NovelToon NovelToon
KAKAK TIRIKU JODOHKU

KAKAK TIRIKU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:718.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Aster Jung adalah gadis cantik dan satu-satunya putri dalam keluarga Jung. Aster memiliki teman masa kecil bernama Zian Rey. Awalnya semua baik-baik saja tapi persahabatan mereka perlahan merenggang saat keduanya beranjak remaja hingga Rey dan Aster menjadi musuh bebuyutan.

"Zian Rey, aku tidak akan pernah kalah darimu. Akan ku buktikan pada dunia jika aku lebih baik darimu."

Banyak yang menyayangkan renggangnya persahabatan mereka termasuk keluarga besar Rey dan Aster. Mereka ingin mereka bisa bersatu. Hingga sebuah keputusan besar pun diambil, Aster dan Rey menjadi saudara tiri.

Dan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua. Rey dan Aster saling mencintai namun sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing. Dan Rey baru menyadari betapa besar arti kehadiran Aster setelah wanita itu pergi dari hidupnya.

Enam tahun kemudian Aster kembali dengan seorang gadis kecil bernama Hanyeon.

"Sebenarnya dia adalah Putri kandungmu. Benih yang malam itu kau tanam di dalam rahimku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 "Amarah Rey"

Di siang yang terik. Terlihat dua orang pemuda bersembunyi dibalik semak-semak dengan sebuah ice cream lolly di tangannya. Iris mata mereka tak lepas dari dua sosok pria dan wanita yang sedang berbincang serius di bangku taman yang berada tepat di depan semak-semak tempatnya bersembunyi.

Kedua pemuda itu memasang baik-baik telinganya dan mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan, tak lupa salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel pintarnya untuk merekam pertemuan dan perbincangan mereka bedua.

"Sebenarnya untuk apa kau memanggilku kemari, Amelia Lim?" tanya laki-laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Hoya. Lia menyeringai tipis.

"Tentu saja untuk membahas hal yang sangat penting dan ini ada hubungannya dengan mantan kekasihmu itu, Aster Jung." jawab Lia, Hoya memicingkan matanya.

"Memangnya ada apa dengannya?" Tanya Hoya penasaran.

Lia bangkit dari duduknya dan meninggalkan laki-laki itu beberapa langkah dibelakangnya. "Pasti kau masih mencintainya dan tidak rela jika dia jatuh ke dalam pelukkan pria lain apalagi itu, Rey. Dan bagaimana jika kita bekerja sama untuk menjauhkan mereka berdua. Kau harus membantuku mendapatkan, Rey, dan aku akan membantumu untuk mendapatkannya kembali.

Itu pun jika kau setuju, jika tidak jangan pernah berharap untuk mendapatkannya kembali." Tutur Lia. Wanita itu kemudian berbalik, posisinya dan Hoya kini saling berhadapan. "Bagaimana? Aku akan memberimu waktu untuk berfikir." Lanjutnya dan pergi begitu saja.

"Amelia Lim, tunggu." Seru Hoya menghentikan langkah Lia. "Aku setuju bekerja sama denganmu." Wanita itu berbalik, melangkahkan kembali kakinya dan menghampiri Hoya. "Katakan bagaimana caranya dan aku harus bagaimana?" Lia tersenyum miring.

"Hamili dia."

Kedua mata Jimin dan Ren membelalak dan buru-buru mereka membekap mulutnya dengan salah satu tangannya. Hampir saja mereka menjerit saking kagetnya, tapi untungnya mereka berdua masih bisa mengendalikannya. Apa yang baru saja mereka dengar benar-benar mengejutkan. Mundur pelan-pelan, Jimin dan Ren bergegas mencari Rey dan memberitaukan hal itu padanya. Kedua pemuda itu berlari ke atap gedung kampus karna Jimin dan Ren tau di jam istirahat seperti ini Rey dan yang lainnya selalu berkumpul di sana.

