marcel merengkuh bahu Nindi. Lambok tersenyum melihat kedekatan Nindi dan Marcel.

"Semoga Marcel mau dengan segera meluluskan persyaratan Nindi. Kasihan Adikku." Batin Lambok.

Satu jam kemudian, perahu mereka sudah terikat di daratan. Mereka bergegas turun.

"Pak, jam berapa kapal terakhir?" Tanya Marcel.

"Jam 6 sore, Tuan. Tapi Kalau Tuan mau, Saya bisa jemput jam berapa saja yang Tuan inginkan." Kata Bapak perahu, dia begitu senang karena Marcel memberinya uang lebih banyak dari harga yang ditawarkan.

"Baiklah, kalau ada nomor ponsel Bapak, Saya akan hubungi Bapak." Kata Marcel.

Tukang perahu mengangguk dan mencatat nomor ponselnya di ponsel Marcel.

"Apakah itu gerejanya?" Tanya Lambok menunjuk sebuah gereja tua yang terawat dengan design yang sangat bagus.

Marcel mengangguk. Mereka berjalan kaki menuju kesana.

Setibanya disana Marcel langsung bertanya pada beberapa Biarawan. Tapi mereka menggeleng tak mengenal Sis Maria.

Marcel terlihat bingung. "Kenapa tak satu pun dari mereka yang mengenal Sis Maria?" Batin Marcel.

"Apa Kak Lambok salah memberi alamat? Atau Sis Joan yang berbohong?" Batin Marcel dengan wajah bingung.

Lambok menghampiri Marcel. "Bagaimana? Ada?" Tanya Lambok penasaran.

"Mereka tak mengenal Biarawati bernama Maria. Apa Kakak salah menulis alamat?" Tanya Marcel.

"Tidak, itu alamat yang di kasih guru Atala. Dan Mereka benar naik perahu dari dermaga yang kita naiki tadi." Kata Lambok.

"Baiklah.... Aku akan mencobanya lagi." Marcel kembali. Kali ini dia ingin bertemu Sis Joan.

Seorang pastor yang melihat kehadiran Marcel dari tadi, menghampirinya.

"Ada apa Nak?" Tanya Pastor yang terlihat sudah tak muda lagi.

"Maafkan Saya Pastor, kalau kedatangan Saya mengganggu." Marcel sopan.

"Tidak apa. Ada apa?" Tanya Pastor ramah.

"Saya mencari biarawati Sis Maria." Kata Marcel.

Pastor mengernyitkan dahinya. Dia mencoba mengingat. "Tidak ada biarawati bernama Maria." Kata Pastor.

"Kalau Sis Joan?" Tanya Marcel lagi.

Pastor mengingat tak lama dia terkekeh. "Jadi yang Kamu maksud, Kamu mencari Sis Maria yang calon Biarawati itu? Teman dekat Sis Joan?" Tanya Marcel.

Marcel mengangguk pasti. "Oohh jadi Sis Maria belum jadi Biarawati? Syukurlah." Batin Marcel.

1
Maura
kalau ada visual lebih bagus thor
Egi
Mengharukan tapi akhirnya menyenangkan. Beragam masalah dan beragam penyelesaiannya
???
semoga orang baik
???
kok namanya bisa samaan gitu emang jodoh nya nindi kali ya 😄
Egi: marcellino lefrant yg aktor laga itu😂😂😂
total 4 replies
???
😱😱😱😱😰
???
nindi masih setia menunggu ya😄
???
klo untuk yg satu ini aku no coment 😷
Egi: wkwkwk
total 1 replies
???
iya Marcel gimana ya, selamat kah😳
???
oh... jd begitu 😥
???
hm... hm... jadi ikutan haus juga😌😆
???
perlu ijab kobul lg gk ya?
???
mungkin krn wajah Tia mirip sm anaknya pak Carlos, atau bisa jd Pak Carlos menganggap Tia anaknya krn tdk mempunyai anak
Egi: betul bgt ka😄
total 1 replies
???
syukur lah.. 🥰🥰😇
???
lanjut
???
berarti emang bener yah sis Maria sm Tia itu orang yg sama?
???
agak2 risih gk sih😆🙃
???
masih penuh dgn teka-teki 🤨
???
sister/suster ya 😄
???
jangan2... ah gk tau lah lanjut baca aja drpd penasaran 😄
???
serupa tapi tak sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!