Mentari Shaqueena Lashira
Mentari gadis lulusan SMA yang harus berurusan dengan seorang Billionaire yang tengah mencari istri. Berbagai kelakuan nakalnya membuat Rafandra pusing tujuh keliling menghadapinya.
Rafandra Maxwell Romanov
Billionaire kaya raya yang didesak orang tuanya untuk segera menikah dan memberikan pewaris pada orang tuanya.
Akankah mereka berakhir bahagia atau malah sebaliknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epson 11 - Keong Racun
Ketika kesabaran seseorang di ambang batas!!!
Yok bisa yok VOTE HARI SENIN
Happy Reading!!!
Cahaya pagi menerangi setiap sudut dalam kamar Mentari.Mentari telah selesai menjalankan aktivitas sehari harinya dan kini tengah rebahan di sofa balkon.
Grep Mentari terkejut namun menoleh ke samping dan tersenyum melihat sang kekasih menyusulnya.Dia merapikan rambut legam Rafa setelah itu memberikan morning kiss padanya.
"Morning Darling. " ucap Mentari sambil tersenyum.
"Pagi juga Honey. " Tatapan Rafandra terjatuh pada dua bongkahan Mentari yang tertutup tanktopnya.
Mengerti arti tatapan calon suaminya dengan sengaja Mentari menarik kepala Rafa lalu membenamkannya di atas dadanya.Rafa melorotkan tanktop gadisnya setelah itu membuka bra Mentari kemudian mencumbu dadanya.
"Engh. " desah Mentari dengan pelan.
Mentari mengelus lembut kepala Rafa dan membiarkan calon suaminya menyusu bagaikan bayi.Rafa tersenyum tipis disela sela kegiatannya melahap buah persik Mentari.
Setengah jam berlalu
Rafa menjauhkan wajahnya setelah itu menatap kearah Mentari dengan pandangan sayu.Dia tepis pikirannya lalu bersandar sambil berbaring dengan membawa Mentari ke dalam dekapannya setelah membenahi tanktop Mentari seperti semula.
"Maafkan aku sayang aku hampir saja merusak dirimu. " Rafa mengecup lembut puncak kepala gadis yang dicintainya.
"Percepat pernikahan kita agar aku bisa segera menikmati permenmu sementara kamu menikmati ladangku. " ujarnya tersenyum nakal.
Rafa merasa gemas dengan gadisnya dengan mencium dan mengigit telinga dan leher Mentari dari samping.Mentari mengeliat kegelian dan terkekeh dengan tingkah Rafandra.
Drt drt drt
Rafa merogoh ponselnya lalu menekan tombol hijau.
"Halo Mommy ada apa? " tanya Rafandra.
"Nanti jam 09.00 kita pergi ke butik mencari gaun pengantin untuk Tari dan tuxedo untukmu nak. " ujar Mommy Clau.
"Iya Mommy. "
Rafa memutus obrolannya dengan mommy setelah itu menyimpan kembali ponselnya dalam saku.
"Sayang nanti kita ke butik cari gaun perikahan untukmu. " ungkap Rafa pada Mentari.
"Iya Darling! Mentari tersenyum manis kewrah calon suaminya.
Beberapa jam kemudian
Setelah berganti pakaian,Rafa dan Tari langsung keluar dari mansion.Keduanya masuk dalam mobil dan mobil melesat meninggalkan halaman mansion Rafa.
30 menit berlalu
Sepasang kekasih tersebut sampai di sebuah butik sesuai alamat yang dikirimkan mommy Clau pada mereka.Rafa dan Tari segera turun dari mobil dan berjalan pelan memasuki butik.
Mereka berdua mengikuti Mommy Clau dan pelayan menunjukkan beberapa gaun kehadapan Mentari dan Rafandra.
"Tari sayang cobalah gaunnya dulu nak. " rayu Mommy Clau.
Memtari mengangguk lalu memcoba gaunnya di ruang ganti tak lama kemudian dia kluar dan menunjukannya pada calon mertunya.
"Sangat cantik! puji Rafa terpesona melihat kecantikan Mentari yang menggenakan gaun putih.
Mommy Clau tersenyum puas melihat reaksi dari puteranya.Mentari mencoba gaun yang lain hingga ekspresi Rafa yang sangat puas.Setelah selesai dia segera mengganti gaunnya setelah itu menghampiri Rafa.
Setelah selesai urusan mengenai gaun mereka bergantian memilih tuxedo untuk Rafandra.Lalu usai memilih tuxedo, mereka bertiga langsung ke luar dari butik dan masuk ke mobil masing masing kemudian melesat menuju ke toko perhiasan.
Skip di toko persiapan
Rafa dan Mentari kini tengah memilih cincin untuk pernikahan mereka.Mommy Clau ikut membantu memilihkan cincin untuk merwka berdua dan akhirnya jatuh pada pilihan cincin berlian.
"Bagaimana sayang kamu suka 'kan sama cincinnya atau pilih lagi yang lain? " cecar Rafandra.
