NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:332.3k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Karena alasan cinta, Aisha mengubur cita-citanya dan menikah muda dengan Aarick. Namun sayang, ternyata cinta saja tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya.

"Di mana dia menyentuhmu! Apa selama ini kau selingkuh di belakangku?" teriakan Aarick menggema di dalam kamar.

"Apa kau akan melepaskan aku jika aku menjawab iya?"

"Aisha!!"

Sejak pertengkaran itu Aarick semakin bersikap dingin, bahkan rasa cemburunya sudah menyakiti Aisha dan janin yang dikandung istrinya.

Bagiamana akhir rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MT2. Bab 11

Aisha masih mematung di tempatnya semula. Jarak antara tebing danau dan dirinya hanya berkisar satu meter, jarak yang begitu dekat tetapi ia tidak berani melangkah. Aisha masih histeris memanggil nama Aarick berharap ini hanya lelucon dan gurauan laki-laki keras kepala itu, karena ia tahu kalau sebenarnya Aarick jogo berenang, bahkan perenang yang hebat. Jangankan danau buatan ini samudera aja bisa dia seberangi.

Tapi mengingat punggungnya yang sakit membuat Aisha semakin ketakutan. Aisha berusaha untuk mencari orang lain yang bisa menyelamatkan Aarick tetapi tidak ada seorangpun di sana. Aisha menangis histeris karena bingung apa yang harus dilakukannya.

Dengan kaki gemetaran Aisha terus berjalan. Matanya terasa panas, denyut nadinya terasa seperti berhenti saat melihat air danau hampir kembali tenang, hanya ada beberapa gelembung tanpa pergerakan di dalam sana.

"Kak Aarick!!!!!"

Aisha masih menangis, tapi apa yang bisa dilakukannya, dirinya saja trauma dengan air. Aisha menjambak rambutnya ketika kejadian mengerikan saat mereka masih kecil terlintas di kepala.

Saat itu usianya masih 5 tahun, mereka bermain di tepi pantai. Kakaknya Gemilang dan Ferel anak om Fery dan tante Suci mengajaknya bermain dan mendekati ombak, kejadian itu terjadi begitu cepat saat ombak besar menggulungnya hingga hampir tenggelam di pantai, Aisha berpikir tidak ada harapan untuknya bisa hidup lagi, tetapi Aarick sigap menyelam dan membawanya kembali ke tepi pantai, sejak saat itu Aisha menjadi trauma dan tidak pernah belajar berenang.

Haruskah ia berenang pakai gaya batu?

Aisha meremas dadanya yang terasa sesak saat mengingat ucapan Aarick.

Aku cinta sama kamu ....

Tidak pernahkah kau mencintaiku, sedetikpun ... semenitpun ...apa hatimu tidak pernah berdebar untukku?

Aku mencintaimu.

Namamu sudah terpatri dihatiku.

Aku akan mengikat hubungan ini dengam pernikahan.

pernikahan.

Rasanya lebih sakit mendengar penolakan dari bibirmu.

"Kak Aarick aku juga cinta sama kakak!!" teriak Aisha.

"Bukan cuma sedetik, bukan cuma semenit, setiap waktu, setiap hari jantung ini berdebar untuk kakak ... dan untuk selamanya cuma untuk kakak!"

Byur!!!!!!!

Aisha tidak perduli meskipun harus berenang menggunakan gaya batu dan tenggelam di dasar danau asalkan bisa bersama dengan Aarick, saat ini sekujur tubuhnya terasa dingin karena air danau sudah menenggelamkannya, tangannya berusaha menjangkau apapun yang bisa diraihnya tetapi pandangan yang gelap gulita membuat ia sulit menjangkau sesuatu yang diyakini berada tepat disampingnya.

Aisha pasrah jika harus merenggang nyawa di danau bersama cita-cita dan laki-laki yang sudah mengajaknya menikah muda. Tetapi harapan itu muncul kembali hidup saat ada tangan melingkar di pinggangnya dan menariknya kembali ke permukaan danau.

