Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 11
"Mau ke mana?"
Najwa Aulia terjengkit kaget.
Ia kaget dengan sapaan yang tiba tiba itu,dan iapun lebih kaget begitu tau siapa yang menyapa.
"E ..ke,ke kota"..Najwa sedikit gugup.
"Untuk melengkapi referensi"?
"..." Najwa mengangguk
Ibrahim Adlan menatap sekitar,cukup ramai,ada beberapa orang yang duduk menunggu angkutan lewat,sebagaimana Najwa Aulia, yang sudah sekitar dua puluh menit menunggu,namun belum ada angkutan yang lewat,kalaupun ada bukan yang jurusan ke arah kota.
"Kenapa tidak ajak Kamila?".
"Kamila sedang sibuk merangkum tugasnya".
"Sudah pernah ke kota sebelumnya"?
". . ."najwa menggeleng
Pemuda tampan itu menatap jalanan yang cukup ramai,lalu tak lama kemudian tangannya melambai pada sebuah taxi meter yang melintas.
Begitu taxi itu berhenti.Ibrahim Adlan membuka pintu penumpang bagian belakang
"Ayo masuk"! ke arah Najwa.
"Saya..""?? Najwa kaget.
"Mau ke toko buku kan"??
"Ia..tapi saya..
"Mau berapa lama lagi menunggu angkutan,ini sudah hampir maghrib.."
Ibrahim Adlan menatapnya.Benar apa yang di katakannya.Najwa menunduk.Tak kuasa melawan tatap mata tajam pemuda di depannya itu.
Terpaksa Najwa menurut.Ia masuk ke dalam mobil taxi meter itu.
"Pak ikuti motor saya ya"!! Ibrahim Adlan berkata pada sopir yang segera mengiyakan.
Berulang kali Najwa menghela nafas seraya terus menatap lurus ke depan.Seperti yang di instruksikan pemuda tampan itu,taxi yang si tumpanginya senantiasa mengekor di belakang motor yang di naiki Ibrahim Adlan.
Najwa paham kalau ini cara yang di pilih oleh pemuda tampan itu untuk mengantarkannya ke kota.
Tapi ia juga tau kalau ongkos taxi argo meter itu lebih mahal dari pada angkutan umum biasa.Sedangkan uangnya terbatas.Pasti tidak cukup unyuk membayar ongkos taxi yang di naikinya.
apa akU pinjam dulu ya pada ra adlan nanti setelah sampai..tapi apa aku bisa untuk mengatakannya.
ckk Najwa mendesah sendiri.
tapi kan memang beliau yang memutuskan untuk naik taxi meter,sedangkan aku kan mau naik angkutan umum saja.gadis ayu itu bergelut dalam pikirannya sendiri.
dan ketika..
brakk
Terdengar suara benturan keras di depan,gadis ayu itu berseru kaget.Dan taxi yang di tumpanginya pun menepi dan berhenti.
"Ada apa ya Pak"?
"Sepertinya Mas nya jatuh non".
"Apa!?". Najwa memperhatikan ke depan .Nampak motor yang di naiki Ibrahim Adlan terjatuh.Najwa bergegas keluar dan berlari menghampiri.
Beberapa orang nampak membantu Ibrahim Adlan berdiri.Dan beberapa yang lain membantu menegakkan motornya lagi.
"Ra. anda tidak apa apa"? Najwa bertanya panik.
pemuda tampan itu hanya menggeleng.
"Tangan anda terluka" Najwa menatap darah yang mengalir dari atas pergelangan tangan pemuda tampan tersebut.Tampak jelas karna ia menggulung lengan kemejanya sebatas dengkul.
"Kena pecahan kaca spion "sahutnya seraya sedikit meringis.
"Bu..hati-hati ya kalau nyebrang..sampeyan membuat Mas-nya terjatuh lho ". seorang bapak bapak tampak tengah memperingatkan seorang ibu yang tengah berdiri dengan wajah pucat di samping motor maticnya.
Memang karna menghindari ibu yang menyebrang sembarangan itu,Ibrahim Adlan membanting setir ke
kiri hingga ia terjatuh ketika motornya membentur pagar pembatas jalan.
"Lukanya harus segera di obati". Najwa melihat darah yang terus mengalir dari luka itu dengan raut kawatir.
Ibrahim Adlan mengangguk.Ia lalu melambai ke arah sopir taxi yang berdiri di samping mobilnya.
"Ini ongkos taxinya pak". menyerahkan selembar uang ratusan ribu.
"Jadi saya mengantar Mbak-nya sampai sini Mas"??
"Ia.."
"Tapi ini ongkosnya lebih Mas".
"Kembaliannya buat Bapak saja".