"HYUNG, GAWAT HYUNG." Teriak Jimin dan Ren sambil berlari menghampiri tiga pemuda yang tengah berkumpul di sudut atap gedung. "Hyung, gawat hyung. Ini benar-benar gawat." Ucap Jimin dengan panik dan nafas sedikit ngos-ngosan.

"Apanya yang gawat, Park Jimin, Kim Minki? Bicara yang benar!" Pinta Rio pada kedua pemuda itu. "Minum dulu." Pintanya sambil menyerahkan sebotol air mineral pada Ren dan Jimin. "Sekarang bicara dan ceritakan dengan benar." Pintanya setelah Jimin mulai tenang.

Ren mengambil nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. Kemudian pemuda itu menceritakan tentang apa yang dia lihat dan dia dengar pada ketiga seniornya. Awalnya Aria tidak mempercayai cerita Ren dan menganggap jika pemuda itu hanya mengada-ada saja. Bukan tanpa alasan, Aria tau bila Ren dan Jimin memiliki dendam kesumat pada Lia hingga tidak menutup kemungkinan jika dia hanya mengarang cerita untuk menjatuhkan Lia

"Aku memiliki buktinya, Hyung." Seru Jimin.

Namun Aria langsung bungkam dan tak dapat berkata-kata setelah melihat Video yang ditunjukkan oleh Jimin padanya. Jimin sengaja merekam dalam mode video karna dia fikir mungkin itu akan berguna suatu saat nanti.

Jimin menatap sinis pada Aria yang terlihat bungkam sambil menundukkan kepalanya

"Bagaimana, Hyung? Apa kau masih ingin meragukan ucapanku? Aku tidak tau sebenarnya kedua mata dan hatimu itu tertutup oleh apa sampai-sampai kau bisa jatuh cinta pada Iblis wanita seperti, Amelia Lim. Choa, nunna saja menentang keras dan menolak mentah-mentah kau mencintai wanita yang salah. Kau malah mendiaminya hanya karna dia memberimu nasehat jika, Lia, bukanlah wanita yang baik. Dia itu wanita, tentu dia lebih tau darimu."

Jimin menampar telak Aria dengan kata-katanya hingga laki-laki jangkung itu tidak bisa berkata apa-apa. "Cantik bukanlah jaminan, Park Aria. Percuma saja memiliki wajah yang sangat cantik sementara hatinya busuk. Tapi semua keputusan ada padamu, sebagai sahabat kami hanya bisa menasehatimu." Ujar Rio dan lagi-lagi Aria terbungkam.

lalu pandangan Rio bergulir pada Rey yang terlihat menggepalkan tangan. Pemuda itu di liputi amara. "Lalu apa rencanamu untuk mereka, Rey? Tentu kau tidak akan membiarkan bajingan itu memuluskan rencananya bukan?" Rio menatap Rey dengan tatapan serius.

Rey mendesah berat. "Aku masih memikirkannya." Jawabnya datar.

Aria bangkit dari duduknya. "Biar aku saja yang memberi pelajaran pada mereka berdua." ucapnya "Park Jimin, aku pinjam ponselmu." Aria pergi begitu saja meninggalkan ketiga sahabatnya. Rey yang penasaran dengan rencana Aria memutuskan untuk mengikutinya begitu pula dengan Jimin, Ren dan Rio.

.

.

.

Suasana di Seoul National University langsung riuh setelah mereka mendangar rekaman percakapan dua orang melalui pengeras suara. Dalam percakapan tersebut menyebutkan tentang rencana dua orang yang terlibat didalamnya, jelas terdengar jika si wanita yang tak lain adalah Lia memberi saran pada Hoya agar menghamili Aster. Tanpa melihat secara langsung pun tentu mereka tau siapa pemilik suara itu.