Aisha terbatuk-batuk dan mengencangkan pengangannya pada orang yang membawanya kembali ke daratan.

"Aku mencintaimu...."

Aisha membuka mata saat mendengar bisikan cinta di telinganya, rasa takut yang tadi menguasai diri sudah tertinggal dan tenggelam karena kini Aarick sudah bersamanya.

"Dasar bo doh!! Aarick bo doh!!" Aisha histeris dan memukuli Aarick. Aarick hanya menyengir melihatnya.

"Udah tau aku nggak bisa berenang...gimana kalau aku tenggelam dan mati?" pekik Aisha panik dan terus menghentakkan kaki.

"Hussshhh" Aarick menutup mulut Aisha dengan jari telunjuknya, matanya mengunci pandangan Aisha, dan tetap membiarkan Aisha memukulnya kemudian ia membawa Aisha ke dalam pelukannya.

"Aku nggak akan bisa hidup tanpa kamu. Aku juga nggak mungkin buat kamu celaka. Aku cuma mau dengar kalau kamu cinta sama aku." Aarick mencium kepala Aisha ia tersenyum lega mengetahui jika Aisha juga mencintainya.

"Siapa yang cinta? Aku nggak cinta," elak Aisha.

Dengan kedua telapak tangannya Aarick mengapit wajah Aisha hingga mendongak melihatnya.

"Bukan sedetik, bukan untuk semenit, tapi untuk selamanya, siapa yang mencintai aku sedalam itu hm??" Arick tersenyum mengingat kalimat cinta yang sempat di dengarnya tadi.

Wajah Aisha memerah karena sadar sudah masuk ke dalam jebakan Aarick.

"Udah ih aku mau pulang." Aisha meronta dan berjalan menuju motor meninggalkan Aarick.

"Sayang ... tunggu abang datang!" Aarick menggoda dan mengejarnya.

"Idih ... sayang, abang, geli tau!" Aisha semakin kesal, "harusnya ada adegan romantis di sini, siapin bunga, dinner atau apalah, bukan malah main nyawa," omel Aisha.

"Siapa suruh kamu gengsi? Lagian apa susahnya sih bilang "iya aku mau." Aarick meraih jaket dari atas motor dan membalut bahu Aisha yang basah kuyup.

"Ya udah aku tarik semua kata-kataku tadi!"

"Nggak bisa lah, bila perlu besok kita menikah. Aku nggak mau dengar alasan lagi." Aarick sudah menghidupkan mesin motornya, ia seakan menutup telinga seolah tidak mendengar omelan Aisha yang masih kesal.

*****

Aarick membawa Aisha ke butik mama Anggun yang kini sudah menjadi tanggung jawab Aditya. Kedatanganya mengejutkan beberapa orang di sana termasuk seorang wanita yang saat itu sedang melihat beberapa gaun pengantin.

"Kamu ganti baju yang ini aja." Aarick menyerahkan kaos dan jens untuk Aisha lalu membawanya ke ruang ganti.

"Jangan ngintip!" Aisha membulatkan matanya.

Aarick tertawa lalu menutup tirai dengan rapat dan memanggil Ima untuk menjaga Aisha.

"Jangan ada yang buka tirai ini sebelum calon istriku keluar," pesan Aarick.

"Iya, Mas," jawabnya singkat.

*****

Aisha memutar-mutarkan badan di depan cermin, ia mengagumi pilihan Aarick yang memang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Aisha meraih jaket Aarick yang tadi dipakainya, ia terkejut saat benda pipih jatuh menimpa kakinya.

"Ini'kan ponselku..." Aisha membuka ponselnya, hmmm masih ada foto dirinya dan Aarick yang memang sengaja dipajang di layar terdepan.

"Pantesan kak Aarick yakin kalau aku juga cinta sama dia. Jangan-jangan kak Aarick liat foto-foto yang lain?"