"Ini saja Darling aku sangat menyukainya. " jawab Mentari sambil tersenyum manis.
"Baiklah saya pilih cincin yang ini. " ujar Rafa pada pelayan yang bekerja di toko perhiasan.
"Baik Tuan. " Pelayan langsung membungkus cincinnya setelah itu memberikannya pada Rafa setelah Rafa membayarnya menggunakan Black Card.
Setelah selesai dia hendak masuk ke mobil Rafa namun seseorang menepuk pundak Mentari.Mentari menoleh dan mengerutkan dahi melihat seorang gadis tersenyum miring kearahnya.
"Kamu Mentari 'kan. " tebak gadis tersebut.
"Ya aku Mentari. " jawab Mentari dengan cuek.
"Kamu ingat enggak aku Dinda teman smp kamu. "
Mentari terdiam mengingat ingat siapa Dinda. Sedangkan Dinda mencuri curi pandang kearah Rafa dengan senyum malu malunya.Mentari tersadar dan segera kembali menatap Dinda yang tengah fokus melirik Rafa.
"Cih dasar keong racun cari kesempatan natap calon suamiku. " geram Mentari dengan raut cemburunya.
"Ehem. " dehem Mentari.
Dinda menoleh dan memaksakan senyumnya kearah Mentari.Mentari merasa muak dengan sikap Dinda yang munafik.
"Em pria tampan itu siapa kamu Tari? " tanya Dinda penasaran.
"CALON SUAMIKU. " jawabnya penuh penekanan.
"Apa mana mungkin gadis urakan sepertimu memiliki calon suami tampan dan kaya seperti dia. " ejek Dinda.
"Jangan jangan kamu menjual tubuhmu ya karena orang tuamu membuangmu. "
Rafa yang mendengar ucapan dinda menggeram emosi namun dia tahan kala Tari memberi kode agar diam.Mentari tersenyum sinis lalu mendekati Dinda lalu mengangkat dagunya.
"Mulutmu sepertinya gatal yang kalau tidak julid dengan kehidupan orang lain! Kamu enggak tahu tentang apa apa mengenai aku Dinda jadi jangan berbicara omong kosong sebelum aku berbuat kasar padamu. " ancam Mentari dengan aura membunuhnya dan menghempaskan dagu Dinda.
"Dasar Keong Racun. " maki Mentari lalu masuk ke dalam mobil
Mobil Rafa langsung melesat meninggalkan Dinda sendiri di sana. Dinda berdecak kesal lalu berlalu pergi dari sana.
Selama perjalanan pulang tak ada satupun yang bersuara.Rafa membiarkan gadisnya tenang mengingat emosi Mentari tengah meletup letup saat ini.Mentari menoleh ke samping dan menatap Rafa.
"Bagaimana dengan aktingku tadi Darling bagus 'kan. " cecar Mentari.
Rafa menatap tak percaya dengan gadisnya namun dia bangga melihat sikap tenang yang dimiliki Mentari.
"Bagus kok honey. " puji Rafa.
"Iya dong sekali kali si keong racun harus diberi pelajaran dan lain kali di kasih sianida saja biar mampus dia. " celetuk Mentari asal.
"Huss jangan bicara sembarangan sayang. " tegur Rafa.
"Iya Darling aku cuma bercanda tadi. " Mentari menatap Rafa sambil nyengir.
Mentari membuang nafas pelan dan pikirannya kini melayang entah kemana.Perkataan Dinda barusan terus terngiang ngiang dikepalanya dan tiba tiba otaknya memutar kejadian di masa lalu dimana orang tuanya menghinanya dan menganggapnya sebagai anak yang tidak berguna.
"Di buang orang tua. " batin Mentari miris.
"Lupakan masa lalu Tari dan jadilah gadis yang kuat, tegar dan tidak mudah di tindas oleh Dinda, Sandra dan sejenisnya. " ucapnya pada diri sendiri.
Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di kediaman orang tua Rafa.Mentari turun dari mobil disusul Rafa lalu bersama sama memasuki mansion.Mereka berdua langsung bergabung bersama orang tua Rafa dan Arjuna di ruang tamu.
"Sayang kalian kok lama sih darimana nak? " tanya Mommy Clau.
"Em begini bibi tadi di jalan kami dicegah si keong racun. " balas Mentari sambil tersenyum.
Pasangan paruh baya terlihat bingung dan Rafa langsung menjelaskan semuanya pada keluarganya mengenai kejadian tadi.Mommy Clau menggeram marah mendengarnya namun ikut lega dan senang karena Mentari bukan gadis yang lemah yang akan tinggal diam kapau ada orang yang menindasnya.
TBC
sbnrnya asistenya gak salah mendatangkan wanita yg sdh menikah, soalnya pak bos kan nyuruhnya carikan wanita yg baik bkn wanita yg single ato virgin... jadi gak salah kan si Sam sangat asisten mengajukan Anasthasia jdi istri kontrak bosnya, Anasthasia kan emang wanita baik2 yg sdh pny gelar sbgai istri org😁😁😁😁😁😁