Semua orang membicarakannya dan menghujani Lia serta Hoya dengan kata-kata tajam yang menusuk. Lia yang penasaran siapa yang menyebarkan rekaman tersebut segera berlari dan mencari dari mana asal suara itu. Tapi setibanya di sana Lia tidak menemukan siapa pun selain pengeras suara yang tergeletak begitu saja di atas meja. Lia mengambil benda tersebut lalu membantingnya ke lantai

"Aaaarrrrkkkhhh! Bre*gsek, siapa yang berani memperlakukan diriku seperti ini. Baji*gan keluar kau dan jangan hanya menjadi pengecut." Teriak Lia sambil berputar namun tidak ada jawaban. "Bre*gsek, keluar kau pengecut." Teriaknya sekali lagi. "Aarkhh..!" Lia menghancurkan benda apapun yang ada disekelilingnya.

Sementara itu...

Hoya yang merasa tersudut langsung mencari Aster dan mencoba meminta maaf padanya. Ia mencoba menjelaskan jika semua tidak seperti yang ia dengar, tapi sayangnya Aster sudah tidak lagi mempercayai Hoya. "Aster, aku mohon dengarkan dulu penjelasanku. Sungguh, semua tidak seperti yang kau dengar. Lia memang menyarankan hal itu padaku tapi aku menolaknya, jebal percayalah padaku." Mohon Hoya sambil mencengram bahu Aster.

Aster menyentak kasar tangan Hoya dan menatapnya tajam. "Cukup, Park Hoya, cukup. Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun yang keluar dari mulutmu. Kau memang bre*gsek dan aku sangat-sangat membencimu."

Aster mendorong tubuh Hoya dan melewatinya begitu saja. Tapi sepertinya Hoya tidak ingin melepaskan gadis itu begitu saja, lali-laki itu menghalangi langkah Aster dengan memblokir pintu didepannya.

"Kau fikir bisa pergi semudah itu dariku." Hoya mengunci pintu itu lalu menghampiri Aster sambil tersenyum miring

"Mau apa kau, Park Hoya?" Tanya Aster setengah panik. "Jangan mendekat atau ku pukul kau." Ancamnya sambil menodongkan tongkat besi padanya. Hoya menarik lengan Aster dan menghimpit tubuhnya pada tembok

"Lepaskan aku baji*gan." Aster terus memberontak saat Hoya berusaha untuk mencium bibirnya. "Park Hoya, sadar! Jangan lakukan ini. Menjauh kau bre*gsek." Teriak Aster menuntut, air mata perlahan turun dan membasahi wajah cantiknya. "Aaahhh..!" Aster menjerit saat Hoya berhasil merobek kain yang menutupi bahunya.

"Awalnya aku memang tidak ingin melakukannya. Tapi melihatmu membuatku menjadi bergairah, aku tidak akan melepaskan kesempatan ini, Aster Jung." Aster mendorong wajah Hoya yang berusaha untuk menjangkau tubuhnya

"Hentikan, Park Hoya, atau aku akan berteriak." Air mata Aster jatuh semakin deras, ia benar-benar ketakutan. Ia berharap seseorang akan datang dan menyelamat dirinya. "TOLONG, SIAPA PUN TOLONG AKU." teriak Aster sekeras mungkin agar suaranya bisa terdengar siapa pun yang ada diluar.

"Berteriaklah sampai suaramu habis, Aster Jung, karna tidak akan ada yang datang apalagi menyelamatkanmu."

Tapi sepertinya dugaan Hoya salah. Karna seseorang mendengar jelas teriakan Aster. "Hyung, aku menemukannya. Mereka ada di dalam sini dan aku mendengar teriakkan, Aster, nunna yang meminta tolong." Seru orang itu yang pastinya adalah Jimin. Rey segera menghampiri Jimin dan mendobrak pintu didepannya. Kedua mata Rey membelalak melihat apa yang tengah Hoya lakukan pada Aster.

"PARK HOYA." tariak Rey seraya menghampiri laki-laki itu.

Rey menarik Hoya menjauh dari Aster dan melayangkan beberapa pukulan pada wajahnya hingga babak belur, sedangkan Aster langsung menjatuhkan tubuhnya dan menangis sejadi-jadinya.

Ren melepaskan jaketnya lalu menakupkan pada bahu Aster yang terbuka.