Gawat! Ada beberapa foto Aarick yang tersimpan di memory ponselnya, Aisha tersenyum melihat foto-foto Arick masih tersimpan rapi. Tetapi, keanehan terjadi di sini. Kenapa foto Aarick semakin banyak? Kemana hilangnya foto Yopi dan teman-temannya yang lain?

"Pasti dihapus kak Aarick ... apa maksudnya coba? Itukan foto perpisahan kemarin...!" Aisha menggelengkan kepala.

****

"Aarick apa kabar?"

Aarick terkejut saat seorang wanita cantik dan Sexy menyapanya di ruang tunggu, ia meletakkan majalah di atas meja dan berdiri menyambut uluran tangan Sisil.

"Seperti yang kamu lihat ... kamu Sisil?" tanya Aarick setengah memicingkan mata.

"Iya, aku pikir kamu lupa sama aku." Sisil memeluk Aarick, "kamu semakin tampan dan mapan aja," imbuhnya lagi.

Aarick yang belum sempat menghindari Sisil terkejut melihat Aisha sudah berdiri di belakang Sisil, cepat-cepat Aarick melepaskan pelukan Sisil.

"Ekhhmmmm..." Aisha berdehem dengan wajah yang datar berdiri di samping Aarick.

Sisil mengernyit melihatnya. "Aisha? Kamu Aisha yang dulu selalu ganggu Aarick di sekolah?"

Aisha tersenyum canggung.

"Yang selalu nangis kalau tinggal Aarick?"

Aarick juga tersenyum.

"Yang suka manjat pohon dibelakang sekolah tapi nggak bisa turun?"

Aarick tertawa sementara Aisha hanya menyengir kuda, tidak mungkin ia menertawakan dirinya sendiri, manjat pohon dan nangis memanggil nama Aarick.

"Kenapa bisa manjat tapi nggak bisa turun?"

Dulu Aarick selalu menjadi maghnetnya.

"Lagian kamu ngapain sih nekat manjat pohon? Kamu mau ngintip kami pacaran?" tanya Sisil menarik tangan Aarick. "Kalau ingat jaman sekolah dulu lucu ya, kita pacaran diam-diam di belakang sekolah." Sisil mengungkit nostalgia mereka.

Aarick menikmati wajah Aisha yang cemberut karena terbakar cemburu.

"Oh ... jadi kalian mantan?" tanya Aisha bersedekap dada, tentu saja ia masih mengingat Sisil cewek centil yang dulu tergila-gila sama Aarick.

"Iya, aku mantan kekasih Aarick," jawab Sisil bangga.

"Aku ...calon istri Aarick." Aisha mengulurkan tangan.

1
Haryani Yuliwulansih
Ditunggu lanjutannya
Haryani Yuliwulansih
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ LAGI2 CERITANYA GANTUNG.
Sulaiman Efendy
ELANG YG DIBANGGA2KN TERNYATA TERLIBAT SINDIKAT NARKOBA DI LONDON...
Olly O Krisen
Bono...Boni...🙄
Agustin Ria Astuti
sapose ini mengadu domba? 🤔🤔🤔🤔
Sidieq Kamarga
Ha ha ha kena telak Sisil 🤩😂😂😂
momOf3AdorableKiddos
mana lanjutannya kakakkkkk
Arlisa Wanda
up kak ko udah end d profilx
Arlisa Wanda
up
langitsenja
loh koq udh end pdhl konflik baru dimulai
Ira-Hazirah Sweetz
thor....ini bener" gantung gini kah ending nya ??
Ira-Hazirah Sweetz
next
melanny laukon
koq dh tamat Thor???
Maulidis Atia
cerita airin sama yusri apa judulnya kak?
Fitri Anwar ALfhyank
kok udah end?? tp gantung loh
kayla
iyaeee sudah ngga ada kelanjutannya kha??
Lila Hilalia
kok blm ada lanjutannya
Viio Mom'Yasmine
ini gimna sih nanggung bgt. ngga jelas ya sinopsis sm critanya.
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!