"Terima kasih Mas"
Ibrahim Adlan kembali menaiki motornya setelah mengucapkan terima kasih kepada beberapa orang yang telah menolongnya.
"Ayo Najwa"!!!
"Bisa nyetir lagi Ra.."??
"Insya-Allahh..ayo lekas naik..!! Ia meminta Najwa untuk membonceng.Gadis itu masih diam.Ada beberapa hal yang ia pikirkan.Pertama ia tak biasa membonceng motor pada orang lain selain bapaknya sendiri.Kedua motor yang di naiki Ibrahim Adlan itupun terlalu tinggi tempat duduknya, pasti ia akan kesulitan untuk menaikinya.
"Kamu tidak mau"?? Adlan menatapnya.
"Bu. bukan begitu Ra..". pemuda tampan itu tengah terluka.Dan ia menyetir motornya sendiri ,setidaknya bila ada yang membonceng ,keberadaannya akan sedikit membantu jika dalam perjalanan terjadi apa apa.Najwa paham itu.
Ibrahim Adlan menyerahkan tas nya yang cukup besar.Najwa paham kalau maksudnya biar tas itu menjadi pembatas di antara keduanya.
Gadis itu pun berusaha naik, namun dua kali ia kesulitan..
"Pegang pundakku"!!Ibrahim Adlan berkata tanpa menoleh.
Najwa mengangguk"Nuwwun sewu Ra.."pamitnya.
Dan setelah berpegangan pada pundak kokoh pemuda tampan itu,Najwa pun berhasil duduk dengan baik.
Motor itu melaju dengan kecepatan sedang terus ke arah kota.
"Kenapa kita tidak kembali saja Ra"??
"Kau kan mau ke toko buku"..
"Tapi jennengan tengah terluka"..
"Saya akan cari klinik dulu".
Tak lama mereka memang menemukan klinik terdekat.
"Ma'af ya..."pemuda tampan itu berkata singkat setelah keduanya duduk menunggu di ruang tunggu klinik.
"Saya yang harus minta maaf". jawab Najwa.
Ibrahim Adlan menggeleng tanpa mengucapkan apa apa.
"Apa anda merasa pusing"? Najwa bertanya pelan,beberapa saat kemudian.
Ibrahim Adlan tersenyum kecil dan menggeleng.
"Saya juga tidak pernah pernah membonceng perempuan,termasuk adik saya sendiri.". Ibrahim Adlan menatap Najwa sejenak.Ia paham kekawatiran gadis itu.
"Saya...". Najwa memang sempat berpikir..Ibrahim Adlan itu adalah seorang putra kyai pemilik pesantren,bagaimana jika ada yang melihatnya menggonceng wanita yang bukan muhrim.Ia kawatir akan ada penilaian negativ nantinya.
"Saya tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun Ra.." Najwa berkata lirih.
"Saya tidak kawatir jika hal ini di ketahui orang lain Najwa,karna saya punya alasan"...Adlan menjawab cepat.
"Dari dulu saya selalu belajar..untuk tidak melakukan tindakan yang pada akhirnya saya tidak mampu untuk bertanggung jawab"..katanya lagi..
";;Maksud anda.."??
"Bertanggung jawab pada diri sendiri ,pada Allah,dan pada orang lain.."
Najwa menghela nafas dan menunduk.
,ia tau kalau ibrahim adlan tidak akan sembarangan dalam bertindak,pemuda itu merupakan sosok pribadi yang telah terdidik untuk senantiasa menjaga diri dan menjaga pandangan.Terbukti,bahkan ketika tlah cukup banyak komukasi yang terjadi,Ibrahim Adlan sangat jarang menatap terarah kepadanya.Kalaupun melihat,itupun hanya sekilas saja.
"Kamu tidak perlu kawatir". Ibrahim Adlan kemudian bangkit menuju ruangan Dokter ketika seorang perawat memberitaukan bahwa sudah tiba gilirannya untuk mendapatkan perawatan.
Terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.
Sudah lima belas menit berlalu,sejak Ibrahim Adlan memasuki ruangan Dokter itu.Dan Najwa menghela nafas lega ketika beberapa saat kemudian pemuda itu keluar menuju ke arahnya.
"Belum sholat.."?
". .." Najwa menggeleng."Apa lukanya parah"??
"Lumayan,..sholatlah dulu..mushollanya di sebelah sana!!.
"Ia.."Najwa segera bangkit..
"Apa perlu saya antar.."?
"Eh. tidak usah Ra..."
"Saya akan ambil obat dulu di apotik depan,setelah itu saya menyusul"..
"Baik"..
Keduanya pun melangkah ke arah yang berlawanan.Menuju tujuannya masing-masing.**
nangiss bombay malam2 😭😭