Brugg..!

Hoya menendang perut Rey hingga pemuda itu terhuyung, situasi itu pun langsung di manfaatkan Hoya untuk membalas pukulannya. Hoya melayangkan beberapa pukulannya pada wajah Rey dan membuat pemuda itu babak belur, darah segar mengalir dari pelipis kanannya juga kantung matanya yang robek. Rey mengambil alih perkelahian dan balik menghajar Hoya sampai laki-laki itu tidak berdaya. Pemuda itu kehilangan kedali dan menghajar Hoya semakin brutal.

Rio membelalakkan matanya dan segera menghentikan Rey sebelum Hoya kehilangan nyawanya. "Rey hentikan." bentak Rio sambil menarik Rey menjauh dari Hoya. "Kau bisa membunuhnya, apa kau ingin dipenjara karna hal ini."

"Aku tidak peduli! Manusia tak berhati seperti dia memang pantas mati." Teriak Rey di depan wajah Rio.

"Aku tau tapi ada hal yang lebih penting dari pada menghabisi bajingan seperti dia." Tutur Rio, kemudian pandangan Rey bergulir pada Aster yang sedang ditenangkan oleh Aria dan Ren.

Rey mendesah berat, menyeka darah dibawah mata kirinya kemudian menghampiri Aster. Tanpa sepatah kata pun Rey mengangkat tubuh Aster dan membawanya meninggalkan ruangan tersebut di ikuti Aria, Rio, Ren dan Jimin.

Semua mata kini tertuju pada Aster yang berada dalam bopongan Rey dan mereka terus bertanya-tanya kenapa Idol kampus itu bisa sampai babak belur seperti itu. Lalu salah satu dari mereka menghentikan Jimin dan Ren untuk bertanya

"Senior. Sebenarnya apa yang terjadi pada kak, Aster, dan kak, Rey?" Tanya orang itu penasaran tapi delikan Aria membuat Jimin dan Ren mengurungkan niatnya untuk membuka mulutnya.

Kedua pemuda itu memang paling ember diantara yang lain jadi lebih mudah untuk ditanya-tanyai, tapi sepertinya hari ini bukanlah keberuntungan mereka karna Jimin dan Ren tidak mau membuka mulutnya dan memberi tau apa yang sebenarnya terjadi

.

.

BERSAMBUNG.

1
Rohimatul Amanah
Luar biasa
EndRu
ada Luhan dan Jessika di sini .. hemmm
EndRu
Aster kok bermarga Xi
Dan typo lain . ada Jian juga. haduh
EndRu
Tiba tiba ada Jia. Jesica
typo Thor 🙏
EndRu
visual Rry pakai eyepact seperti apa ya
EndRu
Drakor nya keren banget
EndRu
sering banget typo Jessika.. terus siapa lagi.itu
EndRu
Rey kayak Ketua mafia ya
EndRu
dijadikan berkedel mereka nanti. beraninya mengusik Rey
EndRu
misal pakai pengawal mungkin lebih aman Rey
EndRu
mbayangin cantik dan nggemesinjya Hanyeon
EndRu
perjuangan Aster luar biasa.
Rey akan selalu merasa bersalah mengingat beratnya perjuangan Aster. berbahagialah sekarang
EndRu
haru begini...
rengekan sang putri akhirnya membuat Naluri seorang Ibu luluh..
keputusan yang tepat Aster.
putrimu berhak tahu siapa ayahnya
EndRu
Nyesek yak
EndRu
mewek aku Kak 😭😭😭
EndRu
baru NGEH..
Choa ternyata laki laki
Ellnara: Choa itu cewek kakak
total 1 replies
EndRu
ini kayaknya nih sengaja deh. ditinggal berdua di rumah biar akur gitu..
EndRu
aria6 mana tahu klo kamu sebenarnya memendam rasa kepada adik tiri mu sendiri Rey
EndRu
Rey ga ambil fotonya Aster nih. kan cakep tuh
EndRu
ini di negeri mana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!