Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Depresi
Nadia benar-benar sedih dengan bentakan papa, dia sangat sedih hingga terus saja menangis.
nadia memutuskan untuk pergi ke kampus meskipun tidak ada kegiatan apapun, berharap ada teman teman nya yg bisa menghiburnya.
sesampainya di kampus nadia bertemu dengan sahabat nya, merlina.
sifat merlina ini berbeda 360° dengan merlina. meskipun demikian mereka saling menyayangi. merlina nyaman berada didekat nadia. merlina nyaman curhat dengan nadia, karena merlina korban dari broken home.
"hey... nadia, apakah kamu mau ikut?" merlina yang melihat nadia langsung menarik tangan nadia
"hey ada apa? ikut kemana?" nadia bingung
"Anak-anak sekelas mau ngadahin pesta nanti malam, tadi dosen bilang bahwa semua skripsi sudah tidak ada masalah, dan kita dikasih bocoran bahwa semua dikelas kita lulus, yeehhhh" teriak merlina
"hmm.. pesta ya, aku pikir dulu ya" nadia sedikit ragu
"ayolah hanya kamu yang belum kasih jawaban, oke pokoknya kamu harus ikut titik. aku akan whatsapp Bang Rifan bahwa kamu ikut, tenang saja kali ini aku bayarin kamu" merlina memaksa
"aahh... sudahlah lupakan, aku gak akan ikut" nadia masih badmood akibat bentakan papa nya semalam
"hey ayolah nadia, jangan jadi orang yang membosankan seperti biasanya. sekali saja ya. ini hanya pesta" rayu merlina
"oke baiklah" nadia menyerah.
_____
Nadia mengirim whatsapp ke tante sonia- tante sonia, nadia malam ini akan menghadiri acara dengan teman-teman kampus nadia, tante jangan tunggu nadia pulang ya, mungkin akan larut, tante bobok aja dulu. tante sonia membalas- baiklah, jangan pulang terlalu malam, jaga dirimu baik-baik ya nadia.
____
malam pun tiba, pesta dimulai dengan berjoget joget ria, semua terlihat menikmati setiap detuman keras suara musik, semua berjoget kecuali nadia yg duduk di kursi dan terus memikirkan bentakan papanya.
"hallo nadia, ayolah.. kita bersenang-senang sekali ini saja, bukan kah sebentar lagi kita akan jarang ketemu lagi, karena sama-sama sibuk mengejar karir" merlina menarik tangan nadia
baiklah nadia, kamu harus melupakan sejenak, inikah yang kamu inginkan tadi pagi hiburan dari teman-teman mu. ayolah nadia kamu harus bisa menghibur dirimu sendiri.
nadia berdiri dan mulai berjoget, meskipun tidak bisa nadia terua tertawa melihat teman-teman nya bahagia.
malam semakin larut, nadia dan merlina duduk di sofa empuk.
"nadia ceritakan, kamu mengapa dari tadi paginterlihat sedih? aku terus mencoba menghibur mu tetap saja kamu seperti ini, ceritakan kepadaku, apakah kamu tidak percaya lagi padaku" merlina nyerocos terus karena penasaran dengan nadia, gak biasanya nadia seperti ini, karena nadia sosok yang ceria.
Nadia menangis memeluk merlina, dan menceritakan semua tentang perjodohan nya, pertengkaran ayahnya dan pupuslah impian nya.
"tenanglah nadia, apakah kamu gak yakin dengan pilihan papamu? pasti ini yang terbaik, apalagi laki-laki itu anak dari teman papa dan almarhum mama mu kan. soal bentakan papa mu pasti dia tidak sengaja, karena kamu gak biasanya membantahnya, atau mungkin papamu dalam keadaan lelah sehingga tidak bisa mengontrol emosi nya. nadia soal impianmu slama ini, aku juga tau, coba kamu bicarakan dengan calon suamimu, siapa tau dia mendukungmu dan mengizinkan mu kuliah lagi S2" merlina terus menenangkan dan memeluk nadia. nadia tetap saja terus menangis.
Tiba-tiba beni datang membawa minuman keras
"hey merlina apakah kamu tidak mau? sambil menyodorkan minuman
melina yang kesal langsung membentak beni "apa kamu gak lihat nadia sedang menangis"
benipun takut dan langsung pergi
______
ko lama up nya...🙃🙃